Segelas Cappucino dan Sejuta Bahan Diskusi di Parewa

Segelas Cappucino dan Sejuta Bahan Diskusi di Parewa

Catatan Abdi Masa

12963648_10206385097175013_2032607299108152821_nEkspresNews.com – Minggu, 11 Februari 2018, di sudut Kedai Kopi Parewa, perlu diteliti bahwa konsep warung kopi memang tidak pernah berubah. Persoalan dasar dalam segelas atau secangkir kopi masih tetap beriringan dengan diskusi ringan para mahasiswa Universitas Andalas. Lokasi Kedai Kopi Parewa ini memang sangat dengan kampus tertua di Pulau Sumatera ini. Sehingga banyak mahasiswa menjadikan warung-warung kopi sebagai tempat nongkrong. Hampir setiap kursi di Kedai Kopi Parewa ini diisi oleh mahasiswa.

“Pola diskusi sekarang tidak hanya dilakukan di kampus atau ruang publik seperti televisi ataupum radio, gaya diskusi mahasiswa jaman now juga berpindah ke warung kopi seperti di Parewa ini,” ujar alumni Magister Manajemen, Ikwan Hadipura. Menurutnya diskusi tidak hanya soal politik saja, terdengar beberapa topik sosial dan budaya yang dibicarakan oleh mahasiswa ini. “Diskusi segala hal, ini sudah benar, mahasiswa harus lebih kritis soal bangsa ini. Beberapa gagasan bahkan muncul dari kedai kopi,” ujar pria yang baru saja mengakhiri masa lajangnya itu.

Dunia kritis mahasiswa, lanjut Ikwan, memang perlu diasah terus. Baru-baru ini ada aksi “kartu kuning” mahasiswa kepada Presiden. Namun, Ikwan menilai masih kurang kritis dalam hal substansialnya. “Namanya juga mahasiswa, perlu diskusi lebih dalam lagi kali ya. Tapi, terlepas dari siapa dan mengapa, ini sudah kritis juga namanya sebagai agent of change,” ujarnya menyeruput segelas cappucino dingin malam itu.

Adila Wiska, pemilik Kedai Kopi Parewa ini malah mengatakan di Sumatera Barat pola kedai kopi masih terbatas soal nongkrong. “Masih sama, di luar Sumbar juga tetap, kedai kopi sebagai tempat nongkrong yang utamanya,” ujar Adil yang merupakan lulusan Manajemen Unand. Lebih lanjut, menurut Adil, minum kopi saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan. “Bahkan dari trend sudah beralih ke arah kebutuhan,” terangnya.

Lain cerita dengan Ilham, anak muda yang memang sengaja datang ke kedai kopi untuk melepas jenuh usai bekerja. “Lebih suka yang kopi pahit ya, dan ini bisa melepas jenuh usai bekerja. Kalau dibilang ini trend, saya rasa tidak. Karena sudah seperti kebutuhan juga. Beberapa teman saya, sehari tanpa kopi itu udah kehilangan akal bagi mereka,” ujar Ilham.

Dengan demikian, segelas kopi yang menjadi dingin karena menemani diskusi pada malam hari tetap terasa hangat untuk memunculkan sejuta bahan diskusi. Catatan ini berakhir dengan satu seruput habis di gelas Cappucino. Terima kasih telah bergabung pada diskusi ringan, Pimpinan Perusahaan Tabloid Indonesia Raya Agung, Redakturnya Ilham, Kepala Cabang Mandiri Sekuritas Adrianda, Pemilik Parewa Adil, salah seorang teman Ikwan yang baru resign dari salah satu perusahaan motor di Padang. (*)

Read more
Ponpes Darul Ulum Padang Magek Butuh Bantuan Dana

Ponpes Darul Ulum Padang Magek Butuh Bantuan Dana

Catatan Abdi Masa

EkspresNews.com – Pondok Pesantren Darul Ulum Padang Magek, Tanah Datar, Sumbar, didirikan Tk Salim Malin Kuning tahun 1942 berupa pengajian surau mengaji kitab kuning. Beliau lahir  tahun 1914 dan meninggal dunia 1987.  Sejak tahun 1987 pondok ini diteruskan murid beliau, Tk Anwar Sutan Marajo.

WhatsApp Image 2018-01-30 at 13.48.15Tahun 1989 Tk Anwar diperkuat oleh Tk Jakfar Imam Mudo. Tk Anwar meninggal 2014. Sejak itu sampai kini Darul Ulum dipimpin Tk Jakfar Imam Mudo dibantu beberapa santri senior yang mengabdi di pondok ini. “Kini Pondok Pesantren Darul Ulum sedang butuh tempat tinggal anak santri. Tempat yang ada sudah tidak muat karena santri semakin bertambah. Kami butuh uluran tangan donatur dan sumbangan tidak mengikat dari semua pihak,” kata H. Syahyuti Abas pengelola Pesantren Darul Ulum di Padang Magek, ketika dijumpai beberapa waktu lalu.

Menurutnya, selama ini Darul Ulum berkembang berkat dukungan anak nagari, masyarakat luas, kaum muslimin dan muslimat serta bantuan pemerintah. Kini pondok ini berdiri dengan dua unit bangunan dan satu buah mushalla. Pondok ini juga dikelilingi surau-surau kecil milik masyarakat yang ditempati oleh para santri yang tetap konsisten belajar kitab kuning.

Santri yang menimba Ilmu agama di pesantren ini, antara lain berasal dari Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Solok, Kota Sawahlunto, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Dharmasraya, dan Kabupaten Tanah Datar sendiri. Mereka tidak dipungut biaya. Kecuali berupa iyuran yang diputus musyawarah santri sendiri, untuk keperluan kelangsungan belajar mengajar di pondok.

Tk Jakfar Imam Mudo, mengatakan, santri bisa diantar keluarga kapan saja, cukup bawa selimut, tikar dan bantal. Biasanya banyak yang datang  setelah lebaran. Pada tahun-tahun terakhir ini jumlah santri semakin banyak. Hingga kini santri laki laki dan perempuan sekitar 300 orang. Tempat tinggal santri menjadi sempit. Tempat yang tersedia tidak memadai lagi. Untuk itu perlu ditambah bangunan sederhana sebagai solusinya. WhatsApp Image 2018-01-30 at 13.48.15 (1)

Dalam hal ini, baik Syahyuti Abas maupun Tk Jakfar memberikan kesempatan kepada kaum muslimin dan muslimat dimana saja berada, yang berniat berinfak, bersedekah dan sebagainya untuk kebutuhan pesantren, dapat mengirimkan bantuan ke: No Rek. Bank Nagari 0300.0210.03675-1. A/n. Bos PPS Pesantren Darul Ulum Padang Magek.

Sumbangan Bapak dan Ibu, Saudara juga bisa diantar langsung ke alamat di Jorong Guguak Gadang, Padang Magek, Tanah Datar, Sumbar. Jika sumbangan Bapak dan Ibu perlu dijemput, mohon hubungi Bapak Syahyuti Abas di nomor 081267617618. Tk Jakfar 081267917016. (**)

Read more
Warga Padang Panjang Mendapatkan Jaminan Kesehatan

Warga Padang Panjang Mendapatkan Jaminan Kesehatan

Catatan Abdi Masa

EkspresNews.com – Dengan ditandatangani Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kota Padang Panjang dengan BPJS Kesehatan sejak 1 November 2017 yang lalu, maka Kota Padang Panjang ditetapkan oleh BPJS kesehatan sebagai satu-satunya Kota di Provinsi Sumatera Barat bahkan di wilayah Sumatera yang sudah termasuk kategori Universal Health Coverage (UHC) dalam artian cakupan kesehatan menyeluruh bagi seluruh penduduk.

Daerah yang dikategorikan UHC ini apabila kepesertaan pada Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari penduduknya lebih 95%. Di Kota Padang Panjang kepesertaan JKN-KIS mencapai 98% dari 53.094 jiwa penduduk, artinya 52.032 jiwa penduduk di Kota Padang Panjang sudah dijamin kesehatannya.




Walikota Padang Panjang H. Hendri Arnis, BSBA diruang kerjanya melalui Kepala Dinas Kesehatan Drs. H. Nuryanuwar, Apt, MM, M.Kes atau yang biasa dikenal dengan “ujang” mengungkapkan “Sudah menjadi kewajiban kita selaku pemerintah memberikan kehidupan yang sehat dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Kota Padang Panjang, dimana kategori UHC akan tetap dilanjutkan dan ditingkatkan pada tahun 2018 ini,” tegas ujang.

Beliau juga menambahkan, dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, salah satu indikatornya adalah kualitas kesehatan, yang tentunya berkorelasi dengan jaminan kehatan dari pemerintah. Untuk itu Pemerintah Kota Padang Panjang telah mengeluarkan Peraturan Daerah Kota Padang Panjang tentang Jaminan Kesehatan Masyarakat Padang Panjang (JKMPP) dan Peraturan Walikota sebagai petunjuk pelaksanaan perda dimakud.

Dari regulasi yang ada tersebut apabila warga atau masyarakat Padang Panjang membutuhkan pelayanan kesehatan dari Puskesmas maupun Rumah Sakit yang ditunjuk dan telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, masyarakat cukup memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk ( KTP) atau Kartu Keluarga maka seluruh pelayanan kesehatan yang diterima dari Puskesmas dan Rumah Sakit tersebut tidak dipungut biaya alias GRATIS. “Cukup bawa KTP atau KK saja, maka seluruh pelayanan kesehatan akan gratis,” tegas Ujang.

Ujang juga menambahkan, untuk memenuhi kepuasan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan peningkatan mutu dalam menunjang program jaminan kesehatan ini sesuai dengan amanat Instruksi Presiden N0. 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional Pemerintah Kota Padang Panjang juga sudah membenahi berbagai fasilitas kesehatan yang ada seperti Puskesmas dan jaringannya serta Rumah Sakit sudah mendapatkan Akreditasi kategori terbaik.

Namun bagi masyarakat yang tidak puas terhadap pelayanan Puskesmas atau Rumah Sakit tersebut dapat menyampaikan keluhan kepada Walikota No. HP. 0811 6666 656, Dinas Kesehatan No.HP. 0813 7427 9116, RSUD No. HP. 0811 6661 414 dan BPJS Kesehatan No. HP. 0813 6321 6416.

“Kita sudah mendapatkan Akreditasi terbaik, fasilitas dirumah sakit atau puskesmas juga sudah bagus dan sekarang kita harus berikan pelayanan yang terbaik juga untuk masyarakat Kota Padang Panjang ini,” tutup Ujang. (Rel/Cg)

Read more
“Catatan Perjalanan” : Lebih Baik di Novotel Bukittinggi

“Catatan Perjalanan” : Lebih Baik di Novotel Bukittinggi

Catatan Abdi Masa

EkspresNews.com – Disambut oleh staf yang hangat, kami menempati kamar 125 yang berada di Eksekutif Floor (Lantai Eksekutif). Ternyata Hotel Novotel yang dulu bermerk The Hills saat ini bergabung dalam konsorsium hotel besar “Le Club Accor Hotel”. “Terima kasih telah memilih Novotel Hotel sebagai tempat menginap bapak pada hari ini,” ujar salah seorang staf di resepsionis, Rabu malam (27/12/2017).

WhatsApp Image 2017-12-28 at 07.43.39

Hotel dengan bangunan klasik ini pada malam itu terlihat ramai, hingga pukul 21.00 WIB masih terlihat beberapa tamu yang berdatangan untuk menginap. Novotel dengan tagline “Lebih Baik di Novotel It’s a lot better” benar-benar memberikan pengalaman menginap yang terbaik di Kota Bukittinggi.




Kamar yang saya tempati sejatinya seharga 1.4 juta. Namun dengan adanya promo corporate kami mendapatkan diskon yang sangat besar. Novotel menggunakan pendekatan yang unik, dibangun dengan kesederhanaan dan kemegahan, disukai seluruh dunia. Dari gym hingga fasilitas kolam renang dan ruang pertemuan, selalu ada untuk semua orang.

Bahkan, Novotel sangat memerhatikan detil-detil yang sangat kecil untuk memberikan kesan dan pengalaman bagi setiap tamunya. Apalagi, hotel ini menggunakan konsep Green Marketing. Dimana Novotel berpartisipasi dalam program penghijauan Plant for The Planet. “Secara konsep ini yang membuat saya tertarik untuk menginap, bahkan sewaktu saya kuliah Magister Manajemen, dalam mata kuliah Marketing, ternyata konsep Green Marketing itu ada di hotel Novotel ini,” ujar salah seorang tamu hotel.

Yang menjadi pemandangan saya sewaktu berada di kamar adalah gunung Singgalang. Dengan hiasan lampu-lampu rumah warga. Semakin memberikan suasana eksekutif bagi saya. Perbandingan yang sangat menarik untuk hotel-hotel lainnya di kota Jam Gadang ini.

Bahkan, pada pagi harinya, seusai melaksanakan kewajiban Subuh, saya kembali menikmati suasana embun pagi. Keindahan dan pesona Gunung Singgalang yang kokoh, seperti diselimuti oleh dinginnya embun. Perlahan saya mengambil telepon genggam saya dan merekam dengan mode time lapse. Sungguh indah. Saya rasa harga yang dikeluarkan oleh pengunjung setiap kamar dengan view yang sama dengan saya, akan terbayar lunas.

Selanjutnya, setiap hotel memberikan sarapan pagi. Saya menuju Sianok Restoran. Lokasinya berada di lantai dasar, namun bersebelahan dengan Kolam Renang. Tentunya saya yang penyuka makan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Menu yang ditawarkan cukup banyak, hmm.. Bukan, tapi sangat banyak. Saya memilih menu sarapan yang pertama adalah Nasi Goreng plus Kwetiaw Goreng dengan segelas jus mangga. Sesampai di meja, seorang pelayan menawarkan Kopi dan Teh, tentu saja saya lebih memilih kopi.

Perlahan, tamu-tamu yang lain mulai berdatangan untuk mencicipi sarapan pagi. Saya, tentu juga tidak mau kalah. Menu selanjutnya, saya mencoba untuk menggugah selera dengan menu Lontong Sayur Cubadak dengan Rendang. Ya, rendang adalah masakan terbaik dan terlezat nomor satu di dunia. Dan yang paling penting, rendang itu punya Sumatera Barat!

Tidak cukup disana saja, saya kembali menggunakan kekuasaan untuk bersantap sarapan. Menu terakhir yang saya pilih adalah semangkuk sereal penuh dengan susu murni. Para tamu sudah seperti sibuk dengan rutinitas sarapan mereka masing-masing. Oke, semuanya kembali terlihat tenang saat bersantap.




Kegiatan satu hari ini, menjadi momen mengingat kembali saat saya mendapatkan Beasiswa Djarum. Waktu itu, kami mengikuti kegiatan Leadership Development. Lokasinya di Novotel ini juga. Perlahan saya kembali menuju kamar, perlahan saya kembali mengingat kegiatan dulu di tahun 2012 bersama Djarum Foundation.

Ini cara saya menikmati liburan sembari mengurus beberapa keperluan kantor Tabloid Indonesia Raya di Balaikota Bukittinggi dan DPRD Kota Bukittinggi. Terima kasih atas pelayanan Hotel Novotel. Jika ada kesempatan lain, saya akan kembali memilih hotel ini sebagai tempat beristirahat. (Abdi)

Read more
Seminar Pers dalam Perjuangan Bela Negara

Seminar Pers dalam Perjuangan Bela Negara

Catatan Abdi Masa

EkspresNews.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan seminar bersama wartawan yang bertugas di Padang, Selasa (19/12/2017).




Indra Sukma, S.Kom Kepala Bidang Layanan Komunikasi dan Informasi Dinas Kominfo Sumbar mengatakan pers dalam perjuangan bela negara yang pada hari ini bertepatan dengan hari Bela Negara. “Selain itu, ini merupakan rangkaian kegiatan Pra Hari Pers Nasional (HPN). Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang telah hadir pada hari ini,” ujarnya.

Kabid Layanan Komunikasi dan Informasi menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Dinas yang mendapatkan tugas ke Kemenkominfo di Jakarta. “Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Dinas,” terangnya.

Sementara itu, Indra menyampaikan bahwa saat ini banyak anak-anak yang tidak mengetahui apa itu hari Bela Negara. “Bahkan ada anak-anak kita yang tidak tahu dengan Hari Bela Negara, ini tanggungjawab kita bersama termasuk pers untuk menyampaikan Hari Bela Negara itu,” ujarnya.

Narasumber pertama yang menyampaikan makalah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar Heranof. “Bela Negara atau Hari Bela Negara ini dimulai pada era Presiden SBY tertuang dalam Kepres 26 Tahun 2008,” ungkap Heranof yang saat ini juga memimpin RRI Sumbar.

Pada saat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) Radio Republik Indonesia (RRI) ditetapkan sebagai siaran Bela Negara. “Disinilah nama Syafruddin Parawiranegara ditunjuk sebagai kepala PDRI, tidak sampai satu tahun, tapi disana terlihat peranan pers dalam perjuangan bela negara,” terang Heranof.

Lebih lanjut, Heranof menyebutkan bahwa tantangan pers perlu menjadi saringan dari informasi hoax yang beredar melalui media sosial. “Selain net/saringan, peredaran informasi hoax di media sosial sangat cepat sekali. Untuk itu, perlu kita perhatikan bahwa informasi yang beredar itu tidak bisa dipertanggungjawabkan, apalagi cuma beredar di media sosial,” ujarnya.

Heranof mengingatkan bahwa sebagai media, pers memiliki tatanan fungsi. Pada dasarnya, di media pers, memiliki tanggungjawab dan tentunya ada sumber-sumber yang terpercaya. “Jadi pers bukanlah sumber hoax yang disebutkan. Hoax itu bersumber dari informasi yang beredar di media sosial, sehingha wartawan harus menjadi penyaring berita untuk pembacanya,” tutupnya.  (Abdi)

Read more