430 Anggota Pramuka Bumi Sikerei Ikuti Pawai Obor

430 Anggota Pramuka Bumi Sikerei Ikuti Pawai Obor

EkspresNews.com – Memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-57 Pramuka yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2018, Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kepulauan Mentawai menggelar pawai obor dengan melintasi jalan Raya Tuapejat sejauh tiga kilometer. Pawai obor tersebut start dari halaman Kantor Bupati Mentawai dan finis di lapangan bola kaki SP I Km.8 Desa Sipora Jaya Kecamatan Sipora Utara.

Kegiatan ini melibatkan 430 anggota pramuka dari 16 gugus depan yang ada di Kepulauan Mentawai. Terdiri dari anggota pramuka penegak, penggalang, dan siaga berasal dari sejumlah sekolah di Bumi Sikerei.
Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake pukul 19.30 Wib tersebut, diikuti penuh semangat oleh anggota Pramuka.

Kortanius memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta. Dia berharap agar pramuka terus melahirkan tunas-tunas muda yang cakap dan andal serta mampu menjadi cermin masa depan bangsa.

“Saya bangga kepada seluruh peserta yang memiliki semangat luar biasa, karena merayakan ulang tahun dengan mengadakan pawai obor yang diikuti ratusan anggota. Semoga berdampak pada kebangkitan besar generasi muda Indonesia,” katanya saat membuka dan sekaligus melepaskan peserta pawai obor di halaman kantor Bupati Senin (13/8/2018) malam.

Selanjutnya dia berharap aktivitas anggota pramuka mampu menjadi contoh dan teladan generasi muda. Apalagi pada era sekarang, sangat sukar untuk menyatukan anak-anak dalam kegiatan kepemudaan yang membawa dampak positif seperti pramuka. Kegiatan kepemudaan menghadapi tantangan besar di era kemajuan seperti saat ini.
Dengan kegiatan kepanduan juga diharapkannya generasi muda, khususnya yang ada di Kepulauan Mentawai memiliki pilihan untuk beraktivitas secara positif dalam membina persahabatan sembari meningkatkan rasa kecintaan pada negara. (N)

Read more
73 Tahun Kemerdekaan, Kapolres Solsel Temu Ramah

73 Tahun Kemerdekaan, Kapolres Solsel Temu Ramah

EkspresNews.com – Sambut 73 Tahun Kemerdekaan RI dan Pemilu 2019, Kapolres Solok Selatan Gelar Temu Ramah Dengan 1000 Tokoh Bumi Sarantau Sasurambi. Guna mewujudkan trust building yang di programkan oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian sehingga tercipta kepercayaan masyarakat terhadap jajaran kepolisian, Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto menggelar acara temu Ramah dengan 1000 tokoh di bumi sarantau sasurambi, Sabtu (11/8) di jorong Pekonina Kecamatan Pauh Duo kabupaten Solok Selatan.

Imam mengungkapkan, Solok Selatan sebagai daerah penyelamatnya Republik Indonesia pada masa perjuangan yang lampau ini, yaitu sebagai pusat operasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang bukti fisiknya ada di daerah Bidar Alam, masyarakatnya berpegang teguh dengan slogan senasib sepenanggungan dan berprinsip selalu menjalin silaturahmi dan kebersamaan dengan pepatahnya “saciok bak ayam sadanciang bak basi, sakabek bak siriah, sarumpun bak Sarai”.

mengajak kepada kita bersama untuk dapat membantu agar tercipta keamanan dan ketertiban masyarakat kita di Solok Selatan sesuai dengan koridor dalam penegakan hukum dan disesuaikan dengan kearifan lokal ataupun adat kita di daerah.

Diharapkan dengan kegiatan temu ramah tokoh ini kita dapat mengokohkan tali silaturahmi, tali persaudaraan kepada sesama kita sehingga tercipta suasana yang aman, damai dan tentram, terbebas dari hal-hal yang tidak kita inginkan baik narkoba, berita-berita Hoak, ujaran-ujaran kebencian dan informasi informasi yang menyesatkan sehingga menimbulkan perpecahan-perpecahan yang tidak kita inginkan.

Untuk ciptakan situasi yang kondusif ini kami membuka diri selebar-lebarnya kepada masyarakat kita jangan sampai keberadaan kami menjadi “momok yang menakutkan di tengah masyarakat, informasi kan kepada kami, tolong tegur kami dan tolong beritahu kami apabila ada hal yang tidak diinginkan. Juga bisa di informasikan lewat petugas Babinkantibmas kami yang telah menyebarkan stiker-stiker himbauan disertai nomor telponnya masing-masing di rumah-rumah masyarakat. Ucapnya.

Ir.Noviar Dt.Rajo Endah ketua LKAAM Solok Selatan atas nama Niniak mamak merasa sangat tersanjung atas undangan dan adanya kegiatan yang digagas Kapolres ini. Ini adalah kali pertamanya kita bertemu dan beramah tamah dengan seluruh tokoh dan Ninik mamak yang ada se kabupaten Solok Selatan. Ke depan kerjasama kita antara Niniak mamak dengan jajaran polres kita harapkan akan dapat semakin ditingkatkan, apalagi kita saat ini memasuki tahun politik yaitu tahun yang panas antara yang pro maupun yang kontra. Kita himbau untuk dapat menyikapi masa ini dengan Arif, jangan sampai merusak hubungan silaturahmi kita sehingga terjadi perpecahan.

Dr.Zaitul Ikhlas Sa’ad konsultaan Reformasi Birokrasi Polri (RBP) Polda Sumatera Barat mengungkapkan rasa bangga, hormat dan rasa haru kepada Kapolres Solok Selatan, dari 19 Kapolres yang ada di Sumatera Barat baru inilah yang punya gagasan beda, Baru 4 bulan bertugas di ranah Minang khususnya alam sarantau sasurambi atas kesungguhan dan tekadnya untuk mewujudkan kebersamaan saciok bak ayam sadanciang bak basi dan memahami suasana kita bersama di bumi sarantau sasurambi yang di saksikan langsung oleh daulat tuanku dan raja-raja di Solok Selatan ini. mengajak kita semua mari sokong program-program polri seperti yang digagas oleh Kapolres ini.

Bupati Solok Selatan H.Muzni Zakaria menyampaikan apresiasi yang tinggi atas gagasan Kapolres Solok Selatan dengan menggelar kegiatan temu ramah Tokoh-tokoh se-Solok Selatan ini. Sebelumnya Kapolres juga yang telah menggagas untuk mengadakan makan bajamba bersama dengan tokoh masyarakat di rumah gadang panjang nagari Abai sehabis lebaran lalu. Kegiatan ini adalah wadah yang akan menguatkan dan merekat jalinan persatuan sesama kita. Hal ini Jadi pemicu pula bagi kami Pemerintah daerah Kabupaten Solok Selatan sehingga akan kita programkan kegiatan temu tokoh ini paling tidaknya 6 bulan sekali, ucapnya.

Disaat yang sama bupati beserta Forkopimda dan tokoh masyarakat melakukan penandatanganan Deklarasi Damai masyarakat Solok Selatan bertekad untuk bersatu dalam menjaga situasi Kamtibmas dan pemilu 2019 yang damai dan bermartabat, dan juga mendukung atlit-atlit Indonesia untuk meraih prestasi terbaik di ajang Asean Games 2018. Dalam kegiatan ini turut hadir Forkopimda, Daulat Tuanku Rajo, datuk-datuk pemangku adat dan Wali Nagari se solok selatan, MUI beserta Bundo kanduang. (Zaki)

Read more
Adu Ketangkasan, Sejumlah Pelajar Mentawai Ikuti Lomba PBB dan Yel-yel

Adu Ketangkasan, Sejumlah Pelajar Mentawai Ikuti Lomba PBB dan Yel-yel

EkspresNews.com – Sejumlah pelajar setingkat SD, SMP dan SMA di Kabupaten Kepulauan Mentawai ikuti adu ketangkasan dalam kemasan lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Yel-yel di halaman Dinas Perhubungan Kepulauan Mentawai, Sabtu (11/8/2018).

Andalan Cabang Bidang Urusan Pembinaan Penggalang Kwarcab Mentawai juga selaku koordinator lomba PBB Ribawadi mengatakan, lomba PBB pada dasarnya bukan untuk melihat tim terbaik maupun sebaliknya. Melainkan sebagai wadah untuk memberikan pendidikan karakter pada generasi muda khususnya pelajar agar berjiwa patriotisme, memahami kebangsaan dan meningkatkan rasa nasionalis.

“Kegiatan ini kita harapkan mampu menumbuhkan jiwa patriot para generasi muda khususnya adik-adik pelajar yang ada di Mentawai ini. Dimana kegiatan PBB bukan sekedar adu ketangkasan dalam hal berbaris tetapi mengedepankan agar mereka mempunyai kedisplinan dan ketaatan,” katanya saat dimintai keterangan disela pelaksanaan lomba.

Selain itu lanjut Ribawadi, pemenang dalam lomba PBB dan Yel-yel tingkat penggalang SD, tingkat penggalang SMP dan Penegak, akan mewakilkan Kabupaten Kepulauan Mentawai keajang yang lebih tinggi.

Gelaran lomba PBB dan Yel-yel yang digagas Kwarcab Mentawai tersebut diikuti 14 tim yakni terbagi atas 7 tim dari tingkat SD, 3 Tim dari tingkat SMP dan 4 tim tingkat SMA merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Pramuka yang ke-57 dan sekaligus memeriahkan HUT RI ke-73. (N)

Read more
ASN Padang Panjang Ikut Bantu Arif dan Khairul

ASN Padang Panjang Ikut Bantu Arif dan Khairul

EkspresNews.com – Donasi untuk Arif dan Khairul yang lulus di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir terus mengalir. Beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) Padang Panjang, Rabu, (8/8), mendatangi Dinas Kominfo setempat untuk menyerahkan sumbangan.

“Semoga Arif dan Khairul dapat melanjutkan kuliahnya ke Mesir. Kami turut bahagia dan berdo’a agar keduanya kelak menjadi ulama,” kata Dalius Radjab, Sekretaris Dinas Pariwisata Padang Panjang, yang sempat berjumpa dengan Arif dan Khairul di Kantor Dinas Kominfo.

Kemarin donasi yang dikumpulkan Sekretaris Dinas Kominfo Ampera Salim, berjumlah Rp. 1 juta lebih. Sudah diserahkan kepada mereka langsung. “Mudah mudahan ada tambahanya sampai akhir September mendatang, sebelum mereka berangkat ke Mesir,” kata Ampera sembari menambahkan masing masing mereka membutuhkan dana sekitar Rp. 30 juta.

Sementara, dari kalangan wartawan melalui berita yang tersebar, sudah ada donatur, yang mintak nomor rekening Arif dan Khairul.

Menurut Ampera, jika ada donatur yang ingin mengirimkan langsung ke rekening Arif dan Khairul itu lebih baik. Disebutkan Rek. BRI a/n. Arif Rahmatul Aji no. 546201011499534. Sedang Rek BRI a/n. Khairul Amal El Hifzi no. 546201011143531.

Senada dengan Ampera, Ketua PWI Padang Panjang Syamsudarman juga mengharapkan uluran tangan langsung kepada yang bersangkutan.

Kedua mereka anak cerdas dari keluarga kurang mampu dari Kayutanam, Padang Pariaman, Sumbar. Arif lulusan MAN 2 Lima Kaum, Batusangkar dan juga Santri Pesantren Darul Ulum Padang Magek, Tanah Datar. Sedangkan Khairul siswa MAKM Kauman Padang Panjang.

Mereka terhitung tamat 2018 dan lulus tes untuk kuliah ke Mesir. “Karena itu kepada donatur yang ingin membantu diharap sangat uluran tangannya,” ujar Syamsudarman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Khairul Amal El Hifzi ( 19) dan Arif Rahmatul Aji (19) kini harap-harap cemas. Keduanya diterima di Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir. Namun kedua tidak punya uang.

Jika mengharapkan dari orangtua mereka saja tidaklah akan tercapai. Kepada wartawan Khairul mengaku baru bisa mengumpulkan uang Rp. 7 jutaan. Sedangkan Arif baru Rp. 4 juta. Pengakuan keduanya, uang tersebut pun berasal dari sumbangan orang-orang yang peduli kepada mereka.

Kairul merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan suami istri Syatrul Hizi –Triwales Asih Indriani. Syatrul bekerja sebagai mekanik kecil-kecilan, sedangkan istrinya hanyalah seorang ibu rumahtangga.

Sementara Arif anak ke enam dari tujuh bersaudara pasangan suami istri Ajirin dengan Mawarni Murni. Ajir hidup bertani di Lubuk Napa, Anduring, Kayutanam. Ibunda Arif hanyalah seorang ibu rumahtangga dan dalam keseharian membantu suaminya sebagai petani di ladang.

Semenjak dinyatakan lulus di Universitas Al Azhar melalui Kementerian Agama RI 30 Juni 2018 lalu, keduanya benar-benar bangga. Tidak mudah untuk lulus. Keduanya bersaing dengan 7.000-an calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Sebelumnya, setelah mendaftar secara online Kahrul menjalni ujian tertulis di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sedangkan Arif mengikuti tes di UIN Susqa Riau di Pekanbaru dan dinyatakan lulus.

Namun di balik rasa bangga kelulusan itu, baik Khairul dan Arif terkendala dengan biaya kuliah yang diperlukan.

Uang puluhan juta yang dibutuhkan tidak mudah didapat. Mengandalkan uang dari orang tua saja tidaklah mungkin. Berapa benarlah penghasilkan kedua orang tua mereka. Untuk hidup sehari-hari saja sudah berhemat-hemat. Adik-adik Arif juga butuh biaya sekolah.

Pengakuan Arif dan Khairul, saat ini paspor sudah mereka siapkan termasuk persyaratan ain yang dibutuhkan.

Arif Rahmatul Aji terbilang anak berprestasi. Tahun 2017 Arif merupakan juara pertama lomba musabaqah fahmil Quran pada pekan musbaqah kampus (PKMK) tingkat SLTA se-Sumatra Barat.

Di tahun yang sama Arif terbaik dua MTQ Smanssu Gempati Muharram ke-6 tingkat SLTA se-Sumbar dan juara pertama Olimpiade Toafl dalam lomba bertema Opitimalisasi dan eksistensi bahasa Arab dan seni berbahasa dan berbudaya di bumi Minangkabau.

Sedangkan di bangku sekolah, berkali-kali tampil sebagai juara di kelasnya.

Tidak jauh beda dengan Khairul. Ia berhasil menampatkan pendidikan di MAKN Kauman Padang Panjang dengan nilai rata-rata 83 dan dari bangku kelas I sampai tiga di Kauman, berkali-kali juara kelas diraihnya. Paling tidak tiap menerima rapor semesnter masuk 10 besar.

Menunggu jadwal keberangkatan ke Mesir September mendatang, kini keduanya berupaya menghubungi orang-orang yang peduli pada mereka. Ditunggu kepedulian kita bersama. (A.M)

Read more
Diterima di Universitas Al-Azhar, Khairul dan Arif Berharap Uluran Tangan Dermawan

Diterima di Universitas Al-Azhar, Khairul dan Arif Berharap Uluran Tangan Dermawan

EkspresNews.com – Khairul Amal El Hifzi ( 19) dan Arif Rahmatul Aji (19) kini harap-harap cemas. Keduanya diterima di Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir. Namun kedua tidak punya uang. Mereka dari Kayutanam, Padang Pariaman. Sudah dinyatakan lulus dan diterima di universitas terkenal tersebut.

Jika mengharapkan dari orangtua mereka saja tidaklah akan tercapai.
Khairul tamatan MAKN Muhammadiyah, Kauman Padang Panjang. Sedangkan Arif tamatan MAN 2 Limokaum, Batusangkar juga Santri Ponpes Darul Ulum Padang Magek. Mereka tamatan tahun 2018.

Senin (6/8) keduanya bertamu ke kantor Dinas Kominfo Padang Panjang dan menyampikan keluh kesahnya tentang kekurangan biaya untuk belajar ke Mesir.

Tahap awal, untuk biaya keberangkatan ke Mesir, masing-masing perlu biaya sekitar Rp30 juta. Untuk mendapatkan biaya itulah kedua berkonsultasi ke Dinas Kominfo dan diterima Ampera Salim yang sehari-hari sekretaris di dinas yang menjadi corong pemerintah daerah tersebut. Ikut juga Ketua PWI Padang Panjang Syamsudarman dan beberapa wartawan yang hadir saat itu.

“Tolong dibantu saya Pak. Kami butuh biaya. Kemena kami akan mengadu,” katanya dengan wajah sendu.

Kepada wartawan Khairul mengaku baru bisa mengumpulkan uang Rp7 jutaan. Sedangkan Arif baru Rp4 juta. Pengakuan keduanya, uang tersebut pun berasal dari sumbangan orang-orang yang peduli kepada mereka.

Kairul merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan suami istri Syatrul Hizi –Triwales Asih Indriani. Syatrul bekerja sebagai mekanik kecil-kecilan, sedangkan istrinya hanyalah seorang ibu rumahtangga.

Sementara Arif anak ke enam dari tujuh bersaudara pasangan suami istri Ajirin dengan Mawarni Murni. Ajir hidup bertani di Lubuk Napa, Anduring, Kayutanam. Ibunda Arif hanyalah seorang ibu rumahtangga dan dalam keseharian membantu suaminya sebagai petani di ladang.

Semenjak dinyatakan lulus di Universitas Al Azhar melalui Kementerian Agama RI 30 Juni 2015 lalu, keduanya benar-benar bangga. Tidak mudah untuk lulus. Keduanya bersaing dengan 7.000-an calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Sebelumnya, setelah mendaftar secara online Kahrul menjalni ujian tertulis di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sedangkan Arif mengikuti tes di UIN Susqa Riau di Pekanbaru dan dinyatakan lulus.

Namun di balik rasa bangga kelulusan itu, baik Khairul dan Arif terkendala dengan biaya kuliah yang diperlukan.

Uang puluhan juta yang dibutuhkan tidak mudah didapat. Mengandalkan uang dari orang tua saja tidaklah mungkin. Berapa benarlah penghasilkan kedua orang tua mereka. Untuk hidup sehari-hari saja sudah berhemat-hemat. Adik-adik Arif juga butuh biaya sekolah.

Pengakuan Arif dan Khairul, saat ini paspor sudah mereka siapkan termasuk persyaratan ain yang dibutuhkan.

Arif Rahmatul Aji terbilang anak berprestasi. Tahun 2017 Arif merupakan juara pertama lomba musabaqah fahmil Quran pada pekan musbaqah kampus (PKMK) tingkat SLTA se-Sumatra Barat.

Di tahun yang sama Arif terbaik dua MTQ Smanssu Gempati Muharram ke-6 tingkat SLTA se-Sumbar dan juara pertama Olimpiade Toafl dalam lomba bertema Opitimalisasi dan eksistensi bahasa Arab dan seni berbahasa dan berbudaya di bumi Minangkabau.

Sedangkan di bangku sekolah, berkali-kali tampil sebagai juara di kelasnya.

Tidak jauh beda dengan Khairul. Ia berhasil menampatkan pendidikan di MAKN Kauman Padang Panjang dengan nilai rata-rata 83 dan dari bangku kelas I sampai tiga di Kauman, berkali-kali juara kelas diraihnya. Paling tidak tiap menerima rapor semesnter masuk 10 besar.

Menunggu jadwal keberangkatan ke Mesir September mendatang, kini keduanya berupaya menghubungi orang-orang yang peduli pada mereka. Ditunggu kepedulian kita bersama. (A.M)

Read more