Oknum PNS Diduga Selingkuh

Oknum PNS Diduga Selingkuh

EkspresNews.com – Oknum pegawai negeri sipil (PNS) , inisial A, di Pasaman diduga selingkuh dengan Z. Perselingkuhan ini, menurut pengakuan warga juga pernah terjadi pada tahun 2014 silam.

Berdasarkan keterangan warga, perkara perselingkuhan pada tahun 2014 yang lalu sudah diselesaikan secara tertulis. Namun sayangnya, kejadian serupa kembali terjadi, Jumat (22/12/2017).

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat mengaku mendapati Z dalam keadaan tidak berbusana di kolam bawah rumah A. “Saya sempat memukul Z dan menyita dompet beserta tanda pengenalnya,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.

Kendati demikian, A yang ditemui EkspresNews menyangkal telah melakukan selingkuh bersama Z. “Tidak benar ada perselingkuhan,” ungkap A. (Robby)

Read more
Perkumpulan Qbar Tawarkan Penyelesaian Konflik SDA

Perkumpulan Qbar Tawarkan Penyelesaian Konflik SDA

EkspresNews.com – Perkumpulan Qbar bersama Impartial Mediator Network (IMN) yang memiliki fokus terhadap isu-isu berkaitan sumber daya alam mengadakan “Ngopi Sore” bertajuk Dinamika Konflik Sumber Daya Alam Sumatera Barat, Rabu (20/12/2017) di Padang.




Pegiat Perkumpulan Qbar, Mora Dingin, menjelaskan dari catatan Komnas HAM Sumbar sepanjang tahun 2017 terdapat 13 kasus konflik sumber daya alam diberbagai sektor. “Dalam pengamatan dan analisis Perkumpulan Qbar sepanjang tahun 2017 di Sumatera Barat terdapat 27 kasus konflik sumber daya alam dengan luas 14.352 ha yang melibatkan 151.507 jiwa,” terangnya dalam kegiatan “Ngopi Sore”.

Isu-isu konflik yang dominan terjadi, dikatakan Mora seperti Hak Ulayat, Ganti Rugi Lahan, Alih Fungsi Lahan, Bagi Hasil, dan Ruang Kelola. “Penyelesaian konflik tersebut berdasarkan publikasi dalam tahun 2017 cenderung dengan menempuh jalur litigasi. Memang kita tidak menafikan lagi, bahwa aktor yang terlibat adalah masyarakat, pemerintah, dan perusahaan,” jelas Mora.

Mora dalam paparanya, Qbar merekomendasikan pemerintah harus memperkuat kebijakan yang membuka ruang untuk mendorong penyelesaian konflik sumber daya alam melalui jalur alternatif seperti mediasi. Lebih lanjut, bisa dilakukan dengan memperkuat kebijakan dan pelaksanaan yang menguatkan hak ulayat masyarakat. 

“Misalnya Perda TUP, Perda Peran Serta Masyarakat Dalam Perlindungan Hutan, Pengakuan Hukum Adat sebagai Hutan Adat. Serta perlu perlindungan keberadaan hutan Sumbar dari serbuan investasi dan perlu pendekatan pembangunan kehutanan yang berorientasi kepada masyarakat,” tambah Mora.

Selain itu, rekomendasi Qbar untuk menyelesaikan konflik sumber daya alam yaitu dengan sinkronisasi atau harmonisasi kebijakan dan pemanfaatan ruang akses kelola masyarakat terdapat sumber daya alam yang telah diberikan oleh negara sebagai salah satu langkah menekan laju konflik sumber daya alam. 

Direktur Eksekutif IMN Ahmad Djajali menyebutkan Sumatera Barat, dalam catatannya memiliki 7 konflik kehutanan. “Namun, sepanjang tahun ini secara nasional kami baru bisa menyelesaikan 17 kasus dari 200 lebih laporan yang masuk,” ujarnya.

Pada dasarnya, dikatakan Zazali, proses penyelesaian kasus konflik sumber daya alam yang digunakan oleh IMN adalah mediasi. “Kami menilai jika dilaksanakan penyelesaian konflik dengan jalur hukum, menurut kami cukup lama karena ada proses banding kasasi hingga ke MK,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof Afrisal mengatakan dari seluruh sektor konflik yang paling sulit diselesaikan adalah persoalan tambang. “Sektor pertambangan, menurutnya posisinya kokoh dan tidak rentan. Lalu, kita harus menyikapi konflik-konflik agraria ini dengan lembaga-lembaga atau komunitas yang terbelah. Sehingga pendampingan atas konflik menjadi tantangan bagi komunitas ini,” terangnya.

Lebih lanjut, Pakar Sosiologi FiSIP Universitas Andalas ini juga menyebutkan bahwa lembaga internasional menganggap isu terkait tambang tidak menarik jika dibanding isu hutan dan sawit.

(A.M)

Read more
Peringati Hari Ibu, Pesantren Dr. M. Natsir Gelar Berbagai Lomba

Peringati Hari Ibu, Pesantren Dr. M. Natsir Gelar Berbagai Lomba

WhatsApp Image 2017-12-20 at 10.43.40

EkspresNews.com – Pondok Pesantren Dr. M. Natsir Batu Bagiriak Alahan Panjang Kabupaten Solok kembali mengadakan kegiatan dalam memperingati Hari Ibu Nasional yang ke 89. Ini adalah acara rutin yang selalu digelar sejak tujuh tahun terakhir ini.

Pimpinan Pondok Pesantren Dr M. Natsir Darman, BA, sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif apa saja yang akan diselenggarakan di sekolah tersebut. Apalagi, kegiatan yang banyak manfaatnya bagi sekolah, siswa, dan orang lain. Ia katakan, tema yang diusung, Raih Surga Hormati Ibu, Sukses Dunia Sayangi Ibu, hendaknya benar-benar didalami oleh santri dan santriah pondok pesantren.




“Ibu adalah orang pertama yang mendidik kita. Jadi, hargailah ibu, maka surga akan didapat dan sukses dunia juga akan diraih,” katanya saat pembukan perlombaan tersebut pada Rabu (20/12).

Selain itu, Kepala Sekolah MTS Pondok Pesantren Dr. M. Natsir Rosmawati sangat mengapresiasi kegiatan yang diusung oleh kelompok Ilmiah Remaja (KIR) tersebut. Ia katakan, dalam hal ini, panitia sudah melakukan dengan sangat baik. “Mereka sudah bersusah payah mengangkat acara ini. Mulai dari minta sumbangan dari pintu ke pintu, pasar, dan bahkan mengajukan proposal. Sementara, mereka juga belajar, ujian, dan classmeeting. Saya bangga dan sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Abdurrahman Hidayat mengatakan, memperingati hari ibu adalah kegiatan rutin yang juga dilakukan pondok Pesantren Dr. M. Natsir. Berbagai kegiatan, katanya dilombakan pada hari tersebut. “Untuk tahun ini, peringatan hari ibu dimeriaahkan oleh lomba membaca puisi dan pidato untuk tingkat SD serta lomba menulis surat Cinta untuk ibu tingkat SMP dan SMA. Selain itu, juga ada donor darah, ” jelasnya.

Anggota KIR tersebut juga mengatakan, mengenai lomba menulis surat Cinta untuk ibu, tahun ini mengalami penurunan peserta bila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. “Tahun ini, hanya 32 surat yang masuk, tapi tahun sebelumnya mencapai 70 surat,” katanya.

Ia katakan, setelah menghubungi beberapa sekolah yang tidak mengirimkan peserta dalam perlombaan tersebut, banyak yang mengatakan karena sedang sibuk mengurus nilai untuk penerimaan rapor nanti.

Ia berharap, kegiatan ini, tidak hanya sebatas perlombaan , untuk menentukan siapa yang baik dan lebih baik. Akan tetapi, katanya, peserta mesti mengambil banyak manfaat, seperti lebih meningkatkan rasa menghargai dan mencintai orang tua. Kemudian, juga ajang untuk mencari teman. (Aa)

Read more
Gempa Tektonik 4,6 SR Goncang Pesisir Selatan

Gempa Tektonik 4,6 SR Goncang Pesisir Selatan

EkspresNews.com – Gempa tektonik berkekuatan 4,6 SR mengoncang Painan, Pesisir Selatan. Getaran tidak hanya dirasakan oleh warga Painan saja, tetapi juga dirasakan oleh sebagian warga Padang dan Padang Panjang.




Gempa tersebut sempat membuat kaget warga yang berada dikawasan pesisir Kota Painan. Kendati tidak berpotensi Tsunami, warga tetap mewaspadai gempa susulan yang bisa saja terjadi.

“Benar, kami merasakannya walau sekali hentak saja,” ujar Indra (39) salah seorang warga Painan kepada EkspresNews, Minggu (17/12/2017).

Gempa terjadi pukul 19.12 WIB berada pada titik koordinat 1.81 Lintang Selatan dan 100.42 Bujur Timur, dengan pusat gempa berada di lautan sekitar 54 kilometer selatan Painan pada kedalaman 18 kilometer.

Kepala BMKG Padang Panjang, Rahmat Triyono mengimbau kepada masyarakat khususnya di sekitar Pessel, Padang Panjang dan Padang agar tetap tenang dan selalu meningkatkan kewaspadaan.

“Gempa bumi ini tidak berpotensi Tsunami, tapi tetap waspada dengan gempa susulan,” ujarnya.

Sementara itu, Firmansyah (32) salah seorang warga Padang mengatakan merasakan getaran gempa. “Cukup terasa kuat, namum hanya sekali goyang saja. Setelah dicek di twitter BMKG, ternyata pusatnya di Painan. Alhamdulillah tidak berpotensi Tsunami,” ujarnya.

Ia berharap tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. “Yang terpenting kita semua tetap didalam lindungan tuhan,” ungkapnya. (Ilham)

Read more
Sertijab Kapolres Pasaman Meriah, Wakil Bupati Pamer Suara

Sertijab Kapolres Pasaman Meriah, Wakil Bupati Pamer Suara

EkspresNews.com – Acara serah terima jabatan (Sertijab) Kapolres Pasaman, berlangsung meriah. Pisah sambut Kapolres Pasaman, antara AKBP Reko Indro Sasongko, SH sebagai pejabat lama digantikan AKBP Hasanuddin, S.Ag sebagai pejabat baru yang digelar di  Gedung Bhayangkara Polres Pasaman, Sumatera Barat, Senin (11/12/2017).

Dalam sambutan perpisahannya, Reko menyampaikan terima kasih kepada semua jajaran Polres Pasaman ,serta dukungan dari pemerintah dan semua elemen masyarakat yang selama ini sudah bersama dirinya mengabdikan diri dalam melayani dan mengayomi masyarakat.




“Dalam bertugas terkadang ada pertemuan ada pula perpisahan, namun dalam waktu kurang lebih dua tahun semua elemen sudah bekerja sama di Kabupaten Pasaman, dan selanjutnya untuk melanjutkan tugas kami ke depan adalah Kapolres yang baru AKBP Hasanuddin, S.Ag,” tuturnya.

Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama beserta Ny. Mira Delima mengucapkan terima kasih kepada Kapolres yang lama dan mengucapkan selamat datang kepada Kapolres baru, sambil menyanyikan sebuah lagu.

Di sisi lain, Kapolres Pasaman yang baru AKBP Hasanuddin,S.Ag, sebelumnya pernah menjabat Kapolres Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat menuturkan untuk memohon izin kepada seluruh elemen masyarakat, dari berbagai pihak dan pemerintah daerah agar bisa diterima di Pasaman.

“Sebagai Kapolres Pasaman yang baru, saya mohon ijin untuk masuk dan melaksanakan tugas disini, kepada senior saya pak Reko, kepada seluruh elemen masyarakat, dan pemerintah Pasaman, untuk dapat bekerja sama, dalam berbagai hal, dalam melayani dan mengayomi masyarakat,” ujarnya. (Robby)

Read more