Presiden Resmi Umumkan Nama-Nama Menteri Baru Kabinet Kerja Jilid II

EkspresNews.com – Perombakan penguatan kabinet kerja ditujukan untuk rakyat. Presiden Jokowi resmi mengumumkan pergantian kabinet kerja jilid II di Istana, Rabu (27/7).  Berikut daftar lengkap seluruh nama yang akan dilantik Presiden Jokowi hari ini:

1. Budi Karya Sumadi

Budi ditempatkan menjadi Menteri Perhubungan menggantikan Ignasius Jonan. Sebelum menjadi Menteri Perhubungan, Budi saat in imenjadi Direktur Utama Angkasa Pura II.

2. Archandra Tahar

Archandra Tahar mendapat kepercayaan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Archandra menggantikan Sudirman Said yang tak lagi masuk kabinet. Archandra merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan merupakan salah satu pengusul off shore blok Masel. Dia juga memiliki firma di Amerika Serikat.

3. Airlangga Hartarto

Airlangga Hartato mendapat jabatan sebagai Menteri Perindustrian, menggantikan Saleh Husin. Airlangga adalah representasi dari Partai Golkar yang belakangan menyatakan dukungannya kepada pemerintah.

4. Prof. Muhajir

Prof. Muhajir adalah mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang. Presiden Jokowi memberikan kepercayaan kepada Muhajir untuk menjabat Menteri Pendidikan Nasional menggantikan Anies Baswedan.

5. Eko Putro Sanjoyo

Eko Putro Sanjoyo adalah politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dia menggantikan posisi rekan sesama partainya, Marwan Jafar yang dicopot dari jabatan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Desa, dan Transmigrasi.

6. Asman Abnur

Asman Abnur adalah representasi dari Partai Amanat Nasional (PAN). Sebelum Golkar, PAN juga lebih dulu menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Asman akan dilantik sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, menggantikan Yuddy Chrisnandi.

7. Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani kini kembali ke Indonesia setelah berkiprah di dunia internasional dengan menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Kini, dia mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Bambang Brodjonegoro.

8. Enggartiasto Lukita

Enggar adalah politisi Partai Nasdem dan juga seorang  pengusaha. DIa pernah menjadi Ketua Real Estate Indonesia (REI). Kini, dia mendapat mandat dari Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Perdagangan, menggantikan Thomas Lembong yang digeser menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

9. Wiranto

Wiranto saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Hanura. Namun, dia dipercaya juga oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan.

10. Sofyan Djalil

Sofyan kembali mendapat tugas baru dari Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Dia menggantikan Ferry Mursidan Baldan. Sebelum mendapat posisi baru itu, Sofyan menjabat sebagai Kepala Bappenas. Jabatan itu didapatnya juga hasil dari reshuffle jilid I. Pada pembentukan kabinet di awal pemerintahan Jokowi, Sofyan sempat didaulat menjadi Menteri Koordinator Perekonomian.

11. Thomas Lembong

Tom Lembong akan bergeser posisi menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menggantikan Franky Sibarani. Sebelumnya, Tom menjabat sebagai Menteri Perdagangan. Dia masuk ke dalam kabinet saat reshuffle jilid I pada bulan Agustus 2015.

12. Franky Sibarani

Kepala BKPM Franky Sibarani kini diangkat menjadi Wakil Menteri Perindustrian (posisi baru).

13. Luhut Binsar Pandjaitan

Luhut akan didaulat menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman, menggantikan Rizal Ramli. Sebelum digeser ke jabatan baru itu, Luhut menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Dia juga sempat menjadi Kepala Staf Presiden pada masa awal pemerintahan Jokowi.

(red)

Read more

Soal Vaksin Palsu, Menko PMK: Bukan Waktunya Saling Menyalahkan, Segera Ambil Tindakan

EkspresNews.com – Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengemukakan, meskipun sudah terjadi sejak 2003 lalu, munculnya kasus vaksin palsu adalah musibah, dan sudah bukan lagi waktunya saling menyalahkan.

“Musibah ini bukan milik pemerintahan di masa lalu tetapi kita yang perlu introspeksi diri, berpikir cepat, untuk segera mengambil tindakan. Apa yang bisa kita lakukan untuk menangani dampaknya terhadap anak-anak, dan semoga musibah ini tidak terjadi di masa mendatang,” kata Puan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat menteri Penanganan Dampak Vaksin Palsu di ruang rapat menko, gedung Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (26/7) pagi.

Satu hal yang terpenting, menurut Menko PMK, adalah dampak psikologis bagi para orang tua dari anak-anak yang menjadi korban vaksin palsu. Untuk itu, Menko PMK mengajak semua pihak, kita saling bersinergi, mengedukasi dan menginformasikan kepada masyarakat akan manfaat vaksinasi, dan mereka yang telah jadi korban mau mengikuti vaksinasi ulang.

Adapun kepada aparat penegak hukum, Menko PMK Puan Maharani meminta agar hukuman yang diberikan dapat memberikan efek jera.

Pasien Vaksin Palsu Wajib Ikut

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek menyampaikan, pihaknya telah melakukan vaksinasi ulang kepada sejumlah anak yang menjadi korban vaksin palsu. “Vaksinasi ulang diwajibkan kepada anak yang terpapar vaksin palsu,” tegas Menkes kepada wartawan sebelum mengikuti Rakor tingkat menteri itu.

Menkes menjelaskan, vaksin merupakan kebutuhan anak di bawah usia 11 tahun, yang umumnya sistem kekebalan mereka belum baik, sehingga vaksinasi menjadi penting. Ia menegaskan, pemberian vaksin ulang  harus sesuai dengan takaran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) agar tidak terjadi efek samping yang tidak diinginkan.

“Kementerian Kesehatan telah bergerak untuk melakukan vaksinasi guna memberi pertolongan dan ketenangan kepada masyarakat,” terang Nila.

Dalam rakor tersebut terungkap, bahwa program vaksinasi bagi anak-anak Indonesia oleh Kementerian Kesehatan RI masuk dalam program imunisasi wajib. Adapun sasaran program imunisasi milik pemerintah itu mencakup bayi (usia 0 – 11 bulan) sebanyak 4.869.932 anak; bayi di bawah tiga tahun (batita) sebanyak 4.772.462 anak; dan anak SD kelas 1 – 3 sebanyak 13.972.182 anak.

Sementara vaksin imunisasi yang disediakan oleh pemerintah meliputi sembilan jenis, yaitu vaksin hepatitis B rekombinan, BCG, trivalen Oral Polio Vaccine, bivalen Oral Polio Vaccine, Inactivated Polio Vaccine (IPV), campak, Difteri Tetanus (DT), Tetanus difteri (Td), dan pentavalen DPT-HB-Hib.

Selain itu, pemerintah juga setiap tahunnya mengalokasikan anggaran untuk penyediaan vaksin bagi seluruh anak yang menjadi sasaran program. Rakor tersebiut dihadiri pula oleh Menkes Nila F Moeloek; Kapolda Metro Jaya Moechgiyarto; Kepala Badan POM, Penny Kusumastuti Lukito; perwakilan dari Bio Farma, IDI, IDAI, IAI, dan undangan lainnya.

(humas Seskab)

Read more

Berikut Nama Petugas Paskibraka 2016

EkspresNews.com – Setelah menjalani seleksi ketat sejak akhir pekan lalu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara resmi mengumumkan 68 petugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas di Istana Negara, Jakarta, pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2016 mendatang.

Pelaksana Tugas Sekretaris Menpora (Sesmenpor)  Sakhyan Asmara dalam keterangan tertulisnya Selasa (26/7) menggatakan,  ke-68 petugas Paskibraka itu terdiri atas 34 putra dan 34 putri yang berasal dari 34 provinsi di tanah air. “Mereka terpilih dari 136 peserta yang mengikuti rangkaian seleksi yang digelar panitia,” ujarnya.

Seleksi itu, lanjut Sakhyan, meliputi delapan tahap, di antaranya tes fisik, ilmu pengetahuan, tes kesehatan hingga tes kemampuan individu.

Inilah ke-68 nama yang terpilh menjadi petugas Paskibraka 2016:

1. Aceh 
Rayhan Aditya Ramadhan
Cut Aura Maghfirah Putri

2. Sumatera Utara
Arsy Ardan Lubis
Fitri Faujiah

3. Sumatera Barat
Muhammad Fachri
Janatun Maqwa

4. Riau
M. Elzi Febriantino
Dinda Kamia Evkha Putri

5. Kepulauan Riau
Achmad Aridkara
Fionna Sharleen

6. Jambi
Aldi Trikurniawan
Sheila Roespinanda

7. Sumatera Selatan
Tri Wahyu Hambrata
Jennifer Gresyana Soputan

8. Bangka Belitung
Muhammad Ridho Agung
Andrea Nuzulia

9. Bengkulu
Ilham Massaid
Tasya Nabilah

10. Lampung
Ridho Ardiansyah
Sahara Nugra Diani

11. DKI Jakarta
Amarik Fakhri Marliansyah
Nilam Sukma Pawening

12. Jawa Barat
Alldi Padlyma Allamurochman
Gloria Natapradja Hamel

13. Banten
Muhammad Aditya Ersyah Lubis
Audrey Gabriella Yudiono Putri

14. Jawa Tengah
Stanley Otniel Nagatan
Tabriza Aqila Taqiyya

15. D.I. Yogyakarta
Muhamad Rival Hidayat
Adinda Awliya

16. Jawa Timur
Moch. Alvin Faruq Asshegaff
Melinnia Hilda Mareta

17. Bali
Komang Arya Ananta, S.P
A.A. Sg. Saviti Mahawishwa Karmani

18. Nusa Tenggara Barat
Biyan Kamaruzzaman
Loly Marissa Pratami

19. Nusa Tenggara Timur
Daniele Parlindungan Kause
Betrik Priscilla Fernandez

20. Kalimantan Barat
Muhammad Akbar
Nazya Martha

21. Kalimantan Tengah
Bima Arivaza Danurahman
Bela Ananda Anugrahni

22. Kalimantan Selatan
Abu Assadiki Ujudillah
Lawrenza Fifiyen Gafuri

23. Kalimantan Timur
Gery Yulisan Ramadhan
Jeanne Rahmawati Sari

24. Kalimantan Utara
Wahyu Brata
Musvika

25. Sulawesi Utara
Reyvelino Sasiang
Krisan Valerie Sangari

26. Sulawesi Barat
Chandra Gunawan
Ade Yuliana Iswan

27. Sulawesi Tengah
Ahmad Syaifullah Said
Lvana Bianti Lumanga

28. Sulawesi Tenggara
Syukran Maulana
Beatrix Tinduka

29. Sulawesi Selatan
Andi Tendri Sumpala
Almira Bellinda P

30. Gorontalo
Rahmat Duhe
Febiola Rauf

31. Maluku
Laurensius G.R. Rentanubun
Ayu Astria Umalekhoa

32. Maluku Utara
H. Argo Widyantama
Kartika Ridwan

33. Papua Barat
Daniel D.H. Sayori
Fifia Filafani Irjouw

34. Papua
Arnaldi Doncorys Waroy
Manasena Susana Gibannebit Giban.

(DNA/Humas Kemenpora/ES)

Read more