Cek Rekomendasi 5 Saham Pekan Depan, AISA hingga BABP

Editors choice
0

JAKARTA, EKSPRESNEWS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini terkoreksi 0,52 persen atau berada di level 6.094,873 dari posisi 6.126,921 pada penutupan pekan lalu. Sementara IHSG dan bursa lainnya pada pekan depan diperkirakan masih akan dibayangi kekhawatiran akan pengetatan kebijakan moneter (tapering off) oleh bank sentral Amerika Serikat (AS).

Founder Master Mind Trader Hendri Setiadi mengatakan, dampak negatif yang dikhawatirkan pelaku pasar atas dampak tapering off adalah harga saham yang menurun dan IHSG terkoreksi. “Namanya tapering ini kan pengetatan kebijakan moneter, di mana kecenderungannya itu menaikkan suku bunga. Jadi, para pelaku pasar di sini khawatir bahwa stock-nya itu overvalue yang akan mengalami penurunan,” katanya dalam program IDX Channel, dikutip Minggu (12/9/2021).

Di tengah kekhawatiran tersebut, berikut beberapa saham yang direkomendasikan untuk dikoleksi pada pekan depan, di antaranya PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), dan PT Multipolar Tbk (MLPL).

“Untuk AISA pergerakannya masih ranging sejak 6 Juli. Per hari Jumat (10/9/2021) juga sekitar Rp7-8 (pergerakan hariannya), jadi tergantung trading plan-nya. Posisi masih layak di-hold, level support di Rp194, kemudian resisten ada di Rp224,” ujarnya.

Untuk WTON meski dalam satu pekan ini mengalami kecenderungan koreksi, namun menurut dia, pada penutupan perdagangan kemarin menunjukkan sinyal rebound. “Untuk WTON yang pergerakan hariannya sekitar Rp12-13 masih bisa di-hold. Perhatikan saja level support-nya Rp232 kemudian level resistennya berada di Rp270,” ucapnya.

Kemudian LPKR secara umum masih downtrend, meski pada perdangangan Jumat kemarin ditutup menguat 1,42 persen. Namun jika pada perdagangan besok, Senin (13/9/2021) menguji level resisten di Rp145, maka layak dikoleksi.

“Jadi wait and see dulu di hari Senin. Kalau lebih dari Rp145 boleh masuk posisi, ada peluang. LPKR range-nya tidak cukup besar Rp6-7 per hari. Kita lihat apakah dia mampu luluh break di atas Rp145 tidak,” katanya.

Sementara BABP pada perdagangan Jumat menguat cukup signifikan sebesar 4,19 persen ke Rp348. “Jadi kalau yang belum masuk posisi ini masih besar peluangnya untuk BABP. Dia level resistennya di Rp526, masih bisa di-hold karena telah meninggalkan level support yang jauh,” tuturnya.

Sedangkan saham MLPL terkoreksi 2 persen ke Rp505 pada Jumat lalu. Menurut Hendri, pergerakannya juga cenderung masih ranging. “Dicermati saja level support-nya Rp464 masih layak di-hold, level resistennya di Rp525,” ujarnya.

(Jjk/Okz)

Comments

comments

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.