Fakta Menarik Tentang Perspektif Gender pada Pedagang Online

EKSPRESNEWS.COM – Sudah selama kurang lebih dua tahun kita berdiam diri di rumah karena pandemi COVID-19. Banyak perubahan terjadi secara sengaja mau pun tidak selama pandemi berlangsung, salah satunya adalah sektor ekonomi.

Seperti yang kita ketahui, saat pandemi COVID-19 banyak pelaku bisnis UMKM terpaksa harus gulung tikar karena alasan tertentu atau secara mendadak mengubah haluan bisnisnya demi bisa bertahan.

Di tengah pergejolakan masyarakat, ternyata banyak ruang untuk bertumbuh diantaranya adalah bisnis. Tidak sedikit pelaku usaha yang memanfaatkan momentum tersebut untuk membuka bisnis online atau jual beli melalui platform e-commerce.

Merubah haluan bisnis seperti membangun bisnis online pun dalam keadaan terdesak di mana mau tidak mau atau suka tidak suka harus bertahan dan menyesuaikan kondisi saat itu.

Tahukah Anda, menurut survey sebagian besar pedagang yang terjun ke dalam bisnis online adalah wanita. Pada artikel ini akan membahas fakta menarik tentang pedagang online wanita, kinerja pedagang online wanita di dalam bisnis dan lain-lain.

Yuk, kita bedah bersama di bawah ini!

Apakah Pedagang Online Wanita Sudah Berbisnis Online Sebelum pandemi COVID-19?

Jawabannya adalah iya. Menurut data yang diambil dari OCED tahun 2019 sebagian besar wanita yang memulai karirnya sebagai pebisnis online adalah ibu rumah tangga.

Menurut data tersebut juga pedagang online wanita lebih banyak menjual barang-barang wanita seperti tas dan pakaian wanita, serta aksesoris dan kosmetik wanita.

Selain produk wanita, pengusaha wanita juga menjual makanan dan minuman. Hal ini dikarenakan makanan dan minuman termasuk dalam kategori penjualan rendah dan mudah dilakukan serta bahan bakunya tidak sulit dijangkau.

Para wanita di Indonesia khususnya ibu rumah tangga memilih membuka usaha online sebagai jalan alternatif untuk menambah pendapatan keluarga.

Alasan tersebut bisa juga karena membangun bisnis online tidak perlu ke luar rumah dan mengorbankan waktu yang banyak sehingga bisa fokus yang berlebih ke keluarganya.

Apalagi jika wanita yang sudah melahirkan dan punya anak. Usaha online menjadi solusi yang paling tepat untuk menambah pendapatan tapi tanpa harus meninggalkan anak.

Selain Ibu Rumah Tangga, Siapa Saja Pedagang Online yang Terjun ke Bisnis Online Selama Pandemi COVID-19?

Selain ibu rumah tangga, para wanita-wanita muda yang masih pelajar atau mahasiswa dan pekerja paruh waktu juga ikut terjun ke dalam dunia e-commerce. Pekerja wanita penuh waktu juga mengindikasikan ikut terjun ke dalam bisnis online.

Bukan tanpa hal mendasar, hal itu bisa dilakukan karena saat pandemi COVID-19 terjadi pengurangan jam kerja atau sekolah sehingga untuk meluangkan waktu saja.

Dan bisa juga karena saat pandemi, pendapatan turun atau kurang dari biasanya. Seperti yang kita tahu, ekonomi negara turun saat pandemi COVID-19. Maka dari itu, muncul ide bangun bisnis online untuk menambah pemasukan rumah tangga.

Para pedagang online dari kalangan pekerja paruh dan penuh waktu lebih menjual keterampilan seperti design, menulis, membuat website dan lain-lain. Dan mempunyai keterampilan berlebih untuk mengelola e-commerce karena mereka terbiasa dengan hal-hal yang terorganisir dan terbiasa bekerja secara formal.

Sedangkan, untuk para pelajar mereka lebih memilih produk lain atau beralih kategori produk lain untuk mengatasi berubahnya selera konsumen saat pandemi COVID-19. Dengan harapan memberikan keuntungan yang berlebih.

Sudah disinggung di awal bahwa banyak pelaku UMKM yang usahanya gulung tikar saat pandemi COVID-19 berlangsung termasuk pengusaha wanita di atas menutup usahanya tidak lebih dari 3 bulan.

Faktornya pun bermacam-macam ada yang keteteran dengan kesibukannya seperti ibu rumah tangga yang harus memonitoring anak belajar di rumah, kurangnya modal karena pendapatan kurang atau target penjualan tidak tercapai dan produknya yang mengalami penurunan minat karena konsumen berubah saat pandemi berlangsung.

Namun, beruntungnya para pekerja paruh dan penuh waktu tidak gulung tikar. Menurut penelitian, pekerja wanita yang kerja sampingannya pedagang online mempunyai kemungkinan yang sedikit untuk menutup usahanya dibandingkan dengan pengusaha pria yang menjadikan bisnis sebagai pemasukan utamanya.

Hal tersebut dikarenakan pekerja wanita mempunyai banyak tabungan atau uang cadangan sehingga jika pendapatan bisnis berkurang bisa memakai uang cadangan dan arus kas bisnis online-nya cenderung stabil.

Fakta Menarik Apa Saja Tentang Pedagang Online Wanita?

Setelah kita mengetahui para pedagang online lebih banyak dari kalangan wanita baik sebelum atau pun sesudah pandemi  COVID-19. Saatnya kita bahas fakta-fakta menarik apa saja tentang pengusaha wanita? Pedagang online wanita yang terjun ke dunia e-commerce cenederung memiliki usia yang relatif muda dan mempunyai pendidikan yang bagus.

Anehnya, pengusaha online wanita yang baru terjun ke lapangan cenderung lebih unggul dari penjual yang sudah lama. Pada saat pandemi COVID-19 lebih banyak pengusaha online wanita dari kalangan pekerja paruh waktu dan pelajar yang baru terjun ke bisnis online, dibandingkan dengan penjual online pria yang sudah lama.

Pekerja wanita penuh waktu memiliki sedikit peluang untuk masuk ke ranah bisnis online karena kesibukannya.  Penjual online wanita yang masih pelajar berpeluang mengganti produk yang peminatnya banyak. Pedagang online wanita lebih memilih bantuan dana berupa cash dan disimpan dibandingkan dengan pengusaha pria.

Jika kita sudah mengetahui sedikit fakta menarik dari pengusaha wanita, berikut data-data penelitian yang berkaitan dengan penjual online wanita:

1.    Menurut data, dari tahun 2017 sampai tahun 2020 pengusaha online wanita naik tiga kali lipat. Sebesar 2,7% total jumlah penjual online wanita pada tahun 2017 dan naik sebesar 7,5% di tahun 2020 atau berjumlah 1,25 juta pengusaha.

Berdasarkan data lain juga menyebutkan penjual online wanita lebih relatif muda dibandingkan pria. Sebesar 58% dari total kaum wanita yang menjadi pengusaha, sedangkan setidaknya sebesar 53,2% untuk total pria. Dari data tersebut, usia yang dimaksud dari 25 sampai 34 tahun, dengan selisih sebesar 4,8% kaum wanita lebih banyak dibandingkan pria.

Meskipun dari data di atas, penjual online pria lebih sedikit. Namun, angkatan kerja pria lebih banyak sebesar 24,4% dibandingkan wanita hanya sekitar 21,9%. Berdasarkan data survey sosial ekonomi secara nasional, sebanyak 38% pengusaha online ibu rumah tangga dari total keseluruhan kaum wanita.

Dari data di atas juga menyebutkan pengusaha wanita yang berusia di atas 15 tahun berjualan barang dan jasa di platform e-commerce. Selain itu, ibu rumah tangga yang menetapkan bisnis online sebagai pemasukan utamanya sebesar 35%. Cenderung lebih sedikit dengan laki-laki yang sebesar 61%.

Tidak bisa dipungkiri bahwa berbisnis online adalah solusi cerdas bagi Anda yang ingin menambah pendapatan pasif khususnya pedagang online wanita. Bisa kita lihat bahwa dalam usaha online juga meminimalisirkan kesenjangan gender, tidak seperti jenis kerja di luar sana. Apakah Anda tertarik untuk membangun bisnis online?

Penulis : Agriqisthi
Dosen Muda Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Andalas

Keyword: pedagang online, penjual online, pengusaha wanita

Referensi:

https://ukmindonesia.id/baca-deskripsi-posts/perspektif-gender-dari-hasil-survei-pedagang-online-selama-pandemi-covid19