283 Siswa Baru SMAN 1 Padang Panjang jalani MPLS

283 Siswa Baru SMAN 1 Padang Panjang jalani MPLS

EkspresNews.com – Sebanyak 283 Siswa baru SMAN 1 Padang Panjang menjalalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ditandai dengan pengalungan tanda peserta secara simbolis oleh Wakil Walikota Padang Panjang Mawardi di akhir upacara bendera, Senin, (18/7). Turut Hadir, Kepala Dinas Pendidikan Padang Panjang Desmon beserta Pejabat lainnya.

Wakil Walikota Mawardi menyampaikan agar siswa baru yang menjalani MPLS nantinya bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang baru sehingga bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan baik.

Mawardi juga menekankan agar para Siswa bisa menghormati Para pengajar, Kawan kawan dan lingkungannya. Kepada wali murid Ia juga berpesan untuk mengikhlaskan anaknya dididik tanpa ada presepsi negatif yang sering berkembang belakangan ini.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Devi Hariyanti mengatakan bahwa MPLS yang dilakasanakan selama tiga hari tersebut adalah sesuai dengan petunjuk teknis permendikbud no 18, yaitu mengenalkan siswa dengan lingkungan sekolah.

“Kita juga menyesuaikan dengan visi sekolah SMAN 1 yang religius. Nantinya mereka akan dibekali dengan program iman dan takwa (imtak), Kemudian dalam tiga hari ini mereka dapat mengenal bagaimana lingkungannya, bagaimana menggali potensi dirinya. Untuk Sekolah SMAN 1 mempunyai program tahfiz Alquran, kita akan membiasakan siswa dengan Alquran,” katanya.

(Rel)

Read more
MOS Diambil Alih Sekolah, Siswa Baru Lega

MOS Diambil Alih Sekolah, Siswa Baru Lega

EkspresNews.com – Seperti tidak mau terulang kejadian tahun lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melarang kegiatan Masa Orientasi Sekolah (MOS) untuk siswa baru yang dikordinir oleh siswa senior. “Sangat bagus lah, ini kan yang selalu menjadi momok bagi siswa baru,” ujar Rangga salah seorang siswa baru di SMA negeri di kota Padang.

Rangga menilai dengan dikordinirnya nanti oleh guru, tentu akan lebih banyak kegiatan bermanfaat saat kegiatan pengenalan sekolah. “Saya SD – SMP di luar negeri, Australia, tidak ada kegiatan aneh-aneh dari senior, malah mereka membimbing siswa baru untuk tahu dengan cara yang normal, bukan aneh, memakai atribut yang sepertinya bodoh. Sudah ada tas, kita disuruh pakai karung, sudah ada dasi yang pagus, malah disuruh beli pete, kan lucu,” ujar Rangga kepada EkspresNews, Minggu (17/7).

Di sekolah, nantinya MOS diganti dengan pengarahan dari guru-guru selama tiga hari. Ia sama sekali tidak diwajibkan membawa atribut aneh yang kerap mewarnai pelaksanaan orientasi siswa baru.

Kendati demikian, Rina siswa baru SMA Negeri di Kota Padang merasa senang dengan kebijakan tersebut. Namun, Rina merasa sedih mengingat banyak momen unik dan berkesan yang bisa didapat dari MOS.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melarang siswa mengadakan MOS untuk menghindari aksi perploncoan atau bullying hingga kekerasan yang dilakukan senior terhadap adik kelas yang baru masuk sekolah. Kini, pengenalan lingkungan sekolah harus dilaksanakan guru di sekolah yang bersangkutan dengan kegiatan edukatif dan menyenangkan.

(Intan)

Read more
30 Eks Pelajar Berpeluang ke Thailand

30 Eks Pelajar Berpeluang ke Thailand

EkspresNews.com – Sahid Jaya Hotel Jakarta akan terbangkan 30 putra-putri kota Payakumbuh lulusan SMA dan SMK ke Thailand. Sebelumnya, para eks pelajar ini akan diberikan pembekalan tentang perhotelan dan pariwisata selama 3 bulan. Diklat yang dijadwalkan dimulai 3 Agustus mendatang,  akan dilaksanakan di  SMKN 3 Payakumbuh. Instruktur diklat didatangkan langsung dari Sahid Jaya Hotel Jakarta dan dibantu guru-guru SMKN  3 kota ini.

Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi didampingi Staf Ahli Walikota Bidang SDM, Hj. Ruslayetti, di balaikota di Bukik Sibalik Payakumbuh, Rabu (13/7), menginformasikan, kegiatan itu tindak lanjut kerjasama Pemko Payakumbuh dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid Jakarta yang disepakati, Mei lalu. Dalam rangka melahikan SDM profesional dibidang kepariwisataan dan perhotelan. Selama diklat, didanai oleh APBD Payakumbuh.

Ke-30 eks pelajar terpilih tersebut, sebelumnya, mendaftarkan diri ke Pemko Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan. Pemko menilai, 30 pelajar putera daerah Payakumbuh itu, telah memenuhi persyaratan untuk mempelajari manajemen perhotelan dan pariwisata serta mampu bersaing.

Pasca diklat, sebut walikota, bagi mereka yang memenuhi kompetensi akan diberangkatkan ke negara Thailand untuk melaksanakan magang. Tak tertutup kemungkinan, semuanya diterbangkan ke Thailand, jika memang semuanya telah memenuhi kompetensi.

Yang paling menarik dari semua ini adalah, usai magang di Thailand, para eks pelajar ini akan diberikan sertifikat yang menjadi pintu masuk bekerja di hotel di negara-negara ASEAN.  Dan tak kalah menarik, tambah walikota, kegiatan ini membuka lapangan kerja bagi putra-putri Payakumbuh, mengurangi pengangguran, bahkan mengurangi angka kemiskinan.

(Arief Wisa)

Read more