Empat Sekolah Sehat Padang Panjang Dinilai Provinsi

Empat Sekolah Sehat Padang Panjang Dinilai Provinsi

EkspresNews.com – Empat sekolah di Padang Panjang telah disiapkan untuk mengikuti Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi. Keempat sekolah itu ialah : MAN Gunung, SMPN 2, SDN 13 Ganting dan TK Pertiwi Padang Panjang. Pemko Padang Panjang telah menyiapkan sekolah sekolah ini untuk dinilai oleh tim.

Demikian antara lain disampaikan Wakil Walikota Padang Panjang, Mawardi dalam sabutannya pada Acara Penyambutan Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tahun 2016 Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Padang Panjang, Rabu, (14/9). Hadir pada kesempatan itu Kadis Pendidikan Desmon, Kakan Kemenag Alizar Chan, Kadis Kesehatan Rio Afdanelly, Ketua Komite MAN Gunung Novi Hendri dan sejumlah pejabat lainnya.

Dari tim penilai hadir: Firza MKM, Bulhanifah, Mukhlis Arif dan Nurjamiah. Ketua Tim Penilai Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Firza menyebutkan, dia akan menilai setiap ruang ruang yang ada di sekolah sampai kantin sekolah. Kemudian juga pustaka, labor, tempat sampah, kamar mandi. Sekretariat kecamatan dan tim pelaksana sekolah juga akan dia nilai. Dia menyebutkan seluruh aspek kehidupan di sekolah akan dinilai oleh tim. Kebersihan sekolah sangat berpengaruh pada kesehatan anak didik.

Dia menambahkan jika ada nanti yang tampil sebagai juara, itu hanya sasaran antara. Sedangkan tujuan yang utama dalam kegiatan ini, adalah bagaimana mengwujudkan, anak anak bangsa yang sehat dan berkualitas. Disebutkan, salah satu cara mengwujudkan anak bangsa yang sehat berkualitas, adalah diadakan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Untuk mengevaluasi kegiatan UKS ini diadakan Lomba Sekolah Sehat (LSS).

Sementara Ketua Komite MAN Gunung, Novi Hendri, salah satu sekolah yang dinilai menyebutkan, pihaknya akan memberikan yang terbaik dalam memajukan sekolah yang sedang dinilai oleh tim. Pihaknya selalu monitoring, memberikan pengawasan dan terlibat langsung dalam lomba sekolah sehat ini.

(Humas)

Read more
Kelas Inspirasi Padang #4 Sukses; Membangun Mimpi Anak Indonesia

Kelas Inspirasi Padang #4 Sukses; Membangun Mimpi Anak Indonesia

Gerakan Kelas Inspirasi Padang yang ke empat, serentak mengadakan Hari Inspirasi di sembilan Sekolah Dasar Negeri yang tersebar di sepuluh kecamatan se-Kota Padang pada 5 September 2016.

EkspresNews.com – Gerakan yang merupakan bagian dari Komunitas Indonesia Mengajar ini sudah keempat kali mengadakan kegiatan Hari Inspirasi di Kota Padang. Kelas Inspirasi adalah kegiatan yang menghadirkan berbagai macam profesi ke dalam kelas untuk memperluas pengetahuan cita-cita anak Indonesia.

Komunitas Kelas Inspirasi menjelaskan, setelah kegiatan briefing pada 28 Agustus 2016 lalu di Sekolah Alam Minangkabau Ulak Karang, para relawan pengajar dari berbagai macam profesi bersama relawan pendamping dan relawan dokumenter melaksanakan Hari Inspirasi di sekolah dasar masing-masing yang telah ditetapkan oleh Pegiat Kelas Inspirasi Padang.

Untuk tahun ini, Kelas Inspirasi akan diadakan di SDN 31 Pasar Ambacang, SDN 23 Pasir Sebelah, SDN 09 Berok, SDN 38 Seberang Padang, SDN 05 Jaruai, SDN 10 Lubuk Begalung, SDN 21 Bandar Buat, SDN 17 Gunung Pangilun, SDN 32 Andalas.

Bentuk kegiatan ini adalah para profesional (Polisi, Dokter, Dosen, Pegawai, Apoteker, dan lainnya) mengambil cuti satu hari, untuk masuk ke kelas sekolah dasar dan memberikan ilmu dan pengetahuan tentang profesinya masing-masing kepada para siswa. “Tujuannya adalah untuk memperluas pengetahuan siswa terhadap profesi yang ada di Indonesia bahkan dunia,” tulis Kelas Inspirasi.

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa untuk mengenal lebih banyak lagi proesi yang ada di Indonesia, seperti yang disampaikan oleh Billy Harnaldo Putra, M.Si yang merupakan dosen di salah satu perguruan tinggi di Bukittinggi. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk anak sekolah dasar dan kegiatan seperti ini sebaiknya dilanjutkan dan dikembangkan dari segi relawan pengajar, persiapan kegiatan dan sekolah yang akan dituju,” ujarnya.

Walaupun hujan turun hampir di seluruh wilayah Kota Padang pada hari kegiatan, namun tidak menyurutkan para relawan untuk melaksanakan kegiatan yang diakhiri dengan penulisan cita-cita dan diaplikasikan pada media yang telah disiapkan oleh masing-masing relawan di sekolah.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini, karena berdamapk positif bagi siswa-siswinya. “Kami dari pihak sekolah sangat mengapresiasi kegiatan Kelas Inspirasi ini, kalau bisa satu kali per bulan kita adakan kegiatan ini,” kata Krisnaini Burhan, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 10 Lubuk Begalung.

Kegiatan Kelas Inspirasi Padang ini diakhiri dengan kegiatan refleksi yang diadakan dihari yang sama di aula Pustaka Daerah Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.

Koordinator Umum Kelas Inspirasi Padang, Rica Julia F, SE mengucapkan terimakasih kepada seluruh relawan. “Saya mewakili seluruh Pegiat Kelas Inspirasi Padang mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh relawan yang mendukung  pelaksanaan kegiatan ini sehingga dapat berjalan lancar,” ujarnya.

(Jul)

Read more

Adria Nopel Bawa Kabupaten Lima Puluh Kota ke Nasional

EkspresNews.com –Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMP N 1 Kec.Luak, setelah berhasil membawa sekolahnya meraih prestasi – prestasi gemilang, Kepala Sekolah Menengah Pertama  tersebut juga berhasil dinobatkan menjadi Juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi 2016 tingkat Provinsi Sumatera Barat. Kepala sekolah yang bernama Adria Nopel,M.Pd tersebut mengikuti seleksi hingga tingkat provinsi mewakili Kabupaten Limapuluh Kota. Seleksi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat terbawah, yaitu kecamatan, setelah menjadi juara 1 tingkat Provinsi, Adria Nopel berhak mengikuti seleksi kepala sekolah berprestasi tahun 2016 tingkat nasional akan diadakan oleh kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan RI dijakarta 12 – 19 agustus 2016 mendatang.

Ajang ini akan diikuti oleh seluruh provinsi diindonesia, setiap provinsi akan diwakili oleh kepala sekolah masing – masing jenjang pendidikan yang diantaranya mewakili TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan untuk kali ini, Kabupaten Limapuluh Kota diwakili oleh  dua orang kepala sekolah berprestasi, diantaranya Adria Nopel, M.Pd ( SMP N 1 Kecamatan Luak) dan Hermita, S.Pd (SDN 01 Sarilamak Kecamatan Harau). Keberhasilan Kepala sekolah tersebut tidak terlepas dari system kompetisi, sinergi dan budaya berprestasi yang tumbuh subur dikalangan sekolah – sekolah di Kabupaten Limapuluh kota. Saat diwawancarai oleh Rayat Sumbar, Adria Nopel mengungkapkan kita merasa bersyukur karena telah mampu membawa nama Kabupaten Limapuluh kota bahkan Provinsi Sumbar keNasional, dan akan berusaha untuk bias mempertahankan prestasi yang telah kita raih, bahkan untuk ditingkatkan.

Dengan membawa harum nama daerah, prestasi dikalangan Dinas Pendidikan juga diapresiasi oleh Bupati Ir.Erfendi Arbi, Bupati mengatakan dengan telah diraihnya prestasi – prestasi dikalangan Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh kota agar dapat menjadi contoh oleh sekolah yang ada didaerah tersebut. “Sekolah yang ada diKabupaten limapuluh kota agar dapat mencontoh sekolah – sekolah yang telah berhasil meraih prestasi – prestasi yang ada, bahkan agar dapat diperhitungkan oleh daerah daerah lain diajang prestasi yang diraih,” ungkap Irfendi Arbi.

(Arief Wisa)
Read more
Akibat Sering Dibully, Siswa Penderita Tumor Ganas itu Putus Sekolah

Akibat Sering Dibully, Siswa Penderita Tumor Ganas itu Putus Sekolah

EkspresNews.com – Mengaku malu karena terus diejek sang teman, Syukur Azila (12) warga Tabek Anduang, Jorong Tanjuang Haro Utara, Nagari Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, tidak mau lagi pergi sekolah. Seperti hari-hari biasanya. Kondisi tersebut karena kaki sebelah kanannya yang terus membesar menyerupai tumor.

“Apa boleh buat Pak, untuk berobat ibu saya tidak punya uang, karena untuk menghidupi kami bertiga kakak dan adik, ibu harus bekerja sebagai tukang runtiah lado di pasar Payakumbuh dengan penghasilan hanya bisa memenuhi kebutuhan makan saja,” ujar Syukur Azila didampingi neneknya yang sudah tua renta, Lumbuk (82).

Sejak lahir, bocah malang yang ditinggal pergi oleh sang ayah, Taufik, (50) akibat prahara rumah tangga yang harus berakhir dengan perceraian dengan ibunya Yurni (45), seorang diri dia harus berjuang melawan derita sakit tumor yang menyerang telapak kaki sebelah kirinya itu. Anak kedua dari tiga bersaudara dari keluarga tidak mampu dan kurang beruntung ini, harus pasrah menerima nasib dan membiarkan tumor ganas setiap hari terus menggerogotinya.

Dengan mata sabak, bocah malang itu mengaku sejak tomur ganas menyerang kakinya, ia terpaksa putus sekolah karena malu lantaran sering diejak teman-teman sekolahnya. “Dan, lagi, guru memaksakan saya harus mengenakan sepatu untuk sekolah, padahal tumor yang menyerang telapak kaki saya sudah makin membesar tidak bisa untuk pakai sepatu,” tutur Syukur.

Akibat terus menerus diejek teman di sekolah, aku Syukur, dia malu untuk pergi sekolah dan sejak kelas 1 SD, Syukur Azila tidak mau lagi mengikuti pendidikan di sekolah. “Dulu, ketika Syukur Azila masih berumur 2 tahun, daging tumbuh di kaki kirinya itu pernah dioperasi di rumah sakit M. Jamil Padang setelah mendapat rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Adnan Wd Payakumbuh,“ ungkap Lumbuk.

Namun, entah kenapa, beberapa tahun kemudian, daging tumbuh di kaki kiri Syukur itu kembali muncul dan terus membesar.Usaha kedua kalinya untuk mengobati tumor yang menyerang kaki Syukur, pernah kembali dilakukan ke RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh. Namun, pihak RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh kembali merujuk Syukur untuk menjalani operasi kedua di RSUD M.Jamil Padang.

“Tapi ketika Syukur dibawa ke Padang untuk menjalani operasi kedua kalinya, pihak rumah sakit M. Jamil Padang mengulur-ulur waktu untuk mengoperasi kaki Syukur, dengan berbagai macam janji dan alasan,“ tutur Lumbuk.

Setelah gagal untuk kedua kalinya menjalani operasi, ibunya Yurni seperti putus asa dan pasrah menerima nasib anaknya. Ditambah lagi dengan beratnya perjuangan dan beban hidup yang setiap hari harus ditanggung dan dipikul seorang diri oleh Yurni. Sebagai buruh kasar pekerja runtiah lado di pasar Payakumbuh, dengan penghasilan yang diperoleh Yurni hanya bisa memenuhi kebutuhan makan untuk sehari-hari bersama empat anak-anaknya, seperti menenggelamkan keinginan Yurni untuk mengobati anaknya Syukur.

“Apa boleh buat, takdir atas ketidakmampuan ekonomi orang tuanya, telah memaksa Syukur harus pasrah menerima derita hidup terserang penyakit tumor yang tiap hari terus mengerogoti kakinya. Sebagai orang miskin yang melarat, kami hanya bisa pasrah dan berdoa, semoga saja Tuhan yang maha penguasa mengirim orang-orang berhati mulia untuk membantu derita Syukur, sehingga dia dapat menikmati hidup normal tanpa beban dan derita hidup seperti layaknya yang dinikmati teman-teman sebayanya,” harap nenek Lumbuk dengan suara terbata-bata dan berlinang air mata.

Diakui Lumbuak, untuk mengobati rasa sakit yang setiap hari menyerang Syukur, pihak keluarga hanya bisa mengobati dengan obat kampung. “ Kami tidak tahu, apakah obat kampung itu mujarab dan mampu mengobati tumor ganas yang menyerang kaki Syukur. Yang jelas, setiap hari kami terus berdoa dan berdoa, agar ada mukjizat dari Allah agar sakit yang diderita Syukur diangkat dari kakinya,” ujar nenek Lumbuk lagi. Syukur terus berharap suatu hari muncul keajaiban, sehingga ia bisa sekolah dan hidup layaknya seperti anak-anak seusianya.

(Arief Wisa)

Read more

Antisipasi Narkoba, 3200 Siswa Tes Urine

EkspresNews.com – Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Payakumbuh, punya komitmen tinggi untuk membebaskan Payakumbuh sebagai daerah peredaran narkoba, khususnya didunia pendidikan kota Payakumbuh. Untuk itu, seluruh siswa SMA dan SMK negeri baru, tahun ajaran 2016/2017,  berjumlah 3.200 orang,  diwajibkan menjalani tes urine.

Program Tes Urine bagi para siswa baru tersebut guna mendeteksi dini, agar para pelajar bersangkutan terhindar dari penyalahgunaan pemakaian narkoba. Para pelajar itu bersama walikota, ketua dewan dan Forkopimda serta kepsek, membubuhkan tanda tangan, pada sebuah spanduk, untuk menolak narkoba.

Pencanangan tes urine narkoba itu dilakukan Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi, dalam acara di lapangan GOR Kubu Gadang Payakumbuh, Senin (25/7). Saat pencanangan itu, 9 siswa dari lima SMAN dan 4 siswa dari empat  SMKN, secara simbolis mewakili teman-temannya,  langsung menjalani tes urine.

Disaksikan Ketua DPRD YB. Dt. Parmato Alam, Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf. Hery Sumitro serta yang mewakili anggota Forkopimda lainnya. Juga turut hadir Kadiskes Elzadaswarman, Kepala Kesbangpol Elfriza Zaharman, seluruh kepala SMAN dan SMKN, serta pengurus Gepenta (Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran dan Anarkis).

“Alhamdulillah, hasil tes urine ke-9 siswa itu dinyatakan neqatif. Kita senang dan bangga, uji coba tes urine terhadap  9 pelajar itu dinyatakan neqatif oleh petugas laboratarium  Dinas Kesehatan dan BNNK Payakumbuh,” ucap Kadisdik Payakumbuh H. Hasan Basri Sy.

Menurut Kepala BNNK Payakumbuh AKBP Firdaus,  pihaknya bersama SKPD terkait akan menurunkan tim, guna melakukan  tes urine kepada seluruh pelajar bersangkutan, disetiap sekolah mereka. “Kita berharap, dalam sepekan ini, tes urine bagi seluruh siswa baru itu tuntas,” kata Firdaus.

Kadisdik Hasan juga mengklaim, tes urine narkoba  yang dilakukan bagi pelajar SMA dan SMK Negeri  itu, untuk pertamanya di Sumatera Barat atau di Indonesia. “Kemungkinan, tes urine seperti ini, untuk mengetahui apakah para pelajar baru SMA/SMKN terjangkit kasus narkoba, Payakumbuh pertama di Sumatera Barat atau Indonesia,” katanya saat member sambutan.

Tahun depan, sebut Hasan, pihaknya akan merangkul sekolah swasta dan sekolah madrasah aliyah di jajaran Kantor Kementerian Agama, untuk melakukan hal yang sama. Membebaskan Payakumbuh dari peredaran narkoba, harus dimulai sejak dini, bagi siswa SLTA baru, tambahnya.

Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan BNNK serta Dinas Kesehatan Payakumbuh, yang bersinergi dalam menyelenggarakan kegiatan tes urine dimaksud. “Saya tak setuju, kalau Payakumbuh dinyatakan sebagai daerah peredaran narkoba. Hanya saja selama ini, karena Payakumbuh sebagai daerah perlintasan bandar atau kurir  narkoba dari Riau, Medan ke Padang, tertangkap di Payakumbuh, seolah kota ini merupakan daerah peedaran narkoba.

Untuk itu, ajak walikota, sesuai dengan kebulatan tekad yang dibacakan pelajar Payakumbuh di awal acara pencanganan tes urine, seluruh pelajar Payakumbuh, diminta punya komitmen tinggi dalam menyatakan say no to drugs. Para pelajar di Payakumbuh diminta sebagai pelopor dan memelihara kota ini dari ancaman narkoba. Generasi muda dan pelajar Payakumbuh harus berani, melaporkan kepada pihak berwajib, jika ada dalam lingkungannya sendiri, mengetahui orang yang memakai narkoba, ajak walikota.

(Arief Wisa)

Read more