Joe Biden Sebut Pandemi Covid Telah Berakhir, Jokowi Tak Sepakat

0

JAKARTA, EKSPRESNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan bahwa pandemi covid-19 di AS sudah berakhir, meskipun negeri Paman Sam tersebut masih harus berurusan dengan wabah tersebut. Virus yang pertama kali muncul di China pada akhir 2019 telah mengguncang ekonomi global dan membanjiri sistem perawatan kesehatan. Termasuk negeri Paman Sam tersebut.

Covid-19 juga terus memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian AS. Biro Riset Ekonomi Nasional AS melaporkan pekan lalu bahwa penyakit yang terkait Covid telah memangkas tenaga kerja sekitar 500.000 orang.

Biden mengatakan, dia percaya bahwa pandemi memiliki dampak “mendalam” pada jiwa orang Amerika. Diketahui, virus pandemi Covid-19 ini telah menewaskan lebih dari 1 juta orang dan membunuh ratusan orang setiap harinya di negara tersebut. Namun saat ini Presiden negeri paman sam menyatakan sudah berakhir. “Pandemi sudah berakhir. Kami masih memiliki masalah dengan Covid. Kami masih melakukan banyak pekerjaan untuk itu. Tetapi pandemi sudah berakhir,” kata Biden dalam program “60 Minutes”CBS, dikutip CNN International, Senin (19/9/2022).

Pernyataan Joe Biden ini sejalan dengan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang kembali menyampaikan perkembangan terbaru terkait pandemi Covid-19. Badan global itu menyebut dunia saat ini berada dalam posisi terbaik dalam menangani penularan virus corona.

Dalam pernyataannya, Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa akhir pandemi sudah terlihat. Meski begitu, ia menegaskan bahwa hingga saat ini Covid-19 belum selesai. “Kami belum sampai di sana. Tapi akhir sudah di depan mata. Dunia perlu melangkah untuk kesempatan ini,” ujarnya dikutipThe Straits Times, Kamis (15/9/2022).

Ia kemudian menyerukan agar dunia dapat terus mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 dan tetap waspada. Ia bahkan mengibaratkan posisi dunia melawan Covid-19 saat ini mirip seperti pelari maraton yang sedang mendekati garis finish. Pernyataan ini sendiri adalah penilaian paling optimis dari badan PBB itu sejak mengumumkan keadaan darurat internasional pada Januari 2020. Tiga bulan setelah itu, WHO kemudian mengumumkan Covid-19 sebagai pandemi.

Terlepas dari pernyataan presiden AS, AS masih menetapkan Covid-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan itu tetap menjadi perhatian internasional. Dalam sebuah wawancara dalam program 60 Minutes di CBS, Biden mengatakan bahwa AS masih melakukan “banyak pekerjaan” untuk mengendalikan virus.

Data dari Universitas Johns Hopkins menunjukkan, rata-rata kematian dalam tujuh hari belakangan mencapai lebih dari 400 orang, di mana lebih dari 3.000 orang meninggal dalam sepekan terakhir. Sebagai perbandingan, pada Januari 2021 lebih dari 23.000 orang dilaporkan meninggal karena virus selama rentang satu minggu.

Melansir Reuters, jumlah korban pandemi Covid-19 memang telah berkurang secara signifikan sejak awal masa jabatan Biden. Berkurangnya korban dipicu oleh perawatan yang ditingkatkan, obat-obatan, dan vaksinasi menjadi lebih banyak tersedia. Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada tanggal 18 September 2022, ada 14.163 total kasus baru di Amerika. Dengan ini CDC mencatat total kasus Covid-19 sebanyak 95.494.560.

Jokowi Tak Sepakat

Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak ingin ikut-ikut menyatakan pandemi Covid-19 telah berakhir, seperti yang dilakukan Presiden Amerika Serikat. Jokowi memilih bergantung pada keputusan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

“Pandemi ini kan terjadi di seluruh negara di dunia, dan yang bisa memberikan statement menyatakan pandemi itu selesai itu adalah WHO,” kata Jokowi saat peresmian Tol Cibitung – Cilincing di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 20 September 2022.

Jokowi mengingatkan saat ini masih ada satu dua negara yang mengalami kenaikan kasus Covid-19. “Mulai bangkit naik hati-hati, kehati-hatian itu yang sangat kita perlukan. Kalau untuk Indonesia saya kira kita harus hati-hati, tetap harus waspada, tidak usah harus tergesa-gesa, tidak usah harus segera menyatakan bahwa pandemi itu sudah selesai. Saya kira hati-hati,” kata dia. (Red)

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.