Kadinkes Kota Semarang, dr. Abdul Hakam : Juni Juli 2021 Kasusnya Meledak Tembus 30 Ribu Pasien

0

Semarang, EkspresNews.com – Masyarakat sekarang dalam kurun waktu yang relatif cukup panjang 18 bulan hampir semuanya jenuh dihadapkan pada sesuatu yang sangat menakutkan. Khususnya dari kalangan pedagang ditengah pandemi merasa diperlakukan tidak adil dalam penerapan PPKM darurat selama ini.Di satu sisi pemerintah sudah melakukan sesuatu yang luar biasa bekerja sama dengan seluruh rumah sakit yang ada di kota Semarang.

Apalagi nakesnya yang menghadapi langsung sebagai ujung tombak dengan tenaga pikiran, semua dicurahkan hanya untuk menangani masyarakat yang terkena covid-19,” ucap Kadarlusman Ketua DPRD Kota Semarang, saat menjadi salah satu nara sumber diacara Prime Topic bersama Parlemen Kota Semarang dengan tagline Merdeka dari Pandemi yang disiarkan langsung MNC Trijaya FM di ruang Bahana, Hotel Noormans, jalan Teuku Umar no 27 Semarang, Senin (23/8/2021).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Pilus mengungkapkan ” Mereka yang terdampak covid-19 serta PPKM darurat, tidak hanya sisi kesehatannya tapi dari sisi ekonomi yang paling berat, karena ekonomi harus jalan.

Menurutnya Pemerintah harus mengambil sikap tetapi obyek obyek yang dituju seperti Mall, PKL serta warung makan juga diberi peringatan dan dibatasi waktunya. Sebab kalau himbauan saja tetapi tindakan terhadap PKL Mall serta warung makan dibiarkan tidak sesuai kebijakan yang diterapkan maka penurunan level tidak akan menunjukkan angka turun.

Dirinya melihat Kota Semarang kesadarannya bagus, meskipun sempat masuk dalam zona merah dan masyarakat menganggap diberbagai media bahwa Semarang merupakan wilayah yang ” menyeramkan ” itu kita maklumi,” tandas Pilus.

” Tetapi kesadaran masyarakat sudah cukup baik,
setelah kesadaran masyarakat mulai meningkat dan kerja keras pemerintah bersama temen temen dari rumah sakit sehingga semarang mengalami penurunan penyebaran covid-19 cukup signifikan,” tutupnya.

Pada kesempatan sama Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. M.Abdul Hakam,Sp.D mengatakan sejauh ini kasus covid-19 dikota Semarang sudah 70 ribu lebih, 93 persen dinyatakan sembuh. Untuk kasus kematian 6,1 persen, monev kita diminggu ke-33 dikota semarang sendiri tinggal 155.

” Kami memiliki 1 isoter tinggal 15 orang, yang dirawat selebihnya 50 orang isoman. Jadi bagaimanapun bosannya, prokes tetap menjadi pilihan utama serta vaksinasi adalah kombinasi yang saat ini dibutuhkan, ” ujar Hakam.

Dia mengaku tidak hanya health imunity tetapi kita harus waspada karena khususnya varian delta sangat luar biasa ganasnya membuat juni-juli 2021 kasusnya meledak, bahkan di dua bulan ini sudah tembus 30 ribu kasus.

Rumah sakit penuh, kita hanya punya 6 isoter plus satu rumah sakit darurar, bahkan ambulan yang kita miliki setiap jam requestnya 150 orang.

Lebih lanjut Hakam mengungkapkan situasi di rumah dinas Walikota Semarang dengan adanya penurunan pada level 3 keadaannya sunyi senyap, disana banyak nakesnya dibanding pasiennya, sehingga temen temen yang dinas di rumah dinas kami minta untuk membantu vaksinasi dibeberapa sentral,” tutupnya.

Sementara Dirut RSND Kota Semarang,serta Epidimiolog FKM Undip, Dr.dr. Sutopo Patra Jati mengungkapkan masalah faskes dan nakes kita lihat berdasarkan model sistim layanan. Ada yang layanan primer dan sekunder, untuk.primer lebih banysk porsinya dalam mendeteksi melakukan tracing dan testing sekaligus melakukan treatmen terbatas seperti dipuskesmas atau klinik yang nantinya diharapkan tidak mebanjiri dan mbludaknya rumah sakit,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sutopo menambahkan kontribusi SDM dari organisasi profesi sangat luar biasa baik perawat, dokter. Tetapi yang paling mendesak tenaga analis untuk testing, ini kebutuhannya luar biasa karena tidak mudah untuk mendidik dan menyiapkan secara serta merta pada level atau kondisi yang genting untuk saat ini.

” Teman teman yang dirumah sakit menambahkan kapasitasnya berupa tambahan tempat tidur. Tetapi kita kembali pada SDM nya yang sudah didapat. Yang dibutuhkan 50 nakes tetapi yang didapat 15 orang atau sepertiganya,” pungkasnya.

( Taufiq )

Comments

comments

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.