Meteran Mati Karna Sinar Matahari, Pompa SPBU Sutomo Rugikan Kosumen

Meteran Mati Karna Sinar Matahari, Pompa SPBU Sutomo Rugikan Kosumen

EkspresNews.com – Pompa Bensin Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Dr Sutomo Padang, Sumatera Barat diduga telah menyalahi aturan PT Pertamina dan menyebabkan kerugian bagi konsumen Pertamax. Hal tersebut ditenggarai oleh salah seorang konsumen yang mengisi bahan bakar jenis Pertamax senilai Rp.200.000 pekan lalu. Namun, tiba-tiba mesin pompa tersebut mati diangka Rp.164.000. Konsumen tersebut yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan kepada petugas karena belum terisi sebanyak yang diminta. “Meterannya mati pak, tidak akan kurang isi bensin bapak disini,” ujarnya konsumen menirukan ucapan petugasnya.

Lebih lanjut, konsumenpun menanyakan perihal penyebab matinya meteran tersebut kepada petugas, namun petugas mengatakan meteran di pompa tersebut rusak akibat sinar matahari yang secara langsung menyinari meteran. “Eror pak, karena tersinar matahari,” tambahnya.

Kendati demikian, konsumen kepada EkspresNews mengatakan tentu dalam hal ini akan menyebabkan kerugian bagi konsumen. “Kita tidak tahu apakah kejanggalan ini sudah berlangsung lama. Yang pasti, sudah ada kerugian bagi konsumen yang lain. Seharusnya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga mengambil peran untuk melindungi konsumen,” ungkapnya.

Akibat tersebut, konsumen melakukan pengaduan ke nomor Pertamina 1500000 yang keluhannya ditanggapi oleh petugas Rika. Rika menampung keluhan konsumen dengan mencatat lengkap kronologisnya.

Selang satu hari kemudian, konsumen mendapatkan konfirmasi bahwa laporan pengaduan tersebut telah ditindaklanjuti dengan cepat. Senin (20/2/2017), telah dikonfirmasikan bahwa petugas telah melakukan pengecekkan pada SPBU 14-251-522 di jalan Dr Sutomo Padang.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan bapak atas pelayanan SPBU di jalan Dr Sutomo Padang. Tadi kami telah melakukan tera ulang pompa mesin SPBU tersebut. Kami menemukan bahwa benar ada kesalahan tera pada mesin SPBU kami,” ujar salah seorang petugas Pertamina melalui percakapan telepon nomor 08116101222.

Setelah itu, petugas tersebut mengatakan bahwa Pertamina dalam hal ini memiliki batas toleransi kekurangan pada tera mesin SPBU. Dimana boleh kurang atau lebih sebanyak 60ml dalam setiap pengisian. “Namun, pada SPBU jalan Dr Sutomo Padang, kami menemukan kekurangan sebanyak 180ml sehingga telah melewati batas toleransi yang diberikan oleh Pertamina,” tambahnya.

Dia juga mengatakan akan menutup sementara pompa SPBU jalan Dr Sutomo Padang khusus Pertamax mobil hingga petugas tera ulang dari Jakarta datang untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Kami akan mendatangkan petugas tera ulang dari Jakarta untuk memeriksa lebih lanjut lagi, namun berdasarkan hasil pemantauan awal petugas, kami menilai, akan membongkar dan menukar mesin pompa tersebut karena telah tidak layak dipakai,” ujarnya.

Sementara itu, Firman salah seorang konsumen juga mengatakan pernah mendapatkan kecurangan SPBU disaat ia mengisi bahan bakar jenis Pertamax. “Saya mengisi Pertamax di SPBU jalan Dr Sutomo Padang sebanyak Rp.100.000 namun mesin pompa mati diangka 60ribuan. Saya berpikir pasti ada masalah pada mesin pompa itu,” ujarnya. (Abdi)

Read more
Lipsus : Pasangan Riza Falepi-Erwin Yunaz Ditetapkan Sebagai Pemenang, Suwandel-Fitrial Mengganjal Tidak Terima Hasil Rekap

Lipsus : Pasangan Riza Falepi-Erwin Yunaz Ditetapkan Sebagai Pemenang, Suwandel-Fitrial Mengganjal Tidak Terima Hasil Rekap

EkspresNews.com – Hasil rekapitulasi penghitungan suara dilaporkan oleh masing-masing PPK dari lima Kecamatan dalam kota Payakumbuh, sudah dipastikan Pasangan nomor urut dua, Riza Falepi-Erwin Yunaz unggul, yang dilaksanakan dalam Rapat Pleno Terbuka Kamis ( 23/2 ) bertempat di Gor M.Ymin Kubu Gadang Payakumbuh. Pasangan calon incumbent ini unggul atas paslon lain dengan perolehan suara untuk pasangan Wendra Yunaldi – Enaidi Dt.Angguang dari pasangan perorangan terpaut pada angka 11058, pasangan nomor urut dua Riza Falepi-Erwin Yunaz mengungguli sebanyak 24.946 suara, sementara pasangan nomor urut tiga ditinggal pada angka 21.174 suara.

image

Penanda tanganan berita acara penetapan hasil Rekapitulasi Pilkada 2017 kota Payakumbuh oleh penyelenggara, ini dari pihak saksi Rekky Harianto Paslon nomor urut satu menytakan setuju hasil Pilkada serentak 15 Peb 2017, dari KPU, Panwaslu. Foto : Nahar Sago

Untuk Kecamatan Payakumbuh Timur, paslon nomor urut tiga Suwandel Muchtar-Fitrial Bachri unggul atas paslon nomor satu dan dua. Suwandel Muchtar-Fitrial Bachri unggul dengan perolehan suara 6.054 dan lawannya hanya meraih 2.152 untuk paslon nomor satu Wendra Yunaldi-Ennaidi serta Riza Falepi-Erwin Yunaz dengan suara 3.767.
Kemudian di Kecamatan Payakumbuh Barat, paslon nomor urut tiga masih unggul atas paslon lain dengan perolehan suara 9.369. Sedangkan lawannya, paslon nomor satu hanya meraih 4.498 dan 7.460 untuk paslon nomor dua.

Namun untuk Kecamatan Payakumbuh Utara, paslon nomor dua Riza Falepi-Erwin Yunaz menang telak dengan selisih suara yang signifikan. Hasil ini membuat paslon incumbent ini unggul sementara di antara tiga kecamatan yang telah melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara dalam Rapat Pleno Terbuka. “Untuk perolehan suara di Kecamatan Payakumbuh Utara, tercatat 2.134 untuk paslon nomor satu, Wendra Yunaldi-Ennaidi, 9.481 untuk perolehan suara paslon nomor dua, Riza Falepi-Erwin Yunaz dan 2.351 untuk paslon nomor urut tiga, Suwandel Muchtar-Fitrial Bachri,” ujar Ketua PPK Kecamatan Payakumbuh Utara. Kemudian untuk kecamatan Latina pasangan Wendra-Dt.angguang hanyameraut suara 1366, pasangan Riza Falepi- Erwin Yunaz 2539dan pasangan Suwandel Mukhtar- Fitrial Bakhri hanya 914 suara.

Terakhir adalah kecaamatan Payakumbuh Selatan, pasangan Wendra-Enaidi hanya memperoleh suara 008, pasangan Riza Falepi-Erwin Yunaz pada angka 1699 dan pasangan Suwandel Mukhtar-Fitrial Bahri diangka 2486 suara. Penghitungan aaau laporan dari masing-masing PPK tersebut, dua saksi dari nomor urut calon satu Rekky Heriyanto menyetujui hasil rekapitulasi darimasing=masing kecamatan, demikian juga dengan saksi nomor urut dua Tri Venindra menerima hasil Rekapitulasi, karena rekapitulasi tersebut sama dengan data yang ada padanya.K
Sementara saksi nomor urut tiga Suwandel Mukhtar- Fitrial Bahri, tidak menerima hasil rekapitulasi tersebut, karena, banyak yang ia dapatkan kasus pelanggaran, dari lima kecamatan hanya dua Kecamatan yang ia akui yakni kecamatan Payakumbuh Timur dan Payakumbuh Selatan. Antara lain kasus yang saksi ntemukan adalah terjadi pada kelurahan Nunang Daya Bangun, terdapat satu orang pemilih dua surat suara yang dicoblos. Kerena wajib pilih menerima dua lembar surat suara yang dempet. Kesalahan ini diberitahukan sendiri oleh siwajib pilih tadi kepada PPS, kemudian setelah dilakukan penghitungan suara memang ditemukan kelebihan suara satu. Kasus ini oleh tim calon normor tiga telah dilaporkan ke Panwaslih, dan panwaslihpun menyerahkan persoalan ini kepada KPU. Hasil keputusan KPU, suara di TPS ini dianggap sah jumlahnya 21649.

Pada acara penanda tanganan berita acara hasil Rekapitulasi terebut, saksi dari pihak calon nomor urut tiga tidak maumenanda tangani, sementara yang dua OK saja, dengan catatan, pihak saksi Suwandel – Fitrial , Gusman memberikan catatan pelanggaran kepada KPU.

Sebelum acara dilanjutkan pembukaan kotak suara, Ketua KPUD M.Kadafi memberikan kesan tersendiri, bahwa Pilkda 2017 ini mempunyai makna tersendiri, dan mereka mengharapkan setelah penetapan hasil penghitungan suara ini dapat memberikan kesejukan kepada semua pihak. Tidak ada dendam di antara sesama warga Payakumbuh, baik antara yang kalah dan yang menang, antara penyelenggara Pilkada lainnya. Diakhir acara, dilakukan pemberian penghargaan terhadap masing-masing calon yang diterima oleh ketiga orang saksi

PELANGGARAN

Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Payakumbuh mencatat sebanyak 14 laporan pelanggaran diterima sejak minggu tenang lalu.Laporan tersebut sudah kita tindaklanjuti,” kata Ketua Panwasli Payakumbuh, Suci Wildanis didampingi Koordinator Divisi Penindakan Penanganan dan Pelanggaran Pilkada Media Febrina.Lebih lanjut lagi Suci menjelaskan, dari delapan yang sudah diberikan status, satu laporan dilimpahkan kepada pihak kepolisian. Hal ini menurutnya mengingat status laporan yang dilakukan mengandung unsur pidana.

“Tujuh laporan itu terkait masalah administrasi dan juga laporan bukan pelanggaran pemilihan. Namun satu laporan termasuk dalam unsur pidana dan telah kita serahkan ke pihak kepolisian,” katanya.Sementara itu, secara keseluruhan ia menilai penyelenggaraan Pilkada Jilid II ini cukup baik. Namun masih ada kekurangan dan kelemahan yang terjadi. Kita melihat masih ada ketidaktaatan penyelenggara pemilihan terhadap aturan yang telah ada. Sehingga ini menjadi catatan bagi kita sebagai panwas untuk ke depannya terkait penyelenggara pemilihan nanti,” pungkasnya. Namun pihak Panwas tidak mengatakan pelanggaran apa dan oleh siapa yang diserahkan kepada pihak penegak hokum. (NS)

Read more
Tingginya Angka KDRT di Tangsel, Kelurahan Pondok Kacang Barat Lindungi Hak Anak

Tingginya Angka KDRT di Tangsel, Kelurahan Pondok Kacang Barat Lindungi Hak Anak

EkspresNews.com – Antisipasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang pernah terjadi pada tahun 2016 di Tangsel mencapai 63 kasus dimana setengah dari kasus tersebut merupakan kasus kejahatan seksual pada anak. Forum Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) kelurahan Pondok Kacang Barat bekerjasama dengan Badan pemberdayaan mayarakat, perempuan dan keluarga berencana (BPMPPKB) Tangsel menggelar Sosialisasi kepada masyarakat terkait UU no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Selain pengurus RT dan RW juga sejumlah masyarakat antusias mengikuti pentingnya penanganan kasus terhadap anak yang diselenggarakan aktivis PATBM di Aula kelurahan Pondok Kacang Barat, Pondok Aren, Kota Tangsel, Rabu (22/02). Ketua PATBM Pondok Kacang Barat Rohadi menjelaskan, selain tanggung jawab negara, pemerintah dan pemerintah daerah, undang-undang ini pun memberikan amanah, tanggung jawab dan kewajiban kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak boleh lagi berpangku tangan dan bermasa bodoh dalam hal perlindungan terhadap anak.

“Dalam hal ini organisasi masyarakat, akademisi dan pemerhati anak sudah seharusnya turun langsung ke lapangan melakukan pencegahan dengan jalan banyak melakukan edukasi dalam hal perlindungan kepada anak, sehingga kasus-kasus kejahatan terhadap anak (terutama kejahatan seksual) yang akhir-akhir ini banyak menghantui kita bisa diminimalisir,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Bidang Perlindungan Anak BPPMKB Kota Tangsel Nasuha mengatakan, kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi kepada aktivis dan masyarakat yang sudah menyatakan bergabung sebagai Satgas perlindungan anak di tingkat kecamatan dan kelurahan, terkait pemberlakuan Undang Undang perubahan
No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. “Perlindungan dan penanganan kasus anak, bukan suatu kewajiban pemerintah pusat saja namun pihak kelurahan dan kecamatan serta peran keluarga dan masyarakat menjadi prioritas,” kata Nasuha.

Nasuha menambahkan, penanganan anak membutuhkan teknik sendiri. “Menangani anak jangan mengunakan seragam Uniform (seragam resmi) itu akan menimbulkan Psikologis anak menjadi ketakutan,” kata Nasuha dihadapan sejumlah aktivis.

Dalam kesempat itu, kepala Kelurahan Pondok Kacang Barat Yusdi Gozali menjelaskan, sosialisasi perlindungan anak juga telah dilakukan sejak bulan November 2016, PATBM Pondok Kacang Barat Kecamatan Pondok Aren telah ditetapkan menjadi pilot project dalam penanganan dan sosialisasi perlindungan anak. “Sejumlah kegiatan menandai ditetapkannya Pondok Kacang Barat sebagai pilot project dalam penanganan dan sosialisasi perlindungan anak. Seperti lomba mewarnai tingat Play Grup, Paud, TK, SD kelas 1 -3 dan sosilasisasi kepada orang tua terkait hak dan perlindungan anak,” pungkasnya. (rel)

Read more
Kompleksitas Issue Dunia, Peran Indonesia Dalam Penanganan Dan Penyelesaian Konflik Dunia 

Kompleksitas Issue Dunia, Peran Indonesia Dalam Penanganan Dan Penyelesaian Konflik Dunia 

EkspresNews.com – Penanganan Krisis di Eropa membutuhkan kerjasama lintas negara, khususnya negara yang tergabung di uni eropa dan di benua Eropa, untuk menangani krisis tersebut dibutuhkan kerjasama multi bidang antar negara-negara Eropa dan Non Eropa dalam hal pemenuhan kebutuhan Logistik Nasional serta pemenuhan kebutuhan dalam negeri disetiap bidang. Dalam hal ini Indonesia sebagai negara Non-Eropa dapat berperan sebagai Suplier Pangan dan Mineral untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan mereka, setelah memenuhi kebutuhan dalam negeri, tentunya dengan memberdayakan masyarakat tani lokal yang terbebas dari intervensi Asing berupa Monopoli harga pangan dalam negeri.

Ini akan menjadi upaya penyejahteraan petani jika kebijakan Negara tidak melibatkan pihak Asing untuk mengamankan stok pangan dalam negeri dan suplai pendukung pangan luar negeri, menghentikan Import dan menciptakan lahan pangan guna menarik minat kerja dalam hal pertanian di dalam negeri, pertanian dengan sumber biaya negara yang dikelola secara professional tanpa campur tangan pihak asing sedikitpun.

Kekhawatiran Amerika sebagai negara akibat pengungsi yang masuk ke Negara Amerika, akan membebani konstelasi anggaran dalam Negeri Amerika, status pengungsi menjadi tidak menentu, akibat perang terjadi di beberapa negara-negara dan menghasilkan ribuan hingga jutaan pengungsi yang tersebar ke banyak negara, termasuk juga ke Amerika sebagai tempat suaka dan pusat persatuan bangsa-bangsa.

Para pengungsi banyak mengalami peristiwa yang menyebabkan : terjadinya diskriminasi agama dan Human trafficking, dan yang berkaitan dengan kejahatan serta pelanggaran Hak Asasi Manusia. Negara-negara kelompok Konvensi atau yang tergabung didalam perserikatan Bangsa-bangsa harus segera memberikan keputusan mengenai Status dan Keamanan Pengungsi, sebagai upaya realisasi ketaatan terhadap konferensi Hak Asasi Manusia dengan prinsip-prinsip non-diskriminasi, untuk mendukung program pemberian pemukiman bagi pengungsi serta program pengembalian para pengungsi kembali ke negaranya masing-masing.

Bom Migrasi Penduduk China adalah fenomena luar biasa yang harus diselesaikan dari dalam negeri pemerintahan china, sebelum menjadi pembahasan kebijakan dunia. Sebaiknya pemerintah china melalui kebijakan negara melaksanakan pembangunan perumahan vertikal atau bersusun untuk penempatan masyarakat dalam negeri serta membuat program inisiatif untuk produktifitas pangan mandiri disekitar perumahan yang akan dibangun tersebut.

Hal ini sangat substantif dan representatif bagi pemerintah china dalam memenuhi kebutuhan di segala bidang termasuk pertanian, kesehatan, dan pendidikan yang dibutuhkan rakyat china. Negara-negara yang berada di Benua Amerika, Eropa dan China berkaitan dengan pencegahan bencana alam, setidaknya mampu mencontoh Indonesia dalam hal pendidikan budaya lingkungan hidup, terkait dengan issue dunia tentang perubahan iklim, dalam hal meminimalisir efek perubahan iklim dimasa mendatang.

Kerjasama antara negara-negara juga sangat dibutuhkan dalam penyelesaian konflik ditimur tengah dan Asia, Perserikatan Bangsa-bangsa dapat menggandeng pihak Rusia dan Indonesia untuk menjadi duta perwakilan perdamaian dunia, pihak pemerintah rusia dan Indonesia hendaklah melakukan komunikasi tentang perencanaan “Konferensi Asia dan timur tengah” dengan tujuan turut serta menciptakan perdamaian dunia.

Dengan demikian konferensi diharapkan mendapat respon multinegara dan mendorong hubungan multilateral, menciptakan solidaritas lintas penduduk bumi. Selanjutnya, dengan menjaga keutuhan dunia yang bersatu dalam kebersamaan membangun kedamaian dan menyelesaikan atau melaksanakan penanganan konflik lintas negara seperti Palestina dan Israel untuk tunduk dan patuh terhadap hukum kedamaian internasional yang disusun didalam konfrensi tanpa berpihak (independen) hal ini juga diberlakukan untuk semua negara untuk menghindari terjadinya ketimpangan ekonomi global.
Oleh : Adi Putra / Adhyp Glank
Direktur Forum Reproduksi Gagasan

Read more
Marsianus Jawa dikukuhkan jadi Ketua IKEBANA, Gubernur NTT: Jangan Lupa Asal usul, Nagekeo Tanah Tumpah Darah

Marsianus Jawa dikukuhkan jadi Ketua IKEBANA, Gubernur NTT: Jangan Lupa Asal usul, Nagekeo Tanah Tumpah Darah

Ketua DPRN NTT, Anwar Pua Geno, SH dan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu RayaEkspresNews.com – Ditandai dengan sumpah janji  yang dipimpin langsung oleh sesepuh IKEBANA yang juga Ketua Dewan Penasihat, Damyan Godho,  Drs. Marsianus Jawa, M.Si  bersama  jajaran badan pengurusnya secara resmi menjadi : Badan Pengurus Ikatan Keluarga besar Nagekeo (IKEBANA) Kupang Perode 2017 – 2021.

Pantauan  Tabloid Berita Indonesia Raya (Afiliasi EkspresNews.com) rangkaian acara ini berlangsung meriah,  Suasana kekeluargaan dan  penuh Nunsa Budaya Nagekeo, karena semua yang hadir mengenakan busana lengkap indahnya pakian adat Nagekeo dihadiri sekitar seribu lima ratus orang warga IKEBANA dan tamu undangan, Suguhan Tarian adat dan Etu(Tinju Adat) di sela –sela acara juga menyemarakan acara. Diawali  dengan misa Nata bersama  yang dipimpin: Pater Edu Dosi SVD, Pater Yustinus Tegu Wona, SVD, Pater Markus Ture, OCD, dan Romo Valens  Boy,Pr, dengan Tema: “Natal Mempersatukan Kita”.

Dalam Sambutanya Gubernur NTT, Frans Leburaya  mengaharapkan,  setelah dilantik badan pengurus IKEBANA mampu menjadi organisasi yang berguna bagi anggota, bagi daerah Nagekeo dan Nusa Tengara Timur. “ Semoga dengan pengukuhan ini, mengukuhkan komitmen dari seluruh pengurus IKEBANA , agar dapat membawa organisasi ini menjadi sebuah organisasi yang benar – benar berguna bagi anggotanya, bagi daerah Nagekeo, dan bagi Nusa Tengara Timur ”. Leburaya juga mengajak seluruh masyarakat Nagekeo di Kupang untuk turut berkontribusi untuk pembangunan Kabupaten Nagekeo, jangan hanya memberikan kritikan tetapi tidak memberikan solusi. “ Mari mejalin kebersamaan, kekeluargaan, persaudaraan utuk mumbantu Nagekeo, kadang kita hanya mengkeritik bahkan sampai pada tingkat  memfitnah,tetapi tidak pernah penyumbangkan solusi,  Jangan Lupa Asal  usul, Nagekeo Tanah Tumpah darah”. Tegasnya.

Gubernur Menambahkan, ada beberapa proyek strategis Nasional yang ada di Kabupaten Nagekeo, misalnya, Pembangunan Bandara yang mana kemernterian pada empat tahun lalu telah mengalokasikan angaran sebesar 43 milyar, sayangnya proyek strategis ini tidak terwujud, juga pembangunan waduk Lambo yang belum terwujud karena sampai sekarang masih terbentur masalah tanah.

“ Terkait dengan beberpa proyek strategis ini, namun terbentur dengan masalah tanah saya mengajak, Ayo ke enam anggota DPRD NTT, asal Nagekeo utuk turun bersama menjelaskan kepada msayarakat, saya juga pernah bilang kepada salah seorong tokoh Nagekeo di Jakrta, Goris Mere utuk kita bersama menjelaskan kepada masyarakat mengenai pentingnya pembangunan waduk Lambo tersebut. kalau memang tidak bisa, kita pindahkan ke kabupaten lain Bupati Ngada sudah siap menerimaya, begitupun di Sumba.”demikian disampaikan Gubernur NTT.

Senada dengan Gubernur, Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur yang juga putra Nagekeo berharap IKEBANA Juga turut berpartisipasi aktif utuk pembangunan Nagekeo tercinta, “Kita harus terus peduli dan memmberikan kontribusi positif, perhatian dan tenaga untuk kemajuan tanah kelahiran kita”. Lanjutnya, pengurus IKEBANA dalam program kerjanya harus mampu menjawab segala kegelisahan dan kebutuhan masyarakat Nagekeo yang ada di Kota Kupang, juga kepada kauu muda untuk juga turut membanntu IKEBANA menjadikan Nusa Tengara Timur sebagai wilayah yang memiliki, Nilai Tertinggi Toleransi. kata Pua Geno yang juga sebagai Ketua Dewan Kehormatan IKEBANA KUPANG.

Sementara Itu  Bupati Nagekeo Drs. Elias Djo, menyampaikan  diusianya yang masih sangat muda  masih 10 tahun tentunya masih membutuhkan banyak sentuhan. Berkaitan dengan apa yang disampaikan Gubernur NTT mengenai masalah tanah, Djo mengatakan saat ini Pemda masih melakukan pendekaan secara budaya.” Soal masalah tanah untuk pembangunan Waduk Lambo kami masih melakukan pendekatan secara budaya, semoga masalah ini bisa mencapai hasil sehingga waduk ini bisa dibangun” ungkapnya.

Dalam Pidatonya, ketua IKEBANA Marsianus Jawa menerangkan sebelum terbentuknya IKEBANA, “masyarakat Nagekeo yang ada dikupang masih sangat kental dengan budaya tersendiri yang berbeda – beda dari ketujuh kecamatan:  Aesesa, Wolowae, Aesa Selatan,Boawae, Mauponggo, Keotengh, Nagaroro, dengan terbentuknya sekitar 30 lebih Paguyuban / kelompok Arisan, Namun sekarang semua tergabung dalam satu Ikatan Keluarga Besar, yaitu: IKEBANA, paguyuban – paguyubani ini menjadi kekuatan besar yang mampu mengerkan IKEBANA.” Beliau juga memberikan apresiasi kepada Panitia, Mahasiswa PERMASNA, dan semua pihak yang telah membantu sejak Mubes II pertengahan Desember lalu, sampai acara pengukuhan dan Natal bersama.

Disela – sela acara Ketua Panitia Pelaksana, Raymudus Mega  atau Bang Remon sapan Akarabnya didampingi kordintor Seksi  Undangan Hendro Modo menjelaskan, kesukesan acara ini adalah berkat dukungan dari semua pihak baik dari pemerintah daerah, ke 6 Anggota DPRD NTT Asal Nagekeo, Para Sesepuh Nagekeo Kupang dan masyarakat Nagekeo yang ada dikupang dengan kerelaan hatinya  memberikan kontribusi secara moril maupun materi sehingga panitia mampu semngat  bekerja secara baik, target undangan kita juga sesuai dengan yang direncanakan, semoga ini menjadi tanda yang baik bagi IKEBANA,  kata Bang Remon yang juga salah seorang pengusaha sukses di Kota Kupang. (Erasmus Nagi Noi)

Read more