Wapres RI Ingatkan Penting Vaksinasi Dan Pengelolaan Pasar Rakyat Yang Sehat, Bersih dan Berdaya Saing

Wapres RI Ingatkan Penting Vaksinasi Dan Pengelolaan Pasar Rakyat Yang Sehat, Bersih dan Berdaya Saing

Pariaman, EkspresNews.com – Kita mengetahui aktifitas dan produktifitas kegiatan di Pasar yang sangatlah tinggi patut setiap orang apakah itu pedagang, pengusaha UMKM diwajibkan melakukan suntik vaksinasi dalam menjaga kesehatan masyarakat. Semua itu kewajiban setiap orang untuk menjaga pasar yang sehat, bersih dan tertata kelola dengan baik.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden Republik Indonesia Prof.Dr. K.H Ma’ruf Amin pada peresmian Pasar Rakyat Kota Pariaman dan Labor Olahraga Universitas Negeri Padang di Kota Pariaman, Selasa (5/4/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi, Kepala BNPB, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri PUPR, Anggota DPR RI, Gubernur dan Wakil Gunernur Sumbar, Walikota dan Ketua DPRD Kota Pariaman, Camat, Wali Nagari, Niniak Mamak.

Wapres Ma’ruf Amin juga sampaikan, Pasar Rakyat Pariaman memiliki sejarah historis yang panjang dan dilakukan revitalisasi pasar untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat sekaligus memajukan Usaha Mìkro Kecil Menengah (UMKM).

“Program revitalisasi pasar rakyat merupakan program lintas kementerian, perdagangan, PUPR dan koperasi dan UMKM. Program revitalisasi ini merupakan program nasional untuk meningkatkan daya saing dan tata kelola manajement yang baik dengan mengakomodir kearifan lokal,” ujarnya.

Ma’ruf Amin juga menyampaikan, revitalisasi tidak saja berupa pembangunan fisik akan tetapi juga revitalisasi manajement, sosial dan budaya dan ekonomi.

“Diharapan pemerintah daerah dan pihak pengelola haruslah melakukan revitalisasi manajement dalam tata niaga sebagai pelayanan kepada publik. Revitalisasi ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dan revitalisasi ini menciptakan ramah lingkungan, produktif dan mengikuti dinamika pembangunan daerah,” ajaknya.

Diakhir sambutan Wapres RI mengingatkan para menteri terkait untuk dapat dapat membantu merealisasikan permintaan Gubernur Sumbar dan Walikota Pariaman sebagaiman arah pembangun Nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

” Ini bagian dari catatan dalam pelaksanaan pembangunan nasional, cepat atau lambatnya tidak lepas juga dari keyakinan kita kepada Allah. Dan aktifitas ekonomi masyarakat nantinya dapat berjalan baik dalam upaya pemulihan ekonomi nasional saat ini,” ingatnya.

Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi juga menyampaikan, pembangunan pasar Pariaman ini dimulai dari pembicaraan yang intens sejak tahun 2018 dimana Pasar Pariaman dalam kondisi rusak berat akibat gempa bumi 2009 7,9 SR dan gempa bumi tahun 2018 8,3 SR.

“Sesuai dengan hasil kebijakan dalam rapat kabinet Kemendag lebih fokus pada tata perniagaan, oleh karena itu kami teruskan komunikasi ini kepada PUPR hingga telah berdiri mengah untuk diresmikan hari ini,” ujarnya.

Lutfi juga menyampaikan, agar pemerintah Kota Pariaman segera melakukan pengerahan hibah bahagian dari pengelolaan administrasi yang penting. Dan untuk merelokasi pedagang yang ditetapkan guna memanfaatkan gedung pasar yang megah ini.

“Agar pasar ini terawat dan tertata bersih, sehat, aman dan nyaman, Walikota Pariaman mesti segera menetapkan dan menujuk pengelola pasar bisa berupa perusahaan daerah (Perusda) dengan sistem bulding manajement yang andal,” harapnya.

Lutfi juga mengatakan pasar Pariaman juga merupakan aktofitas pasar yang memiliki nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang dapat menjadi icon pengembangan wisata di Kota Pariaman.

Sementara Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi juga menyampaikan, apresiasi rasa senang dan bangga atas kunjungan Wapres RI dan peresmian pasar rakyat Pariaman ini di Ranah Minang.

“Keberadaan Pasar rakyat ini sebenarnya terus berkembang, sehingga semakin banyak  masyarakat yang menggantungkan  dan berharap kehidupannya semakin membaik dari keberadaannya. Namun demikian, dari jumlah pasar rakyat sebanyak 516 unit di Sumatera Barat, yang tersebar pada 19 Kabupaten/Kota dan sebahagian besar (393 unit atau 76,16 persen) diantaranya dalam kondisi rusak, baik rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat”, ujarnya.

Mahyeldi juga katakan, tahun 2020, akibat Pandemi Virus Covid-19 hampir semua sektor berimbas pada anjloknya ekonomi, tak terkecuali di Sumatera Barat. Kita berharap pandemi ini segera berakhir dan perekonomian Indonesia dan Sumatera Barat khususnya bisa bangkit kembali. Disamping kondisinya yang belum memadai, ketersediaan prasarana sebahagian pasar belum sebanding dengan jumlah pedagang yang akan ditampung, sehingga pada saat tertentu ketika pada hari pasar, terjadi over capacity dari prasarana yang tersedia.

“Kondisi ini mendorong pedagang untuk memanfaatkan fasilitas apa saja di sekitar pasar, sehingga menimbulkan permasalahan baru berupa kemacetan, yang tentunya akan merugikan pengguna jalan, karena memicu timbulnya ekonomi biaya tinggi, yang selanjutnya akan menurunkan daya saing daerah dan kontra produktif dengan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Di sisi lain, sirkulasi udara, orang dan barangpun belum tersistem dengan baik, disamping juga kotor, sumpek dan menghasilkan bau kurang sedap, sehingga memberikan ketidaknyamanan kepada konsumen,” ungkapnya.

Mayeldi sampaikan permohonan perhatian Wapres RI terhadap revitalisasi pembangunan 5 pasar yang mendesak dibenahi.

“Pertama, Pasar Serikat C Batusangkar, Pada rapat kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2019 di Inonesia Convention Exibilition (ICE) di Bumi Serpong Damai (BSD) Tanggerang Selatan pada tanggal 12 Maret 2019, Bupati Tanah Datar mengusulkan pengembangan Pasar Serikat C Batusangkar dengan anggaran senilai Rp. 50.000.000.000,- (Lima puluh milyar rupiah dan telah disetujui oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Untuk itu, kami mohon kiranya kepada Bapak Wakil Presiden untuk membantu merealisasikan dana tersebut untuk pengembangan Pasar Serikat C Batusangkar yang sudah tua.

Kedua, Pasar Raya Fase VII Padang merupakan pusat perdagangan utama Kota Padang. Pemerintah Kota Padang sudah mengajukan proposal untuk pembangunan Pasar Raya Fase VII ke PUPR sebesar Rp. 200.000.000.000,-(Dua ratus milyar rupiah). Untuk pembangunan tersebut kami juga memohon kepada Bapak Wakil Presiden untuk bisa merealisasikan pembangunan Pasar Fase VII tersebut yang kondisinya cukup memprihatinkan.
 
Ketiga,  Pasar Koto Baru Kec. X Koto,  Kabupaten Tanah Datar. Pasar ini merupakan pusat perdagangan sayuran yang terletak di Jalan Padang- Bukittinggi yang merupakan jalur lalu lintas yang sangat padat dan sering mengalami kemacetan. Untuk mengatasi kemacetan tersebut,  Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dana BKK APBD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2018 telah membantu revitalisasi Pasar Koto Baru sebesar   Rp. 13.660.000.000,- (Tiga belas milyar enam ratus enam puluh juta rupiah).  Untuk kelanjutan Pasar Koto Baru kami mohon kepada Bapak Wakil Presiden untuk dapat membantu kelanjutan Pasar Koto Baru Tahap II sebesar Rp. 16.140.000.000,- (Enam belas milyar seratus empat puluh juta rupiah).

Keempat, Pasar Bawah Bukittinggi.
Pasar Bawah di Bukittinggi yang merupakan Pasar Rakyat yang sudah lama berdiri juga membutuhkan perhatian dari Presiden untuk Revitalisasi Pasar, mengingat kondisi sarana Pasar Bawah yang sudah tidak layak dan tua untuk ditempati Pedagang dan Pembeli.

Kelima, Pembangunan pasar basah di sekitar pasar rakyat Kota Pariaman masyarakat nelayan dan juga bagian dari meningkatkan aktifitas pasar rakyat Kota Pariaman.  

(Red/Abdi)

Read more
Ketua IKa Al Smapa Letjend TNI (Mar) Bambang Suswantono : Tidak Ada Orang Yang Berhasil Tanpa Kerja Keras

Ketua IKa Al Smapa Letjend TNI (Mar) Bambang Suswantono : Tidak Ada Orang Yang Berhasil Tanpa Kerja Keras

Semarang, EkspresNews.com – Para alumni sangat sangat up to date pada saat ini, rasa bangga saya ucapkan kepada para alumni yang berhasil dan peduli pada almamaternya, Karena banyak sekali siswa SMAN 4 Semarang yang sudah berhasil tetapi tidak peduli pada almamaternya bahkan tidak pernah menyapa pada mantan sekolahnya.

” Ini adalah hal sangat patut kita syukuri bila ada alumni yang peduli, karena rasa bangga dapat di perlihatkan pada rasa kepedulian kepada sekolahnya. rasa cinta pada almamaternya, itulah yang membuat kami bangga,” tutur Dra. Wiji Eny Ngudi Rahayu,M.Pd selaku Kepala SMA Negeri 4 Semarang dalam dialog bersama Ketua Ikatan Alumni SMAN 4 Semarang ( Ika Al Smapa) Letjend. TNI.( Mar) Bambang Suswantono,SH.MH. dengan Guru SMAN 4 Semarang,di Aula Sekolah jalan Karangrejo Raya 12A Banyimanik Semarang, Selasa ( 6/4/2021).

“Kita perlu bangga, karena murid yang berhasil dan peduli terhadap almamaternya patut kita syukuri rasa bangganya terhadap sekolah. salah satu kekuatan sekolah adalah alumni, karena tanpa alumni kekuatan kita tidak sempurna karena salah satu pilar sekolah adalah alumni,” terang Eny.

Sementara Ketua Ika Alsmapa, Letjend.TNI (Mar). Bambang Suswantono,SH.MH.M.Tr(Han) mengungkapkan,” Kami kunjungan ke SMA Negeri 4 Semarang, kebetulan dalam rangka kedinasan rangkaian tugas pokok Inspektorat Jendral TNI ke Semarang.

Pada kesempatan ini saya sempatkan untuk mengunjungi sekalian ke SMA Negeri 4 Semarang.

” Kalau mengingat saya saat menimba ilmu di SMA Negeri 4 Semarang dimana saat itu infrastrukturnya yang sangat minim, tapi dalam perjalanan kedepannya SMA N 4 sekarang sangat luar biasa perubahannya,” kenang Bambang.

Menurutnya sebagai Ketua Ika Al Smapa bersama teman teman pengurus merasa memiliki tanggung jawab moral ingin memajukan sekolah tercinta. Sudah saya wujudkan bersama alumni lain diantaranya Toilet Bertaraf Hotel, lalu Gapura Identitas Sekolah, kini kami juga memberikkan yang terbaik kontribusi untuk pembangunan masjid At Taqwa yang sampai sekarang pembangunannya sudah 90 persen lebih.

” Dalam memajukan sekolah harus ada kreatifitas ataupun inovasi. SMA Negeri 4 Semarang memiliki visi dan misi yang luar biasa, bagaimana memajukan smapa, sehingga out put nya luar biasa dimana hasil dalam proses pembelajaran mengarah untuk lulus ke SNMPTN maupun SBMPTN, itulah indikator keberhasilan dimana kami dapat informasi bahwa lulusan siswa tahun 2019/2020 yang masuk SNMPTN 51 siswa, ini merupakan prestasi yang luar biasa,” ujar Jendral bintang tiga.

Bambang menambahkan saat mengunjungi salah satu kelas uji coba PTM kelas X, dirinya mengatakan keoada aiawa dalam ruang kelas, tidak ada orang yang berhasil tanpa kerja keras ber
angkat dari SMAN 4 adik adik mulai menapak kedepan,” pinta Bambang.

Saat dialog bersama guru smapa, dari Budi Sulistyanto selaku guru olah raga mengusulkan menambahkan infrastruktur untuk lapangan sepak bola, Endang Sujati selaku kepala perpustakaan mengusulkan infrastruktur
perpustakaan juga ada perubahan fisik lalu yang terakhir dari Ririn Masrikah selaku guru biologi juga mengusulkan hal yang sama.

Oleh Letjend Bambang semua ditampung, dirinya berjanji usai pembangunan masjid bersama.para.alumninlainnya, akan memikirkan sumbangsihnya terhadap tiga usalan dari bapak ibu guru smapa. Semoga Sang Jendral alumni SMA Negeri 4 dapat mewujudkannya.

(Taufiq)

Read more
Rakernas Kemenag RI 2021, Kakanwil serta Jajaran Siap Tindaklanjuti Amanat Menag

Rakernas Kemenag RI 2021, Kakanwil serta Jajaran Siap Tindaklanjuti Amanat Menag

Padang, EkspresNews.com – Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Hendri mengikuti pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenag RI Tahun 2021. Kegiatan yang berlangsung tanggal 5-8 April 2021 ini diikuti secara daring melalui zoom meeting. Sesuai tema Rakernas tahun ini “Percepatan Transformasi Layanan Publik”, Hendri meyakini Menteri agama Yaqut Cholil serius mengutamakan pelayanan publik. Menurutnya hal itu selaras dengan UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Disana dijelaskan tentang TUSI ASN secara global. Pertama tusinya adalah pelaksana kebijakan publik.  

“Seluruh perundang-undangan, regulasi harus dipatuhi dan dieksekusi ASN . kedua, pelayanan publik.” Jelasnya saat ditemui humas disela acara Rakernas hari kedua, Selasa (06/04) siang.

Untuk itu ikhtiar Kemenag tak terkecuali Kanwil Kemenag Sumbar adalah bagaimana meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan. Kemudian bagaimana memberikan kenyamanan pada masyarakat yang dilayani.

Termasuk bagaimana memberikan layanan prima dari masyarakat yang butuh pelayanan Kemenag.

“Hal ini sudah dibuktikan Kanwil Kemenag Sumbar dan Kakankemenag dengan menghadirkan PTSP, malah sampai ke KUA dan madrasah. Ini menandakan Kemenag serius.” Cetus Hendri. 

Hendri menyebut, pihaknya terus melakukan inovasi dalam pelayanan PTSP. Bahkan, hal ini dibuktikan, Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar telah merealisasikan aplikasi SIGUNTUR sejak Januari 2021. 

Bersama Kabag TU dan digawangi pranata Komputer (Prakom)  Kanwil Kemenag Sumbar aplikasi ini sudah berjalan sebagaimana yang diharapkan, tambah Hendri yang juga turut menginisiasi hadirnya aplikasi SIGUNTUR di Kanwil Kemenag Sumbar.

“Setiap surat masuk Cukup melalui email. Tidak perlu datang  lagi ke Kanwil. Termasuk disposisi surat kita punya e-Taper.” Imbuh Hendri.

Dengan kehadiran SIGUNTUR  kami berharap dapat melayani masyarakat Sumatera Barat lebih baik lagi, harap Kakanwil.

“Maka tepat jika saya sepakat dengan Menag, Rakernas tahun ini menjadi momentum mewujudkan percepatan transformasi layanan publik dalam mencapai target dan pelayanan yang lebih baik lagi di masa mendatang,” tutur Kakanwil Kemenag Sumbar Hendri.

Ia berharap kehadiran SIGUNTUR di Kanwil Kemenag Sumbar, sejalan dengan amanat Menag Yaqut Cholil Qoumas yang menginginkan perbaikan tata kelola organisasi pada sambutan dan arahan pembukaan Rakernas kemarin, sebutnya.

Menurutnya pelayanan publik di Kementerian Agama, semestinya dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk perkembangan teknologi. 

Kedua, Hendri meyakini program moderasi beragama yang digaungkan Kemenag, memberikan ruang inspirasi bagi setiap pemeluk agama untuk melakukan berbagai hal yang bermanfaat bagi masing masing umat beragama secara keseluruhannya. 

“Tidak hanya umat Islam. Semua pemeluk agama harus saling menghargai, maka membutuhkan moderasi beragama. Karena moderasi beragama itu salah satu jalan munculnya kerukunan, toleransi, saling menghargai atas perbedaan keyakinan, amaliyah, pendapat, suku, bahasa dan agama,” katanya.

Hal ini diperlukan untuk mewujudkan mandatori yang dititipkan Menag kepada kita jajaran Kemenag di Provinsi hingga satker terkecil, tandas Hendri.

Sebelumnya, membuka Rakernas kemarin,  Menag Yaqut Cholil Qoumas menekankan seluruh jajaran Kemenag untuk memperbaiki niat dan mind set dalam amanatnya.

“Pertama kali saya berada di kementerian ini, saya telah menyatakan bahwa agama harus menjadi inspirasi. Dan Kementerian Agama harus menjadi kementerian yang melayani seluruh agama, bukan hanya Islam saja. Mind set ini harus dimilki seluruh jajaran Kemenag,” tegas Menag Yaqut, Senin 5 April 2021 dihadapan seluruh peserta daring dan luring.

Penguatan moderasi beragama, menurut Menag, tidak hanya menjadi pekerjaan rumah Kementerian Agama, tapi seluruh bangsa Indonesia. 

Menag ingin pelayanan publik di Kementerian Agama dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk perkembangan teknologi. 

Kita sekarang tidak bisa lagi memberikan pelayanan dengan cara lama, hadir fisik, tapi melakukan perubahan secara digital,” tegasnya.

Menag menuturkan, untuk menjawab hal itu, saat ini Kemenag tengah menyiapkan Situation Room dan Super Apps. Situation Room digunakan untuk memantau perkembangan dan pergerakan dinamika masyarakat, baik sosial, politik, maupun keagamaan agar Kemenag bisa memberikan respons secara cepat atas apa yang terjadi di masyarakat.

Sedangkan Super Apps disiapkan untuk menjadi jembatan dari semua aplikasi layanan yang ada di Kementerian Agama. 

“Saya membayangkan, masyarakat yang membutuhkan pelayanan tidak perlu lari dari satu meja ke meja lain. Meski sudah ada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), ini secara kualitas harus ditingkatkan,” pesan Menag.

Sebagai informasi, rangkaian kegiatan pada pembukaan Kegiatan Rakernas Tahun 2021 yang diikuti 705 jajaran Kemenag, Pejabat Eselon I Pusat hingga Kepala Kankemenag Kota/Kabupaten sudah memasuki hari kedua. Tampak hadir Kabag TU,  jajaran Kepala Bidang, Pembimas, 19 Kakankemenag Kabupaten/Kota se-Sumbar.

Sebelumnya juga berlangsung penyerahan penghargaan Satuan Kerja Predikat WBK, WBBM, Pelayanan Prima dan Top 45 Inovasi Pelayanan Terbaik Tahun 2020 secara simbolis oleh Menteri Agama Republik Indonesia pada Rakernas hari pertama.

Selain itu, peserta rakernas ini juga akan mengikuti sederet materi kegiatan yang diberikan Ketua Komisi VIII DPR RI, Menteri keuangan, Menpan RB dan Kepala BKN, Ketua BPK RI, Sekjend kemenag RI, Itjen Kemenag RI, para Direktur Jenderal, Kepala BPJPH, Karo Ortala, Karo Kepegawaian, Karo HDI, dan Staf Khusus Bidang IT. (Red)

Read more
Bupati Minta Kepada Satgas Covid 19 untuk Berkoordinasi dengan Pihak Kepolisian

Bupati Minta Kepada Satgas Covid 19 untuk Berkoordinasi dengan Pihak Kepolisian

Ekspresnews.com – Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, menghimbau kepada Satgas Covid 19 Kabupaten Dharmasraya agar terus melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian. Hal ini disampaikan bupati saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Bupati Dharmasraya, Senin (5/4/21).

Menurutnya, ini bertujuan untuk pengawasan tentang penyebaran dan penanganan covid 19 di Dharmasraya.
Hal ini, kata bupati, sesuai dengan surat edaran Satgas Covid 19 tingkat nasional nomor 12 tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dalam masa pandemi Covid 19.

“Saya menghimbau kepada Satgas Covid 19 agar berkoordinasi dengan jajaran kepolisian. Sehingga apa yang kita harapkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid di Kabupaten Dharmasraya dapat terlaksana dengan baik. Dan sesuai dengan arahan dan instruksi dari pemerintah pusat,” himbau Bupati.

Selain itu, Bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Dharmasraya agar dapat terus mematuhi protokol kesehatan, dan tetap istiqomah.
“Saya berharap agar seluruh masyarakat Kabupaten Dharmasraya untuk tetap istiqomah.

Dan selalu berkomitmen untuk mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran virus corona. Diantaranya, selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak bersalaman, ” tegas Bupati.

Read more
Sutan Riska Berikan Wujud Nyata Kecintaannya Terhadap Adat Istiadat Minangkabau

Sutan Riska Berikan Wujud Nyata Kecintaannya Terhadap Adat Istiadat Minangkabau

Ekspresnews.com – Sebagai wujud nyata kecintaan Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, terhadap adat istiadat Minangkabau adalah memberikan insentif kepada orang orang yang berkecimpung langsung dengan adat.

Yaitu ninik mamak, dubalang, penghulu, dan lainnya yang bertugas menyiarkan adat istiadat Minangkabau kepada masyarakat.

Menurut bupati, para pemangku adat memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya dalam menjaga kelestarian adat, namun juga dalam ikut mendorong pembangunan. Itulah kenapa, kata bupati, pemerintah daerah menaruh perhatian yang cukup besar akan keberadaan para pemangku adat.

Hal ini disampaikan oleh Sutan Riska Tuanku Kerajaan saat menghadiri acara pertemuan silaturahmi bersama Raja-raja se-Pagaruyung, Ahad (4/4/2021).

Pemberian insentif ini dilakukannya sejak ia menjabat sebagai Bupati Dharmasraya tahun 2016 hingga sekarang.

“Alhamdulillah, sejak saya menjabat sebagai Bupati Dharmasraya sampai sekarang ini, seluruh perangkat adat istiadat di Dharmasraya mendapatkan insentif. Hal ini bertujuan agar beliau beliau yang bertugas mempertahankan kelestarian adat lebih bersemangat dalam menjalankan peran dan fungsinya. Bukan hanya orang orang yang bertugas di pemerintahan saja, akan tetapi mereka juga berhak mendapatkannya.

Sehingga adat istiadat dapat sejalan dengan pemerintahan,” ungkap Bupati dua periode tersebut.
Bupati juga berharap adat Minangkabau dapat terus dilestarikan, sehingga masyarakat di seluruh nusantara dapat mengetahui bahwa di Sumatera Barat memiliki sesuatu yang berbeda dari daerah daerah yang lain. Oleh karena itu, adat Minangkabau harus terus dipertahankan, dilestarikan, dicintai dan dihargai oleh semua orang.

Bukan hanya itu, Bupati juga mencanangkan kecintaannya kepada adat alam Minangkabau dengan cara menerapkan kepada para pegawai yang ada di Dharmasraya untuk memakai baju yang bercirikan Minangkakau. Yakni, perempuannya memakai baju basiba, dan laki lakinya memakai baju taluak balango. Pakaian tersebut diwajibkan dipakai setiap hari Jum’at.

“Kalau bukan kita yang mempertahankan, siapa lagi. Karena saat ini, anak anak muda tidak mengetahui secara detail tentang adat istiadat. Untuk itu, kita harus memberikan informasi kepada mereka tentang adat alam Minangkabau, dan menumbuhkan kecintaan di hati mereka. Sehingga adat istiadat ini akan terus bertahan dan terlestarikan dengan baik, ” pungkas Bupati.

Read more