Banyaknya Caleg Muda: Pertanda Inovasi atau Politik Dinasti Semata?

EKSPRESNEWS.COM – Suasana jelang Pemilu 14 Februari 2024 mendatang banyak menunjukkan ruang bagi generasi muda Anies, Prabowo, dan Ganjar menggunakan pendekatannya masing-masing terhadap generasi milenial (kelahiran sekitar tahun 1980 hingga 1995) dan generasi Z (kelahiran sekitar tahun 1995 hingga 2010).

Ganjar didukung oleh sejumlah selebritas dan influencer dari kalangan anak muda seperti Young Lex, Fico Fachriza, Fuji, Adhisty Zara, serta anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas “Peluru Tak Terkendali”.

Prabowo dengan citra ‘gemoy’-nya membawa calon wakil presiden berusia 36 tahun, tak lain sang putra presiden, Gibran Rakabuming Raka. Pasangan calon nomor dua ini juga banyak didukung selebritas muda.

Begitu pula dengan Anies. Dalam rangkaian kegiatan Desak Anies, anak-anak muda adalah sebagian besar yang hadir. Sebagian kalangan fans K-Pop di media sosial menyatakan dukungan. Ia pun menunjuk juru bicara dari generasi Z: Ibrahim Irwan Prayitno, putra mantan Gubernur Sumbar periode 2009-2019.

Ibrahim sendiri juga maju untuk bertarung dalam pemilihan calon legislatif (Caleg) untuk mengisi kursi di Senayan melalui Dapil Sumbar I.

Apakah Ibrahim adalah sosok anak muda yang benar-benar berdiri di atas kakinya sendiri dengan ilmu dan gagasannya? Atau justru hanya memanfaatkan nama sang bapak? Pertanyaan semacam ini tentu baru bisa dijawab jika ia jadi menjalankan tugas sebagai wakil rakyat kelak.

Menariknya, dari caleg-caleg kalangan muda, sebagian di antaranya adalah anak politisi atau pejabat. Pertanda benarnya pepatah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”? Atau semata bentuk langkah oportunistik meneruskan trah orang tua di kancah perpolitikan?

Sebagian di antara mereka bahkan dengan terang-terangan menunjukkan nama orang tua mereka pada baliho maupun alat peraga kampanye (APK) dalam bentuk lainnya. Selain Ibrahim Irwan Prayitno, terdapat nama Dean Asli Chaidir, putra dari politisi senior Sumatera Barat Asli Chaidir dan adik dari Walikota Padang Hendri Septa. Ia maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sumbar I

Masih di dapil yang sama, terdapat nama Zahra Mardiah Anwar, putra dari Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar. Dalam akun media sosial Instagram sang bupati bahkan terdapat video kampanye Zahra, diunggah pada 20 Oktober 2023 lalu.

Sementara itu seorang caleg DPRD Padang bahkan dengan terang-terangan menuliskan nama pada baliho dengan tulisan seperti ini: Mujahid Ramadhan, Putra Muslim M. Yatim. Selain itu terdapat caleg DPD RI dari Sumbar, Cerint Irraloza Tasya yang adalah putra politisi Imral Adenansi.

Jika memang demokrasi adalah ruang yang inklusif, maka mengapa sebagian besar yang muncul sebagai calon wakil rakyat adalah anak-anak pejabat? Apakah karena mereka lebih punya kesadaran sosial dan politik berkat didikan bapak mereka? Atau hanya ingin memanfaatkan ketenaran orang tua demi keuntungan dan popularitas pribadi?

Sekali lagi, jawabannya hanya bisa kita ketahui dengan pasti apabila mereka benar-benar terpilih dan menjalani tanggung jawab di pundak mereka.

Selain anak-anak pejabat, caleg muda di Sumbar juga datang dari anak pengusaha kaya raya. Salah satunya yakni caleg berinisial CM. Menurut sumber yang terpercaya, yang bersangkutan adalah anak seorang kontraktor.

Diketahui, caleg yang satu ini pernah melakukan tindakan yang membahayakan nyawa orang lain. Ia memarkir sebuah mobil di sebuah komplek di kawasan Piai, kemudian tiba-tiba tancap gas hingga hampir menabrak warga. Diduga, motif perilaku tersebut adalah masalah keluarga.

Bukti kejadian tersebut ada dalam video yang direkam oleh warga. Salah satu video menunjukkan sebuah mobil yang tengah berhenti namun mesinnya hidup. Video itu direkam pasca insiden yang nyaris mencelakai manusia tersebut. Sedangkan satu video lagi menunjukkan kala ia tengah duduk berbicara dan dikelilingi warga. Diduga ia tengah menjelaskan persoalan di balik tindakannya tersebut. (Daffa)