DPRD Padang Sepakati APBD Perubahan Kota TA 2021, Wako Hendri Septa Ucapkan Terima Kasih

DPRD Padang Sepakati APBD Perubahan Kota TA 2021, Wako Hendri Septa Ucapkan Terima Kasih

PADANG, EKSPRESNEWS.COM – Wali Kota Padang Hendri Septa menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada DPRD Kota Padang atas telah disepakatinya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Padang Tahun Anggaran (TA) 2021.

Hal itu disampaikannya dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Padang terkait Penyampaian Akhir Fraksi-Fraksi DPRD Kota Padang di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD setempat, Senin (20/9/2021) pagi.

Sebanyak 6 (enam) fraksi DPRD Kota Padang melalui juru bicaranya menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD-P TA 2021 tersebut menjadi Perda No.15 Tahun 2021 tentang Perubahan APBD-P TA 2021.

Adapun total jumlah pendapatan daerah pada APBD-P Kota Padang yakni sebesar Rp2,526 triliun. Ini mengalami penurunan sebesar Rp99,806 miliar atau turun sebesar 4 persen dari angka yang ditetapkan pada APBD induk sebesar Rp2,626 triliun.

Dalam paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Padang Syafrial Kani itu, diikuti Wakil Ketua DPRD Amril Amin, Arnedi Yarmen, Ilham Maulana dan para Anggota DPRD Padang. Selain itu unsur Forkopimda, kepala OPD terkait dan stakeholder terkait baik secara langsung maupun virtual.

“Alhamdulillah, hari ini perubahan APBD Padang 2021 telah kita sepakati bersama sesuai ketentuan dan waktu yang ditentukan. Atas nama Pemerintah Kota Padang, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya baik kepada unsur pimpinan dan anggota DPRD Padang, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Padang dan stakeholder terkait yang telah menyelesaikan pembuatan Perda APBD-P TA 2021 ini,” ungkap wali kota.

Orang nomor satu di Kota Padang itu mengatakan, berdasarkan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2021 yang telah disepakati, bahwa APBD-P Kota Padang tahun 2021 diarahkan untuk percepatan capaian visi dan misi serta mewujudkan 9 (sembilan) program prioritas pembangunan. Sebagaimana hal itu tertuang dalam Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Padang tahun 2021.

“Selain itu kita tetap fokus pada pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19 yang mewabah sampai saat ini hampir dua tahun. Begitu juga dampaknya secara sosial ekonomi bagi masyarakat,” imbuhnya.

Dikatakan Hendri lagi, untuk mendukung tercapainya sasaran strategis sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan dalam Perubahan KUA dan PPAS tahun 2021, belanja daerah sebesar Rp2,597 triliun. Jumlah ini turun Rp51,921 miliar atau 2 persen dari pagu belanja daerah pada APBD awal tahun 2021 Rp2,649 triliun.

“Penurunan belanja daerah tersebut berada pada belanja pegawai, belanja subsidi, belanja bantuan sosial, belanja modal tanah, belanja modal gedung dan bangunan serta belanja modal jalan, jaringan, irigasi dan belanja bantuan keuangan,” jelasnya.

Lebih jauh Hendri pun berharap seluruh SKPD di lingkup Pemko Padang, segera memperhatikan dan menindaklanjuti saran-saran dan masukan yang telah diberikan fraksi-fraksi yang ada di DPRD Padang di dalam rapat paripurna itu.(Adv)

Read more
Wako Hendri Septa Sampaikan RAPBD 2022 Ke DPRD Padang, Pendapatan Daerah Diperkirakan Rp2,597 Triliun

Wako Hendri Septa Sampaikan RAPBD 2022 Ke DPRD Padang, Pendapatan Daerah Diperkirakan Rp2,597 Triliun


PADANG, EKSPRESNEWS.COM – Wali Kota Padang Hendri Septa menyampaikan secara resmi Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Padang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran (TA) 2022 kepada DPRD Kota Padang.

Hal itu disampaikannya, selain dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan formal sebagaimana yang dituangkan dalam Peraturan Perundang-undangan, juga dimaksudkan untuk menyampaikan pokok-pokok kebijakan serta rencana kerja anggaran yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2022.
Sebagaimana penyusunan APBD TA 2022 tersebut secara khusus diatur melalui Permendagri No.27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD TA 2022.

“RAPBD yang kami sampaikan ini, sebelumnya telah melalui beberapa tahapan proses sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Yaitunya berdasarkan penyusunan kebijakan umum anggaran tahun 2022 dan penyusunan prioritas dan plafon anggaran sementara APBD tahun 2022 yang telah kita sepakati bersama pada 7 Agustus 2021 yang lalu,” ungkap Hendri Septa dalam penyampaiannya pada Rapat Paripurna DPRD Kota Padang di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD setempat, Jumat (10/9/2021).

Adapun Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Padang Arnedi Yarmen itu, selain diikuti anggota DPRD Padang juga diikuti unsur Forkopimda dan kepala OPD di Pemko Padang serta stakeholder terkait baik secara langsung maupun virtual.

Hendri mengungkapkan tahun 2021 ini merupakan tahun metiga kepemimpinan Wali Kota Padang periode 2019-2024. Berdasarkan RPJMD 2019-2024 visi Kota Padang yaitu “Mewujudkan Masyarakat Kota Padang yang Madanu Berbasis Pendidikan, Perdagangan dan Pariwisata Unggul serta Berdaya Saing”. “Pelaksanaannya melalui 7 misi dan diwujudkan melalui 9 prioritas pembangunan Kota Padang dengan tema pembangunan Kota Padang tahun 2022,” ungkap dia.

Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Bingkuang itu pun menyampaikan pokok-pokok kebijakan dan rencana pendapatan dan belanja daerah tahun 2022. Ia menyebutkan, sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pendapatan daerah tahun anggaran 2022 yaitu didasari beberapa hal. Diantaranya atas perkiraan pertumbuhan ekonomi, rasionalitas nilai kekayaan daerah dan perkembangan perekonomian nasional dan dampaknya terhadap perekonomian Kota Padang.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka pendapatan daerah pada APBD Kota Padang TA 2022 diperkirakan sebesar R02,597 Triliun. Jika dibandingkan dengan APBD TA 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp70,182 Miliar atau naik 2,70 persen,” paparnya.

“Secara rinci pendapatan daerah tersebut dijelaskan untuk pendapatan asli daerah (PAD) Kota Padang dalam APBD 2022 direncanakan sebesar Rp991,25 Miliar. PAD ini bersumber dari pendapatan pajak daerah sebesar Rp770,526 Miliar. Kemudian retribusi daerah Rp85,166 Miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp20 Miliar serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp115,558 Miliar.

Selanjutnya pendapatan daerah juga didapat dari pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah,” bebernya menambahkan.

Lebih jauh disampaikan Wako Hendri lagi, dengan berbagai perkembangan di atas, maka pada RAPBD 2022 rencana belanja daeeah dianggarkan sebesar Rp2,688 Triliun. Jika dibandingkan dengan APBD 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp148,07 Miliar atau naik 5,51 persen.

“Alokasi anggaran ini digunakan untuk pelaksanaan program, kegiatan dan sub kegiatan yang terkait dengan prioritas pembangunan serta untuk mewujudkan visi dan misi Kota Padang sebagaimana ditargetkan dalam RPJMD 2019-2024. Begitu juga disinkronisasikan dengan prioritas pembangunan nasional dan Provinsi Sumbar serta fokus dalam penanganan Covid-19 serta memulihkan dampak ekonominya,” terangnya.

Terakhir wali kota milenial itu menyampaikan harapannya agar pembahasan Ranperda APBD Kota Padang 2022 tersebut dijadikan prioritas bersama DPRD dengan semangat mewujudkan kesejahteraan rakyat dan kemajuan Kota Padang ke depan.

“Kami menyadari apa yang RAPBD Kota Padang TA 2022 sampaikan tersebut masih perlu penyempurnaan. Untuk itu semoga dalam proses selanjutnya dapat lebih kita sempurnakan melalui konsultasi badan anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelum ditetapkan menjadi Perda. Semoga berjalan dengan lancar dan sesuai harapan tentunya,” pungkas Hendri mengakhiri. (Adv)

Read more
Paripurna DPRD Kota Padang, Wako Hendri Septa Sampaikan RAPBDP Tahun 2021

Paripurna DPRD Kota Padang, Wako Hendri Septa Sampaikan RAPBDP Tahun 2021

Padang, EkspresNews.com – Wali Kota Padang Hendri Septa menyampaikan secara resmi Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBDP) Kota Padang Tahun Anggaran (TA) 2021 kepada DPRD Kota Padang. Hal itu ia sampaikan dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Padang di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD setempat, Sabtu (4/9/2021).

Dalam pairpurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Padang Arnedi Yarmen itu, juga diikuti Wakil Ketua DPRD Amril Amin, Sekretaris DPRD Hendrizal Azhar dan para anggota DPRD Padang. Selain itu unsur Forkopimda, kepala OPD terkait dan stakehoder terkait baik secara langsung maupun virtual.

Wako Hendri menyebutkan, berdasarkan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2021 yang telah disepakati, bahwa RAPBDP Kota Padang tahun 2021 diarahkan untuk percepatan capaian visi dan misi serta mewujudkan 9 (sembilan) program prioritas pembangunan, sebagaimana yang tertuang dalam Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Padang tahun 2021.

“Selanjutnya kita tetap fokus pada pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19 yang mewabah sampai saat ini hampir dua tahun,” ungkap orang nomor satu di Kota Padang tersebut.

Dalam RAPBDP 2021 ini, Hendri Septa mengatakan pendapatan daerah direncanakan mencapai Rp 2,526 triliun. Jumlah ini turun sebesar Rp 99,806 miliar atau 3,80 persen dari target pendapatan daerah pada APBD awal tahun 2021 yakni sebesar Rp 2,626 triliun.

Sementara sebut Hendri, untuk mendukung tercapainya sasaran strategis sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan dalam Perubahan KUA dan PPAS tahun 2021, belanja daerah direncanakan sebesar Rp2,540 triliun. Jumlah ini turun Rp109,58 miluar atau 4,14 persen dari pagu belanja daerah pada APBD awal tahun 2021 yang sebesar Rp2,649 triliun.

“Penurunan belanja daerah tersebut berada pada belanja pegawai, belanja subsidi, belanja bantuan sosial, belanja modal tanah, belanja modal gedung dan bangunan serta belanja modal jalan, jaringan, irigasi san belanja bantuan keuangan,” jelasnya.

“Dari sisi penerimaan kita harus mampu meningkatkan, menggali dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan daerah terutama pendapatan asli daerah (PAD). Sementara dari sisi belanja kita harus dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas belanja. Sehingga setiap rupiah yang kuta belanjakan harus digunakan untuk kegiatan dan program yang benar-benar produktif dan mampu memberikan nilai tambah sebesar-beaarnya bagi masyarakat,” cetusnya menambahkan.

Lebih lanjut wako juga berharap, RAPBDP 2021 beserta rencana anggaran yang disampaikan dapat dijadikan prioritas bersama DPRD Kota Padang.

“Kita butuh penyempurnaan. Untuk itu dalam proses selanjutnya semoga bisa lebih disempurnakan melalui konsultasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Padang dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta OPD sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Semoga semuanya berjalan dengan lancar tentunya,” harap wali kota muda tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Arnedi Yarmen meminta kepada OPD terkait di Pemko Padang untuk dapat memaksimalkan menjalankan program-program yang sudah disusun dengan baik. “Soal penurunan pendapatan, kita akan bahas bersama TAPD dan DPRD untuk solusinya ke depan. Penurunan yang terjadi sekarang juga karena adanya pengurangan DAU dari Pusat,” pungkasnya. (Adv)

Read more
DPRD Kota Padang Dan Pemko Sepakati KUA-PPAS APBD Tahun 2022

DPRD Kota Padang Dan Pemko Sepakati KUA-PPAS APBD Tahun 2022

Padang, EkspresNews.com – Pemerintah Kota Padang bersama DPRD Kota Padang menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2022.

Kesepatakan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan Perda No. 12 tahun 2021 tentang Persetujuan Ranperda KUA-PPAS TA 2022 menjadi Perda KUA-PPAS TA 2022, pada Rapat Paripurna DPRD Padang, Sabtu (7/8/2021).

Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Padang Syafrial Kani didampingi Wakil Ketua dan diikuti unsur Forkopimda Kota Padang, pimpinan OPD di lingkup Pemko Padang serta stakeholder terkait baik secara langsung maupun virtual.

Wali kota Padang Hendri Septa menyampaikan pada tahun 2022, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp2,595 triliun. Mengalami penurunan sebesar Rp30,972 dari tahun 2021 sebesar Rp2,626 triliun.

Rencana pendapatan daerah ini bersumber dari PAD sebesar Rp989,90 miliar, pendapatan transfer Rp1,473 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp132,09 miliar.

Sementara anggaran belanja ditetapkan sebesar Rp2,686 triliun. Jumlah anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja operasi sebesar Rp2,212 triliun, belanja modal Rp463,820 miliar dan belanja tidak terduga sebesar Rp10,929 miliar.

“Kami atas nama Pemko Padang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan anggota DPRD yang telah bekerja keras secara maraton membahas KUA dan PPAS APBD TA 2022 hingga akhirnya dapat kita sepakati bersama,” ucap Hendri Septa. (Adv/Abdi)

Read more
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang Peringati Hari Jadi Kota Ke-352

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang Peringati Hari Jadi Kota Ke-352

Padang, EkspresNews.com – Peringatan Hari Jadi Kota Padang ke 352 yang bertepatan pada hari ini Sabtu tanggal 7 Agustus 2021 di gelar dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Padang pagi tadi. Pelaksanaan sidang paripurna digelar secara terbatas, secara luring dan virtual di gedung setempat.

Rapat paripurna istimewa dalam rangka peringatan hari jadi Kota Padang ke- 352 tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Padang Syafrial Kani, dihadiri Walikota Padang Hendri Septa bersama jajaran anggota DPRD Padang dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.

Sementara itu, pelaksanaan secara virtual diikuti oleh pimpinan OPD, Camat dan Lurah serta stakeholder terkait.

Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani dalam sambutannya ketika membuka rapat paripurna tersebut mengatakan, kemajuan Kota Padang saati ini sudah dapat dirasakan oleh masyarakat, seperti halnya pembangunan infrastuktur dan sektor bidang pariwisata.

Namun masih dalam masa pandemi Covid-19, beberapa sektor mengalami penurunan, seperti wisata. Hal itu dikarenakan dengan ada kebijakan pembatasan membuat sektor wisata mundur dengan kebijakan pembatasan.

“Situasi ini juga membuat pendapatan masyarakat dan pendapatan asli daerah menurun dan ini merupakan tantangan yang harus dijawab pemko dan stakeholder, agar sektor wisata pulih,”Ujar Syafrial Kani, Sabtu (07/08/2021).

Lebih lanjut Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani menambahkan, kemajuan pembangunan jalan lingkungan, sangat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat Kota Padang. Selain itu juga penataan pasar satelit di Kota Padang.

Pihaknya berharap, stackholder, Forkompimda dan seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, agama, bundo kanduang di Kota Padang agar bersama sama membangun Kota Padang untuk lebih maju kedepannya.

Sementara itu, sebanyak 10 (sepuluh) orang tokoh masyarakat di Kota Padang menerima penghargaan di tengah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Padang ke-352 tahun 2021.

Pemberian penghargaan berupa pin emas berlogo Pemerintah Kota (Pemko) Padang itu, diserahterimakan di sela Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang Dalam Rangka Hari Jadi Kota Padang ke-352 Tahun di Ruang Sidang Utama DPRD Padang, Sabtu (7/8/2021).

Adapun nama-nama dari 10 tokoh yang menerima penghargaan itu diantaranya adalah Fauzi Bahar (mantan Wali Kota Padang 2004-2014). Penghargaan yang ia terima ialah di bidang Kemasyarakatan.

Selanjutnya ada Japeri Jarab meraih penghargaan di bidang Keagamaan, disusul Erianto di bidang Penggerak UMKM dan Edy Utama di bidang Kebudayaan. Selanjutnya Syamsul Bahri untuk bidang Sosial dan Wanda Leksmana menerima penghargaan di bidang Pemerhati Pemenuhan Hak-Hak Anak.

Selain itu juga ada Yaldi Chaniago meraih penghargaan di bidang Kepemudaan. Lalu Andreas Sofiandi bidang Kemanusiaan serta Syaifuddin Islami bidang Lingkungan Hidup serta Fauziah Zainin untuk bidang Pendidikan. (Adv/Abdi)

Read more