Pemudik di Pelabuhan Tanjung Priok turun 20 Persen

Pemudik di Pelabuhan Tanjung Priok turun 20 Persen

EkspresNews.com – Jumlah pemudik di Pelabuhan Tanjung Priok mengalami penurunan hingga hampir 20 persen pada tahun ini dibandingkan 2015. Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Bay M Hasani di Jakarta, Sabtu, mengatakan, penurunan tersebut tercatat dari H-18 hingga H-4 Lebaran 2016, yaitu hanya 8.200 penumpang untuk kategori penumpang naik ke kapal. “Penurunannya 2.000 penumpang atau 19,6 persen, hampir 20 persen,” katanya.

Sementara itu, untuk penumpang turun dari kapal pada tercatat 10.900 orang, hampir sama  dengan tahun lalu 11.000 penumpang pada periode yang sama arus mudik Lebaran. Bay mengatakan, penurunan tersebut turut dipengaruhi oleh tidak adanya program mudik lewat kapal secara gratis yang diselenggarkan oleh Kementerian Perhubungan seperti tahun lalu.

“Mungkin karena itu, jadi sekarang ini tidak ada lagi program mudik gratis dengan kapal ke daerah Jawa Tengah, seperti Semarang dan Surabaya,” katanya.

Selain itu, kata dia, pilihan penumpang semakin beragam seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terutama kelas menengah yang beralih dari moda laut ke moda udara atau kereta api. “Buat saya pribadi, penurunan penumpang dengan kapal ini pertanda kemakmuran, masyarakat mulai memiliki daya beli yang tinggi untuk beli tiket pesawat,” katanya.

Selama masa Angkutan Lebaran 2016, sebanyak sembilan kapal milik PT Pelni dan 10 kapal swasta dioperasikan di Tanjung Priok. Meski mengalami penurunan penumpang, Bay menegaskan, pihaknya tidak mengurangi kesiagaan dan kewaspadaan dalam operasi Lebaran tahun ini. “Kami tetap mengawasi jumlah kapal dan penumpang karena kita mau mudik ini selamat sampai tujuan dan zero accident,” katanya.

Sementara itu, data Angkutan Lebaran 2016 Kemenhub menunjukkan moda transportasi udara diprediksi mengalami kenaikan tertinggi dibandingkan seluruh moda, yakni mencapai 7,62 persen menjadi 4,6 juta penumpang pada Lebaran tahun ini dari 4,3 juta penumpang dari tahun lalu.

Untuk penumpang penyeberangan diprediksi naik 3,54 persen menjadi 3,7 juta penumpang pada Lebaran 2016. Penumpang kereta api juga diperkirakan naik 4,63 persen menjadi 4,1 juta penumpang.

Selanjutnya, penumpang moda transportasi laut juga mengalami kenaikan 2,9 persen menjadi 910.191 penumpang pada Lebaran tahun ini. Hanya jalur darat yang mengalami penurunan yaitu diperkirakan turun 2,7 persen menjadi 4,57 juta orang.

(ant/R)

Read more
ASDP Merak Angkut 27.895 Kendaraan Jelang Lebaran

ASDP Merak Angkut 27.895 Kendaraan Jelang Lebaran

EkspresNews.com – PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak pada H-5 Lebaran 2016, menyeberangkan sebanyak 27.895 kendaraan menuju ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. “Saya kira jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi pada H-5 meningkat dibandingkan H-6,” kata Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Mario Sardadi Oetomo di Merak, Sabtu.

Menurut dia, saat ini pemudik yang menggunakan kendaraan mulai berdatangan karena mulai terjadinya kepadatan di kantong parkir dan enam dermaga Pelabuhan Merak. Kemungkinan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari akan terjadi lonjakan penumpukan kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Berdasarkan data sementara pada H-5 jumlah kendaraan yang diseberangkan mencapai 27.895 unit terdiri dari sepeda motor sebanyak 15.033 unit, mobil pribadi 11.638 unit, bus 535 unit dan truk 689 unit.

Sedangkan jumlah penumpang pejalan kaki mencapai 101.097 orang. Meskipun terjadi kepadatan kendaraan dan penumpang, menurut dia, operasional penyeberangan Merak-Bakauheni berjalan lancar. “Kami bekerja keras dengan mengerahkan petugas untuk mengatur kelancaran lalu lintas agar kendaraan tidak menumpuk di lahan parkir dan dermaga,” katanya.

Ia mengatakan saat ini Pelabuhan Merak masih dipadati kendaraan pribadi yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung. ASDP Merak saat ini melarang truk ekspedisi melintasi penyeberangan Merak-Bakauheni, Lampung guna kelancaran arus kendaraan.

(ant/R)

Read more
10.020 Pekerja Mudik Gratis BPJS Ketenagakerjaan

10.020 Pekerja Mudik Gratis BPJS Ketenagakerjaan

EkspresNews.com – Sebanyak 10.020 pekerja dan keluarganya yang berada di delapan kota, mudik gratis ke kampung halaman dengan menggunakan 185 bus yang disediakan BPJS Ketenagakerjaan. Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Hendro Sucahyono di acara pelepasan pemudik tersebut di Jakarta, Sabtu, mengatakan khusus di Jakarta, disiapkan 74 bus untuk mengangkut 4.500 penumpang dengan tujuan Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Hadir juga di acara tersebut, Direktur Pelayanan dan Kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan Evi Afiatin, Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antarlembaga E Ilyas Lubis, dan Direktur Pengembangan Investasi, Krishna Syarif dan Ketua Dewas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono.

Evi menyampaikan rasa suka citanya menyaksikan para pekerja yang bersiap untuk melewatkan momen Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. “Semoga melalui kegiatan Mudik ASIK (Ajang Silaturahmi, Indahnya Kebersamaan) terjalin silaturahmi pekerja dengan keluarga di kampung halaman,” ujar Evi.

Dia berharap BPJS Ketenagakerjaan di masa mendatang bisa lebih banyak mengangkut pemudik. “Tahun lalu, kami siapkan 4000 kursi, tahun ini menjadi 10.020,” katanya.

Kegiatan mudik gratis ini juga dihadiri Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial Kemenaker Hayani Rumondang dan Kadisnaker DKI Priyono. Selain di Jakarta, tujuh kota lainnya juga melaksanakan Mudik ASIK, yakni di Bekasi, Karawang, Cirebon, Serang, Surabaya dan Gresik dengan tujuan Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan mudik gratis di wilayah Sumatera dilakukan untuk para pekerja di Kabupaten Siak dengan tujuan Sumatera Barat dan Sumatera Utara dengan total pekerja yang diberangkatkan mencapai 10.020 orang untuk seluruh rangkaian kegiatan. “Semoga ke depannya pelaksanaan kegiatan ini dapat lebih luas lagi dan menjangkau lebih banyak pekerja,” tutur Evi.

Dia juga mengimbau kepada seluruh pengemudi yang membawa rombongan peserta mudik ini agar tetap mematuhi peraturan lalu lintas dan mengemudi dengan tenang. “Mengemudilah dengan tenang karena keamanan dan kenyamanan bagi para pekerja adalah yang utama,” katanya.

Sementara Eko, salah seorang peserta Musim ASIK, menyatakan mudik gratis meringankan bebannya karena ia tidak perlu membeli tiket yang mahal dibandingkan harga pada hari biasa. “Sangat membantu. Uang tiket bisa buat beli oleh-oleh untuk keluarga,” kata Eko.

(ant/R)

Read more

Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi Hari Ini

EkspresNews.com – Ribuan calon penumpang memadati Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Sejumlah bus antarkota antarpropinsi (AKAP) terlihat menumpuk. Diprediksi, puncak arus mudik terjadi pada hari ini.

Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnain mengatakan, situasi penumpang hari ini sangat berbeda dengan Jumat (1/7) kemarin. “Diperkirakan puncak arus mudik di Terminal Kalideres terjadi pada hari ini, H-4. Saya lihat di lapangan memang ada peningkatan dibanding kemarin, cukup ramai siang ini,” ujar Revi, yang dilansir Beritasatu.com, Sabtu (2/7).

Dikatakan Revi, berdasarkan catatan sebanyak 212 bus berangkat dari Terminal Kalideres, kemarin. Penumpang yang diangkut sebanyak 2.375 orang. “Dibandingkan Lebaran tahun 2015 lalu, terjadi penurunan pada H-5. Pada tahun 2015, terdata 462 bus yang berangkat, dengan penumpang 6.229. Jadi cukup drastis penurunnya,” ungkapnya.

Menyoal lonjakan penumpang pada hari ini, Revi mengaku sudah mengantisipasinya. “PO bus menyediakan bus bantuan. Bus bantuan itu, juga diperiksa dulu kelaikan jalannya, diberi stiker, baru diperbolehkan beroperasi,” katanya.

Ia menyampaikan, ada empat poin pelayanan yang diberikan Terminal Kalideres sebagai terminal tipe A yakni pelayanan oleh pengemudi, kendaraan, penumpang, dan terminal. “Sesuai kesepakatan dengan 10 kepala terminal se-Jabodetabek, ada empat poin kesepakan,” ucapnya.

Tentang pengemudi, katanya, didata identitas dan datang jam berapa. Kemudian, diarahkan cek kesehatan, diperiksa urinenya, dan diarahkan istirahat di ruang pengemudi yang sudah disiapkan. Soal kendaraan, pihaknya melakukan uji kelaikan. “Kalau dinyatakan lulus, dipasang stiker laik jalan,” kata dia.

Kemudian, memeriksa kelengkapan administrasi kendaaran seperti izin trayek, buku KIR, dan STNK. Melakukan pengecekan kapasitas kendaraan. “Jumlah tempat duduk berapa tidak boleh melebihi kapasitas, Lalu, apa muatan yang dibawa. Bus umum tidak boleh bawa sepeda motor. Kalau ada harus diturunkan, kalau tetap memaksakan kita berikan sanksi,” terangnya.

Ihwal penumpang, Revi menyampaikan, Terminal Kalideres memberikan fasilitas ruang tunggu yang terpisah dari sirkulasi kendaraan. “Kita sudah siapkan ruang tunggu tambahan, ada tenda. Ada tiga titik kita tambah, kapasitasnya hampir 300 orang bisa tertampung. Kemudian, memastikan penumpang di atas bus mempunyai tiket,” ucapnya.

Terkait pelayanan terminal, tambahnya, Terminal Kalideres menyediakan daftar tarif yang terlihat jelas oleh penumpang. Kemudian, memasang rambu penunjuk arah dan fasilitas seperti penunjuk toilet, loket, dan lainnya. “Fasilitas harus bersih. Toilet harus bersih,” tandasnya.

(Bayu Marhaenjati/WBP)

Read more

Pedagang Keluhkan Penutupan Jalan Akibat Pembangunan

EkspresNews.com – Puluhan pedagang daging di Pasar Bawah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), mengeluhkan penutupan jalan menuju pasar tersebut akibat pembangunan jembatan di dekat jalan masuk pasar.

Menurut salah seorang pedagang daging, Eri di Bukittinggi, Kamis, mengatakan, penutupan sudah dilakukan sejak sekitar satu bulan lalu sehingga mengakibatkan para pedagang kesulitan masuk mengangkut daging ke dalam pasar karena tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Penutupan jalan tersebut dilakukan di jalan menuju pasar daging dari Simpang Tugu Adipura di Jalan Soekarno Hatta. Ia menyebutkan, akses jalan yang tersedia untuk masuk ke pasar tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua sehingga membuat para pedagang kesulitan mengangkut daging ke dalam lokasi berjualan. “Kami hanya mengharapkan agar jalan tidak ditutup sepenuhnya, apalagi saat bulan puasa ini sedang banyak permintaan. Jadi kami harapkan ada solusi supaya jalan bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD setempat meninjau lokasi tersebut untuk dapat segera dicarikan solusi atas keluhan para pedagang tersebut.

Wakil Ketua DPRD, Trismon menyebutkan, keluhan para pedagang tersebut sangat dimaklumi karena penutupan jalan tersebut memang menghambat kelancaran aktivitas para pedagang. “Namun di satu sisi, pembangunan tersebut sangat diperlukan. Kami upayakan ada solusi agar pembangunan tetap lanjut dan aktivitas masyarakat di pasar tidak terganggu,” lanjutnya.

Ia menyebutkan, bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat akan mengusahakan pembuatan jalan masuk di dekat lokasi pembangunan tersebut. “Kami juga akan bicarakan dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) karena di lokasi juga terdapat tempat pembuangan sampah,” tambahnya. (Ira)

Read more