Menteri Basuki Akui Banyak Daerah yang Kesulitan Akses Air Bersih

Editors choice
0

JAKARTA, EKSPRESNEWS.COM – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengakui masih banyak daerah di Indonesia yang membutuhkan akses air bersih. Menurutnya penyediaan sarana dan prasaran air menjadi penting untuk diperhatikan demi menjaga ketahan air serta kedaulatan pangan.

“Di beberapa daerah masih terdapat masyarakat yang masih kesulitan memperoleh air bersih. Realitas seperti ini menjadi perhatian Kementerian PUPR agar selalu berupaya menyediakan infrastruktur salah satunya melalui pembangunan embung,” kata Menteri Basuki, Senin (15/8/2022).

Menteri Basuki menambahkan saat ini telah diselesaikan juga pembangunan lima Embung di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), salah satunya Embung Mu’allimin.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan, Embung Mu’allimin mempunyai volume 1.200 m3 yang saat ini siap untuk mengairi sawah 10 ha di sekitarnya, serta siap menjadi ruang publik untuk mempercantik kawasan Masjid di Ponpes Mu’allimin.

Embung Mu’allimin di Kabupaten Bantul dibangun dengan biaya Rp6,1 miliar dengan kapasitas tampung 1.200 m3 dan luas genangan 0,0578 ha. Manfaat utamanya adalah untuk konservasi air, pengendalian banjir dan pengairan irigasi seluas 10 ha, serta potensi destinasi wisata baru.

Embung merupakan salah satu teknik pemanenan air yang sangat sesuai di daerah yang sering mengalami kekeringan. Karena Embung juga memiliki fungsi untuk mengisi kembali air tanah sebagai konservasi sumber daya air.

Disamping itu Embung berfungsi untuk mendistribusikan dan menjamin kontinuitas ketersediaan air untuk berbagai kebutuhan masyarakat, yaitu menyimpan air pada saat musim penghujan untuk dapat dimanfaatkan pada waktu diperlukan. (Abdi)

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.