Bali Terkepung Banjir, Penerbangan Gagal Mendarat

Editors choice
0

BALI, EKSPRESNEWS.COM – Kota Denpasar dan Badung, Bali, terpendam banjir, Senin (6/12/2021), akibat hujan lebat yang turun sejak semalam. Hingga kini petugas masih mengevakuasi warga yang terjebak. Di Badung, banjir mulai merendam sejumlah rumah warga di Legian, Kuta. Penyebabnya adalah meluapnya aliran sungai Tukad Mati. Hingga kini, debit air sungai terus naik. Petugas dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Legian melakukan patroli menggunakan mobil meminta warga untuk segera mengungsi.

“Kami imbau warga untuk segera menyelamatkan diri dan harta benda karena level air telah melebihi ketinggian bibir sungai,” kata petugas melalui pengeras suara. Di saat bersamaan, petugas BPBD dan Basarnas mulai melakukan evakuasi warga yang rumahnya mulai terendam banjir. Air juga telah merendam merendam separuh badan mobil yang terparkir di depan rumah mereka.

Di Kota Denpasar, banjir merendam komplek perumahan Purnawira di Jalan Padang Indah. Petugas BPBD mengevakuasi para lansia yang terjebak di dalam rumah. Sekretaris BPBD Kota Denpasar Ardi Ganggas mengatakan, banjir terjadi di banyak titik. “Tim masih bekerja di lapangan dan semoga tidak ada korban jiwa dan kerusakan,” katanya.

Viral di media sosial adanya kabar pesawat terbang yang gagal landing atau mendarat di Bali. Pesawat itu gagal mendarat di Bali dikarenakan adanya cuaca buruk yang membuat pilot tidak mau mengambil risiko apabila terus menerjangnya.

Namun, para penumpang pesawat justru merasa tidak terima karena batal mendarat ke tempat tujuan mereka. Sejumlah penumpang pesawat tampak ricuh dan marah karena pesawat yang ditumpanginya lebih memilih kembali ke Jakarta.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo pada Senin (6/12/2021), tampak jelas adnaya keributan di tengah pesawat Super Air Jet. Pesawat terbang tujuan Jakarta-Bali itu harus kembali ke Jakarta pada Minggu (5/12) kemarin malam karena adanya cuaca buruk.

Pilot memutuskan untuk kembali ke bandara Soekarno-Hatta Jakarta alias “Return to Base”. Pihak pesawat enggan mengambil risiko karena adnaya cuaca buruk di bandara Ngurah Rai, Bali.

Merasa bukan keputusan yang adil, keputusan tersebut pada akhirnya justru memicu aksi keributan penumpang dalam kabin. Pesawat Super Air Jet No IU 754 itu berputar putar di atas perairan pulau Bali sabelum melakukan aksi Return to Base. (Red)

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.