Dari Soto Ayam Hingga Kolam Renang Hotel Grand Inna Padang

Dari Soto Ayam Hingga Kolam Renang Hotel Grand Inna Padang

grand-inna-muara-slide1

EkspresNews.com – Pagi itu cukup cerah untuk memulai hari. Suasana hati sudah mulai membaik setelah hujan yang berkepanjangan. Kali ini perjalanan menuju Kota Padang terasa cepat karena transportasi burung besi mendarat mulus di Bandara Internasional Minangkabau. Selamat datang di Kota Padang, Senin (14/01/2019).

Ada beberapa kegiatan yang mesti diselesaikan di tanah minang ini. Beberapa kegiatan yang juga harus dikejar cukup dikerjakan nanti saja di penginapan. Perjalanan dari Bandara ke hotel hanya memakan waktu lebih kurang setengah jam saja dengan kondisi jalan tanpa kemacetan. Kota ini masih sama, indah dan nyaman. Yang penting tiada kemacetan.

Untuk urusan penginapan, kita memilih Grand Inna Padang, di jalan Gereja No. 34 Padang. Saya memilih hotel ini karena beberapa kali sebelumnya sudah pernah menginap juga. Nuansa elegan dan modern terpampang saat kami masuk ke lobi hotel. Cukup luas, bahkan sangat luas lobinya. Proses cek-in yang sangat singkat membawa saya ke kamar 416 untuk beristirahat.

Sebenarnya, ada beberapa teman pemilik hotel di Kota Padang yang saya kenal. Karena beberapa pertimbangan, Grand Inna menjadi pilihan saya. Ada yang tahu, apa salah satu dasar pertimbangan saya memilih Grand Inna Padang?

Ya, benar sekali… Makanannya, coba tanya saja sama bagian resepsionist atau apalah namanya, saya selalu memesan Soto Ayam. Salah satu makanan terlezat yang pernah saya nikmati di Kota Bingkuang ini. Hmm, sudah terbayangkan bagi saya rasanya saat memesan. Tak tanggung-tanggung, saya langsung memesan 2 porsi. Saya harus berkenalan dengan kokinya. Hahaha. (Sekalian minta resep, boleh lah ya)

grand InnaOke, selain menu Soto Ayam yang sangat sukai, menu sarapan disana sangat sangat fantastis. Bagaimana tidak, kalian mesti coba sendiri. Disamping pelayanan yang tentunya sangat ramah, kalian akan disuguhi hampir seluruh makanan yang menurut saya, ya, super lezat. Beraneka ragam makanan tradisional yang ditawarkan, nyaris semua yang saya nikmati, anggaplah, dari 10 makanan, saya pasti memakan minimal 8 jenis makanan. Tapi yang perlu kalian cari disana, Hotel Grand Inna Padang, satu-satunya hotel yang memberikan kalian minuman tradisional.

Hmm… coba tebak? Teh Talua? Bukan. Di Hotel Grand Inna Padang juga menawarkan kalian minuman Sempayang. Saya sih menyebutnya begitu, karena saya gugling, hasilnya itu. Ha ha ha. Namun, ada juga yang menyebutnya Tempayang. You you semua harus cobain. Percayalah, selain enak, minuman ini kaya dengan khasiat, kalau tidak percaya silakan gugling sendiri apa khasiatnya.

Berhentilah makan sebelum kenyang. Oke, saat saya menulis ini, saya kembali memesan Soto Ayam, tapi sayangnya saya sudah cek-out dari Grand Inna Padang. Apa bisa pesan anter ya? Ga mungkin. Baiklah. Kita lanjutkan.

Untuk kebersihan, sudah menjadi standar semua hotel wajib bersih. Keramahtamahan pelayanan sudah menjadi nomor satu, saya rasa. Namun yang memikat hati di Hotel Grand Inna Padang ini adalah kolam renang. Jujur, saya saat berada di kolam renang, sudah merasa seperti milik pribadi. Tolong, ini jadi rahasia kita saja, karena kalau saya kembali lagi, pilihan menginap tetap di Grand Inna Padang dan yang pasti saya akan berenang.

Baiklah, terlalu panjang saya menuliskan ini juga tidak baik. Alangkah baiknya jika ada yang akan saya tulis, saya tulis pada tulisan terpisah saja. Nah, bagi kalian yang ingin juga merasakan bagaimana keseruan menginap dan memanfaatkan fasilitas Hotel Grand Inna Padang silakan coba dan silakan ketagihan sendiri. Kalian bisa cek-in di banyak aplikasi travel yang saya tidak mau sebutkan satu per satu (karena banyak ha ha ha) atau kalian bisa pesan langsung ke nomor yang telah disediakan. Jangan manja, gugling saja.

Oiya, satu lagi yang terlupakan. Setelah pintu masuk lobi, coba menoleh ke arah kanan, kalian bisa melihat pojokan yang berisi stand minuman cokelat. Coba deh, ampun, saya no comment soal ini. Coba saja saya bilang, dan rasakan sendiri sensasi cokelat asli daerah yang diolah oleh tangan profesional. Udah ah, coba saja rasakan sendiri.

Atau bagi kalian yang berada di Kota Padang, menikmati semua fasilitas itu tidak harus menginap juga. Misal, kalau mau berenang, ya datang aja. Atau mau Gym, juga ada. Nah, kalau mau mencicipi cita rasa makanan disana, apalagi Soto Ayam dan minuman cokelat yang tadi, datang aja. Orang disana ramah-ramah kok.

Terima kasih Grand Inna Padang, lain waktu kita bertemu lagi. Terima kasih pelayanannya.

Padang, 14 Januari 2019 (saya cek-out).

20181118_133610

Read more
Mewujudkan Mimpi Dan Resolusi Tahun 2019

Mewujudkan Mimpi Dan Resolusi Tahun 2019

EkspresNews.com – Tolong dicatat dulu atau setidaknya diingat bahwa tahun 2018 telah berlalu. Mengulang kembali tidak perlu rasanya karena tidak akan bisa kembali. Beberapa kenangan mungkin masih berbekas indah, tapi urusan kesalahan pada tahun lalu cukup dijadikan pelajaran.

Berbicara tahun baru 2019, tentu banyak yang mengucapkan resolusi. Pembaca, saya akan coba rangkum beberapa hal yang bagi generasi muda atau katakanlah milenial beresolusi di tahun baru.

Beberapa milenial ada yang mengumbar dan ada pula yang sembunyi-sembunyi dalam hati merilis satu persatu resolusinya. Menariknya, ada yang tak kuasa untuk mengutarakan resolusinya dengan dalih “cukup melewati 2019 dengan baik saja sudah cukup”.

Ada kelompok yang mengajak kita menatap ke depan dengan mata berbinar, dan menyongsong agenda pemilu serentak dengan antusias dan gembira. Namun, ada juga yang mengimbau untuk mempersiapkan siasat pertarungan dengan pikiran penuh curiga, dan menyambut
hajatan politik lima tahunan tersebut laksana perang besar antar saudara.

Ada yang antusias membayangkan Indonesia sebagai salah satu negara terbesar termaju di dunia pada tahun 2030, pun ada pula yang khawatir republik ini akan bubar tak berbekas
alias punah.

Memang demikianlah hakekat kehidupan alam semesta. Selalu ada nada optimisme sekaligus juga pesimisme dalam sebuah perkara,
seperti layaknya siang dan malam, hitam dan putih, serta baik dan buruk.

Namun, curhatan para peresolusi di tahun 2019 tentu tidak hanya itu saja. Rata-rata mereka mengharapkan #gantistatus2019 alias get merid atau menikah. Dalam ajaran agama saya, tentu hal ini suatu ibadah karena memang dianjurkan sesuai Sabda Rasulullah SAW.

Sebagian lagi pada tahun 2019 meminta diberikan karunia berupa momongan atau bayi. Doa-doa dan harapan yang positif tentu sudah sepatutnya direspon dengan baik. Jangan seperti doa-doa dan harapan negatif pemecah belah bangsa saja yang dishare dan diviralkan.

Terakhir, penulis juga punya resolusi di tahun 2019 ini. Salah satunya #gantistatus2019, yes, get merid atau semacam mengharapkan adanya pernikahan di tahun ini. Karena, percaya atau tidak, dalam mitologi Yunani, 2019 adalah tahun yang baik bagi orang-orang seperti saya. Aamiin.

Padang, 7 Januari 2019.

Abdi Masa, SE MM (Wartawan Utama)

Read more
Konfrensi Internasional Tak Selamanya Multinasional

Konfrensi Internasional Tak Selamanya Multinasional

EkspresNews.com – Senin, 15 Oktober 2018 di Park Royal, Kuala Lumpur ruangan lantai 6 yang cukup ramai. Beberapa orang menggunakan stelan jas sepatu pantofel keren. Mereka berasal dari China. Saya tahu dari bahasa yang mereka gunakan saat berinteraksi.

Sebagai orang Indonesia dan berdarah Minang, saya tetap menggunakan bahasa Melayu dan dicampur dengan olahan bahasa Inggris. Bukan karena tidak lancar menggunakan bahasa dunia itu, tapi sebagai penghormatan kepada tuan rumah. Saya menempati kursi kedua dari depan, jika kursi pertama adalah kursi kehormatan, tentu yang nomor dua ini tergolong sedikit sama.

Internasional confrence ini cukup menarik, beberapa peraturan mulai dibacakan disepakati. Publikasi ini perlu pembahasan dari beberapa orang promotor yang sudah hafal betul letak titik koma journal yang ditulis oleh para peneliti muda.

Pukul 16.00 waktu Kuala Lumpur, saya keluar dari ruangan itu, semuanya keluar karena sesi hari pertama telah berakhir. Beberapa “note” dari para profesor itu memang menyakitkan hati, tapi menambah khazanah ilmu.

Salah seorang profesor menghampiri, dia tertarik dengan tulisan saya. Ternyata dia berkebangsaan Thailand. Hebatnya, dia bisa berbahasa Indonesia. “Kamu harus yakin bahwa kompetisi tidak hanya ada didalam ruangan tadi, kompetisi yang sebenarnya ada diluar. Saya yakin kemampuanmu,” kata Profesor Chulab Madihol.

Saya terdiam bukan saja karena kalimat yang dia sampaikan. Tapi karena lapar, saya teringat belum mencicipi nasi sejak ketibaan di Kuala Lumpur. Lantas, apa makanan yang patut dicoba? Liat aja nanti. (bersambung)

(Abdi – Wartawan Utama)

Read more
Pasport Dua Tahun Lalu Akhirnya Dapat Cap Imigrasi

Pasport Dua Tahun Lalu Akhirnya Dapat Cap Imigrasi

EkspresNews.com – Minggu, 14 Oktober 2018 menggunakan pesawat kepunyaan Malaysia berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tepat pukul 8.30 saya mengudara. Perjalanan kali ini bukan dalam rangka liburan, tapi suatu tugas yang masih dirahasiakan.

Baru kali ini melewati para petugas imigrasi. Paspor yang telah dibikin sejak tahun lalu akhirnya memiliki cap petugas. Kata orang-orang, petugas imigrasi cukup “galak dan jutek”, nyatanya tidak.

Burung besi yang mengangkut saya akhirnya mendarat di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2. Pemandangan udara sebelumnya cuma lautan awan yang beberapa kali mendapatkan getaran lembut. Kalau dibandingkan dengan maskapai milik Indonesia yang biasa saya gunakan, emang cukup jauh berbeda.

Malaysia. Akhirnya saya sampai. Bandaranya cukup mewah, ada mall besar menyertai bandara ini. Satu hari rasanya belum cukup untuk mengitari bandara yang padat itu.

“Saye nak ke Bukit Bintang, tapi butuh bas (bus) ke Pudu saja,” ujar saya ke akak yang jaga konter di bandara KLIA 2.

Urusan disini akan melelahkan dan akan menguras pundi-pundi uang yang ada. FYI, saya cuma bawa 1000 Ringgit Malaysia. Kartu Kredit? Saya close karena mau benerin limitnya dulu.

Dalam rencana, saya akan menghabiskan waktu hingga Kamis (18/10/2018) dan balik ke Padang pada pukul 11.00 siang. Semoga urusan kali ini bisa lancar. Bersambung.

(Abdi – Wartawan Utama)

Read more
Catatan Ampera Salim : “Namo Baiak”

Catatan Ampera Salim : “Namo Baiak”

EkspresNews.com – Satiok Mak Uniang payi rapek kalua daerah urusan karajo, urang manyuruah baliau jadi imam sumbayang bajamaah. Sakali wukatu di Yogya, shaf mugarik lah panuah nan kajadi imam alun tibo. Ado surang nan basuaro, “Orang Padang siapa, ayo maju jadi imam.” Ba itu bana tuah jadi urang awak di nagari urang.

Sakali wukatu maso Mak Uniang jadi urang surek kaba, di awa tahun sambilanpuluhan, mangecek jo urang Bugih Makasar. Kato baliau di kampuangnyo saisuak, kok ado kamatian, untuak mamandian, mangapani mayik, sampai malapeh jo duwah salamat, imbau sajo urang Padang.

Asa tasabuik urang Padang, kecek kawan dari Makasar ko, pasti urangnyo siak, pandai baugamo. Caro manyarinyo murah sajo. Caliak sajo laki laki manggaleh di pasa nan mamakai kupiyah hitam. Sapo sajolah kok ka batanyo mintak toloang masalah ugamo.

Ruponyo namo baiak urang awak di tanah Sulawesi tu, diukia dek babarapo urang pangulu maso sausuak. Antaronyo Datuak Ripatimang, Datuak Ripari, Datuak Ri Tiro. Baitu urang Bugih Makasar manyabuik tigo urang pangulu nan maanta ugamo Islam ka kampuangnyo.

Manuruik kaba nan dijawek, urang Minang nan payi ka Sulawesi tu, banamo Katik Tungga bagala Datuak Makmur, urang Sulawesi manyabuik Datuk Ribandang. Katik Suluang bagala Datuak Sulaiman disabuik di Sulawesi Datuak Patimang. Ungku Nurdin Ariyani bagala Katik Bungsu disabuiknyo Datuak Ri Tiro.

Satantang Datuak Patimang juwo tasabuik dek urang Bima Nusa Tenggara Barat. Baliau maanta ugamo Islam ka sinan. Ado pulo Abdullah Raqie bagala Datuak Karamah basamo jo Ungku Mangaji. Baliau ka Palu, Bulukumba sampai ka Gorontalo jo Maluku. Datuak Putiah, Kalano Basa sampai ka Sulu jo Philipina.

Namo namo urang awak tu diukia jo tinta ameh dek urang tampatan. Sarupo di Palu ado IAIN Datuk Karamah. Di Bulukumba ado Islamic Center Datuk Tiro. Malah di Manila ibukota Philipina ado Musajik Datuk Putih.

Carito ko disampaian Mak Uniang ka Malanca sudah sumbayang subuah di Musajik Tawakal, pagi tadi.

“Jadi waang nan ka iduik lamo, usahoanlah banamo baik takah baliau baliau tu,” kecek Mak Uniang manasihati Malanca.

“Tantu bagala datuak pulo waden dulu Mak Uniang, supayo hebat takah urang urang tu,” tanyo Malanca.

“Tabaliak waang mah. Jadi urang hebat waang dulu, baru bagala datuak,” baleh Mak Uniang.

Malanca paniang…. (*)

Read more