Mambangkik Batang Tarandam : Alternatif Produk Petani Gambir Durian Tinggi Limapuluh Kota

0
Harga getah gambir yang tak kunjung normal membuat petani gambir ‘tercekik’. Sejak pandemi Covid-19 harga getah gambir tidak kunjung normal kembali, hal ini dikarenakan karena Negara India sebagai tujuan utama penjualan ‘stop pembelian’. Sehingga hal ini membuat harga yang diberikan oleh ‘toke gambir’ menjadi murah, bahkan menurun 50% dari harga normalnya. Selama ini memang getah gambir menjadi produk unggulan dari masyarakat petani di Nagari Durian Tinggi, Kab. Limapuluh Kota, sehingga terganggunya jual-beli getah gambir akan berakibat negatif kepada kelangsungan hidup masyarakat.

Oleh: Agriqisthi, SE., MM.

EkspresNews.com – Pada tanggal 16 Desember 2020 telah dilakukan pertemuan pada kelompok petani gambir di Durian Tinggi, Kab. Limapuluh Kota oleh tim Pengabdian Kapada Masyarakat Universitas Andalas, Agriqisthi SE., MM, Luthfil Hadi Anshari, SKM., M.Sc, Muhammad Fadli, SP., M. Biotek, Adinda Amelia, dan Muthia Imelda. Adapun kelompok usaha Sambilan yang diketuai oleh Bpk Vhio Rhevernikok saat ini beranggotakan 6 orang, sedang mengembangkan alternatif produk gambir lainnya, sehingga permasalahan yang saat ini dialami oleh petani tidak berkelanjutan.

Pengembangan produk saat ini difokuskan kepada produk herbal dan suplemen, hal ini didasari saran tim PKM Unand agar mengembangkan produk herbal ataupun suplemen pada saat pandemic Covid-19 merupakan potensi bisnis yang positif. Namun perlu melakukan riset yang cukup mendalam dan berolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu, seperti pertanian dan disiplin ilmu lainnya. Untuk itu kegiatan Pengabdian Kepada Masyarkat oleh Tim Dosen Unand perlu dilakukan, guna untuk membantu Kelompok Usaha Sambilan agar produk olahan dari gambir memiliki kualitas dan standar yang baik sehingga minat konsumen mengkonsumsi produk herbal dan suplemen menjadi meningkat.

Keberadaan inovasi teh gambir diperkirakan dapat menjadi alterfatif masuka bagi petani gambir yang terdampak turunnya harga getah gambir. Kelompok Usaha Sambilan dapat menjadi ‘engineering design’ bagi petani gambir yang berada di Nagari Durian Tinggi. Sehingga permasalahan yang dialami oleh petani gambir yang berada di Nagari Durian Tinggi, Kapur IX dapat diatasi tanpa beralih profesi dari ‘gambir’. Jadi, petani tidak menghilangkan kebiasaan ‘mangampo’, akan tetapi bedanya saat ini daunnya yang di keringkan menjadi teh.

Teh gambir yang dihasilkan oleh Kelomok Usaha Sambilan bercitra rasa yang khas dengan aroma gambir yang murni. Sekali mencoba kami tim pengabdian kepada masyarakat Unand langsung tertarik dan adapula yang yang rutin mengkonsumsi produk teh tersebut. Apalagi setelah mengkonsumsi beberapa hari, tubuh jadi enak dan perut rasanya nyaman. Namun, tentunya perlu ada perbaikan sehingga produknya lebih menarik lagi, seperti mengurasi ampas teh, sehingga teh menjadi bersih kelihatannya.

Saat ini Kelompok Usaha belum memiliki kemasan yang menarik dan juga system produksi yang belum teratur. Adapun satu bungkus plastik teh gambir dengan berat bersih 2 gram dijual dengan harga 4 ribu rupiah saja, tentunya ini harga yang murah dibandingkan dengan kualitas rasa teh dan manfaatnya. Andai saja dikemas dengan lebih baik, tentunya akan dapat menaikkan harga. Misalnya dengan menggunakan kantong teh, sehingga kesannya lebih instan dan konsumen tentunya akan lebih tertarik lagi membeli.

Dalam kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini, Tim Unand telah mendesain kemasan yang lebih menarik dengan ‘attribute product’ yang jelas sehingga menampilkan informasi-informasi yang perlu pembeli ketahui. Tim juga akan merancang sistem produksi dan manajemen kualitas produk. Untuk itu, aka nada kolaborasi dengan stakeholder lainnya seperti pelaku usaha sejenis lainnya yang telah sukses, atau para ahli dengan bidang ilmu yang relevan, ataupun dengan organisasi-organisasi bisnis seperti HIPMI Kab. Limapuluh Kota. Kolaborasi di maksud untuk menciptakan suatu sistem yang dapat menunjang kemajuan dari Kelompok Usaha Sambilan.

Kandungan yang terkandung dari teh gambir merupakan kandungan yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan imun tubuh, seperti katekin dan antidioksidan. Lanjutannya akan banyak produk yang dapat dihasilkan dari olahan daun gambir. Pada kesempatan yang sama salah seorang Dosen Pertanian Unand telah mencoba menciptakan masker wajah, dan ramuan obat. Namun, ketika dilihat literatur yang tersedia zat katekin dibutuhkan sebagai bahan utama obat-obatan dan kosmetik. Sedangan zat tannin adalah sebagai bahan utama pewarna seperti cat. Pada masa yang akan datang tentu kita berharap peluang-peluang ini dapat direalisasikan sehingga petani gambir di Durian Tinggi tidak tergantung kepada satu produk saja, namun memiliki fortopolio produk. Dengan begitu kondisi perekonomian di hulu akan mapan.

Tidak hanya itu, untuk produk teh saja secara nasional masih memiliki peluang-peluang yang mungkin belum tergarap, apalagi pada pasar internasional di Negara pencinta teh seperti Jepang, dan Korea. Namun, untuk mencapai target tersebut Kelompok Usaha Sambilan tentunya harus mempersiapkan diri dulu, atau istilahnya ‘scale up’ dulu.

Kemudian baru dirancang sistem produksi dengan kapasitas yang lebih besar lagi. Kebutuhan tenaga kerja juga tentunya semakin berkembang semakin besar lagi kebutuhannya. Hal ini menjadi angina segar bagi angkatan kerja yang sedang mencari pekerjaan khususnya di Kabupaten Limapuluh Kota. Diperkirakan akan ada multi effect dari perkembangan Kelompok Usaha Sambilan ini.

Pihak Universitas Andalas akan siap untuk memfasilitasi setiap bentuk pengembangan yang akan diterapkan. Salah satu contohnya saja dalam pengurusan Izin Usaha, akan ada bantuan berupa dana yang dapat digunakan bahkan hingga pengurusan BPOM dan label Halal. Program-program pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan yang diadakan LPPM Unand tentunya akan dapat memberikan output yang kontiniu kepada Kelompok Usaha Sambilan dalam mengembangkan usaha.

Namun, yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan ilmu dari tim pengabdian sehingga akan ada langkah-langkah strategis yang akan direkomendasikan. Mitra Universitas Andalas tentunya akan dapat mintai dukungannya, baik berupa materi ataupun non materi. Seperti contoh perusahaan-perusahaan teh yang memiliki kerjasama dengan UNAND dapat dimintai rekomendasi terkait teknologi pengolahan daun teh.

Menjadikan perputaran roda perekonomian di nagari baik dilakukan agar masyarakat setempat tidak pergi keluar. Menjadikan di daerah-daerah memiliki sumber pemasukan sendiri, dengen begitu didaerah akan dapat lebih maju lagi. Sudah saatnya disetiap daerah memiliki unit bisnis yang dapat menunjang perekonomian masyarakatnya. Sehingga visi nasional dalam mengembangkan perekonomian nasional dapat didukung. (***)

Comments

comments

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.