ISI Tetap di Padang Panjang

ISI Tetap di Padang Panjang

EkspresNews.com – ISI Padang Panjang tidak akan pindah. Kami akan tetap disini, karena orang sudah tahu bahwa ISI itu ada dan berkembang di Padang Panjang. Demikian antara lain disampaikan Purek I ISI Padang Panjang Ediwar, M.Hum, Ph.D diruangannya, didampingi Purek II Purwo Prihatin, S.Sn, M.Hum dan Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi (AAKPSI) Drs. Ali Umar, MM, Rabu, (15/3).
Dikatakan, demi perkembangan ISI selanjutnya, Pemkab Padang Pariaman menyediakan lahan seluas 40 HA. Lahan tersebut bertempat di Nagari Kepala Hilalang Kecamatan 2×11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman dan telah diserahkan secara resmi oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni kepada Menteri Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak,  yang kemudian diserahkan kepada Rektor ISI Padang Panjang Prof. Dr. H. Novesar Jamarun, MS.
Lebih lanjut dikatakan, lahan tersebut akan dingunakan untuk membangun kampus 2 ISI Padang Panjang. Perluasan ini juga akan diiringi dengan pengembangan fakultas dan prodi baru. Direncanakan meliputi Fakultas Pendidikan Seni, Fakultas Ilmu Budaya dan lainnya. Dengan 2 fakultas yang ada sekarang, ditargetkan akan ada 6 fakultas yang nantinya akan kelola. Seiring pengembangan tersebut nantinya ISI Padang Panjang juga akan berganti nama menjadi Universitas Seni Budaya Indonesia (USBI).
Bahkan 2017 ini kami akan membangun asrama kampus yang masih tetap berlokasi di Padang Panjang. Kabupaten Padang Pariaman memang menyediakan sekitar 605 Hektar tanah untuk pembangunan Rumah sakit, Perguruan Tinggi dan lainnya. Berbarengan dengan ISI Padang Panjang, Universitas Negeri Padang, Poli Teknik Negeri Padang dan beberapa perguruan tinggi lainnya yang juga telah mendapat tanah hibah dari Pemkab Padang Pariaman.
(AS)
Read more
20 Siswa SD Negeri 13 Tuapejat Terima KIP

20 Siswa SD Negeri 13 Tuapejat Terima KIP

EkspresNews.com – Penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk Daerah Kepulauan Mentawai sudah mulai terdistribusi ke siswa. Khusus untuk Sekolah Dasar (SD) Negeri 13 Tuapejat, ada 20 siswa yang telah menerima KIP.
Hal ini dikatakan Kepala SD Negeri 13 Tuapejat Julti Saogo pada penyerahan KIP kepada orang tua siswa di Aula SD Negeri 13 Tuapejat, Sabtu (18/2/2017). “KIP tersebut sudah diterima oleh siswa dan langsung kami serahkan kepada orang tua siswa bersangkutan,” katanya.

Julti menambahkan tujuan penyeluran bantuan pendidikan melalui program KIP oleh pemerintah guna menyetarakan kwalitas pendidikan masyarakat kurang mampu dengan masyarakat mampu. Adapun, mengenai cara pengambilan dana KIP tersebut melalui bank penyalur seperti bank BRI dengan membawa bukti pendukung seperti foto copy rapor atau kartu pelajar dan KTP orang tua. “Pencairannya melalui Bank. Orang tua siswa langsung menghubungi bank dengan membawa bukti pendukung,” jelasnya.

Pencairan semester pertama tahun 2017 mulai dilakukan pada 18 Februari sampai 30 Juni 2017. Adapun besaran bantuan yang diterima siswa melalui KIP, untuk SD sebesar Rp 225 ribu/semester, SMP sebesar Rp 375 ribu/semester dan SMA sebesar Rp 500 ribu/semester. Ia berharap orang tua siswa penerima KIP harus benar-benar menggunakan bantuan tersebut untuk kebutuhan pendidikan anak. Karena pihak sekolah akan mengevaluasi kembali penggunaan KIP tersebut. “Kita akan evaluasi penggunaan KIP tersebut, jika orang tua menyalah gunakan bantuan dari pemerintah ini, kami akan tarik kembali KIP nya,” tegasnya. (Nobel)

Read more
Polemik Dunia Pendidikan Sumbar, Tak Bayar, Tak Ujian, Ijazah Dibakar 

Polemik Dunia Pendidikan Sumbar, Tak Bayar, Tak Ujian, Ijazah Dibakar 

Lagi-lagi dunia pendidikan makin buram. Saban hari terberitakan soal mutu pendidikan yang kian merosot, apalagi muncul pemberitaan terkait Lembar Kerja Siswa yang memuat konten tak wajar. Lalu ada pula uang sekolah yang jadi persoalan, bukankah pendidikan di Indonesia sudah gratis?

sekolahEkspresNews.com – Kabupaten Tanah Datar misalnya, kalau uang komite tidak dibayarkan maka nomor ujian tidak akan diberikan kepada siswa. Konsekuensinya tentu tidak ikut ujian dan tidak lulus.

Hal tersebut ditegaskan oleh seorang oknum guru SD 13 Kecamatan Sungai Tarab kepada murid kelas VI 3 hari menjelang ujian nasional. Penegasan tersebut membuat orang tua dan murid menangis karena harus kocar-kacir mencari uang pembayar uang komite tersebut.
Bahkan ada yang telah lulus, tapi hingga 3 bulan setelahnya tidak juga Ijazah yang dikeluarkan. “Sudah ujian midsemester pula anak saya yang di SMP, belum juga keluar ijazahnya,” ujar salah seorang walimurid kepada Indonesia Raya (afiliasi EkspresNews).

Sementara itu, kepala sekolah SD 13 Hj Mar atas penegasan salah seorang oknum guru mengatakan bahwa ada setoran sebesar Rp 9000 ke Kecamatan untuk setiap murid yang ikut ujian. “Dari mana uang setoran itu kami ambilkan, kalau tidak dari murid, disamping itu belum lagi biaya untuk penulisan ijazah,” ungkap Mar.

Padahal, sebelumnya menurut pihak pemerintah, tidak ada alasan anak untuk tidak sekolah dan tidak ada pungutan apapun dari sekolah. Bahkan pelajar dari SD sampai SLTP hanya tinggal belajar dan orang tua tidak perlu memikirkan uang sekolah lagi.

Program ini sejatinya untuk mencerdaskan anak bangsa namun dicederai oleh kelakuan oknum-oknum pencuri yang berbalut kedinasan seperti pihak sekolah dan pihak kecamatan.

Ilustrasi-SekolahSementara itu di SMK 1 Kecamatan Tanjung Raya Agam, salah seorang oknum bendahara komite Sulasmi menyampaikan nota keuangan dana komite anggaran 2015-2016 sekolah tersebut pada rapat paripurna komite SMK Negeri 1Tanjung Raya, Sabtu awal bulan lalu di sekolah tersebut.

Sulasmi menjelaskan pada tahun lalu dimana para murid di sekolah ini berjumlah 986 siswa dengan rincian kelas 1428, kelas II 309, kelas III 249 siswa dan tiap siswa dipungut iuran sekolah sebesar Rp 90 000 tiap bulannya, namum sampai akir tahun ajaran 2016 lalu di SMK ini terdapat beberapa siswa yang tidak atau belum melunasi iyuran tersebut, baik di tingkat kelas 1, 2 dan kelas tiga.

Menurutnya, bagi siswa kelas III yang telah menamatkan pendidikan terhadap 40 siswa yang belum melunasi kewajiban dalam membayar iuran tersebut. “Oleh karena itu ijazahnya harus kami tahan dan tidak akan kami berikan jika tidak dilunasi segera. Kalau tidak juga dibayarkan akan kami bakar,” ujarnya.

Bahkan, walimurid yang hadir dalam rapat komite itu menjadi geram mendengar ancaman Sulasmi yang akan membakar ijazah tersebut jika tidak melunasi uang sekolah dan uang pengambilan ijazah.

Usai Sulasmi menyampaikan nota keuangannya, Ketua Komite H.Sy dt Paduko basa langsung mengklarifikasi pernyataan Sulasmi. “Itu hanya bercanda,” ungkapnya dihadapan walimurid.

Mengenai ancaman bendahara komite Sulasmi, beberapa walimurid yang hadir mengecam penyampaian bendahara yang akan membakar ijazah bagi siswa yang belum melunasi kewajibannya. “Kami sangat menyayangkan ucapan Sulasmi dalam sidang komite, apalagi dilontarkan oleh seorang guru yang harusnya menjadi contoh,” ujar Bennovit kepada Indonesia Raya. (Datuok & Dt TM)

Read more
Empat Sekolah Sehat Padang Panjang Dinilai Provinsi

Empat Sekolah Sehat Padang Panjang Dinilai Provinsi

EkspresNews.com – Empat sekolah di Padang Panjang telah disiapkan untuk mengikuti Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi. Keempat sekolah itu ialah : MAN Gunung, SMPN 2, SDN 13 Ganting dan TK Pertiwi Padang Panjang. Pemko Padang Panjang telah menyiapkan sekolah sekolah ini untuk dinilai oleh tim.

Demikian antara lain disampaikan Wakil Walikota Padang Panjang, Mawardi dalam sabutannya pada Acara Penyambutan Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tahun 2016 Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Padang Panjang, Rabu, (14/9). Hadir pada kesempatan itu Kadis Pendidikan Desmon, Kakan Kemenag Alizar Chan, Kadis Kesehatan Rio Afdanelly, Ketua Komite MAN Gunung Novi Hendri dan sejumlah pejabat lainnya.

Dari tim penilai hadir: Firza MKM, Bulhanifah, Mukhlis Arif dan Nurjamiah. Ketua Tim Penilai Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Firza menyebutkan, dia akan menilai setiap ruang ruang yang ada di sekolah sampai kantin sekolah. Kemudian juga pustaka, labor, tempat sampah, kamar mandi. Sekretariat kecamatan dan tim pelaksana sekolah juga akan dia nilai. Dia menyebutkan seluruh aspek kehidupan di sekolah akan dinilai oleh tim. Kebersihan sekolah sangat berpengaruh pada kesehatan anak didik.

Dia menambahkan jika ada nanti yang tampil sebagai juara, itu hanya sasaran antara. Sedangkan tujuan yang utama dalam kegiatan ini, adalah bagaimana mengwujudkan, anak anak bangsa yang sehat dan berkualitas. Disebutkan, salah satu cara mengwujudkan anak bangsa yang sehat berkualitas, adalah diadakan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Untuk mengevaluasi kegiatan UKS ini diadakan Lomba Sekolah Sehat (LSS).

Sementara Ketua Komite MAN Gunung, Novi Hendri, salah satu sekolah yang dinilai menyebutkan, pihaknya akan memberikan yang terbaik dalam memajukan sekolah yang sedang dinilai oleh tim. Pihaknya selalu monitoring, memberikan pengawasan dan terlibat langsung dalam lomba sekolah sehat ini.

(Humas)

Read more
Kelas Inspirasi Padang #4 Sukses; Membangun Mimpi Anak Indonesia

Kelas Inspirasi Padang #4 Sukses; Membangun Mimpi Anak Indonesia

Gerakan Kelas Inspirasi Padang yang ke empat, serentak mengadakan Hari Inspirasi di sembilan Sekolah Dasar Negeri yang tersebar di sepuluh kecamatan se-Kota Padang pada 5 September 2016.

EkspresNews.com – Gerakan yang merupakan bagian dari Komunitas Indonesia Mengajar ini sudah keempat kali mengadakan kegiatan Hari Inspirasi di Kota Padang. Kelas Inspirasi adalah kegiatan yang menghadirkan berbagai macam profesi ke dalam kelas untuk memperluas pengetahuan cita-cita anak Indonesia.

Komunitas Kelas Inspirasi menjelaskan, setelah kegiatan briefing pada 28 Agustus 2016 lalu di Sekolah Alam Minangkabau Ulak Karang, para relawan pengajar dari berbagai macam profesi bersama relawan pendamping dan relawan dokumenter melaksanakan Hari Inspirasi di sekolah dasar masing-masing yang telah ditetapkan oleh Pegiat Kelas Inspirasi Padang.

Untuk tahun ini, Kelas Inspirasi akan diadakan di SDN 31 Pasar Ambacang, SDN 23 Pasir Sebelah, SDN 09 Berok, SDN 38 Seberang Padang, SDN 05 Jaruai, SDN 10 Lubuk Begalung, SDN 21 Bandar Buat, SDN 17 Gunung Pangilun, SDN 32 Andalas.

Bentuk kegiatan ini adalah para profesional (Polisi, Dokter, Dosen, Pegawai, Apoteker, dan lainnya) mengambil cuti satu hari, untuk masuk ke kelas sekolah dasar dan memberikan ilmu dan pengetahuan tentang profesinya masing-masing kepada para siswa. “Tujuannya adalah untuk memperluas pengetahuan siswa terhadap profesi yang ada di Indonesia bahkan dunia,” tulis Kelas Inspirasi.

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa untuk mengenal lebih banyak lagi proesi yang ada di Indonesia, seperti yang disampaikan oleh Billy Harnaldo Putra, M.Si yang merupakan dosen di salah satu perguruan tinggi di Bukittinggi. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk anak sekolah dasar dan kegiatan seperti ini sebaiknya dilanjutkan dan dikembangkan dari segi relawan pengajar, persiapan kegiatan dan sekolah yang akan dituju,” ujarnya.

Walaupun hujan turun hampir di seluruh wilayah Kota Padang pada hari kegiatan, namun tidak menyurutkan para relawan untuk melaksanakan kegiatan yang diakhiri dengan penulisan cita-cita dan diaplikasikan pada media yang telah disiapkan oleh masing-masing relawan di sekolah.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini, karena berdamapk positif bagi siswa-siswinya. “Kami dari pihak sekolah sangat mengapresiasi kegiatan Kelas Inspirasi ini, kalau bisa satu kali per bulan kita adakan kegiatan ini,” kata Krisnaini Burhan, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 10 Lubuk Begalung.

Kegiatan Kelas Inspirasi Padang ini diakhiri dengan kegiatan refleksi yang diadakan dihari yang sama di aula Pustaka Daerah Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.

Koordinator Umum Kelas Inspirasi Padang, Rica Julia F, SE mengucapkan terimakasih kepada seluruh relawan. “Saya mewakili seluruh Pegiat Kelas Inspirasi Padang mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh relawan yang mendukung  pelaksanaan kegiatan ini sehingga dapat berjalan lancar,” ujarnya.

(Jul)

Read more