Kurenah Hari Guru, Guru Tapi Tak (Bisa) Menggurui

Editors choice
0

KABUPATEN SOLOK, EKSPRESNEWS.COM – Selamat hari guru bagi seluruh guru yang ada di seluruh Indonesia dimanapun berada. Ribun ucapan doa dan harapan berseliweran di ranah media sosial. Tapi, malang bagi profesi guru, dari nominal gaji hingga prihatin kehidupan para guru.

Miris sekali jika melihat berapa besaran gaji guru dewasa ini. Profesi yang mulia tapi tak memberikan kesejahteraan bagi pelakunya sendiri. Mendidik anak bangsa namun jauh tertinggal dari tercukupi biaya hidup. “Kalau honor bisa dapat 300.000 pertiga bulan, terkadang juga dirapel selama 6 bulan,” ujar salah seorang guru honerer di Kabupaten Solok.

Menurutnya, jam kerja yang masih cukup fleksibel tapi tetap saja tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dari honor yang didapat. “Untuk memenuhinya kami para honorer perlu sedikit kreatif dalam bekerja. Selain mengajar, sedikit-sedikit berjualan dari rumah dan penghasilannya bisa mencukupi untuk makan sehari-hari,” ungkapnya.

Penghasilan dari jualan itu ditabung dan digunakan untuk membeli kebutuhan harian. Selain itu, dirinya pernah mulai menyerah menjadi guru, tapi melihat anak-anak murid, dirinya urung untuk mundur sebagai guru. “Mau menyerah awalnya karena persoalan honor, tapi melihat wajah murid yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini, saya tidak jadi berpikiran seperti itu. Perlu rasa yang tinggi untuk mengabdi sebagai seorang guru,” tambahnya.

Terakhir, ibu 3 anak ini menyebutkan, perlu perhatian khusus dari pemerintah untuk guru-guru honorer terutama didaerah. “Perhatian pemerintah kepada kami agar tetap bisa menjadi guru yang benar adalah harga mutlak. Hari guru saat ini, tidak hanya persoalan honorarium, tapi lebih ke hati nurani,” tutupnya. (Red)

Editor : Abdi

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.