UPTD industri Kecil Menengah Kembali Diaktifkan

UPTD industri Kecil Menengah Kembali Diaktifkan

EkspresNews.com – Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat sedang bergerak untuk mengaktifkan kembali Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Industri Kecil Menengah yang memiliki aset mesin peralatan tenun modern, namun saat ini tidak beroperasi karena sejumlah kendala.

Langkah awal untuk mengaktifkan kembali UPTD Industri Kecil Menengah tersebut dimulai dengan peninjauan ke lokasi tersebut oleh Walikota Deri Asta, Wakil Walikota Zohirin Sayuti bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kamis 18 April 2019, di UPTD yang terletak di Desa Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang itu.

Dari keterangan teknisi mesin terkait, diketahui bahwa banyak mesin yang penggunaannya tidak efektif serta biaya operasional produksi juga sangat tinggi, dua hal itulah yang menjadi kendala utama sehingga kegiatan operasional dihentikan.

Menanggapi hal itu, Walikota Deri Asta langsung mengambil langkah – langkah agar operasional UPTD tersebut dapat berjalan kembali. Sebab jika tidak, sangat disayangkan kembali mengingat sebenarnya mesin – mesin yang ada tersebut sudah modern dan bernilai potensial besar sekali dalam menunjang produksi kain tenun.

“Karena itu, Pemko akan melakukan perbaikan, penggantian dan penambahan berbagai mesin serta item pendukung kinerja produksi lainnya supaya UPTD ini dapat aktif kembali. Kalau bisa, secepat mungkin, jadi kita coba masukkan anggarannya di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 ini,” sebut Deri Asta.

Memastikan hal itu, Walikota Deri Asta menginstruksikan kepada Diskoperindag agar bergerak cepat melakukan inventarisir peralatan apa yang perlu diperbaiki, diganti atau ditambah. Kemudian juga melakukan field study untuk kelengkapan revisi laporan ke Kementerian terkait.

“Juga kepada Diskoperindag saya minta untuk dilakukan juga penghitungan (riset) tentang pangsa pasar bagaimana. Jadi nanti setelah kita perbaiki, kita aktifkan kembali, memang bisa apa yang diproduksi di sini menarik pasar. Ada peningkatan daya beli. Karena dengan memasukkan anggaran ke sini, tentu kita juga berharap ada imbal balik keuntungan yang dapat masuk untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita,” tutur Deri.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disperindag, Marwan mengatakan bahwa mesin – mesin yang ada di UPTD Industri Kecil Menengah ini merupakan mesin untuk produksi kain tenun sejak awal pencelupan sampai pada finishing (pengerjaan akhir).

Marwan juga menyebut, bahwa dalam mengakali keterbatasan peralatan blower yang selama ini dioperasikan dengan menggunakan gas LPG, namun daya tekanannya rendah, maka ke depan dipertimbangkan untuk menggunakan daya tekanan uap dari bahan bakar batubara.

“Perkiraan awal kita, jika kita butuh daya blower yang lebih besar, maka jika dulu masih menggunakan gas LPG itu tidak relevan lagi. Jadi kita akan mencoba beralih menggunakan tekanan uap yang didapat dari bahan bakar batubara. Ini yang sedang kita kaji lebih rinci bagaimana teknis segala macamnya,” ujar Marwan.

Seusai peninjauan di UPTD Industri Kecil Menengah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke pabrik tenun Songket Silungkang ‘Jembatan Merah’. Di sana, Walikota Deri Asta dan jajarannya melihat proses produksi tenun songket yang juga menggunakan peralatan mesin.

Dalam perjalan pulang ke kantor, rombongan juga menyempatkan diri singgah di Toko Songket ‘INJ’ dan ‘AINA’. Di 2 toko tersebut, Walikota Deri Asta menanyakan terkait kondisi terkini aktifitas jual beli songket Silungkang. (Ab1)

Read more
Serka (K) Nurhabibah Kowad Pertama Menjadi Babinsa di Jajaran Korem 032/Wbr

Serka (K) Nurhabibah Kowad Pertama Menjadi Babinsa di Jajaran Korem 032/Wbr

EkspresNews.com – Setiap warga Negara Indonesia baik pria maupun wanita memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam membela Negara Indonesia. Atas pemikiran itulah wanita kelahiran Pematang Siantar 30 tahun lalu itu mengambil keputusan bulat untuk mengabdikan dirinya kepada bangsa dan Negara melalui TNI.

Menurut Nurhabibah, dengan menjadi prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) merupakan salah satu wujud pengabdian kepada bangsa dan Negara Republik Indonesia. Selepas lulus SMA pada Tahun 2005, dengan berbekal tekad yang kuat dan motivasi yang tinggi , dirinya mendaftarkan untuk bergabung dengan TNI Angkatan Darat di Kodam I/Bukit Barisan. Melalui seleksi Secaba Kowad yang sangat ketat, akhirnya Nurhabibah dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pendidikan Secaba Kowad di Pusdik Kowad Kodiklat TNI AD Lembang Bandung tahun 2008.

Selama kurang lebih lima bulan ditempa menjalani pendidikan dasar Militer, ia dinyatakan lulus dengan menyandang pangkat Sersan Dua Kowad dan resmi bergabung dengan TNI Angkatan Darat menjadi anggota Korps Wanita Angkatan Darat dan tak berselang lama kembali melanjutkan pendidikan kejuruan Ajudan Jenderal (Ajen) selama kurang lebih lima bulan.

Awal penugasan selepas lulus pendidikan kejuruan Ajen, Sersan Kepala (K) Nurhabibah sesuai dengan ilmu pendidikan kecabangannya ditempatkan di satuan Ajen Kodam I/Bukit Barisan,

Disela kesibukannya sebagai Aggota TNI-AD, Bibah masih meluangkan waktunya untuk mengasah kecakapan diri dengan menimba ilmu Pendidikan Diploma tiga (D3) jurusan Komputer di Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, dengan kerja keras pantang menyerah Bibah, membuahkan hasil gemilang. Ia dinyatakan lulus dari D3 Komputer Universitas Pancabudi Medan pada tahun 2013.

Kelulusan ini tak hanya dinikmati Bibah sendiri. Ada seorang pria lain yang kini menjadi pasangan hidupnya yang juga ikut bahagia. Dialah Brigadir Kepala Alam Putra Sembiring, yang kini berdinas di Sabhara Polres Pasaman. Kedua sejoli bahagia ini mengakhiri masa lajang pada 7 Desember 2012 silam.

Pada tahun 2014 lalu, Bibah yang telah dikarunia seorang putri nan cantik ini mendapatkan perintah untuk Pindah Satuan ke Kodim 0305/Pasaman Korem 032/Wirabraja (Sumatera Barat) ditugaskan menjabat sebagai Babinsa 01/Lubuk Sikaping.

Sejak saat itu sampai sekarang, Serka (K) Nurhabibah Lubis bisa dibilang satu-satunya Wanita yang menjabat sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Wilayah Korem 032/Wirabraja bahkan Kodam I/BB yang lazimnya disandang oleh kaum Pria.

Saat dikonfirmasi tentang pelaksanaan tugasnya sebagai Babinsa, ibu satu orang putri ini mengaku senang, “ karena bisa lebih menambah wawasan dan lebih dekat dengan masyarakat ” ujarnya.

Bibah juga menambahkan “meskipun begitu tentu juga ada dukanya saat bertugas harus dapat membagi waktu antara pekerjaan ibu rumah tangga dan sebagai ujung tombak Satuan teritorial dalam pembinaan Wilayahnya, tetapi dengan kekuatan dari Sang Maha pencipta saya bisa menjalani itu semua ”ucapnya

Habibah memiliki tanggungjawab wilayah binaanya di 3 Dusun Desa Lubuk Sikaping, Pasaman, Sumbar, keterbatasan sebagai seorang wanita, tak membuat Bibah gampang patah semangat. Hal ini ditunjang motivasi dan arahan yang tiada putus dari Komandan Kodim 0305/Pasaman, Letkol Arh Pri Isdianto, Danramil 01/Lubuk Sikaping, maupun dari rekan-rekan sesama Babinsa.

“Semua memberikan dukungan moril. Mulai dari Dandim, Danramil, dan teman-teman Babinsa, terutama support suami, sehingga saya bisa enjoy menjalani itu semua,” ungkap Bibah.

Di lapangan, kehadiran sosok Serka (K) Nur Habibah Lubis sangat diterima dengan tangan terbuka oleh warga di wilayah binaan, maupun oleh Bhabinkamtibmas sebagai mitra kerja, termasuk aparatur pemerintahan.

“Kunci saya agar pelaksanaan tugas di lapangan berjalan lancar, adalah membangun komunikasi yang baik dengan semua komponen bangsa, terutama warga di desa binaan, sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat akan semakin kokoh,” pungkasnya mengakhiri. (Penrem)

Read more
Wako Minta Pasar Pusat Ditata Dengan Baik

Wako Minta Pasar Pusat Ditata Dengan Baik

EkspresNews.com – Demi mewujudkan rasa aman dan nyaman baik bagi para pedagang maupun pembeli, upaya penertiban pasar terus dilaksanakan. Kali ini, Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano dan Drs. Asrul gelar rapat di ruang VIP Balaikota, Kamis (18/4).

Walikota Padang Panjang Fadly Amran dan Wawako Asrul saat rapat terkait Pasar Pusat di Padang Panjang. (foto : Humas)

Rapat tersebut juga diikuti oleh Pejabat Sekretaris Daerah Martoni, S.Sos, M.Si, Asisten, Pimpinan OPD terkait serta Kabag Perekonomian Setdako.

Dalam sambutannya, Fadly mengatakan “kita harus mencari cara agar terciptanya kenyamanan bagi pedagang pasar. Jika ada pedagang yang tidak atau jarang terjadi transaksi jual beli mari kita carikan solusinya,” ujar Fadly.

Tidak hanya itu, Fadly juga mengatakan apabila masih ada pedagang yang belum punya toko kita carikan solusinya agar mereka dapat berdagang, namun dilain pihak kita tetap tegas terhadap pedagang kaki lima untuk tetap tertib dan berjualan di lokasi yg telah diperuntukkan, apalagi sebentar lagi kita mau memasuki bulan suci Ramadhan diperkirakan akan banyak bermunculan pedagang Kaki Lima dan kalau tidak ditertibkan dengan baik dipastikan akan menimbulkan kesemrawutan.

“Mudah2an dengan adanya pengaturan yang baik tidak hanya menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi para pedagang akan tetapi juga akan membuat pembeli tertarik untuk masuk kedalam pasar sekaligus akan berbelanja keperluannya,” tambahnya.

Sedangkan disisi lain, Asrul menekankan bagaimana solusi yang baik untuk perbaikan jalan di lingkungan pasar serta mencari lokasi yang tepat untuk pasar pabukoan, mengingat sebentar lagi sudah memasuki bulan Ramadhan.

“Ramadhan akan datang beberapa hari lagi, kita harus bisa menyediakan dan mencari lokasi dimana masyarakat bisa menikmati pasar pabukoan,” ujarnya. (Abdi)

Read more
Anggota DPRD Agam Arman J Piliang Turun Langsung Temui Warga Canduang

Anggota DPRD Agam Arman J Piliang Turun Langsung Temui Warga Canduang

EkspresNews.com – Arman J Piliang bersama Camat,Walinagari dan warga pada Minggu tanggal 19 Agustus 2018 memperbaiki saluran irigasi di Jorong lubuak aua Nagari Canduang Koto Laweh yang amblas diterjang air sewaktu musim hujan yang lalu.

Putusnya saluran irigasi atau Banda Parik Baringin ini sangat mengkhawatirkan Masyarakat mengingat saluran irigasi ini adalah merupakan urat nadi dari masyarakat yang mengandalkan sawah sebagai tempat bertani.

Saluran ini tidak hanya mengari Canduang, namun sampai ke Ampek Angkek dan Kamang Magek dan Baso, walaupun sudah dilaksanakan goro oleh masyarakat namun upaya tersebut belum dapat menjawab atau mengatasi persoalan yang sebenarnya karena membutuhkan biaya untuk perbaikan, maka masyarakat berharap bantuan dari pemerintah daerah melalui dana tanggap darurat sehingga dapat secepatnya ditanggulangi baik melalui BPBD kabupaten Agam maupun Dinas PU dan Tata ruang kabupaten Agam.

Arman J Piliang yang akrap disapa AJP bersama Camat Canduang Fauzi merespon persoalan tersebut dengan langsung hadir bergoro dilokasi dan akan membawa persoalan ini ke pemerintah kabupaten sesegera mungkin, menurut Camat Canduang beliau sudah melaporkan kepada BPBD melalui ponsel dan fihak BPBD segera akan melihat atau meninjau lokasi.

AJP berharap agar pemerintah Kabupaten Agam segera dapat menyelesaikan persoalan ini dengan memperbaiki jaringan yang amblas serta mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jaringan irigasi ini dalam APBD kabupaten agam tahun anggaran 2019 yang sedang dalam pembahasan.

(Humas DPRD Agam)

Read more
Pansus DPRD Agam Bahas Tatib Dewan 2018

Pansus DPRD Agam Bahas Tatib Dewan 2018

EkspresNews.com – Ketua DPRD Agam Marga Indra Putra mengatakan pansus Tata Tertib ini dibentuk pada tanggal 16 Agustus dan langsung bekerja tanggal 18/8 untuk melakukan pembahasan Tata Tertib DPRD Agam Tahun 2018 tersebut ,dan diharapkan kepada anggota Pansus untuk mengadakan pembahasan mempergunakan waktu yang telah diberikan 30 hari kalender ini bisa menyelesaikannya.

Pansus dibentuk Pansus atas dasar keluarnya Peraturan Pemerintah No 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD,
Jumlah anggota panitia khusus ditetapkan 26 (dua puluh enam ) orang termasuk pimpinan DPRD Agam. Pansus Tatib‎ DPRD DPRD Agam diketuai Antonis,S.Hi, Wakil Ketua Novi Irwan , dan Sekretaris Zul Ikhsan.

Ketua Pansus Tatib DPRD Antonis mengungkapkan, pembahasan Tatib untuk DPRD Agam dilaksanakan selama 30 hari kalender dan diminta semua anggota Pansus untuk bekerja bersama-sama selama dalam pembahasan ini. Rancangan Peraturan DPRD untuk menganti peraturan Dewan Perwakilan Rakyat daerah Kabupaten Agam Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Agam, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nomor 1 Tahun 2017 tentang perubahan atas Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Ksbupaten Agam Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib DPRD yang masih mengacu pada peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2010, ungkap ketua Pansus.

Rapat internal Pansus Tata Tertib dibuka oleh ketua DPRD Agam Marga Indra Putra.S.Pd., hadir Wakil ketua DPRD, anggota Pansus, Kabag Hukum dan Persidangan Desnawati sekaligus Pendamping Pansus beserta jajaran sekretariat yang terkait serta humas DPRD Agam Hasneril.

(Humas dprd)

Read more