Pembakaran CFC dan Pasar Raya Solok Dipicu Karena Sakit Hati

Pembakaran CFC dan Pasar Raya Solok Dipicu Karena Sakit Hati

EkspresNews.com – Dipicu Amarah, Dendam dan sakit hati Tidak Diberi Air Minum. Dan disingalir dan di duga karena sakit hati, akibat tidak diberi air minum oleh karyawan Restoran Cepat Saji Calofornia Fried Chicken (CFC). Yang beralamat di Taman Syeh Kukuch Kota Solok. Tersangka yang berinisial. SY, 23 tahun membakar Toko CFC di taman Syeh Kukut Kota Solok. Kamis/ 21Juni 2018, Pukul 03.00 Wib. dan Pasar Raya Solok Lantai 2 Blok C.

dalam pengungkapan kasus kebakaran di Ruko California Fried Chicken (CFC) di Taman Syech Kukut (Taman Kota) Solok, Kamis (21/6) lalu itu. Dari pengembangan kasus oleh Sat Reskrim Polres Solok Kota, terungkap bahwa Ruko CFC tersebut, ternyata sengaja dibakar. Petugas berhasil mengungkap dan menangkap pelaku yang diidentifikasi berinisial RY (22).




Dalam press release di Mapolres Solok Kota, yang dihadiri Kasdim 0309/Solok Mayor (INF) Supadi AS, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, Walikota Solok Zul Elfian dan Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, Senin (25/6).Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.I.K, M.H mengjngkapkan. Identifikasi pengungkapan berawal dari petunjuk yang ditinggalkan pelaku. Yakni setelah melakukan pembakaran Ruko CFC di Taman Kota, pelaku juga membakar terpal plastik di lantai 2 blok A, Pasaraya Solok yang berada berssberangan dengan taman kota Solok.

Kapolres Solok Kota Dony Setiawan mengatakan, setelah membakar Ruko CFC, pelaku kemudian juga membakar terpal plastik di Blok A. Saat itu lah, pelaku mulai teridentifikasi. Setelah itu, pelaku membakar tempat sampah yang ada di Blok C Pasar raya Solok. Namun, di lokasi itu, aksi paku diketahui dan api bisa segera dipadamkan. “Maka dari keterangan sejumlah saksi, pelaku terlihat di sekitar lokasi dengan gestur tubuh yang gugup gemdgar ,” jelasnya.

Berdasarkan hasil olah TKP, pada hari Sabtu, 23 Juni 2018 pukul 18.30 WIB, pelaku tindak pidana pembakaran dengan identitas RY, umur 22 tahun, Minang, Pekerjaan Tukang Parkir, beralamat di RT.02 Kel. Koto Panjang, Kec.Tanjung Harapan Kota Solok Pelaku akhirnya diamankan. Dan pelaku diamankan di Mapolres Solok Kota, bersama barang bukti ember plastik, pecahan tabung gas dan terpal, dan lainya.

Lebih detail dipaparkan Dony, maka dari pengakuan pelaku, dirinya membakar Ruko CFC di Taman Kota Solok karena sakit hati tidak diberi air minum oleh salah seorang karyawan CFC. Tersangka melakukan perbuatan itu, berawal pada hari Rabu, tanggal 20 Juni 2018 sekitar pukul 21.30 WIB. tersangka meminta air minum kepada karyawan CFC di Taman Syeh Kukut, namun pada saat itu tidak diberikan oleh karyawan tersebut.

“Merasa tidak dihargai, tukang parkir ini marah dan dendam, lalu membakar Restoran Cepat Saji CFC. Dan tersangka membakar tutup ember tempat sampah CFC. Setelah membakar tempat sampah di CFC, kemudian tersangka membakar terpal plastik dan kotak sampah di Pasar Raya,”terang Dony.

Setelah membakar tempat sampah di CFC kemudian tersangka berjalan menuju pasar Raya Kota Solok, menuju lantai 2 blok A, kemudian pelaku membakar terpal plastik di tangga tersebut dengan meggunakan korek api gas. “Setelah itu tersangka berjalan menuju blok C dan di tempat tersebut pelaku membakar tempat sampah yang ada di Blok C Pasar Kota Solok, namun pada lokasi pasar Raya Kota Solok api cepat dapat di ketahui dan segera cepat dapat dipadamkan,”ungkapnya.

Sebelum melakukan aksinya, kata Dony. Pelaku terlebih dahulu diduga adanya mengisap lem, dan mendatangi Ruko CFC tersebut pada diniharinya. Sekira pukul 03.20 WIB, pelaku melampiaskan kemarahan dengan cara membakar ember tempat sampah dengan korek api gas. Di balik dinding tempat sampah tersebut, ada sejumlah tabung gas yang berisi. Sehingga, sebelum ruko terbakar, terjadi ledakan yang cukup besar.

“Sebelum terbakar, sempat terjadi ledakan besar. Sehingga, indikasinya, pelaku menngetahui letak penyimpanan sejumlah tabung gas, atau posisi dapur dari CFC di Taman Kota tersebut. Jadi ada unsur kesengajaan. Dan kibat kejadjan kebakaran jtu, Bangunan CFC hangus terbakar. Sedangkan Pasar Raya Solok tidak menimbulkan kerugian karena, api cepat dipadamkan.” ujar Dony.

Walaupun pelaku sudah mengakui perbuatannya, maka sampai saat ini polisi masih terus melakukan upaya penyelidikan. “Karena adanya sejumlah hal mencurigakan dari jawaban kepada petugas, dan pelaku terjerat pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” terang Kapolres Solok Kota. (Roni natase)

Read more
Hasil Operasi Ketupat Polres Solok Kota Meningkat

Hasil Operasi Ketupat Polres Solok Kota Meningkat

P_20180625_112739EkspresNews.com – Pelaksanaan Operasi Ketupat 2018 Wilayah Hukum Polres Solok Kota, telah resmi berakhir pukul 00.00 WIB malam (25/5). Dari data Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Solok Kota berdasarkan pelaksanaan OPS Ketupat tahun 2018, mulai dari tanggal 07 juni sampai 24 Juni 2018. Sementara jumlah pelanggaran, kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) dan kegiatan Sat Lantas selama Operasi Ketupat 2018. Mengalami peningkatan yang siknifikan dibanding OPS Ketupat tahun 2017 lalu.

Demikian dipaparkan Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.IK, MH, melalui Kasat Lantas Polres Solok Kota Iptu Rifaizal Samual, kepada berbagai media, Melalu Komprensi Pers Senin (25/06), di Mapolres Solok Kota.

Rifaizal Samual memaparkan, dari data OPS Ketupat 2018 yang dilaksanakan. terdapat sejumlah data dengan angka dan persentase yang sangat mencolok, dibanding tahun 2017 silam. Di antaranya jumlah tilang yang mencapai 455 berkas, atau naik 810 persen dibanding tahun 2017 yang hanya 50 berkas.




“Selanjutnya, tindakan teguran mencapai 216 perkara, naik 48 persen dibanding 146 perkara pada 2017. Operasi Ketupat 2018 yang dimulai sejak 7 Juni hingga 24 Juni 2018 tersebut, juga mencatatkan keberhasilan Sat Lantas Polres Solok Kota dalam menekan angka Laka Lantas,” ujarbya.

Dia .menyatakan, selama operasi, jumlah korban meninggal dunia dan luka berat, nihil. Dari data itu, Laka Lantas Operasi Ketupat 2018 tercatat hanya dua kasus, turun 71 persen dibanding 2017 yang mencapai tujuh kasus.

Kasat Lantas Polres Solok Kota, Iptu Rifaizal Samual, menyatakan jumlah korban meninggal dunia pada 2017 tercatat 4 orang dan luka berat 4 orang. Luka ringan dari dua kasus yang terjadi hanya lima orang selama 2018 dan sama dengan jumlah tahun 2017. “Alhamdulillah, korban meninggal dunia dan luka berat nihil. Dan Sementara luka ringan angkanya sama dengan 2017 lalu,” terangnya.

Samual menyatakan, meningkatnya jumlah tilang dan teguran yang berbanding terbalik dengan angka Laka Lantas ini, tidak terlepas dari tingginya upaya preemtif yang dilakukan Sat Lantas selama Operasi Ketupat 2018 ini. Iptu Rifaizal Samual menyatakan selama 2017,

“Namun pihaknya telah melakukan berbagai upaya menekan angka Laka Lantas. Seperti tindakan prepentif, pembinaan dan penyuluhan (Binluh) ke sekolah, masyarakat dan komunitas, patroli, penjagaan dan pengawalan, hingga sosialisasi tertib lalu lintas,”paparnya.

Lebih rinci djungkapkan Samual, di bidang preemtif, atau upaya awal kepolisian untuk mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas, Sat Lantas Polres Solok Kota telah melaksanakan 145 kegiatan, dibandingkan dengan tahun 2017 berjumlah 102 kali, naik 43 persen.

Lalu Binluh ke sekolah, masyarakat dan komunitas sebanyak 7 kali atau naik 600 persen dibanding 2017 yang hanya 1 kali. Kemudian pemasangan spanduk sebanyak 36 buah dibanding 28 spanduk pada 2017, naik 29 persen. Dibidang pengaturan lalu lintas tahun 2018 berjumlah 519 kegiatan, dibandingkan tahun sebelumnya berjumlah 417 (naik 24 persen).

Lalu patroli kendaraan roda dua (R2) tahun 2018 berjumlah 136 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 62 kegiatan (naik 119 persen). Kemudian patroli kendaraan R4 tahun 2018 berjumlah 131 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 50 kali kegiatan (naik 162 persen). Penjagaan tahun 2018 berjumlah 255 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 sebanyak 215 kegiatan (naik 19 persen). Pengawalan tahun 2018 berjumlah 10 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 9 kegiatan (naik 11 persen).

Dia menyatakan, dari hasil OPS Ketupat tahun 2018 yang dilaksanakan, maka pelanggaran di wilayah hukum Polres Solok Kota masih sangat tinggi. Terbukti dari jumlah Tilang yang naik hingga 810 persen di masa Operasi Ketupat 2018 ini.

Untuk itu kita menghimbau pada masyarakat pengebdara agar terus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas. Hal itu agar tidak mendapat musibah dari akibat dari kecelakaan sepanjang harinya.

“Kita harapkan kondisi seperti ini, agar bisa menjadi perhatian oleh masyarakat, terutama masyarakat pengguna kendaraan dari berbagai jenis. Sehingga kedepan ngka pelanggaran bisa diminimalisir di wilayah hukum mapolres Solok Kota,”pinta Rifaizal Samual. (Roni Natase)

Read more
Target Operasi Jaran Singgalang Polres Solok Kota Berhasil Ditangkap Curanmor di Bandung

Target Operasi Jaran Singgalang Polres Solok Kota Berhasil Ditangkap Curanmor di Bandung

EkspresNews.com – Memasuki hari kesebelas pelaksanaan Operasi Jaran Singgalang tahun 2018, di Polres Solok Kota, dan upaya keras unit satgas untuk mengungkap keberadaan dan menangkap pelaku kejahatan kendaraan bermotor, sesuai target operasi yang sudah disiapkan oleh Sat Intelkam Polres Solok Kota membuahkan hasil,

Diman, pelaku yang diburu berdasarkan Laporan Polisi nomor, LP/38/B/II/2018 Tgl 13 Februari 2018, laporan tentang tindak pidana pencurian 1(satu) unit Excavator Merk Hitachi, yang terjadi pada bulan Januari 2018, Tkp tindak pidana pencurian tersebut terjadi di area PT. Quansing Kelurahan Bandar Pandung Kota Solok,

Berhasil dapat ditangkap dan diamankan oleh Unit Satgas Ops Jaran Sgl-2018 Polres Solok. Operasi dibawah pimpinan Aiptu Fredy Iskandar, SH, dengan tim Bripka Adi Saputra serta Brigadir Tomi Yanuardi.

Saat dikonfirmasi tentang keberhasilan penangkapan terhadap pelaku, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, SIK, MH menjelaskan kepada media ini, melalui media pers mitra Humas Polres Solok Kota. Bahwa pelaku ditangkap oleh Unit Satgas Ops Jaran Sgl-2018 Polres Solok Kota, pada hari Rabu tgl 18 April 2018 jam 20.00 Wib,

“Pelaku ditangkap di sebuah rumah makan Komplek Margayu Kota Bandung propinsi Jawa Barat, kemudian pelaku langsung digelandang ke Polres Solok Kota,”Jelas Dony Setiawan.

Lebih rinci dijeladkan Kapolres Solok Kota, identitas pelaku yang menjadi target operasi Jaran tersebut, panggilan Af Pongso, umur 51 tahun, alamat pelaku di Dusun Pudung Nagari Muaro Pingai Kec. Junjung Sirih Kab. Solok.

Saat ini jela Dony, terhadap pelaku telah dilakukan upaya hukum oleh penyidik Sat Reskrim Polres Solok Kota. “Yakni berupa penahanan di Rutan Polres Solok Kota, guna kepentingan Penyidikan, papar AKBP Dony Setiawan..(Roni/Smtk)..

Read more
Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, SIK.MH “Amanah adalah Tantangan, Harus Ikhlas”

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, SIK.MH “Amanah adalah Tantangan, Harus Ikhlas”

Bukan suatu Kiasan lagi, Publik tahu bahwa POLRI bertugas untuk melindungi dan mengayomi masyarakat dari segala kriminalitas, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum dengan mengenakan sanksi kepada siapa saja yang dengan sengaja melanggar hukum di Indonesia.

EkspresNews.com – Hal ini juga sudah tertuang pada  pasal 30 ayat 4 UUD 1945, yang berbunyi “Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum itu semua harus dijalankan dengan amanah, walau penuh tantangan.”

foto kapolres menggunakan baju pdl susNamun masyarakat akan dibuat kagum oleh sosok polisi yang sangat peduli terhadap kondisi masyarakat, yang bukan cuma dari sisi keamanan saja tetapi dari semua aspek, terlebihnya lagi peduli membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi serta peduli dengan agama. Seperti yang dilakukan oleh polisi yang satu ini?.

Namanya AKBP Dony Setiawan, siapa sich yang tidak kenal dengan pria Ganteng ramah dan suka senyum, nama ini, Juni 2017 lalu, dirinya dilantik menjadi Kapolres Solok Kota mengantikan AKBP Susmelawati Rosya yang di mutasi ke Polda Sumatera Barat. Sejak mengemban amanah menjadi Kapolres Solok Kota, pria yang hobi main basket ini mengaku setiap hari dirinya bersama jajaran Mapolres Solok Kota. memikirkan solusi untuk bagai mana mampu menegakan hukum yang baik di daerah tugasnya juga demi bangsa dan negara serta membuat bagaiman warga Solok terayomi dan tidak lagi berasumsi lain terhadap polri.

Sejak awal, dirinya langsung mendatangi masyarakat dan menemui sejumlah tokoh. Baik tokoh adat, agama dan pemerintahan. Sejauh ini, dirinya merasa betah di Solok. “Suasananya adem, tidak seperti yang pernah diberitakan, yang katanya ada persekusi, intimidasi dan sebagainya. Di sini, saya menilai ulama, tokoh agama dan pemeritah serta masyarakat Solok sangat dipercaya dan jadi panutan,” ujarnya saat jamuan makan bajamba beberapa hari lalu di Mapolres Solok Kota.

Mengenai target awal di wilayah hukum Polres Solok Kota, Dony mengaku akan membawa perubahan baru di Polres Solok Kota. Sesuai dengan tribrata Polri, polisi harus bertindak dengan beriorientasi terhadap klien, yaitu masyarakat. Yaitu sebagai pelayan, pelindung dan penegak hukum.

Sejak dirinya mengemban amanah tugas menjadi Polres Solok Kota. Perlahan namun pasti, berbagai kasus mampu dia reda, yang tidak mungkin disebutkan satu persatu. Inovesinya juga mampu membuat jajaranya berbuat membantu, berbaur dengan warga didaerah jajaranya.

Banyak sudah prestasi yang ditorehkan, baik oleh sosoknya sendiri, maupun oleh hajaranya, terutama Bhabinkamtibmas jajaranya, sebut saja bedah rumah warga miskin. Pengobatan gratis, bantu warga ditimpa kebakaran, membantu masyarakat baik moril dan material.

Mengenai dengan sejumlah track record-nya selama ini, Dony menyatakan ingin membawa pembaharuan di Polres Solok Kota dan masyarakat Solok. Meski begitu, dirinya berharap seluruh elemen bisa mendukung termasuk pemerintah dan masyarakat.

Dony merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2000. Di awal karirnya di kepolisian,dirinya banyak menghabiskan waktu di Sulawesi Selatan. Dimulai sejak menjadi Pakor Babinkamtibmas Polres Pangkep Sulsel, Pamapta Polresta Parepare Sulsel, Kanit Idik Sat Reskrim Polresta Parepare Sulsel dan Kasat Reskrim Luwu Utara Sulsel.

Dari Sulsel, Dony kemudian PTIK dan setelah lulus, kemudian menjadi Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kudus sekitar tahun 2007. Kemudian, pada 2011 hingga 2012, Dony menjadi Kapolsek Genuk. Dony kembali fokus menekuni reserse saat dimutasi menjadi Wakil Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Semarang pada 2012. Ia sempat bekerja di posisi itu selama hampir dua tahun. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri pada 2014.

Jika dihitung belum sampai 10 bulan dirinya menjabat sebagai Kapolres, namun banyak hal yang sudah dilakukan, menariknya selain melaksanakan tugas-tugas utama sebagai seorang polisi, laki-laki berdarah Palembang ini juga sangat peduli dengan masalah lingkungan dan sosial kemaysarakatan. Dony mampu memberi nuansa tentram, bahkan di kalangan ulama Kota Solok dan Kabupaten Solok.

Khusus untuk golongan agama di Kota Solok dan wilayah hukumnya di Kabupaten Solok, Polres Solok Kota memberi perhatian sangat khusus. Mereka bahkan sudah beberapa kali diundang ke Mapolres Solok Kota untuk berdiskusi mewujudkan Solok Kota Beras Serambi Madinah.

Mendorong mewujudkan itu, Bahkan,Polres Solok Kota menjalin kerja sama dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok untuk memaksimalkan peran Da’i Kamtibmas. MoU juga dijalin dengan Dinas Sosial dan Satpol Pamong Praja Kota Solok terkait penanganan preman dan premanisme serta Penyakit Masyarakat (Pekat) di Kota Solok.

“MoU ini merupakan gagasan dan inovasi untuk mendukung suasana agamis dengan titian adat basadi sarak, sarak basandi katabullah di Solok. Sesuai dengan prinsip Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah yang menjadi pegangan masyarakat Minangkabau,” ujar Dony menirukan logat bahasa Minang.

Dony juga mengapresiasi kepedulian yang telah diberikan oleh para ulama dan Da’i Kota Solok, dan pemuka agama lainnya dalam membangun Kota Solok tanpa pamrih. Ini merupakan sebuah perjuangan yang tiada nilainya, dan layak dijadikan motivasi dan menjadi contoh bagi para pemangku kepentingan.

“Dengan telah ditandatanganinya MoU ini, kita harapkan para ulama dan Da’i, mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah daerah, baik moril atau pun materil. Apresiasi untuk Pemko Solok karena telah menjadi satu-satunya daerah tingkat dua yang pertama memunculkan inovasi ini. Selain itu juga telah menganggarkan dana dalam APBD untuk mensejahterakan para pemuka agama,” ungkapnya.

Selain itu, Kapolres Solok Kota dibawah AKBP Dony Setiawan, juga telah berhasil mengharumkan nama Solok di tingkat Nasional. Salah satu anggotanya menjadi salah satu polisi berprestasi yang menerima penghargaan langsung dari Kapolri Jendral Tito Karnavian di Jakarta pusat pada tanggal 13 Oktober lalu.

Bripka Maihendri, Bhabinkamtibmas Nagari Indudur, Kecamatan Sungai Lasi mendapat penghargaan dari Kapolri atas dedikasinya melakukan bedah rumah keluarga miskin dengan menggunakan uang tabungannya.

Baru-baru ini, Kapolres Solok Kota juga telah berhasil menangkap para pelaku kasus perampokan mengunakan Senjati Api (Senpi), Bahkan untuk mengungkap dan memburu pelaku kasus perampokan bersenpi itu, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan membentuk tim gabungan dari unit operasional yang ada dijajarannya.

Petugas berhasil mengamankan 2 pucuk senjata api (senpi) dari tangan pelaku. Senpi jenis FN dan senpi rakitan mirip revolver tersebut disembunyikan pelaku dengan cara ditanam dalam tanah didalam kandang ayam dekat rumah pelaku.

Selain mengamankan pelaku mengunakan sejatan api (Senpi), Polres Solok Kota juga berhasil membekuk pelaku kasus jambret, Curat dan kasus narkoba. Modus kasus dengan cara terlebih dahulu mengintai atau melihat korbannya yang sedang memakai Handphon disaat berkendaaran.

Kasus Curat spesialis Handphone (Hp) dan Sepada Motor (SPM).  AKBP Dony Setiawan merupakan sosok pemimpin yang patut diteladani oleh semua orang, dia bekerja dengan hati demi masyarakat dan bangsa Indonesai yang kita cintai ini. “Dirinya siap menerima laporan 24 jam, dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat luas,”ujarnya.

Kini, banyak pihak berkata, berucap dan berikustrasi. Kehadiran sosok Dony Setiawan sejak Menjadi Kapolres Solok Kota  sejak Juni 2017 lalu. Menorehkan serta telah mampu menggali mutiara yang selama ini terbenam dalam lumpur.

Harapan banyak elemen tertumpang kepada keutuhan dan kepiawaian bapak Dony sebagai Kapolres Solok Kota. Agar tercipta terus keamanan yang tiada hentinya serta serta selalu dirinya dan jajaranya selalu diberi kesehatan oleh yang maha kuasa dalam mengemban amanah, Amiinnn. (Roni Natase)

Read more
PKS Khawatirkan KPK Dikriminalisasi Jika Usut Nyanyian Setnov

PKS Khawatirkan KPK Dikriminalisasi Jika Usut Nyanyian Setnov

EkspresNews.com – Ketua Departemen Politik DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Pipin Sopian khawatir komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dikriminalisasi bila kelak mengusut keterlibatan pihak yang berasal dari partai politik pendukung pemerintah.
Pernyataan Pipin ini disampaikan dalam merespon ‘nyanyian’ terdakwa Setya Novanto yang menyebutkan nama dua politikus PDI Perjuangan, Puan Maharani dan Pramono Anung turut kecipratan uang proyek pengadaan e-KTP yang berujung korupsi.

“Saya khawatir ketika KPK serang ke partai pendukung pemerintah akan terjadi kriminalisasi ke KPK dan komisionernya,” kata Pipin dalam sebuah diskusi di sebuah kafe di Jakarta Pusat, Sabtu (24/3) yang dilansir CNNIndonesia.com.
Ia menambahkan, meski begitu tindak pidana korupsi tidak mengenal istilah partai pendukung atau oposisi pemerintah. Menurutnya, fakta baru dalam kasus e-KTP sebagaimana yang disampaikan Setnov harus diuji oleh KPK secara baik karena telah mendapatkan ‘lampu hijau’ dari Presiden Joko Widodo. Jokowi mempersilakan KPK mengusut Puan dan Pramono jika ditemukan bukti keterlibatan dalam proyek e-KTP.

Pipin pun mengingatkan agar tidak ada pihak yang bergerak di ‘balik layar’ untuk melobi KPK agar tidak memproses fakta baru kasus e-KTP sebagaimana yang disampaikan Setnov. “Kami nggak ingin presiden mempersilakan tapi ada tim yang melobi untuk tidak memproses. Semua warga negara sama di mata hukum,” ujarnya.

Sementara itu, politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu menilai penyebutan nama Puan dan Pramono sebagai pihak yang ikut menerima uang korupsi e-KTP hanya bagian dari lanjutan drama yang dibuat Setnov selama ini.
Menurutnya, sosok yang disebut Setnov memberikan uangkepada Puan dan Pramono, yakni Made Oka Masagung, telah membantah hal tersebut dalam persidangan sebelumnya.

“Bagian dari drama. Sebelum persidangan SN (Setnov), sudah dikonfrontir ditanya SN ada nggak yang ke petinggi partai, Oka Masagung bilang tidak,” ucap Masinton.

Dia pun menyebut, keterangan Setnov terkait keterlibatan Puan dan Pramono merupakan langkah agar permohonannya sebagai justice collaborator dikabulkan. Bahkan, dia menduga, langkah itu merupakan cara Setnov demi mendapatkan keringanan hukuman atau setidaknya tidak dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Berharap supaya tuntutannya diringankan, kemudian bisa juga dealnya nggak dikenakan TPPU,” ucap dia.

Sebelumnya, KPK menyatakan baru akan mengambil sikap atas fakta baru yang muncul di persidangan perkara korupsi e-KTP kemarin, usai majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis kepada Setnov.

Pernyataan itu disampaikan menyusul ‘nyanyian’ Setnov yang menyebut Puan dan Pramono masing-masing menerima SGD500 ribu. Kesaksian Setnov itu berdasarkan laporan dari koleganya Made Oka, yang juga telah menjadi tersangka korupsi e-KTP.

“Untuk tindak lanjut fakta dipersidangan ini (soal dugaan uang e-KTP ke Puan dan Pramono serta nama lainya), tentu kami perlu menunggu putusan pengadilan tersebut (Setnov),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/3). (Rzy)

Read more