Sinar Matahari Bisa Buat Subsidi Listrik Turun

kompas.comEkspresnasional — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Jero Wacik mengatakan, pemerintah sedang berupaya mengurangi subsidi listrik. Salah satu caranya dengan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan meningkatkan pemakaian sumber bahan bakar lainnya dalam menghasilkan listrik.

“Selama kita menggunakan listrik, itu mayoritas menggunakan BBM bahan bakar, (seperti) solar dan bensin, maka cost-nya itu antara 36 sen sampai 40 sen dollar per kWh (kilo Watt hour),” ucap Jero yang linsir kompas.com Jumat (9/3/2012).

Sementara itu, jika menggunakan bahan bakar gas untuk menghasilkan listrik, maka biayanya sekitar 7 sen per kWh. Dengan batu bara bisa 6 sen per kWh, sedangkan geotermal bisa 6-9 sen per kWh.

“Nah kalau kita menggunakan tenaga matahari nanti sudah saya siapkan besar-besaran itu 10 tahun pertama 23 sen per kWh. Setelah 10 tahun berikutnya itu hanya 3-4 sen per kWh. Murah sekali karena enggak beli. Matahari enggak beli. Setiap hari dianugerahi oleh Tuhan,” tambah Jero.

Ia mengatakan, memang pada awalnya investasi untuk tenaga surya akan besar. Meskipun demikian, tenaga surya tetap lebih murah ketimbang penggunaan BBM. “Kalau itu dilakukan, subsidi PLN akan drop dengan drastis,” ungkapnya.

Selain itu, Jero bilang, ia dan Dirut PLN pun sudah bertekad tidak menggunakan BBM pada pembangkit listrik yang baru. Pilihan sumber bahan bakar hanya gas, batu bara, air, panas bumi, matahari, dan ampas tebu.(ab)

About the Author

has written 301 stories on this site.

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2013 EkspresNews. All rights reserved.
Powered by ekspresnews.com,Theme Editor by E.NEWS E-mail : redaksi@ekspresnews.com
Diterbitkan oleh CV. Kabarindo Ekspres