Menjaga Stabilitas Ekonomi Dalam Perang Corona

Editors choice
0

EkspresNews.com – Virus Corona berhasil menarik perhatian dunia. Akhir-akhir ini serangan virus corona membuat banyak negara berputar akal mencari solusi, pertama solusi antivirus dan yang kedua solusi untuk mengantisipasi pergerakan ekonomi masing-masing negara.

Penggunaan masker sudah menjadi barang wajib kemanapun bagi masyarakat dunia saat ini guna mengantisipasi “perang corona”.
( Foto : aljazeera.com )

Ungkapan bahwa tiada tempat yang aman di dunia ini sepertinya mulai berlaku. Kendati Masjidil Haram sekalipun yang jelas dan nyata ditorehkan didalam Kitab Suci Al Quran merupakan tempat teraman tak luput “diamankan” juga oleh Pemerintah Arab Saudi.

Imbauan demi imbauan juga telah bermunculan. Dari “work from home” hingga “learning from home” viral di media sosial. Termasuk hubungan sosial juga dilakukan “from home”. Namun, penulis saat ini masih sesekali muncul ke kantor untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab pada perusahaan.

Selain itu, instansi kesehatan pun mengimbau untuk menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Mulai dari cuci tangan hingga mengurangi kontak fisik dengan orang-orang sekitar. Bahkan, penulis juga tertarik adanya imbauan untuk tidak “pulang kampung” demi keselamatan orang-orang yang dicintai.

Menarik memang. Namun, beberapa kendala dan persoalan muncul satu persatu. Mulai dari bekerja dari rumah, tentu barang sekali atau dua kali tetap harus ke warung untuk membeli kebutuhan harian, itupun akan berjalan lancar kalau barang harian tidak diborong habis oleh mereka yang berduit tebal. Beberapa diantara barang harian tersebut juga sudah hilang dari peredaran, seperti masker dan sabun pencuci tangan.

Penulis mendapatkan cuitan dari salah satu akun twitter @MetroTV yang menuliskan begini, Wimboh: “Kita (OJK dan lembaga ekonomi dunia) bersama melakukan komunikasi dan (berikan) stimulus agar dampak ini bisa kita minimalisir. Saya rasa ada platform sendiri-sendiri, dan bukan berarti kita lakukan kebijakan yang sama.”

Peran serta pemerintah memang dituntut untuk segera dan memiliki solusi cerdas menghadapi perang corona ini. Ketua Umum KADIN, Rosan, P. Roeslani sebut menyambut baik kebijakan OJK yang berikan stimulus. Menurut Rosan hal ini memang diperlukan bagi pengusaha untuk menjaga cashflow perusahaan untuk bertahan.

Persoalannya adalah bagaimana memastikan issue pandemi ini segera dihentikan? Berapa jumlah yang akan menjadi korban? kita masih tunggu. Dan juga artinya dalam konteks ekonomi semuanya masih wait and see.

Gejolak hari ini market merespon dengan index turun sampai ke 4.300 dan Rupiah melemah di angka 15.400 itu juga berkorelasi positif dengan data jumlah korban yang dinyatakan positif covid-19.

Saya kira memang inti persoalannya adalah bagaimana kita memitigasi masalah corona itu sendiri. Pada poin ini kita perlu buat skenario. Apakah kemudian (wabah covid-19) memang akan bertahan lama? Ingat masih ada virus-virus lain yang juga butuh perhatian kita semua seperti DBD, TB, dan virus lainnya yang tingkat kematiannya cukup besar.

Semoga kita semua mendapat kesehatan dari Sang Pemilik Alam Semesta ini sehingga perang corona bisa selesai. Dunia pun berharap yang sama. Percayalah. Salam. (Abdimasa)

Penulis adalah Wartawan Utama dan bergiat aktif sebagai Konsultan Pengembangan Media pada Ekspres Business Consultant di Jakarta.

Comments

comments

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.