Budidaya Jamur Tiram “Tiramisu” Hasil Kreasi Alumni Pertanian Unand

Jamur tiram merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan gizi yang tinggi. Kelompok Budidaya Jamur Tiram, “Tiramisu” melihat peluang usaha. Bahkan budidaya ini mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian RI yang baru-baru ini mengunjungi lokasi usaha Tiramisu.

EkspresNews.com – Jamur ini digemari oleh sebagian besar masyarakat, akan tetapi ketersediaan jamur tiram dipasaran masih tergolong rendah. Rendahnya ketersediaan tersebut salah satunya disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan minat petani untuk budidaya jamur, sehingga produksi jamur belum dapat memenuhi kebutuhan pasar. Adanya kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap pola konsumsi yang sehat, merupakan peluang usaha bagi produsen untuk memproduksi makanan kaya gizi dan memenuhi selera pasar.

dsc00107Kelompok mahasiswa Universitas Andalas Fakultas Pertanian, Imam Andiko Rangga, Fini Perdian, Puput Januasari, dan Fithriana Mercy melihat peluang dengan melakukan budidaya Jamur Tiram yang diberi nama Tiramisu. Mereka mengikuti Program Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) dari Kementerian Pertanian RI.

“Tujuan dari usaha kami ialah produk organik yang dapat menjadi alternatif makanan yang sehat bagi masyarakat, dapat dijadikan buah tangan (oleh-oleh) bagi wisatawan lokal maupun asing, dapat memenuhi kebutuhan pasar akan permintaan Jamur Tiram tersebut,” ujar Imam Andiko Rangga kepada Indonesia Raya, Selasa¬†(03/01/2017) di lokasi budidaya Jamur Tiram di Komplek Griya Cahaya Blok E Nomor 9 Aia Pacah, Padang.

Ketua Tiramisu, Imam menjelaskan, budidaya Jamur Tiram merupakan budidaya jamur yang relatif mudah dibanding dengan budidaya jamur lainnya. Hal ini dikarenakan dalam pembudidayaan jamur tersebut rekayasa suhu yang sesuai untuk budidaya jamur tiram ini tidaklah sulit.

“Budidaya jamur tiram ini merupakan budidaya organik, karena dalam pembudidayaan tidaklah menggunakan bahan kimia. Bahan dasar yang digunakan ialah serbuk gergaji, dedak(pakan), dolomit, air, bibit jamur,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Imam, paradigma masyarakat terhadap perbaikan kehidupan menjadi pilihan hidup. Penggunaan bahan organik merupakan salah satu langkah positif bagi masyarakat. Pemeliharaan kesehatan berkaitan erat dengan asupan bahan makanan, seperti mengkonsumsi jamur tiram ini.

“Jamur tiram memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita, salah satunya untuk menurunkan berat badan, dapat mengendalikan kolesterol jahat, meningkatkan imunitas tubuh kita, sumber protein alternatif dan mengkonsumsi jamur tiram ini juga dapat mencegah terjadinya kanker,” ujar alumni Fakultas Pertanian jurusan Perlindungan Tanaman/Agroekoteknologi angkatan 2009 ini.

dsc00135Saat ini, Imam bersama timnya telah memulai dengan 1000 baglog (media tanam tempat meletakkan bibit) dan hampir panen. “Kami memprediksi pada awal Desember 2016 ini akan panen, namun tentu tidak 100 persen akan berhasil, ada yang gagal panen karena beberapa faktor, seperti suhu dalam ruangan dan suhu luar ruangan, cuaca juga akan memengaruhi hasil panen,” tambah Imam.

Tim Tiramisu memiliki target jangka pendek. Salah satunya dapat memenuhi kebutuhan jamur tiram di kawasan Sumatera Barat. “Itu tadi, kami melihat potensi yang besar dari jamur tiram ini. Selain mudah dalam proses produksi, permintaan jamur tiram di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang cukup tinggi. Rata-rata kami telah melakukan survey pasar tradisional, memang cukup tinggi permintaannya,” tutur Imam yang tengah menyelesaikan tugas akhir Pascasarjana Prodi Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Andalas ini.

Imam yang didampingi anggota kelompoknya mengatakan bahwa baru-baru ini ia dikunjungi oleh tim survey dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. “Tim tersebut melihat dan memantau usaha budidaya ini, karena kami juga mendapatkan bantuan dari Kementan berupa dana usaha,” tambah Imam.

Kunjungan survey itu juga didampingi oleh dosen pembimbing PWMP Unand, Dr Eka Chandra Lina dan Nur Afni Evalia. “Pada saat yang sama, dosen pembimbing kami juga memberikan saran berupa masukan dan inovasi terhadap budidaya jamur tiram ini,” jelas Fini Perdian.

(Abdi)