Dr Jhon Farlis, M.Sc : Sumbar Butuh Pemimpin yang Benar, Berani, dan Bersama

Kontestasi politik dalam pemilihan gubernur periode 2024-2029 kian dekat. Nama-nama bakal calon sudah mulai mengapung dan muncul ke permukaan. Tak hanya politisi saja, akademisi pun turut serta meramaikan pesta rakyat untuk membangun negeri.

Pengamat pemerintahan, Dr Jhon Farlis.

EKSPRESNEWS.COM – Pada dasarnya yang dibutuhkan oleh Sumatera Barat kedepan adalah pemimpin atau gubernur yang punya 3 B. Yaitu, Benar – Berani – Bersama. Hal tersebut diungkapkan oleh dosen senior Universitas Andalas Dr. Jhon Farlis kepada Indonesia Raya dalam sebuah percakapan, Rabu 1 Mei 2024 di Padang.

“Benar adalah satu karakter penting bagi seorang pemimpin, tapi juga harus berani. Benar tanpa berani itu sama saja tidak ada. Berani tanpa adanya kebenaran juga sama-sama kosong. Lalu yang ketiga adalah bersama. Membangun negeri ini yang dibutuhkan adalah kebersamaan, tapi bukan kebersamaan sesama kelompoknya saja,” ungkap Jhon Farlis membuka perbincangan.

Menurut mediator yang telah menyelesaikan banyak perkara itu, 3 indikator atau 3 B tersebut minimal harus ada pada sosok pemimpin Sumatera Barat nantinya. “Bagi saya, apakah dia politisi tulen, birokrat, technokrat, akademisi, sama saja. Yang penting punya niat dan kemauan untuk membangun Sumbar karena negeri ini sudah sangat jauh tertinggal dibandingkan daerah tetangga,” ujarnya.

Dahulu, katanya, kantor-kantor perwakilan wilayah perbankan itu ada di Sumatera Barat. Tapi, saat ini yang ada tinggal hanya kantor cabang saja. “Ini menjadi salah satu tolak ukur persoalan ekonomi. Kalau saja kantor perwakilan wilayah sebuah perbankan ada di Sumbar, itu tandanya ahli ekonomi yang hebat-hebat di perbankan menilai bahwa perekonomian Sumbar berada pada titik yang baik, kalau sekarang tidak ada, atrinya apa?” tanya Jhon Farlis.

Sumatera Barat ini sedang membutuhkan pemimpin yang bisa ‘ngebut’ dan terarah. Pola pikir masyarakat Sumbar saat ini tidak perlu dukungan pemerintah pusat karena bantuan pusat itu sudah jelas dan nyata. Akan tetapi, yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu mengelola secara manajerial potensi-potensi di kawasan Sumatera Barat. Dikatakan Jhon Farlis, Sumbar ini kaya. Hanya saja belum ada pemimpin atau gubernur atau pejabat yang mampu memaksimalkan potensi tersebut.

“Cuma Sumbar, ada 6 danau, 3 gunung besar, ngarai, pantai disepanjang pantai barat Sumatera. Tapi belum maksimal dikelola. Butuh pemimpin yang mau dan benar-benar berniat untuk memaksimalkannya demi kepentingan masyarakat. Sekali lagi, demi kepentingan masyarakat, bukan segelintir kelompok atau golongan saja,” tegasnya.

Lebih jauh, melihat data historis. Sumbar saat dipimpin sejak masa Harun Zein yang merupakan seorang akademisi cukup memperlihatkan kemampuan ekonomi yang baik. Dilanjutkan oleh Azwar Anas hingga Marlis Rahman, memang sama-sama maju, tapi ada beberapa kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Kalau potensi rektor UNP Prof Ganefri yang telah mendapatkan dukungan dari Partai Golkar untuk maju dalam pilgub mendatang di Sumbar, tentu cukup bagus. Tidak ada yang bisa menolak bahwa keberhasilan UNP 2 periode atau 10 tahun yang lalu hingga saat ini tidak lepas dari lakek tangan Ganefri sebagai pimpinan disana,” tandas Jhon Farlis.

Perlu pembuktian baru, jika Prof Ganefri maju sebagai Gubernur Sumatera Barat periode 2024-2029 apakah sudah memenuhi kriteria 3 B yang tadi. “Perlu dikaji 3B, Benar-Berani-Bersama tadi. Tapi sejauh saya mengikuti sepak terjang rektor UNP itu, indikator 3B sudah bisa dia penuhi, namun dirinya perlu memiliki visi dan misi serta niat tulus ikhlas dalam membangun Sumatera Barat kedepan,” katanya.

Diungkapkan oleh Jhon Farlis, saat ini banyak sekali yang mengkait-kaitkan bahwa pemimpin Sumbar sudah bagus dan memiliki banyak prestasi lalu dibandingkan dengan kapasitas para pendahulu sepertai Hatta, Syahrir, Agus Salim. “Rasanya bagi saya, itu sudah tidak relevan. Itu kajian lama. Para pendahulu itu memang memiliki sepak terjang yang sangat bagus pada masanya. Untuk saat ini, belum ada satupun sosok yang bisa menyamai. Tapi potensi seperti Hatta, Syahrir, Agus Salim itu bisa dibangkitkan dari dalam diri para calon pemimpin ini,” ujarnya.

Kategorinya saat ini, lebih jauh diulas oleh Jhon Farlis, ketertinggalan Sumatera Barat sangat terlihat dibandingkan provinsi tetangga. Pemimpin yang punya koneksi ke pusat tentu juga harus dibutuhkan, dan itu memiliki nilai plus. Namun, bagi siapa yang mampu membawa Sumatera Barat melaju kencang mengejar ketertinggalan itulah yang sedang dicari.

“Sosok Ganefri telah berhasil membawa pembangunan Sumber Daya Manusia melalui kampusnya, dan sudah saatnya pula dirinya tampil untuk melakukan pembangunan infrastruktur melalui pemerintahan Provinsi Sumatera Barat. Sekali lagi saya tegaskan, jika ada niat untuk membangun daerah, silakan,” tutur Jhon Farlis. (Abdi)