Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi Hari Ini

EkspresNews.com – Ribuan calon penumpang memadati Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Sejumlah bus antarkota antarpropinsi (AKAP) terlihat menumpuk. Diprediksi, puncak arus mudik terjadi pada hari ini.

Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnain mengatakan, situasi penumpang hari ini sangat berbeda dengan Jumat (1/7) kemarin. “Diperkirakan puncak arus mudik di Terminal Kalideres terjadi pada hari ini, H-4. Saya lihat di lapangan memang ada peningkatan dibanding kemarin, cukup ramai siang ini,” ujar Revi, yang dilansir Beritasatu.com, Sabtu (2/7).

Dikatakan Revi, berdasarkan catatan sebanyak 212 bus berangkat dari Terminal Kalideres, kemarin. Penumpang yang diangkut sebanyak 2.375 orang. “Dibandingkan Lebaran tahun 2015 lalu, terjadi penurunan pada H-5. Pada tahun 2015, terdata 462 bus yang berangkat, dengan penumpang 6.229. Jadi cukup drastis penurunnya,” ungkapnya.

Menyoal lonjakan penumpang pada hari ini, Revi mengaku sudah mengantisipasinya. “PO bus menyediakan bus bantuan. Bus bantuan itu, juga diperiksa dulu kelaikan jalannya, diberi stiker, baru diperbolehkan beroperasi,” katanya.

Ia menyampaikan, ada empat poin pelayanan yang diberikan Terminal Kalideres sebagai terminal tipe A yakni pelayanan oleh pengemudi, kendaraan, penumpang, dan terminal. “Sesuai kesepakatan dengan 10 kepala terminal se-Jabodetabek, ada empat poin kesepakan,” ucapnya.

Tentang pengemudi, katanya, didata identitas dan datang jam berapa. Kemudian, diarahkan cek kesehatan, diperiksa urinenya, dan diarahkan istirahat di ruang pengemudi yang sudah disiapkan. Soal kendaraan, pihaknya melakukan uji kelaikan. “Kalau dinyatakan lulus, dipasang stiker laik jalan,” kata dia.

Kemudian, memeriksa kelengkapan administrasi kendaaran seperti izin trayek, buku KIR, dan STNK. Melakukan pengecekan kapasitas kendaraan. “Jumlah tempat duduk berapa tidak boleh melebihi kapasitas, Lalu, apa muatan yang dibawa. Bus umum tidak boleh bawa sepeda motor. Kalau ada harus diturunkan, kalau tetap memaksakan kita berikan sanksi,” terangnya.

Ihwal penumpang, Revi menyampaikan, Terminal Kalideres memberikan fasilitas ruang tunggu yang terpisah dari sirkulasi kendaraan. “Kita sudah siapkan ruang tunggu tambahan, ada tenda. Ada tiga titik kita tambah, kapasitasnya hampir 300 orang bisa tertampung. Kemudian, memastikan penumpang di atas bus mempunyai tiket,” ucapnya.

Terkait pelayanan terminal, tambahnya, Terminal Kalideres menyediakan daftar tarif yang terlihat jelas oleh penumpang. Kemudian, memasang rambu penunjuk arah dan fasilitas seperti penunjuk toilet, loket, dan lainnya. “Fasilitas harus bersih. Toilet harus bersih,” tandasnya.

(Bayu Marhaenjati/WBP)

Read more

Pedagang Keluhkan Penutupan Jalan Akibat Pembangunan

EkspresNews.com – Puluhan pedagang daging di Pasar Bawah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), mengeluhkan penutupan jalan menuju pasar tersebut akibat pembangunan jembatan di dekat jalan masuk pasar.

Menurut salah seorang pedagang daging, Eri di Bukittinggi, Kamis, mengatakan, penutupan sudah dilakukan sejak sekitar satu bulan lalu sehingga mengakibatkan para pedagang kesulitan masuk mengangkut daging ke dalam pasar karena tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Penutupan jalan tersebut dilakukan di jalan menuju pasar daging dari Simpang Tugu Adipura di Jalan Soekarno Hatta. Ia menyebutkan, akses jalan yang tersedia untuk masuk ke pasar tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua sehingga membuat para pedagang kesulitan mengangkut daging ke dalam lokasi berjualan. “Kami hanya mengharapkan agar jalan tidak ditutup sepenuhnya, apalagi saat bulan puasa ini sedang banyak permintaan. Jadi kami harapkan ada solusi supaya jalan bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD setempat meninjau lokasi tersebut untuk dapat segera dicarikan solusi atas keluhan para pedagang tersebut.

Wakil Ketua DPRD, Trismon menyebutkan, keluhan para pedagang tersebut sangat dimaklumi karena penutupan jalan tersebut memang menghambat kelancaran aktivitas para pedagang. “Namun di satu sisi, pembangunan tersebut sangat diperlukan. Kami upayakan ada solusi agar pembangunan tetap lanjut dan aktivitas masyarakat di pasar tidak terganggu,” lanjutnya.

Ia menyebutkan, bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat akan mengusahakan pembuatan jalan masuk di dekat lokasi pembangunan tersebut. “Kami juga akan bicarakan dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) karena di lokasi juga terdapat tempat pembuangan sampah,” tambahnya. (Ira)

Read more