SMA Negeri 4 Semarang Gelar Pelantikan Penegak Bantara Dan Penegak Laksana

SMA Negeri 4 Semarang Gelar Pelantikan Penegak Bantara Dan Penegak Laksana

Semarang, EkspresNews.com – Penegak Bantara adalah tingkatan yang dicapai dengan pemenuhan syarat-syarat Kecakapan Umum pertama dalam satuan Pramuka Penegak sebelum Penegak Laksana.

Untuk mencapai tingkat Penegak Bantara, calon Penegak harus memenuhi Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang terdiri dari 4 aspek yaitu spiritual, sosial, emosional, fisik.

Sedangkan Penegak Laksana adalah tingkatan Syarat-syarat Kecakapan Umum kedua dalam satuan Pramuka Penegak setelah Penegak Bantara. Golongan Pramuka Penegak yang telah menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Laksana dapat mengikuti SKU Pramuka Garuda.

SMA Negeri 4 Semarang menggelar pelantikan Penegak Bantara dan Penegak.Laksana yang bertempat di lapangan sekolah jalan Karangrejo Raya 12A Srondol Wetan,Banyumanik Kota Semarang, Minggu (26/9/2021)

Pembina Pramuka SMAN 4 Semarang,Sunarto,M.Pd menuturkan untuk tingkatan pramuka penegak itu adalah penegak, penegak bantara dan yang tertinggi adalah penegak laksana dari itu anyinuabakan menuju.penegak garuda.

Program kami usai penantikan sesuai UU Kepramukaan bahwa pramuka sebagai fondamen utama didalam meningkatkan pendidikan karakter,sehingga karakter bangsa ini akan tertanam pada anak anak pramuka utamanya penegak. Karena apa pramuka disebut sebagai kepanduan sehingga akan menjadi penggerak dalam rangka untuk meningkatkan pendidikan karakter memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan juga memiliki jiwa patriotisme yang tinggi pula,” ucapnya.

Lebih lanjut Sunarto mengungkapkan sesuai kode etik kepramukaan dengan semboyan Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan sehingga dalam pramuka tidak ada henti hentinya dalam berbakti. tiada bukti berbakti untuk negeri,” terang Sunarto.

” Harapan kedepan kami dari Bangkalan SMA Negeri 4 Semarang agar nantinya banyak lolos menjadi Pramuka Garuda.

Ini menunjukkan bahwa eksistensi gerakan pramuka di SMA Negeri 4 Semarang selalu eksis, tidak.pernah henti walaupun di masa pandemi tetap berkarya sehingga tujuan utama adanya pelantikan penegak bantara dan penegak laksana supaya adik adik penegak di SMA Negeri 4 ini menjadi generasi yang kreatif inspiratif, sesuai dengan program yang dicanangkan oleh sekolah yaitu ” Smapa Inspiratif. ” Nantinya juga sebagai Penegak Bantara Inspiratif dan Penegak Laksana Inspiratif untuk mendukung visi dan misi Bangkalan SMA Negeri 4 Semarang,” tegas Sunarto.

Dirinya berpesan supaya melaksanakan sesuai yang diemban sekarang sebagai penegak bantara dan juga penegak laksana sehingga tidak hanya simbolis saja tapi betul betul menguasai ilmu kepramukaan dibidang kebantaraan dan juga kelaksanaan sebagai orang terdepan dalam.mencapai cita cita menuju Indonesia maju, Indinesia yang sesuai diharapkan oleh konstitisi negara yaitu menuju Indonesia yang adil makmur, sejahtera lahir dan bathin,” pungkasnya.

( Taufiq)
Read more
Ganjar Pranowo Apresiasi Pemerintah Pusat Berantas Mafia Tanah

Ganjar Pranowo Apresiasi Pemerintah Pusat Berantas Mafia Tanah

Semarang, EkspresNews.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi keseriusan Kementerian Agraria, Tata Ruang, dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan komitmen pemerintah pusat untuk memberantas mafia tanah. “Ini bagus sekali karena akan serius memberantas mafia tanah dan sudah bekerja sama dengan kepolisian,” kata Ganjar saat ditemui usai menjadi inspektur upacara dalam rangka peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional 2021 di halaman Kantor Wilayah ATR/BPN Jawa Tengah, Semarang, Jumat (24/9/2021).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku ikut bergetar saat membacakan amanat Menteri ATR/BPN dalam upacara tersebut. Sebab dalam amanat tersebut terdapat dua keseriusan yang ditonjolkan. Pertama, sisi pelayanan yang cepat dan terbuka, termasuk palaksanaan UU Cipta Kerja dalam mendukung kemudahan usaha. Kedua, tentunya terkait keseriusan memberantas mafia tanah.

“Sebagai orang yang membacakan, saya ikut bergetar. Ada keseriusan yang ditonjolkan di sana. Pertama sisi pelayanan, peran ATR/BPN ini tinggi seperti memudahkan izin dan memberikan pelayanan cepat termasuk layanan ruang untuk usaha.
Kedua keseriusan memberantas mafia tanah,” katanya.

Lebih lanjut Ganjar mengatakan ada perubahan besar dan cepat terkait pelayanan di ATR/BPN. Ia menggambarkan pelayanan di ATR/BPN sebelumnya sebagai ruang gelap. Namun kondisi tersebut telah berubah dan semakin hari semakin baik, cepat, dan mudah.

“Informasi ini yang harus diberikan kepada masyarakat bahwa kalau mau mengurus gampang. Dulu kantor paling gelap itu ATR/BPN. Semua urusan tidak kelihatan, peteng ndhedhet bahasanya. Tapi sekarang terang benderang karena semua di-disclosed, dibuka, dan masyarakat bisa melihat dengan baik. Layanan makin cepat dan mudah,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Beberapa waktu lalu dukungan memberantas mafia tanah juga diungkapkan oleh Ganjar Pranowo. Tepatnya usai acara penyerahan sertifikat redistribusi tanah objek agraria oleh Presiden Joko Widodo kepada paguyuban petani di Jawa Tengah, Rabu (22/9/2021). Dalam acara itu Presiden menegaskan komitmen untuk memberantas mafia tanah.

“Betul, saat ini masih banyak kejadian hak atas tanah seseorang hilang karena ada kekuatan yang mengambil alih dengan cara apa pun. Sekali lagi, apa pun (caranya). Apakah itu tekanan, administrasi, dan tidak jarang juga mempengaruhi kawan dari BPN. Banyak sekali caranya. Komitmen itu bagus bahkan presiden tadi jelas menyampaikan, polisi tindak langsung (mafia tanah),” katanya.

(Red/Taufiq)

Read more
Kapolda Jateng Berikan Bantuan Sembako Dari Alumni Akpol 97 Ke Ponpes Ari Kaliwungu

Kapolda Jateng Berikan Bantuan Sembako Dari Alumni Akpol 97 Ke Ponpes Ari Kaliwungu

Kendal, EkspresNews.com – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi meninjau kegiatan Alumni Akpol 97 Wira Pratama berbakti, dalam tema “Bersatu Bangkit Dari Pandemi” dalam kegiatan Baksos dan vaksinasi di pondok pesantren ARIS, Kampung Saribaru, RT 01 RW 06, Desa Krajankulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin (20/9/21).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Jajaran PJU Polda Jateng, Kabid Keu Polda Jateng Kombes Pol. Rudi Purwiyanto, S.I.K., M.Hum., sebagai Perwakilan Alumni Akpol 97, Pengasuh Ponpes Aris Kaliwungu KH.Hafidhin, Bupati Kendal Dico M Ganinduto, BSc., Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto, SH, SIK, MH., Dandim 0715 Kendal Letkol Inf Iman Widiarto, ST.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, mengatakan, dalam kegiatan Akpol 97 Wira Pratama berbakt kali ini, sebanyak 600 Peserta vaksin santri Ponpes ARIS.

“Kegiatan Baksos dan vaksinasi ini, di selenggarakan oleh alumni AKPOl 97. Untuk itu saya memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada AKPOL 97 yang telah memberikan pengabdiannya selama 25 tahun ini,” terang Kapolda Jateng.

Luthfi mengatakan, bahwa kegiatan Alumni AKPOL 97 ini dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Adapun baksos sembako yang diberikan, lanjut Luthfi, diantaranya, berupa 300 paket sembako, 500 kg beras, 100 liter handsanitizer.

“Semoga pengabdian yang selama 25 Tahun, dalam memberikan pengabdian tanpa batas kepada bangsa dan negara,” ucap Luthfi.

Selain itu, Luthfi juga menyampaikan, Polda Jateng hari ini melaksanakan Operasi Kepolisian patuh candi yang diselenggarakan mulai hari ini tanggal 20 September sampai dengan 3 Oktober  2021.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat apabila nanti tergangu kegiatannya. Operasi yang dilakukan adalah operasi preemtif dan preventif lalulintas dengan cara bertindak terkait dengan kegiatan kegiatan  protokol kesehatan,” ungakpnya.

Kapoda juga berharap, kegiatan ini akan terus dilaksanakan dengan peningkatan vaksinasi secara massal untuk meningkatkan herd immunity dan akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan menyaksikan live streaming, dalam rangka Vaksinasi tingkat pusat yang dipimpin oleh Kapolri.

(Red/Taufiq)

Read more
Di HUT Pertama APO Gelar Pertemuan Bersama Anggotanya di Resto Black Box

Di HUT Pertama APO Gelar Pertemuan Bersama Anggotanya di Resto Black Box

Semarang, EkspresNews.com – Dalam rangka memperingati HUT nya yang pertama, peserta yang tergabung dalam komunitas Artis Po Ora (APO) Kota Semarang menggelar kegiatan pertemuan rutin yang biasa dilaksanakan setiap dua minggu sekali.

Kegiatan komunitas APO kali ini special karena bersamaan dengan ulang tahunnya yang pertama yang bertempat di Resto, Bar dan Cafe BLACK BOX jalan Basudewa 752 C, Kota Semarang, Sabtu (18/9/2021)

Selama satu tahun berdirinya komunitas APO sudah memiliki anggota sebanyak 120 orang. Kegiatan rutin yang dilakukan adalah arisan setiap dua minggu sekali yang memakai tempat di Bar Resto dan Cafe Black Box.

Selain mengadakan pertemuan rutin berupa arisan, APO juga melakukan beberapa kegiatan sosial seperti membagikan takjil saat sibulan ramadhan, bakti sosial ke beberapa tempat yang dipandang pantas untuk diprioritaskan dalam memberikan bantuan.

Christyarini selaku Ketua APO dalam sambutannya di HUT APO pertama menyampaikan ucapan terima kasih kepada para anggotanya yang hadir. Dia mengatakan APO selama satu tahun ini jumlah membernya sebanyak 130 orang. Semoga setahun anggotanya mencapai 200,” ucapnya.

“Kami batasi kalau sudah mencapai jumlah 500 akan kami stop. lebih lanjut rini menhimbau pada semua member untuk selalu guyup, rukun damai. Jangan sampai ada saling bermusuhan maupun beda pendapat yang dianggap tidak penting. Kita semua harus selalu kompak, ciptakan kerukunan serta guyup rukun sak lawase antar anggota APO,” tegas Rini sapaan akrab Christyarini.

Kami berpesan sesama anggota saling mengerti, saling ngemong, dengan adanya itu semua Insya Allah akan berjalan dengan baik APO kedepannya,” tegas Rini.

Dia mengaku APO terbentuk awal mulanya seringnya nyanyi nyanyi bersama dibeberapa tempat yang ada hiburan musiknya dan saling ketemu antar lintas komunitas lalu kami membentuk komunitas baru yang diberi nama APO dari kata Artis Po Ora. APO terbentuk pada 14 agustus 2020, karena beberapa pertimbangan sehingga ulang tahun APO yang pertama baru bisa terlaksana hari ini.

Selama setahun ini dalam mengadakan pertemuan sesama anggota karena masih dalam masa pandemi covid-19 dilakukan secara online maupun virtual. Baru kali kita adakan pertemuan secara tatap muka mumpung semarang masuk kategori PPKM level 2 semoga segera ke level 1 dan kembali new normal seperti semula ,” harap Rini.

APO menurutnya sudah menyiapkan beberapa agenda seperti touring, baksos lalu adakan senam bersama, karena masih dalam masa pandemi maka nanti kalau udah menuju new normal baru kita laksanakan,” tutup Rini.

Usai sambutan Ketua APO silanjutkan dsngan pemotongan Kue Taart ulang tahun dari sesepuh APO Setyobudi diberikan langsung kepada Ketua APO Christyarini sebagai pemegang tampuk kepeminpinan semoga kedepannya komunitas APO tetap langgeng sampai kaken ninen.

Sementara sesepuh APO Setyo budi menyampaikan semoga kedepannya APO kedepannya semakin berkembang dan semakin sukses selalu, dia berharap kepada para member untu selalu menjaga kerukunan dan guyup rukun jangan ada perbedaan pendapat sesama anggota jaga kekompakan sehingga APO semakin solid dan kompak selalu,” pungkasnya.

(Taufiq)

Read more
Diduga Lakukan Penipuan, Ketua Buser Indonesia Dilaporkan ke Polisi Resort Kudus

Diduga Lakukan Penipuan, Ketua Buser Indonesia Dilaporkan ke Polisi Resort Kudus

Semarang, EkspresNews.com – Karena diduga melakukan penipuan dalam proses perekrutan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) atau CASN (Calon Aparatur Sipil Negara), WSG, yang juga sebagai Ketua Buser Indonesia dilaporkan polisi resort Kudus oleh salah satu korban penipuan, warga Kabupaten Pati.

Laporan pengaduan tersebut, dilayangkan oleh pengacara AA & Partners, Kota Semarang ke Polres Kudus pada Kamis, 5 Agustus 2021 lalu, setalah menerima kuasa khusus dari kliennya Wulan (28) warga warga Desa Pulorejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

“Laporan pengaduan kami layangkan ke Polres Kudus, karena lokasi kejadian penyerahan uang korban kepada terduga pelaku penipuan tersebut, terjadi di wailayah hukum Polres Kudus,” jelas Abdul Majid, SH, MH, pengacara yang menerima kuasa dari korban kepada awak media di kantornya, Kamis (16/9/2021) lalu.

Korban sebenarnya ada sekitar 18 orang, lanjut Majid, namun untuk saat ini yang resmi membuat laporan kepada kepolisian baru satu orang, yaitu kliennya tersebut. “Total uang yang diserahkan korban kepada teradu, yaitu WSG kurang lebih sebanyak Rp 250 juta, yang diserahkan korban secara bertahap sebanyak empat kali,” lanjutnya.

Awal penyerahan uang, ujar Majid, diserahkan korban sebanyak Rp 25 juta pada 9 September 2018 lalu, kemudian tahap kedua pada 13 Oktober 2018 sebesar Rp 100 juta, di Caffe Banaran, Kudus. Kemudian awal November 2018, korban menyerahkan kembali uang sebesar Rp 110 juta kepada WSG, di Caffe Banaran Kudus juga. Tahap keempat, di bulan yang sama, November 2018, korban kembali menyerahkan uang kepada teradu sebesar Rp 15 juta di rumah korban.

Modus yang digunakan WSG, menurut Majid adalah dengan menjanjikan korban untuk dapat diangkat menjadi PNS atau ASN mengisi formasi Bidan dengan dua pilihan harga, yaitu sebesar Rp 150 juta dengan jangka waktu pengangkatan selama 1 tahun kemudian. Tapi jika ingin lebih cepat pengangkatannya menjadi PNS/ASN, korban harus menyiapkan anggaran dana sebesar Rp 250 juta.

“Jadi dengan pilihan tersebut, korban memilih untuk yang cepat diangkat sebagai PNS atau ASN dengan menyediakan anggaran kurang lebih sekitar Rp 250 juta,” ungkap Majid.

Dari kasus yang ditangani tersebut, Majid berharap, petugas Aparat Penegak Hukum (APH) dapat segera mengusut tuntas dan dapat menyelesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Sementara Wulan, salah satu korban penipuan menyampaikan, selain menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta kepada WSG, Ketua Buser Indonesia untuk mengisi CPNS formasi Bidan, juga menyerahkan uang sebesar Rp 7 juta rupiah, dengan alasan untuk transportasi dan akomodasi pengambilan SK pengangkatan PNS/ASN.

“Jadi, pada sekitar bulan April 2019, untuk pengambilan SK pengangkatan PNS di Jakarta, karena Saya tidak bisa berangkat untuk pengambilan SK Pengangkatan PNS tersebut, maka diwakili Pak WSG dengan meminta lagi uang sebesar Rp 7 juta untuk transportasi dan akomodasinya,” ungkap Wulan melalui telepon WhatsApp.

Tapi, imbuh Wulan, SK pengangkatan yang kala itu diserahkan oleh WSG di Caffe Banaran, Semarang pada Arpil 2019 lalu tersebut, ternyata palsu dan tidak bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya.

Selain dirinya, menurut Wulan, ada lagi beberapa korban lainnya yang berasal dari Kabupaten Demak, Kudus, Pekalongan, Kota Semarang, Salatiga dan ada juga dari Yogyakarta. “Ya kira-kira ada sekitar 18 orang termasuk saya sendiri. Ya rata-rata mereka dijanjikan untuk bisa menjadi PNS atau ASN dengan syarat meyetorkan uang sebesar Rp 300 jutaan,” imbuh Wulan.

(Red/Taufiq)
Read more