Diduga Gelapkan Uang Nasabah, Seorang Oknum Karyawan Bank Ditangkap Polda Sumbar

Sumber gambar: InfoPublik.id

PADANG, EKSPRESNEWS.COM – Seorang oknum karyawan salah satu Bank BUMN dengan inisial SDS (39) diduga telah menggelapkan uang nasabahnya berhasil diringkus Jajaran Ditreskrimsus Polda Sumbar.

Pelaku diduga telah menggelapkan uang nasabah Bank tersebut sebanyak Rp9 miliar lebih. Pelaku sudah melakukan aksinya selama enam tahun.

“Tersangka sudah beraksi selama enam tahun dari 2015-2023 dengan modus pemalsuan Surat Utang Negara (SUN). Tersangka ini menjabat sebagai analisis di Bank tersebut,” ungkap Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Alfian Nurnas, S.Ik. MH, dalam keterangan persnya, Senin (29/1/2024) dikutip dari InfoPublik.id.

Diterangkan Dirreskrimsus, tersangka melakukan penipuan ini dengan korban enam nasabahnya.‎ Dari enam nasabah ini melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sumbar pada Febuari 2022 lalu. “Saat beraksi, t‎ersangka dengan sengaja memperdagangkan SUN kepada enam nasabah ini,” ujarnya.

Kemudian, enam nasabah ini dibujuk tersangka untuk berinvestasi dengan bunga tinggi pada SUN. Padahal SUN tidak pernah diterbitkan negara. Mengetahui hal itu, nasabah tertarik dengan tawaran tersangka dan diarahkan untuk mengisi fomulir pembukaan rekening tabungan.

“Kemudian dana yang seharusnya digunakan untuk investasi, disetorkan ke rekening atas nama Dummy,” katanya.

Selanjutnya sebut Kombes Pol Alfian, setelah dana masuk ke rekening tersebut, tersangka sudah bisa leluasa menggunakan dana tanpa sepengetahuan keenam nasabah.

Dana tersebut dikendalikan sepenuhnya oleh tersangka karena buku tabungan hingga ATM milik nasabah telah dikuasai tersangka. Uang tersebut digunakan tersangka untuk kepentingan pribadinya dan membuka usaha sepatu dan kosmetik. Setelah berhasil ditangkap, petugas juga menyita sertifikat tanah milik tersangka.

“Kita juga menyita paspor, diduga uang para korban ini digunakan tersangka berlibur ke luar negeri. Kita berhasil menangkap pelaku di Medan. Sebelum tersangka ditangkap kita menerbitkan DPO. Karena kita telah memanggil tersangka beberapa kali tidak dihiraukan oleh pelaku,” pungkasnya.