Kapolda Sumbar Irjen Fakhrizal Resmikan Gedung Sanika Satyawada dan Aspol

Kapolda Sumbar Irjen Fakhrizal Resmikan Gedung Sanika Satyawada dan Aspol

EkspresNews.com – Kapolda Sumbar Irjen. Pol. Drs. H. Fakhrizal, M.Hum berkunjung ke Kabupaten Solok Selatan. Kedatangan Kapolda ini dalam rangka kunjungan kerja selama 3 hari yang dimulai sejak Jumat sampai Minggu (20 -22 September) dengan berbagai agenda kegiatan ke daerah yang terkenal sebagai Kawasannya Saribu Rumah Gadang dan Sarantau Sasurambi ini.
Mengawali kunjungan kerjanya di hari ke dua, Kapolda Sumbar datangi Makopolres di Golden Arm Sabtu Pagi (21/9), untuk meresmikan Pemakaian gedung serbaguna “Sanika Satyawada” dan Asrama polsek Sangir Jujuan.

Kapolda Sumbar yang didampingi Pati Polda Sumbar, Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto Ketua Bhayangkari Sumbar, Ketua Bhayangkari Polres Solok Selatan, Wakapolres Kompol Edi Warman, sejumlah Kasat dan Kabag, Bupati Solok Selatan H.Muzni Zakaria, Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda, melakukan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti Gedung dan Asrama.

Selanjutnya, Kapolda bersama Kapolres langsung menuju ruangan Sanika Satyawada dan menggelar dialog tertutup dengan personil Polres Solok Selatan.

Di sisi lain, Ketua Bhayangkari wilayah Sumbar Ny Ade Fakhrizal menggelar acara pelantikan pengurus Bhayangkari Polres Solok Selatan dan sekaligus mengadakan temu ramah dengan anggota Bhayangkari Polres Solok Selatan diruang Bhayangkari. Temu ramah ini Ketua Bhayangkari wilayah Sumbar juga didampingi Ibuk ketua Bayangkari Polres Solok Selatan Ny Iyut Imam Yulisdianto
Sebelumnya, pada Jumat (20/9), Awal Kedatangan Kapolda Ke wilayah Hukum Polres Solok Selatan Polda Sumbar ini, Kapolda dan Rombongan disambut langsung oleh Tuanku Mudo Rajo Bagindo (Raja Adat), Bupati, Kapolres dan ratusan Tokoh Adat serta Niniak Mamak, Bundo Kanduang di Istano Rajo Balun Kec. Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) Kab. Solok Selatan sehabis Jumat dan langsung di ajak makan siang bersama di dalam Istana.

Di kesempatan itu Irjen Fakhrizal yang sangat populer dan terkenal di masyarakat sumbar sebagai Kapolda Niniak Mamak dan dekat dengan semua kalangan ini, menerima masukan baik itu keluhan dan juga saran dari tokoh adat dan tokoh masyarakat terkait dengan situasi kamtibmas di Wilayah Hukum Polres Solok Selatan Polda Sumbar tersebut.
Kemudian Kapolda dan Rombongan lanjut berkunjung ke Masjid Anam Puluh Kurang Aso ( 60 kurang satu ). Di pelataran Masjid yg terkenal pula sebagaj Kawasannya Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu ini, Irjen Fakhrizal beserta Ibu menyerahkan Bantuan kepada masyarakat yang beberapa waktu lalu terkena musibah Angin Puting Beliung.

Read more
Mahasiswa Prodi Kewirausahaan Harus Tanggap Persoalan Pengangguran

Mahasiswa Prodi Kewirausahaan Harus Tanggap Persoalan Pengangguran

EkspresNews.com – Memilih sebuah program studi bagi mahasiswa baru tentu tidak sembarangan. Apalagi ini menyangkut dalam persoalan masa depan. Hendak mau jadi apa nantinya sudah harus dipikirkan dari sekarang. Terutama bagi mereka-mereka yang hendak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Calon mahasiswa sejatinya saat ini mempunyai banyak kesempatan untuk mencari tahu keinginan mereka dimasa yang akan datang. Mencari jati diri atau biasanya disebut sebagai passion sudah harus dimulai. Dengan harapan tidak terledor dihari tua, bahkan sampai menyesal salah masuk jurusan.

Beberapa orang teman pada waktu dulu sempat mengeluh kalau dia merasa salah masuk jurusan. Ia yang gemar bermusik malah memilih untuk berkecimpung dalam pusaran ilmu politik. Dia menyesal, namun pada semester berjalan, dirinya terlihat bernyanyi saat mereka-mereka melakukan aksi dibeberapa kegiatan.

Lain pula dengan salah seorang mahasiswi ekonomi. Ia suatu waktu menyesal telah belajar di jurusan ekonomi karena ingin menjadi pramugari. Tapi persoalannya, dia tetap menamatkan gelar sarjana ekonomi, dan saat ini menjabat sebagai HRD bagi salah satu maskapai di Indonesia.

Lalu, belakangan ini santer terdengar adanya program studi baru di Universitas Tamansiswa Padang. Yaitu Program Studi Kewirausahaan. Mahasiswa yang mendaftar cukup banyak, hingga yang mendaftar ulangpun memenuhi target dan ekspektasi awal. Bahkan perlu diberikan applause kepada pihak penyelenggara penerimaan mahasiswa baru karena telah memberikan pelayanan kepada mahasiswa-mahasiswa yang tertumpang didalam dirinya masa depan negeri ini.

Persoalannya muncul, Ketua Program Studi Kewirausahaan, Abdi Masa kepada EkspresNews.com mengatakan ada problem serius yang akan dihadapi oleh mahasiswa nanti disaat mereka dinyatakan lulus. “Memang naif jika saat ini kita berbicara soal lulusan, karena prodi ini sangat baru dan masih terus berbenah jika dikaitkan dengan persoalan kelulusan. Akan tetapi, hal ini sangat penting untuk diketahui bersama,” kata Abdi.

Katanya, prodi ini akan melahirkan sarjana yang mampu memberikan kontribusi menjawab tantangan para pengangguran saat ini yang ada. “Level S1 itu sudah cukup banyak yang tidak bekerja. Kalau ada program studi lain, yang akan menghasilkan orang-orang yang sama, lebih baik bersama-sama di Universitas Tamansiswa Padang karena akan menyelesaikan persoalan pengangguran tersebut,” katanya.

Kata Abdi lebih jauh, persoalan ini bukan hanya tugas pemerintah melainkan tugas bersama yang harus dikerjakan. “Di Unitas Padang kami perlahan mengajarkan dan membina mahasiswa untuk mempunyai bisnis kecil-kecilan. Semester lalu saja, ada mahasiswa kelas saya yang dapat mencapai laba dalam sebulan itu sekira 2 jutaan, cukup menjanjikan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, karena Program Studi Kewirausahaan ini merupakan senjata utama untuk mencapai visi Unitas Padang yakni Menjadi Asean Enterpreneurial University yang berkarakter Ketamansiswaan pada tahun 2040. “Sehingga kehadiran Prodi Kewirausahaan ini visi tersebut bisa tercapai,” tuturnya. (Red)

Read more
BAKTI Kampus Unitas Padang Gelar Kuliah Umum Bersama Walikota

BAKTI Kampus Unitas Padang Gelar Kuliah Umum Bersama Walikota

EkspresNews.com – Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang menggelar kegiatan pertama Bimbingan Aktivitas Kehidupan Kampus dan Kegiatan Ilmiah di Perguruan Tinggi (BAKTI), Sabtu, 14 September 2019 di lapangan upacara kampus Unitas Padang.

Mengangkat tema “Mempersiapkan Mahasiswa Baru Universitas Tamansiswa Padang Menjadi Generasi Unggul Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0” Unitas Padang memiliki target untuk menghasilkan lulusan yang benar-benar siap menghadapi tantangan global.

Kuliah Umum Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah di Universitas Tamansiswa.

Rektor Unitas Padang Dr Ediwirman saat membuka secara resmi kegiatan Bakti Universitas Tamansiswa Padang menyambut hangat mahasiswa baru dari 10 program studi yang ada. “Selamat datang dan selamat bergabung 300 lebih mahasiswa baru di kampus Universitas Tamansiswa Padang, secara resmi telah menjadi keluarga besar perguruan Tamansiswa,” ujar Rektor Ediwirman.

Selanjutnya, rektor, wakil rektor, dekan dan wakil dekan serta Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah memasangkan jaket almamater sebagai tanda pelaksanaan Bakti, Sabtu – Minggu (14-15, September 2019).

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dalam kuliah umum menyampaikan persoalan bagaimana mempersiapkan generasi unggul dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. “Dari tema tersebut yang paling penting disiapkan adalah SDM yang unggul. Salah satunya berasal dari pemuda, ya mahasiswa ini yang akan menjadi generasi unggul,” kata Mahyeldi.

Lebih lanjut disampaikannya, penguatan SDM untuk 2045 sangat diperlukan. “Pesan Presiden Jokowi saat kami para kepala daerah diundang dalam Musrenbangnas beberapa waktu lalu jelas bahwa presiden ingin mempersiapkan SDM agar siap dan mampu menghadapi tantangan nanti,” ujar Wako. (***)

Read more
Pengabdian Program Wirausaha Jamur Tiram Putih Kemitraan Masyarakat

Pengabdian Program Wirausaha Jamur Tiram Putih Kemitraan Masyarakat

Wirausaha Jamur Tiram Putih berbasis Technopreneur Sebagai Sumber Wirausaha Baru Dalam Pemanfaatan Limbah Kayu (Serbuk Gergaji)  di Jorong Taratak Pauh Nagari Sungai Nanam Tahun 2019.

EkspresNews.com – Universitas Tamansiswa Padang berupaya mewujudkan, bahwa Penelitian yang dilakukan di Perguruan Tinggi harus bisa diterapankan langsung dalam bentuk pengabdian masyarakat. Tentunya hal ini akan membantu mempercepat program pemerintah dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan, ekonom, pendidikan dan social masyarakat.

Kegiatan Pengabdian dengan tema Wirausaha Jamur Tiram Putih berbasis Technopreneur Sebagai Sumber Wirausaha Baru Dalam Pemanfaatan Limbah Kayu (Serbuk Gergaji)  di Jorong Taratak Pauh Nagari Sungai Nanam ini bertujuan untuk mencari nilai manfaat terbaik dari potensi pertanian lokal dengan teknologi tepat guna, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat petani miskin karena usaha jamur tiram putih merupakan usaha baru yang dapat memberikan hasil berkelanjutan, dapat dijadikan peluang usaha yang cukup potensial. Selain itu, limbah jamur merupakan makanan ternak alternatif yang cukup potensial untuk digunakan.

Kegiatan pengabdian pada masyarakat di Jorong Taratak Pauah Nagari Sungai Nanam. Ist

Jorong Taratak Pauah Nagari Sungai Nanam memiliki potensi yang baik untuk pemnafaatan limbah serbuk gergaji sebagai media tanam jamur tiram putih yang nantinya akan dijadikan bahan baku utama untuk olahan makanan yang bernilai tinggi.

Mitra sebagai masyrakat sasaran program terkendala dalam pemanfaatan potensi tersbut yang dikarenakan oleh beberapa permasahalan, diantaranya adalah tidak memahami bagaiman memanfaatkan limbah serbuk gergaji, belum memeliki kemampuan dan pengetahuan yang baik dalam hal manajemen pengelolaan, dan tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam bidang pemasaran.

Tujuan program PPM ini adalah; masyarakat memahami pemanfaatan limbah serbuk gergaji, Masyarakat memeliki pengetahuan  pengelolaan usaha,, dan memiliki pengetahuan dalam bidang pemasaran. Metode program PPM ini adalah; 1) Penyuluhan, 2)Percontohan produksi, 3)Pelatihan manajemen usaha, 4)Pelatihan Pemasaran, 5) Pendampingan.

Pembuatan rumah jamur. Ist

Hasil Kegiatan PPM Wirausaha Jamur Tiram Putih berbasis Technopreneur  Sebagai Sumber Wirausaha Baru Dalam Pemanfaatan Limbah  Kayu (Serbuk Gergaji)  di Jorong Taratak Pauh Nagari Sungai Nanam, adalah ; 1) masyarakat sasaran memiliki kemampuan budidaya jamur tiram, 2) masyarakat mampu mengolah jamur tiram putih menjadi olahan makanan bernilai tinggi seperti rendang jamur tiram, dendeng jamur tiram, dan crishpy jamur tiram), 3) masyarakat mamiliki kemampuan pemasaran, 4) terbentuknya kelompok usaha dengan nama Jamur soladirity Group. Keluaran dari kegiata ini adalah berkembangnya kelompok usaha masyarakat dalam usaha budi daya jamur tiram putih, sehingga meningkatkan pendapatan keluarga.

Kegiatan pendampingan pasca produksi makanan olahan jamur tiram putih tetap dilakukan oleh tim program PPM. Adapun beberapa kegiatan pendampingan yang dilakukan adalah dalam hal kelembagaan organisasi kelompok, pengelolaan administrasi dan juga dalam hal pemasaran produk. Berikut adalah beberapa kegiatan pemasaran yang dilakukan.

Kegiatan produksi jamur. Ist

Kelompok masyarakat sebagai sasaran program PPM Wirausaha Jamur Tiram Putih berbasis Technopreneur Sebagai Sumber Wirausaha Baru Dalam Pemanfaatan Limbah Kayu (Serbuk Gergaji) di Jorong Taratak Pauh Nagari Sungai Nanam yang tergabung dalam kelompomk Jamur tiram soladirity Group (JSG) sangat berpotensi untuk dapat mengembangkan program ini dalam bentuk usaha yang bernilai ekonomis tinggi. Selama kegiatan dilaksanakan semua anggota kelompok dapat mengikuti kegiatan dengan baik.

Puji syukur kehadiratNya, akhirnya tim pengabdian ini yang beranggotakan Lenny Hasan, Sepris Yonaldi, dan Novelisa Suryani mengucapkan terimakasih kepada  masyarakat dan Kepala Jorong Taratak Pauh nagari Sungai Nanam, Ibu Febriani Ketua LPPM Universitas Tamansiswa serta jajaran, Lembaga Layanan Dikti Wilayah X serta Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktoral Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset, Teknologi, yang telah mendukung penuh pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat ini.

Penulis adalah : Lenny Hasan, Sepris Yonaldi, Novelisa Suryani. (Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Tamansiswa Padang)

Read more
Pertamini Di Tuapeijat Bermain Takaran?

Pertamini Di Tuapeijat Bermain Takaran?

EkspresNews.com – Teknologi pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) secara eceran di masyarakat yang sering disebut Pertamini cukup banyak ditemukan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Selain karena model pengisian BBM di Pertamini mulai diminati masyarakat, peralatannya pun terbilang murah, tangki ukur dan alat pengisian BBM dengan tampilan yang cukup menarik karena menyerupai stasiun Pertamina.

Munculnya teknologi ini memang cukup membantu masyarakat khususnya dalam memenuhi kebutuhan BBM untuk kendaraan. Karena dibanding dengan pengisian manual menggunakan botol, mengisi di Pertamini nampaknya lebih dipercaya dari segi ukuran liter yang digunakan. Untuk harga BBM jenis premium di Pertamini dijual sebesar Rp 9000 setiap liternya.

Namun sayangnya, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan BBM untuk kendaraan di Kepulauan Mentawai khususnya di Desa Tuapeijat Kecamatan Sipora Utara dan beralihnya pembelian BBM dari eceran menggunakan botol ke Pertamini, hal tersebut dimanfaatkan oleh oknum pemilik pertamini untuk meraup untung yang cukup besar.

Bahkan tak segan, langkah yang diambil pemilik Pertamini malah merugikan masyarakat, hanya demi keuntungan semata. Misalnya seperti yang sekarang diduga dilakukan salah satu pemilik Pertamini di kawasan Km.3 Desa Tuapeijat dan telah viral di media sosial.

Salah satu keluhan yang kini banyak muncul di masyarakat soal pengisian BBM di Pertamini yakni, tidak sesuainya takaran BBM yang dicantumkan dalam tangki indikator dengan jumlah yang diterima kendaraan.

Salah seorang pembeli BBM jenis premium, Noak warga Pogari yang dimintai kererangan mengeluhkan hal tersebut. “Tadi malam saya beli BBM jenis premium di Km.3 itu sebanyak 2 liter, tapi setelah diisi dalam botol minuman mineral ternyata takarannya tidak cukup. Ini sangat merugikan sekali,” keluhnya saat dimintai keterangan Kamis, (5/9/2019).

Hal yang sama juga dikeluhkan Johan salah satu warga Mapaddegat. Ia mengeluhkan takaran yang ada di pertamini memang tidak sesuai takaran. Saat mengalami kejadian tersebut, dirinya lebih memilih membeli BBM jenis premium eceran dalam botolan.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait bisa melakukan pengawasan terhadap takaran BBM di seluruh Pertamini di kawasan Kepulauan Mentawai khususnya di desa Tuapeijat, sebab warga benar-benar merasa dirugikan dengan kebiasaan isi yang tidak sesuai takaran. Bila ini terjadi seterusnya maka ia beranggapan justru semakin menguntungkan oknum yang tidak bertanggung jawab mempermainkan dan memanfaatkan keadaan. (N)

Read more