Tingkatkan Penerimaan Daerah, Pemeriksa dan Jurusita Pajak Dilatih

Tingkatkan Penerimaan Daerah, Pemeriksa dan Jurusita Pajak Dilatih

27655262_1868509983159153_4626941651040049174_nEkspresNews.com – Pemerintah Kota Padang melalui kerjasama Program Diklat Pusdiklat Pajak – Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) memberikan peningkatan kompetensi pemeriksa pajak dan jurusita pajak. Diklat ini diikuti 40 orang dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang.

Menurut Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, tersedianya pemeriksa pajak dan jurusita pajak ini merupakan tuntutan akan pentingnya fungsi dankeberadaannya dalam mengamankan penerimaan daerah. Terlebih saat ini penerimaan daerah diperlukan karena Pemko Padang sedang giat-giatnya membangun.

“Keberadaan pemeriksa pajak dan jurusita pajak memang menjadi tuntutan dalam peningkatan dan pengamanan penerimaan daerah,” kata Mahyeldi saat membuka Diklat yang digelar di Hotel Axana, Senin (5/2/2018).

Ia mengapresiasi Bapenda dan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang berinovasi untuk mengadakan pelatihan. Diklat Substansi Spesialisasi ini merupakan yang pertama dilakukan pemerintah daerah di Provinsi Sumatera Barat.

Walikota berharap peserta mengikutinya dengan sungguh – sungguh. Dengan pelatihan ini dapat meningkatkan penguasaan pengetahuan, keterampilan, dedikasi, integritas serta profesionalisme dengan kawan yang tinggi dalam menjalankan tugas.

“Diharapkan peserta mengikuti pelatihan dengan serius guna meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam tugas,” ujar Mahyeldi.

Pada kesempatan ini, hadir langsung Kepala Pusdiklat Pajak – BPPK Hario Damar. Kapusdiklat bertindak selaku narasumber terkait fungsi pemeriksa pajak dan jurusita pajak. Dia juga bakal memaparkan materi – materi lainnya sehubungan penerimaan daerah.

Kepala Bapenda Adib Alfikri menjelaskan, lemahnya kesadaran wajib pajak dalam menunaikan kewajibannya tidak cukup melalui imbauan dan sosialisasi saja. Perlu ada tindakan tegas kepada yang enggan membayar pajak.

“Sayangnya sarana pemerintah daerah masih kurang sehingga kita lambat dalam menghadapi kondisi yang ada,” kata Adib.

Akan tetapi Bapenda melahirkan inovasi untuk penguatan penerimaan pajak tersebut dengan mengadakan pelatihan. Pelatihan ini merupakan tindaklanjut MoU kerjasama yang telah terjalin dengan Pisdiklat Pajak-BPPK.

“Dengan adanya kerjasama Pemko Padang yang dituangkan dalam MoU beberapa waktu lalu kita menyikapi dengan mengadakan pelatihan bagi pemeriksa pajak dan jurusita pajak,” tukas Adib.

Selain itu, Kepala BKPSDM Habibul Fuadi juga turut hadir dan menjadi narasumber. Menurutnya pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan pegawai merupakan ranah dari instansi BKPSDM. Namun pelaksanaannya tentu bersinergi dengan instansi atau OPD terkait.

“Output diklat ini tentunya diharapkan lebih meningkatkan kompetensi dan keterampilan dari pesertanya,” sebut Habibul. (Agw/Humas

Read more
Hari Peduli Sampah, Walikota Padang Canangkan 10 Menit Bersih

Hari Peduli Sampah, Walikota Padang Canangkan 10 Menit Bersih

27545269_1867204649956353_8670101669545327148_nEkspresNews.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang menggelar apel bersama dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tingkat kota di Jembatan Siti Nurbaya, Muaro, Ahad (4/2/2018) lalu.

Peserta apel bersama terdiri dari pimpinan lembaga, ormas, perangkat daerah, perguruan tinggi dan sekolah-sekolah Adiwiyata serta 300 orang petugas lapangan kebersihan kecamatan kelurahan. Apel uang diikuti sedikitnya 500 orang ini dipimpin langsung oleh Walikota Mahyeldi Ansharullah.

Mahyeldi mengatakan, Padang yang sudah menjadi kota bersih dengan memperoleh Adipura harus dipertahankan. Untuk mempertahankan, diperlukan sinergi semua pihak untuk sama-sama peduli kebersihan.

“Padang bersih dengan memperoleh Adipura harus kita pertahankan dan jaga bersama, ” kata Walikota.

Pada kesempatan ini Mahyeldi mencanangkan pula program bersih -bersih 10 menit. Semua pegawai kantor, baik pemerintah maupun swasta harus melaksanakan peduli kebersihan di kantor masing-masing, minimal 10 menit setiap Rabu pagi. “Kita canangkan program10 menit peduli bersih setiap Rabu pagi, ” katanya.

Menurut Mahyeldi, program tersebut guna menghidupkan semangat kepedulian terhadap kebersihan bagi setiap warga. Pada gilirannya nanti akan menjadi budaya bagi warga Kota Padang.

Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional ini juga dicanangkan Tiga Bulan Bebas Sampah (TBBS) di Kota Padang yang dimulai 21 Januari sampai 21 April 2018.

Mahyeldi mengharapkan program peduli kebersihan ini agar dilaksanakan sepenuh hati oleh semua unsur masyarakat. “Kita harapkan masyarakat melaksanakan sepenuh hati untuk mewujudkan Padang yang lebih bersih lagi,” tukasnya.

Pada kesempatan ini, BNI memberikan bantuan sebanyak 1.946 buah tas plastik untuk belanja yang akan dibiasakan penggunaannya pengganti kantong plastik atau kresek. Tas tersebut diserahkan secara simbolis oleh Walikota kepada para petugas kebersihan. Sekaligus meluncurkan kapal pengumpul sampah bantuan BNI dan pemberian penghargaan kepada pelaku usaha yang telah berpartisipasi di bidang kebersihan melalui CSR.

Pada momen itu juga, Walikota mengukuhkan Petugas Kebersihan Kecamatan Kelurahan Tahun 2018. Hadir dalam kesempatan ini Sekretaris Daerah Ir. Asnel, Kepala DLH Al Amin, Kepala Dinas Perdagangan Endrizal dan Kepala Bagian Humas Imral Fauzi. (Agw/TimHumas)

Read more
Mahyeldi Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban di Muskomwil I Apeksi

Mahyeldi Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban di Muskomwil I Apeksi

27654635_1864999760176842_5697097503307003061_n“Padang Berbenah Agar Jadi Kota Penting”

EkpresNews.com – Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyampaikan laporan pertanggungjawaban selaku Ketua Komisariat Wilayah I (Komwil I) Sumatera Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), menyusul berakhirnya masa kepengurusan periode 2015 – 2018. Laporan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Komwil I Apeksi yang digelar di Hotel Aryaduta pekanbaru, Kamis (1/2/2018).

Dalam laporannya Mahyeldi membeberkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai tugas pokok pengurus Komwil Apeksi, baik internal maupun eksternal. Secara kegiatan internal, Komwil I yang terdiri dari 24 Pemerintah Kota meliputi 5 provinsi di Sumatera telah membahas percepatan pembangunan wilayah Sumatera dan penyelesaian isu-isu strategis terkait program nasional. Komwil I juga telah mengusulkan peningkatan kerjasama ‘best practice’ antar kota, peningkatan SDM dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), serta peningkatan kapasitas kota melalui inovasi administrasi negara.

“Dengan pembahasan – pembahasan secara bergulir dilakukan internal Komwil I Sumatera telah menghasilkan rumusan-rumusan guna keberlanjutan pembangunan sekaligus mempersiapkan kota-kota khususnya yang ada di Komwil I Sumatera,” kata Mahyeldi kepada wartawan.

Walikota Mahyeldi juga menyampaikan kegiatan ekternal bersama Dewan Pengurus Komwil I – IV menyampaikan berbagai rumusan rekomendasi terkait perubahan peraturan perundang-undangan dan kebijakan nasional kepada DPR RI, DPD RI, dan MPR RI serta kementerian terkait. Disampaikan antara lain, isu-isu krusial, terkait bidang pendiidkan menengah dan pengelolaan terminal, peninjauan kembali kebijakan moratorium penerimaan CPNS, juga pembahasan menyampaikan isu-isu terkait Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (RUU-ASN).

“Kita sudah sampaikan berbagai rekomendasi terkait perubahan perundang-undangan dan kebijakan nasional serta isu-isu krusial lainnya,” kata politisi PKS ini.

Lebih lanjut Mahyeldi menyebutkan, isu penting terkait permasalahan kota hampir sama yaitu kependudukan dan pembangunan infrastruktur serta pengelolaan keuangan. Untuk itu diperlukan penguatan otonomi daerah sesuai UU 23 Tahun 2014, khususnya sembilan urusan wajib Bidang Pertanahan menjadi kewenangan Pemerintah Daerah.

“Untuk penyelesaian permasalahan perkotaan yang hampir sama di setiap kota diperlukan penguatan otonomi daerah,” ujar walikota bergelar Datuk Marajo ini.
Menurut Mahyeldi, banyak kebijakan-kebijakan pusat yang tidak tepat dan bahkan memunculkan masalah-masalah baru di daerah. Diantaranya kebijakan yang kurang tepat yaitu pengelolaan SMA/SMK ke pemerintah provinsi.

“Contohnya, kebijakan pengelolaan SMA/SMK ke pemprov justru menimbulkan beban masyarakat karena kebijakan di daerah yang tadinya bisa free biaya,” tukasnya.

Agar Padang Jadi Kota Penting di Pantai Barat Sumatera

Walikota Mahyeldi Ansharullah saat diwawancarai awak media disela kegiatan Muskomwil I Apeksi mengungkapkan upaya pembenahan-pembenahan yang dilakukan agar Kota Padang menjadi kota penting dan gerbang Indonesia di pantai barat. Disamping meningkatkan pembangunan infrastruktur, Pemko Padang tengah giat merancang kerjasama internasional dengan sejumlah kota di dunia serta lebih berperan dalam Indian Ocean Rip Assosiation (IORA).
“Sebagai kota terbesar yang juga memiliki pelabuhan terbesar di pantai barat Sumatera, kita ingin Padang menjadi kota penting dan gerbang Indonesia di pantai barat,” Mahyeldi.
Beberapa kota di luar negeri yang sudah menjalin kerjasama dan menjadi ‘sister city’. Dikatakan Mahyeldi, beberapa kota di India, Australia, Mauritius dan Tiongkok .
“Kita sudah jalin kerjasama dengan Fremantle City di Australia, Mauritius dan lain-lain,” sebutnya.

Rangkaian Kegiatan Muskomwil I APEKSI

Sebanyak 24 Walikota dari lima provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau hadir dalam perhelatan pemerintahan kota ini.
Ballroom Hotel Arya Duta di Jalan Diponegoro Pekanbaru yang menjadi tempat dilaksanakanya Muskomwil I Apeksi disesaki ratusan undangan. Para tamu undangan ini berbaur satu dengan yang lain. Acara pembukaan Muskomwil I Apeksi di Pekanbaru ini pun berlangsung dengan semarak dan meriah.

Wakil Ketua DPP Apeksi Tengku Zulmi Eldin di hadapan ratusan undangan yang hadir pada acara Muskomwil I Apeksi mengucapkan selamat kepada peserta yang hadir untuk mengikuti Muskomwil I A, dan berharap melalui acara ini mampu memunculkan sejumlah ide dan gagasan yang membangun, serta dapat menjadi inspirasi yang nantinya dapat dibawa pulang oleh peserta ke daerahnya masing-masing.

“Dengan mengucapkan Bismillah, saya membuka resmi acara Muskomwil I Apeksi yang berlangsung di Kota Pekanbaru ini. Semoga ini dapat bermanfaat bagi peserta Apeksi selain mempererat silaturahmi sesama anggota,” kata Tengku Zulmi.

Sementara Walikota Pekanbaru, Firdaus yang juga Wakil Ketua Komwil I Apeksi mengucapkan selamat datang kepada 24 Walikota yang hadir dalam acara tersebut. Sembari mengharapkan acara dapat berjalan lancar, orang nomor satu di Pekanbaru juga mengimbau kepada peserta Apeksi untuk dapat mengikuti serangkaian acara hingga selesai, yang berlangsung 1-3 Februari 2018.

“Atas nama tuan rumah kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak/Ibu Walikota yang hadir dalam acara Apeksi. Semoga kita dapat mengikuti seluruh rangkaian acara yang digelar, dan berjalan dengan lancar,” kata Firdaus.
Setelah secara resmi dibuka, pada malam harinya, seluruh peserta Muskomwil I Apeksi di Kota Pekanbaru juga dijamu makan malam bersama. Menariknya, jamuan makan malam dilaksanakan di situs sejarah, Rumah Singgah Tuan Kadi yang ada di pinggir Sungai Siak, tidak jauh dari Jembatan Siak III.

Kegiatan Muskomwil I Apeksi berlanjut hingga Sabtu (3/2/2018). Pada Jumat (2/2/2018) Muskomwil I Apeksi diisi serangkaian kegiatan. Mulai dari penanaman pohon, sidang pleno, sidang komisi, pameran kerajinan khas unggulan Kota Pekanbaru dan kota-kota lainnya, pelatihan singkat pembuatan kerajinan tangan khas Kota Pekanbaru hingga city tour.
Pada hari penutupan akan dilaksanakan sejumlah kegiatan yang lebih menarik lagi. Diantaranya pawai budaya dan pembukaan City Expo yang digelar di Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru. (Agw/TimHumas)

Read more
Kenyamanan Pedagang Pasar Raya Padang

Kenyamanan Pedagang Pasar Raya Padang

26060134_1824497047560447_6396473276624459195_oEkspresNews.com – Disela peresmian Radio Pasar RRI Padang, Walikota Mahyeldi Ansharullah mengunjungi Pasar Raya, Selasa (6/2/2018). Dalam kunjungan tersebut Wako menyempatkn.berdialog dengan pedagang di Blok IV.

Umumnya pedagang menyampaikan rasa puas dengan kondisi pasar yang representatif dan kondisi yang lebih nyaman dari sebelumnya.

Salah seorang pedagang menuturkan, kondisi sekarang jauh lebih baik. Disamping tempatnya yang bersih dan lebih nyaman dari sebelum penataan pasar raya, pedagang juga merasa aman karena tidak lagi diberatkan oleh pungutan- pungutan yang tidak jelas dari oknum tertentu.

“Kami lebih nyaman dan aman sekarang. Temannya bersih. Sudah itu, tidak pula ada pungutan yang tidak jelas,” kata pria pedagang cabai dan kebutuhan lainnya.

Sementara walikota Mahyeldi berpesan agar tetap menjaga kebersihan agar pengunjung nyaman.

Penataan pasar raya masih terus dilanjutkan agar semua pedagabg terakomodir.

“Kita masih terus melakukan penataan sampai semua pedagang terakaomodir. Jangan sampai ada ‘dunsanak’ kita yang tidak tertampung sehingga berjualan di tempat yang tidak dibenarkan,” ucap Walikota. (Agw/Hms)

Read more
Peserta HPN Akan Dilihatkan Keindahan Sumbar

Peserta HPN Akan Dilihatkan Keindahan Sumbar

EkspresNews.com – Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) semakin dekat. Saat ini,  sudah banyak tamu yang konfirmasi akan hadir di Sumatera Barat (Sumbar). Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengatakan, tamu HPN tersebut nantinya akan diperlihatkan keindahan Sumbar. Para tamu tersebut akan dibawa ke berbagai tempat wisata di daerah Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah tersebut.
“Nanti,  mereka akan datang ke sini akan dibawa ke berbagai tempat wisata. Ada yang ke Kelok Sembilan,  Mandeh, kota Padang Siti Nurbaya, Danau di Atas, Danau di Bawah,  Maninjau, Mentawai. Selain itu, juga ada ke Pagaruyuang melihat rumah adat,  istana pagaruyuang,  dan lainnya,” kata Nasrul Abit usai melepas 3000 an pejalan Minangkabau Run 2018 di GOR Agus Salim Padang.




Ia melanjutkan, sebelum dan saat HPN, kepala daerah di Sumbar sudah diajak untuk datang ke Padang menawarkan daerah masing-masing sehingga objek-objek wisata yang ada di Kabupaten dan kota itu dilirik oleh investor.  Kata Mantan Bupati Pesisir Selatan tersebut, investasi di Sumbar terbuka untuk siapa saja,  baik asing, daerah sahabat atau tetangga,  atau bahkan perantau.

“Bagi orang yang mau membangun daerah ini kita tentu terbuka dengan senang hati dan tolong dipermudah semua administrasi dan perizinan dibantu oleh Bupati dan Walikota. Dan juga OPD terkait di bawah pemerintah yang bersangkutan,” sebutnya. Ia optimis,  meski Sumbar baru mulai menggenjot destinasi wisata, tetapi bila diiringi dengan infrastruktur dan dukungan semua masyarakat, destinasi Wisata Sumbar bisa bersaing dengan Bali.

“Untuk mengejar itu,  katanya, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat ini waktunya kita untuk menunjukkan kepada masyarakat luar,  pada duta besar,  wartawan seluruh Indonesia, para tamu yang terhormat,  jadilah kita tuan rumah yang baik. Mari kita bangun pariwisata kita dengan kelengkapan kelengkapan sarana infrastruktur. Kemudian juga kita menyajikan makanan-makanan yang terbaik dan juga jangan ada kesempatan ini dipergunakan untuk menaikkan harga,” jelasnya.

Di samping itu,  ia juga mengatakan,  agar peringatan Hari Pers tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat Sumbar untuk melayani tamu dan mengenalkan makanan-makanan khas Sumbar.  “Mari kita melayani tamu,  menerima tamu yang baik dengan keramahtamahan dan menyajikan makanan khas Sumbar dan juga kita bangun pariwisata ke depan. Semoga pembangunan pariwisata jadi lebih baik dan kita bisa menyaingi Bali,” sebutnya. (Asra)

Read more