Libur Lebaran di Nikita Hotel Bukittinggi, Sarapan Enak

Libur Lebaran di Nikita Hotel Bukittinggi, Sarapan Enak

EkspresNews.com – Takbir saling sahut menyahut, umat muslim seluruh dunia meraih kemenangan di hari nan fitri. Selamat hari raya Idulfitri 1440 H. Saya akan melakukan perjalanan singkat ke dua kota di Sumatera Barat.

Malam takbiran itu saya berada di kota kelahiran, Solok. Ini memang sudah menjadi rencana keluarga sejak H-10 lebaran. Rencana Shalat Idulfitri di kampung halaman terselenggara dengan sangat khidmat.

Setelah saling memaafkan, sehari setelahnya menuju Kota Bukittinggi. Saya pikir ini liburan saja, tapi ternyata ada agenda lain, ada kerabat yang menikah di daerah Bukittinggi. Rencananya disini selama 2 malam.

Lagi, ternyata keluarga telah memesan 2 kamar di Hotel Nikita Bukittinggi. Awalnya saya kurang setuju karena hotelnya tidak memiliki kolam renang, lumayan kan, antisipasi kalau saja gabut, ya bisa renang.

Kami early check-in karena datang terlalu cepat. Tepat pukul 12.30 kami sudah masuk kamar, saya berada di kamar 305 sedangkan orangtua disebelahnya. Perlahan, rasa ragu tadi mulai berkurang. Selain pelayanan staf yang sangat ramah, ruangan kamar sewaktu masuk hingga malam harinya sangat wangi.

Walau tidak seperti hotel berbintang yang lain, hotel satu ini cukup nyaman bagi saya yang pada hari pertama hanya menghabiskan waktu didalam kamar. Bermain hp dan membuka laptop adalah kegiatan rutin yang saya lakukan jika sedang tidak ada kerjaan.

Hanya saja, wifi kamar tidak terlalu kencang dan stabil, tapi cukup untuk sekedar browsing ataupun membaca laman berita-berita online. Keberadaan balkon dengan view kota cukup mengasyikan, terbukti karena rata-rata pengunjung atau yang menginap memilih spot ini untuk sekedar nongkrong ataupun berdiskusi.

Ingat nggak, kalau berada di hotel yang paling ditunggu adalah sarapan. Mencicipi masakan hotel to hotel sudah sering saya lakukan. Oke, jujur ini bukan kali pertama saya menginap di Hotel Nikita Bukittinggi ini, tapi tentu cita rasa masakannya akan berbeda dengan beberapa tahun yang lalu.

Menarik, saat sarapan dimulai, ternyata sangat memuaskan. Seluruh sajian makanan saya coba semua, bukan karena lapar atau tidak mau rugi ya, saya mencoba semua untuk kepentingan cita rasa. Ternyata, baik itu nasi goreng, mie goreng, lontong sayur, bubur kacang hijau, soup buah, cendol, dan gorengan yang ada cukup memuaskan rasa penasaran saya.

Bohong rasanya saya tidak mau kritik ya, karena itu perlu disampaikan guna masa depan hotel agar tetap disukai oleh pelanggan. Menurut saya, pihak hotel bisa menambahkan varian menu sarapan. Karena terkadang, ada beberapa tamu yang tidak ingin memulai pagi dengan nasi atau mie. Untung saja ada bubur kacang hijau, lah, kalau saya sih request bubur ayam sih jika ada. Lalu, yang paling penting adalah cita rasa lokal atau panganan lokal, saya rasa kurangnya disana saja.

Secara keseluruhan, untuk sarapan/restoran saya memberi nilai 8/10. Ini bener-bener sarapan yang sesuai dengan lidah saya. Bahkan rasa masakan disini cukup nasional sehingga bagaimanapun tipe orang yang mencicipi masakan disini tidak akan kecewa. Kalau tidak percaya coba saja sendiri.

Oke, cukup dulu persoalan makanan, nanti setelah libur lebaran saya akan tulis lagi satu hal tentang Hotel Nikita Bukittinggi, oiya ini yang di Kota Bukittinggi ya, karena Hotel Nikita ini ada dua, yang saya pilih kali ini Nikita di pusat kota. Kalian kalau mau cari tahu, googling saja, jangan malas. (Abdi)

Read more
Romansa Malam Minggu di Tugu Gempa Kota Padang

Romansa Malam Minggu di Tugu Gempa Kota Padang

Dari Bicara Politik Hingga Ketan Susu di Angkringan Tugu Gempa. Ketagihan Tak Tanggung 2 Porsi Masih Belum Cukup!

EkspresNews.com – Percaturan politik pemilihan Presiden RI hingga anggota legislatif kota/kabupaten telah usai. Beberapa komentar saling dukung hingga saling tuding kian bermunculan di dunia maya. Pelaku tidak hanya berlatar ilmu politik atau pemerintahan, melainkan dari beragam latar ilmu.

Jajanan Makanan di Tugu Gempa Padang (fhiaft.blogspot.com)

Suasana kian panas dari hari ke hari. Sejenak beberapa orang yang berbeda pandangan politik dulunya bersahabat akrab jadi renggang karena beda pilihan. Lucu terkadang membaca dan melihat tingkah polah mereka dibeberapa media sosial itu. Tapi apa boleh buat, pesta demokrasi ini milik kita semua, ya selamat menikmati lah.

Romansa riuh dunia politik semoga terpinggirkan. Malam minggu yang lalu, mencoba melihat bagaimana dunia nyata beraktivitas ke kawasan Tugu Gempa di Kota Padang. Ramai dan beberapa diantaranya masih berbincang soal politik. Okelah, suasananya sedikit berbeda.

Diskusi dengan bertatap muka jika dibandingkan dengan diskusi yang tak berkesudahan di media sosial memang lebih enak bertatap muka. Sembari kopi hitam atau segelas Latte dingin sebenarnya menghidupkan suasana. Berbeda pandangan politik tidak masalah karena ada minuman yang menengahinya.

Dingin malam Kota Padang tak menusuk tulang sebab pada siang hari cuaca cukup panas di kota itu. Beberapa kios menjajakan makanan ringan. Satu tempat yang cukup ramai ditongkrongi anak-anak muda yaitu Angkringan.

Salah satunya disana, dijual Ketan Susu yang sangat enak selagi menikmati obrolan orang-orang terkait politik. Harganya cukup dan sangat terjangkau. Sepertinya tempat ini memang benar-benar favorit karena suasana dan harga yang cukup ringan. Malam ini saya menikmati 2 porsi Ketan Susu dengan harga Rp. 10 ribu. Ditambah dengan beberapa buah gorengan dan 2 tusuk sate kulit.

Sayangnya setelah malam minggu saya kembali menuju Tugu Gempa, ternyata penjual Ketan Susu itu tidak ada, entah karena cuaca sorenya hujan atau memang hanya disaat malam minggu saja dia berjualan, saya tidak tahu. Sejatinya tadi malam saya ingin lagi mencicipi Ketan Susu itu, tapi tidak bisa. (Abdi)

Read more
Pasang Surut Kepercayaan Dari Romansa Tahun Politik

Pasang Surut Kepercayaan Dari Romansa Tahun Politik

EkspresNews.com – Polemik dari setiap tahun politik adalah rasa percaya. Terkadang kita sudah terlalu yakin dengan satu pasangan calon (paslon), namun karena muncul desah pahit dari pihak luar bahwa paslon itu bermasalah, kita mulai ragu. Malah mencoba memahami alur berpikir paslon yang lainnya.

Menariknya adalah saat kita berusaha memahami calon kedua, muncul pula desah pahit yang notabene tentu membuat ragu. Jika ada paslon ketiga, sudah barang tentu kita akan mencoba memahami paslon selanjutnya. Begitu saja seterusnya.

Pemikiran ini hanya terlintas sejenak, tapi menarik untuk disampaikan. Bagaimana tidak, hanya sebagian orang yang akan mencoba menggunakan otak untuk memahami paslon demi paslon itu. Sebagian lainnya tetap akan ngotot untuk membela paslon yang telah ia pahami pertama kali. Mereka itu akan menjadi pagar betis pertahanan sang paslon. Bahkan ada yang siap membela mati-matian paslonnya.

Pertanyaannya yang muncul apa yang kalian dapat? Saling sindir dan ejek, saling pojok dan terpojok. Berbanding fakta dengan data, saling hujat dan menghakimi. Toh, mereka antara paslon hanya bagaikan topeng-topeng didepan publik yang bukan sebenarnya. Mereka berdamai antara mereka. Bukan seperti kalian yang saling lempar granat ataupun saling baku tembak layaknya perang di PUBG.

Fokusnya bukan pada kalian, beri waktu sejenak pada mereka yang mengalami krisis kepercayaan terhadap paslon yang ada. Bukan mereka tidak mau percaya lagi. Namun ini akan menjadi masalah besar saat mereka yang sedang pasang surut kepercayaan lebih banyak daripada kalian, apa yang akan terjadi?

GOLPUT. Nah, ini yang sejatinya perlu kalian sadari. Pendidikan politik dalam romantisme pemerintahan harus menyadari potensi besar dari para “galauis” ini. Sadar atau tidak, mereka akan semakin bertambah banyak dan nyatanya akan memiliki pengaruh besar saat nanti mereka benar-benar menaruh pilihan pada satu pasangan.

Bukankah mereka yang “tersakiti” akan lebih loyal dan setia saat menemukan paslon yang sesuai dengan pemahaman mereka? Antisipasi saja ini, kalian yang saling hujat, ambil cermin, tanyakan disana, apa yang kalian dapat dengan saling menghujat? Lalu, apa yang kalian cari? Kesenangan bermedia sosial? Lucu deh.

Abdi Masa.

Read more
Dari Soto Ayam Hingga Kolam Renang Hotel Grand Inna Padang

Dari Soto Ayam Hingga Kolam Renang Hotel Grand Inna Padang

grand-inna-muara-slide1

EkspresNews.com – Pagi itu cukup cerah untuk memulai hari. Suasana hati sudah mulai membaik setelah hujan yang berkepanjangan. Kali ini perjalanan menuju Kota Padang terasa cepat karena transportasi burung besi mendarat mulus di Bandara Internasional Minangkabau. Selamat datang di Kota Padang, Senin (14/01/2019).

Ada beberapa kegiatan yang mesti diselesaikan di tanah minang ini. Beberapa kegiatan yang juga harus dikejar cukup dikerjakan nanti saja di penginapan. Perjalanan dari Bandara ke hotel hanya memakan waktu lebih kurang setengah jam saja dengan kondisi jalan tanpa kemacetan. Kota ini masih sama, indah dan nyaman. Yang penting tiada kemacetan.

Untuk urusan penginapan, kita memilih Grand Inna Padang, di jalan Gereja No. 34 Padang. Saya memilih hotel ini karena beberapa kali sebelumnya sudah pernah menginap juga. Nuansa elegan dan modern terpampang saat kami masuk ke lobi hotel. Cukup luas, bahkan sangat luas lobinya. Proses cek-in yang sangat singkat membawa saya ke kamar 416 untuk beristirahat.

Sebenarnya, ada beberapa teman pemilik hotel di Kota Padang yang saya kenal. Karena beberapa pertimbangan, Grand Inna menjadi pilihan saya. Ada yang tahu, apa salah satu dasar pertimbangan saya memilih Grand Inna Padang?

Ya, benar sekali… Makanannya, coba tanya saja sama bagian resepsionist atau apalah namanya, saya selalu memesan Soto Ayam. Salah satu makanan terlezat yang pernah saya nikmati di Kota Bingkuang ini. Hmm, sudah terbayangkan bagi saya rasanya saat memesan. Tak tanggung-tanggung, saya langsung memesan 2 porsi. Saya harus berkenalan dengan kokinya. Hahaha. (Sekalian minta resep, boleh lah ya)

grand InnaOke, selain menu Soto Ayam yang sangat sukai, menu sarapan disana sangat sangat fantastis. Bagaimana tidak, kalian mesti coba sendiri. Disamping pelayanan yang tentunya sangat ramah, kalian akan disuguhi hampir seluruh makanan yang menurut saya, ya, super lezat. Beraneka ragam makanan tradisional yang ditawarkan, nyaris semua yang saya nikmati, anggaplah, dari 10 makanan, saya pasti memakan minimal 8 jenis makanan. Tapi yang perlu kalian cari disana, Hotel Grand Inna Padang, satu-satunya hotel yang memberikan kalian minuman tradisional.

Hmm… coba tebak? Teh Talua? Bukan. Di Hotel Grand Inna Padang juga menawarkan kalian minuman Sempayang. Saya sih menyebutnya begitu, karena saya gugling, hasilnya itu. Ha ha ha. Namun, ada juga yang menyebutnya Tempayang. You you semua harus cobain. Percayalah, selain enak, minuman ini kaya dengan khasiat, kalau tidak percaya silakan gugling sendiri apa khasiatnya.

Berhentilah makan sebelum kenyang. Oke, saat saya menulis ini, saya kembali memesan Soto Ayam, tapi sayangnya saya sudah cek-out dari Grand Inna Padang. Apa bisa pesan anter ya? Ga mungkin. Baiklah. Kita lanjutkan.

Untuk kebersihan, sudah menjadi standar semua hotel wajib bersih. Keramahtamahan pelayanan sudah menjadi nomor satu, saya rasa. Namun yang memikat hati di Hotel Grand Inna Padang ini adalah kolam renang. Jujur, saya saat berada di kolam renang, sudah merasa seperti milik pribadi. Tolong, ini jadi rahasia kita saja, karena kalau saya kembali lagi, pilihan menginap tetap di Grand Inna Padang dan yang pasti saya akan berenang.

Baiklah, terlalu panjang saya menuliskan ini juga tidak baik. Alangkah baiknya jika ada yang akan saya tulis, saya tulis pada tulisan terpisah saja. Nah, bagi kalian yang ingin juga merasakan bagaimana keseruan menginap dan memanfaatkan fasilitas Hotel Grand Inna Padang silakan coba dan silakan ketagihan sendiri. Kalian bisa cek-in di banyak aplikasi travel yang saya tidak mau sebutkan satu per satu (karena banyak ha ha ha) atau kalian bisa pesan langsung ke nomor yang telah disediakan. Jangan manja, gugling saja.

Oiya, satu lagi yang terlupakan. Setelah pintu masuk lobi, coba menoleh ke arah kanan, kalian bisa melihat pojokan yang berisi stand minuman cokelat. Coba deh, ampun, saya no comment soal ini. Coba saja saya bilang, dan rasakan sendiri sensasi cokelat asli daerah yang diolah oleh tangan profesional. Udah ah, coba saja rasakan sendiri.

Atau bagi kalian yang berada di Kota Padang, menikmati semua fasilitas itu tidak harus menginap juga. Misal, kalau mau berenang, ya datang aja. Atau mau Gym, juga ada. Nah, kalau mau mencicipi cita rasa makanan disana, apalagi Soto Ayam dan minuman cokelat yang tadi, datang aja. Orang disana ramah-ramah kok.

Terima kasih Grand Inna Padang, lain waktu kita bertemu lagi. Terima kasih pelayanannya.

Padang, 14 Januari 2019 (saya cek-out).

20181118_133610

Read more
Mewujudkan Mimpi Dan Resolusi Tahun 2019

Mewujudkan Mimpi Dan Resolusi Tahun 2019

EkspresNews.com – Tolong dicatat dulu atau setidaknya diingat bahwa tahun 2018 telah berlalu. Mengulang kembali tidak perlu rasanya karena tidak akan bisa kembali. Beberapa kenangan mungkin masih berbekas indah, tapi urusan kesalahan pada tahun lalu cukup dijadikan pelajaran.

Berbicara tahun baru 2019, tentu banyak yang mengucapkan resolusi. Pembaca, saya akan coba rangkum beberapa hal yang bagi generasi muda atau katakanlah milenial beresolusi di tahun baru.

Beberapa milenial ada yang mengumbar dan ada pula yang sembunyi-sembunyi dalam hati merilis satu persatu resolusinya. Menariknya, ada yang tak kuasa untuk mengutarakan resolusinya dengan dalih “cukup melewati 2019 dengan baik saja sudah cukup”.

Ada kelompok yang mengajak kita menatap ke depan dengan mata berbinar, dan menyongsong agenda pemilu serentak dengan antusias dan gembira. Namun, ada juga yang mengimbau untuk mempersiapkan siasat pertarungan dengan pikiran penuh curiga, dan menyambut
hajatan politik lima tahunan tersebut laksana perang besar antar saudara.

Ada yang antusias membayangkan Indonesia sebagai salah satu negara terbesar termaju di dunia pada tahun 2030, pun ada pula yang khawatir republik ini akan bubar tak berbekas
alias punah.

Memang demikianlah hakekat kehidupan alam semesta. Selalu ada nada optimisme sekaligus juga pesimisme dalam sebuah perkara,
seperti layaknya siang dan malam, hitam dan putih, serta baik dan buruk.

Namun, curhatan para peresolusi di tahun 2019 tentu tidak hanya itu saja. Rata-rata mereka mengharapkan #gantistatus2019 alias get merid atau menikah. Dalam ajaran agama saya, tentu hal ini suatu ibadah karena memang dianjurkan sesuai Sabda Rasulullah SAW.

Sebagian lagi pada tahun 2019 meminta diberikan karunia berupa momongan atau bayi. Doa-doa dan harapan yang positif tentu sudah sepatutnya direspon dengan baik. Jangan seperti doa-doa dan harapan negatif pemecah belah bangsa saja yang dishare dan diviralkan.

Terakhir, penulis juga punya resolusi di tahun 2019 ini. Salah satunya #gantistatus2019, yes, get merid atau semacam mengharapkan adanya pernikahan di tahun ini. Karena, percaya atau tidak, dalam mitologi Yunani, 2019 adalah tahun yang baik bagi orang-orang seperti saya. Aamiin.

Padang, 7 Januari 2019.

Abdi Masa, SE MM (Wartawan Utama)

Read more