Diduga Investasi Bodong, Zoelfie Investasi Konsultan Janjikan Pendanaan Rp. 1,7 Triliun

Editors choice
6

DHARMASRAYA, EKSPRESNEWS.COM – PT. Zoelfie Investasi Konsultan berkantor di SME Tower Lantai 10, Jl. Gatot Subroto, Jakarta diduga telah menjalankan aksi penipuan berkedok investasi di berbagai wilayah di Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun Tim Redaksi Indonesia Raya (afiliasi EkspresNews), puluhan pengusaha di Sumatera Barat diduga telah menjadi korban investasi bodong ini.

Pertemuan Antara Petinggi PT ZIK (Kanan) dengan Lalu Wiradahi (Kiri)

Berdasarkan atas pengaduan oleh beberapa terduga korban kepada Indonesia Raya, dalam menjalankan aksinya, PT ZIK mengaku diberi kepercayaan oleh pihak pemilik dana (Investor) dari luar negeri untuk menyalurkan dana kepada Pelaku Usaha di Indonesia. Dengan iming-iming dana investasi fiktif yang mencapai puluhan triliun rupiah dari investor asing tersebut, PT ZIK menjanjikan pendanaan keseluruhan proyek yang sebelumnya diajukan dalam bentuk proposal oleh terduga korban kepada PT ZIK.

Dengan modus tersebut, terduga korban diminta mengirimkan sejumlah uang yang disebut Dana Prioritas untuk membantu tahapan pencairan dana yang dijanjikan agar lebih cepat diproses. Salah seorang terduga korban berinisial M mengaku telah menyetorkan Dana Prioritas hingga Rp 30.000.000. Namun, hingga berita ini dinaikkan, terduga korban belum menerima pendanaan yang dijanjikan PT ZIK satu rupiah pun.

Hal yang sama juga dialami oleh terduga korban lainnya yaitu AMA. Dirinya mengaku telah menyetorkan Dana Prioritas sebesar Rp 3.500.000 kepada PT ZIK, setelah lebih 1 tahun menunggu, ternyata belum ada kejelasan kapan pendanaan yang dijanjikan akan dicairkan.

Alih-alih memberikan jawaban yang jelas tentang kapan pencairan dana, pihak PT ZIK justru kembali meminta tambahan dana kepada terduga korban untuk proses notaris, proses pembayaran pajak, dan berbagai alasan lainnya untuk melengkapi dokumen yang diperlukan untuk proses pencairan.

Selain di Sumatera Barat, diketahui bahwa PT ZIK telah lebih dulu melancarkan aksinya di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan wilayah lainnya di Indonesia. Salah seorang terduga korban yaitu pengusaha asal Lombok, Lalu Wirahadi. Lalu Wirahadi selaku Direktur Utama PT. Indra Arya Devin (PT.IYAD) dijanjikan akan diberikan Dana Investasi dengan nilai Rp 1,6 Trilyun oleh PT ZIK. Dana Investasi tersebut akan digunakan oleh PT IYAD untuk pembangunan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Reguler di wilayah Lombok Timur dan Lombok Tengah.

Dalam keterangannya, beliau mengaku telah menyetorkan dana total Rp 1 Milyar lebih kepada PT ZIK. Namun, hingga saat ini belum jelas ujung pangkal dari perjanjian yang disepakati bahkan sejak 2019 lalu.

PT ZIK dalam menjalankan aksinya, terdiri dari sejumlah tim dan mengaku tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Diantaranya ada di Lombok, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Barat. Di Sumatera Barat sendiri, PT ZIK telah menerima puluhan proposal proyek yang dijanjikan akan didanai. Setidaknya dana yang dijanjikan oleh PT ZIK untuk disalurkan di Sumatera Barat adalah senilai Rp 1,7 Triliun. Namun, belum ada satu pun proyek yang terbukti didanai oleh PT ZIK.

Sebelumnya, Tim Redaksi dan Wartawan dari Tabloid Indonesia Raya telah mencoba menghubungi petinggi PT ZIK diantaranya Z (Dirut PT ZIK), OV (Vice President PT ZIK), I (Perwakilan PT ZIK di Sumbar) dan A (Perwakilan PT ZIK di Sumbar) untuk meminta keterangan lebih lanjut perihal kegiatan yang selama ini dilakukan oleh perusahaan investasi tersebut. Namun, tim redaksi kami selalu mendapatkan penolakan dengan nada mengancam dari pihak PT ZIK.

Dari keseluruhan pertanyaan yang diajukan tim redaksi Indonesia Raya, tidak ada satupun poin yang bersedia dijawab oleh pimpinan PT. ZIK tersebut. Apa yang sebenarnya PT ZIK lakukan selama ini? Apakah benar murni kegiatan Investasi dan bisa dibuktikan? (Marlis/Rama)

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.