Kacab Bank Nagari Tasman Kunjungi Air Terjun Sarasah Sitanang

Kacab Bank Nagari Tasman Kunjungi Air Terjun Sarasah Sitanang

EkspresNews.comPimpinan dan seluruh karyawan/ti Bank Nagari Cabang Lubuk Basung memanfaatkan hari libur (20/11). Destinasi yang belum begitu terekpose selama ini di Kabupaten Agam yaitu Sarasah Sitalang Kecamatan Empat Nagari Kabupaten Agam menjadi tujuan kunjungan hari ini.


Tasman sangat paham, beratnya pekerjaan karyawan/ti yang berlangsung terus setiap hari selama sepekan, berulang-ulang, terkadang akan mengundang kejenuhan. “Menyatu dengan Alam nan indah seperti Air Terjun Sarasah Sitanang ini adalah salah satu cara memulihkan rasa jenuh yang kita rasakan”, Ungkap Tasman pada media ini.

“Dengan mengunjungi wisata alam ini bisa menyamakan presepsi, membangun jembatan hati satu sama lain”. “Dengan acara ini juga saya berharap kepada seluruh karyawan/ti untuk membangun kerjasama, saling memberi kontribusi satu sama lain, demi satu tujuan”. “Walaupun baru sebagai pimpinan di cabang Bank Nagari Lubuk Basung tapi rasanya hubungan talisilaturahmi dengan seluruh karyawan/ti ini sudah begitu dekat saya rasakan”, Tambah Tasman.
Harapan kedepan kebersamaan kedepan selalu terjaga dan masyarakat terlayani dengan baik dan profesional.

Segaja memilih memanfaatkan budaya & alam lokal yang masih asri dan belum terjamah masyarakat banyak. Tujuannya kedepan agar destinasi Air Terjun Sarasah Sitanang ini bisa menjadi salah satu ikon wisata khususnya diwilayah Kecamatan Empat Nagari dan Lubuk Basung.

“Kita berterima kasih kepada masyarakat di sekitar kawasan Air Terjun Sarasah Sitanang karena telah menerima kehadiran pimpinan, karyawan/ti Bank Nagari cabang Lubuk Basung dilokasi tersebut dengan senang hati”. “Ini adalah bagian dari menambah talisilaturahmi kita dengan masyarakat”, papar Tasman. (Aji)

Read more
Tampung Aspirasi, Marga Indra Putra Reses ke Sungai Nibuang

Tampung Aspirasi, Marga Indra Putra Reses ke Sungai Nibuang

EkspresNews.com – Guna untuk menampung aspirasi dari masyarakat, Ketua DPRD Kabupaten Agam Marga Indra Putra melakukan reses ke Jorong Sungai Nibuang Nagari Tiku Selatan Kecamatan Tanjung Mutiara, Sabtu (17/11). Kunjungan itu dihadiri oleh Wali Jorong Usman Bin Affan, tokoh masyarakat, niniak mamak,bundo kanduang serta masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Agam menyampaikan tujuan melakukan kunjungan tersebut adalah dalam rangka menjembut aspirasi dari masyarakat Jorong Sungai Nibuang. Ia meminta agar masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya terkait dengan pembangunan di daerah tersebut, kegiatan ini juga dalam rangka silaturahmi dan tatap muka dengan masyarakat.

“Kita berharap masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya terkait dengan pembangunan terutama di Jorong Sungai Nibuang ini supaya nantinya bisa kita tindaklanjuti sehingga dapat menciptakan masyarakat yang sejahtera,” kata Marga Indra Putra.

Wali Jorong Sungai Nibuang, Usman Bin Affan, menyambut baik kedatangan Ketua DPRD Agam karena telah menjadikan jorong tersebut menjadi daerah tujuan resesnya. Ia berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat secara langsung itu, bisa cepat teralisasi.

“Ini merupakan harapan besar bagi kami. Untuk itu pada kesempatan ini, kami berikan waktu kepada warga yang ingin mengajukan usulan secara langsung berkaitan dengan pembangunan di Jorong Sungai Nibuang ini,” ujarnya.

Wali Jorong juga menyampaikan keluhan masyarakat sekarang yang dirasakan terkait dengan saluran drainase yang tersumbat dari Sungai Nibuang ke Kampung Darek untuk dilakukan pengerukan. Dimana tiap kali musim hujan, drainase tersebut tidak dapat dilalui oleh air dan menyebabkan banjir.

Ketua DPRD Agam mengatakan untuk aspirasi masyarakat tersebut akan disampaikan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti terkait dengan perbaikan jalan dan pengerukan drainase yang tersumbat serta aspirasi lainnya.

“Apabila ada usulan dari masyarakat Jorong Sungai Nibuang yang tidak terakomodir di Musrenbang, maka akan kita coba melalui dana pokir,” ungkap Ketua DPRD Agam dua periode itu.

(Humas DPRD Agam)

Read more
Pemko Padang Panjang Tidak Pernah Menelantarkan Warganya

Pemko Padang Panjang Tidak Pernah Menelantarkan Warganya

EkspresNews.com – Menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai ibu Las (Murni Sulastri), warga RT 05 Kelurahan Silaying Atas, yang tinggal di kandang kambing, Sekdako Padang Panjang, Martoni, S.Sos.M.Si menugaskan OPD terkait untuk mengunjungi lokasi tinggal Ibu Las, guna mencari kebenaran dan solusinya, Jumat (16/11).

Dari hasil kunjungan tersebut, selain bertemu dengan ibu Las, tim utusan juga bertemu dengan ayahnya bernama Rusli, (63th). Dari penjelasan Pak Rusli, bahwa Ibu Las merupakan anak pertama dari 4 bersaudara. Bernama asli Murni Sulastri.

Singkat cerita sepulang merantau dari Batam, bu Las baru kembali menjadi penduduk kota Padang Panjang akhir tahun 2017. Sebelumnya yang bersangkutan tinggal di Padang Pariaman.

Pak Rusli yang asli Sungai Limau, Padang Pariaman, pernah bekerja sawit di PTPN 3 di Kampur IX, Koto Baru, Kab. 50 Kota. Dia dan keluarga lama tinggal di sana. Karena sesuatu sebab, Pak Rusli berpisah dengan istrinya. Dia pindah ke Padang Panjang membawa ke 4 anaknya termasuk ibu Las.

Ibu Las setelah dewasa menikah dan ikut suami ke Batam. Mengalami masalah rumah tangga dengan suami, akhirnya Ibu Las pulang ke kampung halaman keluarganya di Pariaman membawa 2 anaknya yang masih kecil. Dari hasil kerja kerasnya, Ibu Las membelii seekor kambing.

Karena selisih paham dengan saudara ibunya di kampung. Akhirnya, Ibu Las kembali ikut Pak Rusli ke Padang Panjang dengan membawa anak serta kambingnya.

Sehari harinya, Ibu Las tinggal bersama ayahnya di rumah hasil bedah rumah, yang dibangun warga tetangga di atas tanah keluarga Pak Rusli di daerah kelurahan Silaying Atas. Di sebelah rumah itu, dibuat kandang kambing sebagai lokasi usahanya. Berkat kegigihannya pula usaha kambing Ibu Las berkembang. Hingga menjadi 15 ekor.

Tersebab tetangga tidak nyaman dengan bau kotoran kambing, ibu Las dan Pak Rusli memindahkan kandang kambing itu ke lokasi yang cukup jauh dari tempat semula.

Pak Rusli kebetulan, mendapat pinjaman tanah untuk bertani. Di lokasi itulah, dia membangun kandang kambing, berjarak sekitar 150 m dari rumahnya, arah ke tepi sungai. Lahan tersebut menjadi sumber mata pencarian Pak Rusli juga. Dengan pemilik tanah mereka berbagi hasil kebun.

Dari hasil investigasi tim ke lokasi kediaman ibu Las, dapat diperoleh kesimpulan, bahwa bangunan yang jadi kandang kambing, itu sejatinya bukanlah rumah tinggal sehari hari Ibu Las. Pondok kayu berdinding seng bekas itu, sengaja dibuat Pak Rusli dua tingkat, supaya Ibu Las bisa istirahat sambil menjaga kambingnya.

Kepastian tersebut juga diperoleh dari Ketua RT 05 Silaying Atas, Nasrul. Menurut Nasrul, sehari hari Ibu Las tinggal di rumah ayahnya. Hunian di kandang kambing yang dikabarkan tempat tinggal bu Las tersebut, tidaklah terus menerus. “Di pondok itu tidak ada tempat mandinya. Ibu Las selalu ganti pakaian di rumah Pak Rusli,” kata Nasrul.

Pak Rusli, juga mengakui, tempat itu dibangunnya untuk Ibu Las hanya untuk menjaga kambing-kambingnya. “Anak saya tidur di sana, ketika kambing musim beranak. Untuk memastikan kondisi anak kambing baik-baik saja. Kadang kadang kambing itu beranak malam hari,” katanya.

Ketika dijumpai di rumah Pak Rusli, Ibu Las baru saja pulang dari salah satu bank membuat rekening tabungan. Dia minta dibuatkan bangunan tempat tinggalnya, tapi tidak jauh dari kambingnya.

“Saya tak mau jauh dari kambing. Saya mesti memelihara kambing. Kambing itu harapan hidup saya demi masa depan anak saya,” kata lulusan SMK Elektro ini.

Sementara Lurah Silaing Atas, Jeff Raymoon, S.Sos, mengatakan, segala upaya untuk kesejahteraan keluarga Pak Rusli sudah dilakukan sejak 2016. Dimana Pak Rusli menerima bantuan mulai dari bedah rumah, sembako, kelengkapan rumah seperti kasur, lemari dan lain lain.

Disebutkan, untuk bu Las, juga sudah terdaftar di data BDT (Basis Data Terpadu) dan mendapat KIS (Kartu Indonesia Sehat), JMKPP (Jaminan Kesehatan Masyarakat Padang Panjang).

Pak Rusli selama ini mendapat bantuan beras 15 kg setiap bulannya, yang diserahkan langsung dari Dinas Sosial ke Pak Rusli. “Untuk ibu Las sendiri karena baru terdaftar sebagai penduduk Padang Panjang Maret 2018. Kartu Keluarganya baru ada sejak 9 Maret 2018, untuk pendaftaran BDT masih dalam proses pengajuan,” kata Jeff.

Menurutnya, pihak kelurahan akan tetap mencari solusi masalah bu Las ini. “Pemko tidak pernah membiarkan warganya terlantar. Kendala kami saat ini, Ibu Las ini masih enggan tinggal jauh dari kambingnya. Dia takut kambingnya hilang atau mati,” tegas Jeff.

Berkat pendekatan berbagai pihak kepada bu Las, kini dia dan dua anaknya sudah tidur di rumah Pak Rusli. “Kini si Las hanya memberi makan kambing saja ke pondok itu. Dia sudah tinggal kembali di sini,” kata Pak Rusli.

Pak Rusli mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, yang telah memberikan perhatian kepada anaknya. (Red)

Read more
DPRD Agam Dorong Pemberdayaan Koperasi UMKM

DPRD Agam Dorong Pemberdayaan Koperasi UMKM

EkspresNews.com – Komisi II DPRD Kabupaten Agam mendorong rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dibahas bersama.

Rapat Pembahasan Ranperda Inisiatif Komisi II yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi Zul Ikhsan ,hadir ketua Komisi Jondra Marjaya ,anggota Komisi Joni Putra,Gusdanur dan Djasli.

Rapat Pembahasan Ranperda Inisiatif Komisi II menghadirkan Asisten II Ir Jetson ,kepala dinas Perindagkop Aryati, Kabag Hukum Desnawati,Kabag Perekonomian Rozetta,dari STIE Bukittinggi hadir Imran,Dona Amena dan Rahmad serta hadir humas Dprd Hasneril,yang bertempat dihotel Nikita Bukittinggi (10/11-2018)

Asisten II Pemerintah daerah Kabupaten Agam Jetson berharap proses pembahasan Ranperda mengenai pemberdayaan UMKM bersama Dprd Komisi II ,pemerintah daerah,Perguruan Tinggi STIE dan forum UMKM pembahasan ini akan menghasilkan ranperda ini dengan sempurna dan pada akhir tahun 2018 sudah menjadi perda Kabupaten Agam,
Saya berharap dengan telah adanya nanti Perda Pemberdayaan ,Perlindungan ,dan Pembinaan Usaha Mikro ,Kecil,dan Menengah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat kabupaten Agam terutama pelaku usaha mikro.

Roni Edrianto dari forum UMKM Kabupaten Agam berterima kasih kepada Dprd khususnya komisi karena dilibatkan dalam pembahasan ranperda ini,harapan kedepan seluruh unsur baik dari pemerintah daerah dan pelaku UMKM Agam dapat saling bersinergi dan bergandengan untuk mendorong kegiatan -kegiatan UMKM yang ada di kabupaten Agam sehingga tercipta peningkatan ekonomi secara nyata dapat terlaksana sesuai aturan itu harapan kami.

Zul Ikhsan Sekretaris Komisi II Dprd Agam sekaligus pimpinan rapat , mengatakan pembahasan ranperda Inisiatif komisi II tentang Pemberdayaan ,Perlindungan,dan Pembinaan Usaha Mikro,Kecil ,dan Menengah ini segaja menghadirkan semua yang terlibat dalam pembahasan karena semua pasal akan dibahas secara detil ,
Sebab, ranperda ini akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan dunia usaha kecil menengah di Kabupaten Agam kedepannya nanti.
Jondra Marjaya Ketua Komisi II ranperda ini dibahas secara maksimal supaya bisa bermanfaat bagi pelaku UMKM di Kabupaten Agam ,setelah semua masukan saran dan pendapat dari anggota Komisi II,Pemerintah Daerah dan forum UMKM Kabupaten Agam serta dari Perguruan Tinggi STIE ,harapan kita UMKM di Agam telah mempunyai payung hukum yang jelas.

Read more
Kementerian PUPR Siapkan Jalan Akses Sepanjang 8 KM Ke Pelabuhan Patimban 

Kementerian PUPR Siapkan Jalan Akses Sepanjang 8 KM Ke Pelabuhan Patimban 

EkspresNews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga tengah melaksanakan pembangunan jalan akses yang menghubungkan Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat sepanjang 8 Km. Ketersediaan infrastruktur jalan sangat krusial untuk menunjang Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan internasional terbesar di Indonesia selain Pelabuhan Tanjung Priok.

Pembangunan jalan akses dibagi menjadi dua bagian yakni area luar 4 km dan area pelabuhan 4 km. Sebagian lahan kini sudah dibersihkan dan siap dilanjutkan ke tahapan konstruksi. Pembangunan jalan sebagian besar akan menggunakan konstruksi layang dikarenakan kondisi tanah yang lunak.

Menteri Basuki mengatakan konstruksi layang memberikan keuntungan bagi perlindungan areal persawahan yang berada di wilayah tersebut. “Kalau dibangun dengan konstruksi konvensional, sawah dan irigasi teknis pasti habis. Adanya pembangunan jalan baru, biasanya diikuti oleh pertumbuhan pesat kegiatan warga seperti permukiman dan pertokoan.Oleh karenanya kami buat dengan konstruksi layang,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mengunjungi lokasi akses jalan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.

Menteri Basuki mengatakan, meski menggunakan konstruksi layang, biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan jalan akses ini tidak terlalu besar karena ketinggiannya hanya 3-4 meter. “Saat ini sedang dilakukan tes kedalaman tiang pancangnya,” lanjut Basuki.

Kontrak pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban dan konsultan supervisi telah ditandatangani pada 14 Agustus 2018 dengan kontraktor pelaksana yakni PT PP, PT. Bangun Cipta Kontraktor dan Shimizu Corporation dengan alokasi anggaran Rp 1,12 triliun yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2019.

Sedangkan untuk konsultan supervisi dilakukan oleh Katahira & Engineer International bekerjasama dengan Nippon Engineering Consultant serta PT Perentjana Djaja, PT Sarana Multi Daya, PT Parama Karya Mandiri, PT Mekaro Daya Mandiri dan PT Maratama Cipta Mandiri senilai Rp63,51 miliar.

Kementerian PUPR juga tengah mempersiapkan pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan Pelabuhan Patimban dengan Jalan Tol Cikampek – Palimanan (Cipali) sepanjang 37,7 Km. Saat ini sudah ada pemrakarsa Akses Tol Pelabuhan Patimban yakni konsorsium antara PT Jasa Marga, PT Surya Semesta Internusa, PT Daya Mulia Turangga dan PT Jasa Sarana dengan nilai investasi Rp6,4 triliun.

“Ini yang sedang kami bicarakan. Kami harap bisa ada kerja sama juga antara perusahaan lokal dan Jepang. PT. Jasa Marga sedang melakukan penjajakan dengan investor lainnya.” ujar Menteri Basuki.

Kehadiran Pelabuhan Patimban dengan dukungan jalan akses dan jalan tol akan memangkas biaya logistik industri yang banyak berlokasi di Utara Jawa Barat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing kawasan industri di Indonesia dalam konteks regional dan internasional.

Turut mendampingi Menteri Basuki, yakni Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Iwan Zarkasi, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja dan Direktur Operasi PT. Wijaya Karya Agung Budi Waskito. (Abdi)

Read more