Diskusi Dan Fotografi Di Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan

0

PADANG, EKSPRESNEWS.COM – Bagindo Aziz Chan adalah pemimpin revolusioner asal Padang, Sumatera Barat. Ia memiliki sikap yang pemberani, konsisten dalam bertindak, dan tidak gentar menghadapi musuh. Setelah kemerdekaan, ia ditunjuk sebagai Wali Kota Padang kedua.

Demikian sambutan Wali Kota Padang yang dibacakan Kadis Pendidikan Kota Padang pada pembukaan Diskusi dan Fotografi yang diadakan mahasiswa dan siswa di Kota Padang, Kamis (30/9/2021).

Kegiatan diskusi dan fotografi tersebut dilaksanakan di rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan di Alang Lawas Padang. Rumah yang sudah jadi museum, berbentuk rumah panggung dengan dinding dari kayu yang dicat hijau.

“Rumah tersebut merupakan salah satu cagar budaya di Padang danrumah kelahiran ini bisa menjadi salah satu tujuan kunjungan para pelajar untuk mempelajari sosok Bagindo Aziz Chan,” ulasnya.

Pengunjung diajak untuk menilik bagaimana penggiat foto menangkap makna dari sebuah karya, pameran fotografi dan berbagai aktivitas yang lekat dengan dunia ini, tak sekedar dari ‘kulitnya’ saja.

Pemerintah Kota Padang menjadikan Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan yang merupakan pahlawan nasional dan Wali Kota Padang yang kedua sebagai museum untuk mengenang perjuangan yang dilakukan.

“Setelah dilakukan renovasi selama dua tahun, rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan yang berlokasi di Alang Lawas Kecamatan Padang Selatan telah diresmikan sebagai museum beberapa waktu lalu,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul,

Menurutnya di museum tersebut selain rumah tempat kelahiran Bagindo Aziz Chan juga akan dipajang foto dan dokumentasi terkait perjuangannya semasa hidup.

Bagindo Aziz Chan lahir di Padang, 30 September 1910 dan meninggal 19 Juli 1947 pada umur 36 tahun yang merupakan Wali Kota Padang kedua setelah kemerdekaan dilantik pada tanggal 15 Agustus 1946.

Ia menggantikan Wali Kota Padang Mr. Abubakar Jaar dan meninggal dalam usia 36 tahun setelah terlibat dalam pertempuran melawan Belanda. Jasadnya dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Bahagia, Bukittinggi.

Melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 082/TK/2005, 7 November 2005, Bagindo Aziz Chan menerima Bintang Maha Putera Adipradana dan Gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada 9 November 2005.

Untuk menghormati jasa-jasa dan pengorbanannya, nama Bagindo Aziz Chan diabadikan menjadi nama jalan di beberapa kota, seperti Padang dan Bukittinggi.

Di Padang, sebuah monumen berbentuk kepalan tinju didirikan di persimpangan Jalan Gajah Mada dan Jalan Jhoni Anwar Kelurahan Kampung Olo Kecamatan Nanggalo.

Meskipun diresmikan sebagai Monumen Bagindo Aziz Chan oleh Wali Kota Padang Syahrul Ujud pada 19 Juli 1983, monumen ini berikut persimpangan lebih dikenal sebagai tugu Simpang Tinju. (Fuji)

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.