Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, SIK.MH “Amanah adalah Tantangan, Harus Ikhlas”

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, SIK.MH “Amanah adalah Tantangan, Harus Ikhlas”

Bukan suatu Kiasan lagi, Publik tahu bahwa POLRI bertugas untuk melindungi dan mengayomi masyarakat dari segala kriminalitas, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum dengan mengenakan sanksi kepada siapa saja yang dengan sengaja melanggar hukum di Indonesia.

EkspresNews.com – Hal ini juga sudah tertuang pada  pasal 30 ayat 4 UUD 1945, yang berbunyi “Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum itu semua harus dijalankan dengan amanah, walau penuh tantangan.”

foto kapolres menggunakan baju pdl susNamun masyarakat akan dibuat kagum oleh sosok polisi yang sangat peduli terhadap kondisi masyarakat, yang bukan cuma dari sisi keamanan saja tetapi dari semua aspek, terlebihnya lagi peduli membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi serta peduli dengan agama. Seperti yang dilakukan oleh polisi yang satu ini?.

Namanya AKBP Dony Setiawan, siapa sich yang tidak kenal dengan pria Ganteng ramah dan suka senyum, nama ini, Juni 2017 lalu, dirinya dilantik menjadi Kapolres Solok Kota mengantikan AKBP Susmelawati Rosya yang di mutasi ke Polda Sumatera Barat. Sejak mengemban amanah menjadi Kapolres Solok Kota, pria yang hobi main basket ini mengaku setiap hari dirinya bersama jajaran Mapolres Solok Kota. memikirkan solusi untuk bagai mana mampu menegakan hukum yang baik di daerah tugasnya juga demi bangsa dan negara serta membuat bagaiman warga Solok terayomi dan tidak lagi berasumsi lain terhadap polri.

Sejak awal, dirinya langsung mendatangi masyarakat dan menemui sejumlah tokoh. Baik tokoh adat, agama dan pemerintahan. Sejauh ini, dirinya merasa betah di Solok. “Suasananya adem, tidak seperti yang pernah diberitakan, yang katanya ada persekusi, intimidasi dan sebagainya. Di sini, saya menilai ulama, tokoh agama dan pemeritah serta masyarakat Solok sangat dipercaya dan jadi panutan,” ujarnya saat jamuan makan bajamba beberapa hari lalu di Mapolres Solok Kota.

Mengenai target awal di wilayah hukum Polres Solok Kota, Dony mengaku akan membawa perubahan baru di Polres Solok Kota. Sesuai dengan tribrata Polri, polisi harus bertindak dengan beriorientasi terhadap klien, yaitu masyarakat. Yaitu sebagai pelayan, pelindung dan penegak hukum.

Sejak dirinya mengemban amanah tugas menjadi Polres Solok Kota. Perlahan namun pasti, berbagai kasus mampu dia reda, yang tidak mungkin disebutkan satu persatu. Inovesinya juga mampu membuat jajaranya berbuat membantu, berbaur dengan warga didaerah jajaranya.

Banyak sudah prestasi yang ditorehkan, baik oleh sosoknya sendiri, maupun oleh hajaranya, terutama Bhabinkamtibmas jajaranya, sebut saja bedah rumah warga miskin. Pengobatan gratis, bantu warga ditimpa kebakaran, membantu masyarakat baik moril dan material.

Mengenai dengan sejumlah track record-nya selama ini, Dony menyatakan ingin membawa pembaharuan di Polres Solok Kota dan masyarakat Solok. Meski begitu, dirinya berharap seluruh elemen bisa mendukung termasuk pemerintah dan masyarakat.

Dony merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2000. Di awal karirnya di kepolisian,dirinya banyak menghabiskan waktu di Sulawesi Selatan. Dimulai sejak menjadi Pakor Babinkamtibmas Polres Pangkep Sulsel, Pamapta Polresta Parepare Sulsel, Kanit Idik Sat Reskrim Polresta Parepare Sulsel dan Kasat Reskrim Luwu Utara Sulsel.

Dari Sulsel, Dony kemudian PTIK dan setelah lulus, kemudian menjadi Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kudus sekitar tahun 2007. Kemudian, pada 2011 hingga 2012, Dony menjadi Kapolsek Genuk. Dony kembali fokus menekuni reserse saat dimutasi menjadi Wakil Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Semarang pada 2012. Ia sempat bekerja di posisi itu selama hampir dua tahun. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri pada 2014.

Jika dihitung belum sampai 10 bulan dirinya menjabat sebagai Kapolres, namun banyak hal yang sudah dilakukan, menariknya selain melaksanakan tugas-tugas utama sebagai seorang polisi, laki-laki berdarah Palembang ini juga sangat peduli dengan masalah lingkungan dan sosial kemaysarakatan. Dony mampu memberi nuansa tentram, bahkan di kalangan ulama Kota Solok dan Kabupaten Solok.

Khusus untuk golongan agama di Kota Solok dan wilayah hukumnya di Kabupaten Solok, Polres Solok Kota memberi perhatian sangat khusus. Mereka bahkan sudah beberapa kali diundang ke Mapolres Solok Kota untuk berdiskusi mewujudkan Solok Kota Beras Serambi Madinah.

Mendorong mewujudkan itu, Bahkan,Polres Solok Kota menjalin kerja sama dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok untuk memaksimalkan peran Da’i Kamtibmas. MoU juga dijalin dengan Dinas Sosial dan Satpol Pamong Praja Kota Solok terkait penanganan preman dan premanisme serta Penyakit Masyarakat (Pekat) di Kota Solok.

“MoU ini merupakan gagasan dan inovasi untuk mendukung suasana agamis dengan titian adat basadi sarak, sarak basandi katabullah di Solok. Sesuai dengan prinsip Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah yang menjadi pegangan masyarakat Minangkabau,” ujar Dony menirukan logat bahasa Minang.

Dony juga mengapresiasi kepedulian yang telah diberikan oleh para ulama dan Da’i Kota Solok, dan pemuka agama lainnya dalam membangun Kota Solok tanpa pamrih. Ini merupakan sebuah perjuangan yang tiada nilainya, dan layak dijadikan motivasi dan menjadi contoh bagi para pemangku kepentingan.

“Dengan telah ditandatanganinya MoU ini, kita harapkan para ulama dan Da’i, mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah daerah, baik moril atau pun materil. Apresiasi untuk Pemko Solok karena telah menjadi satu-satunya daerah tingkat dua yang pertama memunculkan inovasi ini. Selain itu juga telah menganggarkan dana dalam APBD untuk mensejahterakan para pemuka agama,” ungkapnya.

Selain itu, Kapolres Solok Kota dibawah AKBP Dony Setiawan, juga telah berhasil mengharumkan nama Solok di tingkat Nasional. Salah satu anggotanya menjadi salah satu polisi berprestasi yang menerima penghargaan langsung dari Kapolri Jendral Tito Karnavian di Jakarta pusat pada tanggal 13 Oktober lalu.

Bripka Maihendri, Bhabinkamtibmas Nagari Indudur, Kecamatan Sungai Lasi mendapat penghargaan dari Kapolri atas dedikasinya melakukan bedah rumah keluarga miskin dengan menggunakan uang tabungannya.

Baru-baru ini, Kapolres Solok Kota juga telah berhasil menangkap para pelaku kasus perampokan mengunakan Senjati Api (Senpi), Bahkan untuk mengungkap dan memburu pelaku kasus perampokan bersenpi itu, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan membentuk tim gabungan dari unit operasional yang ada dijajarannya.

Petugas berhasil mengamankan 2 pucuk senjata api (senpi) dari tangan pelaku. Senpi jenis FN dan senpi rakitan mirip revolver tersebut disembunyikan pelaku dengan cara ditanam dalam tanah didalam kandang ayam dekat rumah pelaku.

Selain mengamankan pelaku mengunakan sejatan api (Senpi), Polres Solok Kota juga berhasil membekuk pelaku kasus jambret, Curat dan kasus narkoba. Modus kasus dengan cara terlebih dahulu mengintai atau melihat korbannya yang sedang memakai Handphon disaat berkendaaran.

Kasus Curat spesialis Handphone (Hp) dan Sepada Motor (SPM).  AKBP Dony Setiawan merupakan sosok pemimpin yang patut diteladani oleh semua orang, dia bekerja dengan hati demi masyarakat dan bangsa Indonesai yang kita cintai ini. “Dirinya siap menerima laporan 24 jam, dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat luas,”ujarnya.

Kini, banyak pihak berkata, berucap dan berikustrasi. Kehadiran sosok Dony Setiawan sejak Menjadi Kapolres Solok Kota  sejak Juni 2017 lalu. Menorehkan serta telah mampu menggali mutiara yang selama ini terbenam dalam lumpur.

Harapan banyak elemen tertumpang kepada keutuhan dan kepiawaian bapak Dony sebagai Kapolres Solok Kota. Agar tercipta terus keamanan yang tiada hentinya serta serta selalu dirinya dan jajaranya selalu diberi kesehatan oleh yang maha kuasa dalam mengemban amanah, Amiinnn. (Roni Natase)

Read more
PKS Khawatirkan KPK Dikriminalisasi Jika Usut Nyanyian Setnov

PKS Khawatirkan KPK Dikriminalisasi Jika Usut Nyanyian Setnov

EkspresNews.com – Ketua Departemen Politik DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Pipin Sopian khawatir komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dikriminalisasi bila kelak mengusut keterlibatan pihak yang berasal dari partai politik pendukung pemerintah.
Pernyataan Pipin ini disampaikan dalam merespon ‘nyanyian’ terdakwa Setya Novanto yang menyebutkan nama dua politikus PDI Perjuangan, Puan Maharani dan Pramono Anung turut kecipratan uang proyek pengadaan e-KTP yang berujung korupsi.

“Saya khawatir ketika KPK serang ke partai pendukung pemerintah akan terjadi kriminalisasi ke KPK dan komisionernya,” kata Pipin dalam sebuah diskusi di sebuah kafe di Jakarta Pusat, Sabtu (24/3) yang dilansir CNNIndonesia.com.
Ia menambahkan, meski begitu tindak pidana korupsi tidak mengenal istilah partai pendukung atau oposisi pemerintah. Menurutnya, fakta baru dalam kasus e-KTP sebagaimana yang disampaikan Setnov harus diuji oleh KPK secara baik karena telah mendapatkan ‘lampu hijau’ dari Presiden Joko Widodo. Jokowi mempersilakan KPK mengusut Puan dan Pramono jika ditemukan bukti keterlibatan dalam proyek e-KTP.

Pipin pun mengingatkan agar tidak ada pihak yang bergerak di ‘balik layar’ untuk melobi KPK agar tidak memproses fakta baru kasus e-KTP sebagaimana yang disampaikan Setnov. “Kami nggak ingin presiden mempersilakan tapi ada tim yang melobi untuk tidak memproses. Semua warga negara sama di mata hukum,” ujarnya.

Sementara itu, politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu menilai penyebutan nama Puan dan Pramono sebagai pihak yang ikut menerima uang korupsi e-KTP hanya bagian dari lanjutan drama yang dibuat Setnov selama ini.
Menurutnya, sosok yang disebut Setnov memberikan uangkepada Puan dan Pramono, yakni Made Oka Masagung, telah membantah hal tersebut dalam persidangan sebelumnya.

“Bagian dari drama. Sebelum persidangan SN (Setnov), sudah dikonfrontir ditanya SN ada nggak yang ke petinggi partai, Oka Masagung bilang tidak,” ucap Masinton.

Dia pun menyebut, keterangan Setnov terkait keterlibatan Puan dan Pramono merupakan langkah agar permohonannya sebagai justice collaborator dikabulkan. Bahkan, dia menduga, langkah itu merupakan cara Setnov demi mendapatkan keringanan hukuman atau setidaknya tidak dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Berharap supaya tuntutannya diringankan, kemudian bisa juga dealnya nggak dikenakan TPPU,” ucap dia.

Sebelumnya, KPK menyatakan baru akan mengambil sikap atas fakta baru yang muncul di persidangan perkara korupsi e-KTP kemarin, usai majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis kepada Setnov.

Pernyataan itu disampaikan menyusul ‘nyanyian’ Setnov yang menyebut Puan dan Pramono masing-masing menerima SGD500 ribu. Kesaksian Setnov itu berdasarkan laporan dari koleganya Made Oka, yang juga telah menjadi tersangka korupsi e-KTP.

“Untuk tindak lanjut fakta dipersidangan ini (soal dugaan uang e-KTP ke Puan dan Pramono serta nama lainya), tentu kami perlu menunggu putusan pengadilan tersebut (Setnov),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/3). (Rzy)

Read more
Polres Solok Berhasil Ungkap Pembunuhan Sadis

Polres Solok Berhasil Ungkap Pembunuhan Sadis

P_20180316_103319-640x360

EkspresNews.com – Peristiwa penemuan mayat laki-laki akibat pembunuhan sadis di Ampang Kualo Kota Solok Sumbar, pada hari Minggu tanggal 11 Maret 2018 sekira pukul 11.00 wib telah di temukan mayat seorang Laki Laki Dewasa di Belakang Rumah milik Riko Suhendri, Solok 29 Agustus 1990 Suku Koto, Dagang, Jln. Destamar IV RT 03 RW 06 Transat Kel. Kampung Jawa Kec. Tanjung Harapan Kota Solok. Tepatnya didalam resapan saringan air Sefty Tank dengan Posisi terbungkus Karung Goni Plastik Warna Putih, dan sudah ditutup kambali dengan coran dan ditimbun tanah.

Pristiwa pembunuhan sadis yang menggemparkan masyarakat Kota Solok tersebut.  Pelaku berhasil ditangkap oleh tim opsnal Polres Solok Kota di Mojokerto Rabu 15/03. Demikian diungkapkan Kapolres Solok Kota Dony Setiawan kepada sejumlah awak media saat komprensi Pers di Mapolres Solok Kota Jumat (16/03).

Kapolres Solok Kota Dony Setiawan memaparkan, Adapun identitas korban, diduga Korban menurut keterangan Istri Korban setelah ditemukan di Kamar Jenazah RSUD Kota Solok sekira pukul 15.50 wib yaitu Korban atas Nama Pariyatin Pgl Pak de Atin , Solok , 08 Maret 1976 , Jawa , Buruh Tani , Desa Wisama Kenanga II No. 19 RT II RW VI  Ampangkualo Kel.Kp.Jawa Kota. Adapun Istri Korban a/n. Susilawati , Rantau Ukil 12 Juni 1977 , IRT , Desa Wisama Kenanga II No. 19 RT II RW VI  Ampangkualo Kel.Kp.Jawa Kota.

Di sampaikan dia, Kronologi Kejadian, Sekira pukul 11.00 wib Sdr. Riko Suhendri membersihkan Pohon Pisang dekat Sefty Tank dan Sdr. Riko melihat ada bekas galian tanah diatas Sefty tenk  yang janggal dan selanjutnya Sdr. Riko bertanya kepada orang tua Kandung Laki Lakinya dengan kata-kata ” pak ada menggali dekat sefty Tank untuk mencari Cacing ” namun bapak kanduangnya menjawab tidak ada.

“Selanjutnya sdr. Riko Suhendri menelpon kakaknya sambil mengatakan ada yang mencurigakan dibelakang rumah.  Dan tidak lama kemudian datanglah 2 orang kakak kandung Riko, dan selanjutnya menelpon bapak Sakir dan kemudian bapak sakir tiba dilokasi tersebut. Dan akhirnya menelp bapak RT setempat dan kata bapak RT agar menghubungi Polisi dan datanglah Polisi untuk olah TKP,”ujarnya.

Selanjutnya dijelaskan Dony, Pukul 12.45 wib Personil Polres Solok Kota dan Polsek Kota sampai kelokasi untuk mekukan olah TKP. Pada lubang resapan saringan air Sefty Tank diketemukan sebuah karung yang berisi penuh dan dikerubungi lalat. Selanjutnya karung tersebut dibuka dan ditemukan didalamnya mayat seorang laki-laki dewasa.

‎Pukul 14.30 wib Mayat tersebut dibawa ke kamar jenazah RSUD Solok untuk pemeriksaan awal dari pihak medis, sambil menunggu pihak keluarga korban untuk mematikan identitas korban.

‎Pukul 15.30 wib istri dari korban a/n. Susilawati , Rantau Ukil 12 Juni 1977 , IRT , Desa Wisama Kenanga II No. 19 RT II RW VI  Ampangkualo Kel.Kp.Jawa Kota tiba di RSUD Solok untuk melihat dan memastikan korban.

‎”Selanjutnya pukul 15.50 wib di kamar jenazah RDUD Solok sdr. Susilawati meyakini dan memastikan korban tersebut adalah suaminya an. Priyatin pgl pak de atin yang sudah 2 hari tidak pulang ( sejak hari jumat tanggal 09 Maret 2018 ),”terang Dony.

Lebih hauh Dony menyatakan, setelah dilakukan olah TKP, Personil Polres Solok Kota melakukan penggalian terhadap tanah tersebut dan membuka Septic Tank di bawah gundukan tanah. Di dalam Septik Tank ditemukan karung plastik warna putih yang setelah dibuka di dalamnya ditemukan mayat seorang laki-laki dewasa. Selanjutnya dilakukan Olah TKP, membawa korban ke RSUD Solok dilanjutkan Otopsi di RS Bhayangkara.

Dia menyatakan, diperoleh informasi bahwa korban ditemukan di belakang rumah milik RIKO SUHENDRI, yang sudah tidak ditempati oleh RIKO dan istrinya.  dan kurang lebih seminggu ditempati oleh mertuanya a/n. AWI SUYATNO bersama keponakannya an. ALFREDI. AWI.  menumpang di rumah anak/menantunya tersebut karena permasalahan rumah tangga, dimana istri AWI (NURHAYATI) selingkuh dengan korban. Sebaliknya AWI SUYATNO dituduh istrinya selingkuh dengan wanita lain.

“Sejak hari Jumat, 9 Maret 2018 sore hari, AWI SUYATNO dan ALFREDI sudah menghilang. AWI SUYATO ditemani oleh ALFREDI pamit ke anak-anaknya untuk pergi mencari kerja. Berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, barang bukti yang ditemukan di TKP serta hasil otopsi, dilakukan pengejeran terhadap pelaku yang dicurigai ke Kabupaten Sijunjung dilanjutkan ke Mojokerto Jawa Timur,” ujarnya.

Namun kata Dony, mengenai barang bukti di TKP, Karung plastik warna putih bermotif garis warna merah dan biru. Satu Buah Batu yang diduga digunakan untuk memukul korban. Satu buah cangkul. Dua lembar baju anak-anak terdapat bercaka darah diduga digunakan oleh pelaku. Sepasang Sandal milik korban.

Hasil otopsi RS Bhayangkara pada hari Minggu, 11 Maret 2018,  22.45 WIB. Ditemukan pada kornan, Satu luka robek pada dahi, Tujuh luka robek pada kepala. Empat Gigi atas patah, Tengkorak bagian kanan atas telinga pecah. Sedikit penumpukan darah pada paru-paru.

Kamis, 15 Maret 2018, 03.15 WIB (empat hari setelah korban ditemukan). Pelaku berhasil titangkap oleh tim obsnal Polres Solok Kota di Ladang  tebu Desa Gentong Kec, Dlanggu Kab. Mojokerto, Jawa Timur berjumlah dua orang.

“Adapun tersangka adalah, AWI SUYATNO yang merupakan pelaku utama. Pe mm erjaan  Takung, 01 juli 1977, (41 tahun).
Suku, Jawa.Pekerjaan  Tani.
Alamat :Jln. Kapau RT. 02 RW. 06 Kel. Kampung Jawa, Kec. Tanjung Harapan Kota Solok,” terangnya.

Dijeladkan Dony, Awi merupakan Pelaku utama yang membunuh korban dengan cara memukul korban dengan batu sebanyak 6 kali.  Yaitu mulut 1 kali, kening 1 kali, kepala belakang 2 kali, punggung 1 kali, dada 1 kali, memasukkan korban dalam karung dan mengubur korban dalam septic tank, serta membawa barang-barang milik korban berupa uang tunai, motor dan Hp.

Pelaku kedua adalah ALFREDI, lahir Kiliranjao, 13 Juni 2001 (17 tahun).
Suku Jawa Pekerjaan Tukang perabot.
Alamat Dusun Tinggi, Kiliranjao, Kec. Kamang Baru Kab. Sijunjung.
Peran Membantu AWI (Pelaku utama) mengangkat korban dari lokasi pembunuhan ke tempat penguburan korban dalam septic tank, memasukkan korban ke dalam septic tank dan menimbu septic tank dengan tanah.

Diungkapkan dia. Alkisah yang berawak asmara itu berujung pada pembunuhan sadis. Tersangka (AWI) cemburu dengan Korban (YATIN), karena YATIN pacaran dengan istri Tersangka (AWI) a/n. NURHAYATI. dan secara terang-terangan mau menikahi NURHAYATI.

Disampaikan Dony, tersangka melakukan pembunuhan dengan cara memanggil korban untuk datang ke rumahnya. Setelah menanyakan hubungan korban dengan istri tersangka, terjadi perkelahian. Tersangka memukul kepala korban berkali-kali dengan tangan kosong dilanjutkan dengan menggunakan batu sebanyak 6 kali.

“Setelah tsk memastikan bahwa korban meninggal dunia, tersangka mengambil karung padi dari dalam rumahnya dan memasukkan korban ke dalam karung. Karena berat, Tersangka mengajak keponakanya untuk mengangkat korban dan menguburnya dalam septic Tank,”papar Kapolres Solok Kota Dony Setiawan.

Atas kesigapan dan kerja sama tim dari mapolres Solok Kota. Pembunuhan sadis yang menggemparkan warga Kota Solok tersebut. Aksi motif pembunuhan itu berhasil di ungkap, dengan ditetapkan dua orang sebagai tersangka.dan sekarang tersangka diamankan di Sel Tahanan Mapolres Solok Kota Lengkap dengan semua barang bukti. (Roni Natase)

Read more
Jalan Panjang Kasus Kredit di Bank Nagari

Jalan Panjang Kasus Kredit di Bank Nagari

Sekalipun telah memasuki tahun ke tiga pasca dimulainya penyidikan dan ditetapkan empat tersangka kasus dugaan salah prosedur pemberian fasilitas kredit Bank Nagari namun perkara tersebut belum juga dilimpahkan ke tahapan penuntutan, lantas kapan disidangkan di pengadilan ?

Bank NagariEkspresNews.com – Kasus dugaan salah prosedur pemberian fasilitas kredit pada Bank Nagari penyidikannya telah dimulai sejak Januari 2015. Hebatnya lagi, dalam kasus ini penyidik juga telah menetapkan empat tersangka yaitu Mantan Wakil Pimpinan Cabang Utama berinisial RM, Pemimpin Bagian Kredit R, Loan Officer H dan pengusaha peminjam HA. Selain itu, kejaksaan juga pernah melakukan penyitaan uang sebesar Rp 1,4 Miliar pada Maret 2015.

Vino Oktavia SH MH, Direktur LBH Padang Dua Periode, mengatakan, sejak adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) NO : 21 Tahun 2014 sebagai dasar penetapan tersangka oleh penyidik maka penyidik harus berhati-hati dan professional untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka karena wajib memenuhi dua alat bukti yang sah. Dengan adanya dua alat bukti yang sah itu, katanya lagi, seharusnya penyidik segera melimpahkan perkaranya ke tahapan penuntutan untuk segera disidangkan di pengadilan.

“Secara hukum tersangka berhak untuk segera dilimpahkan perkaranya ke penuntutan untuk disidangkan di pengadilan. Sebaliknya, penyidik tidak dibenarkan secara hukum menggantung status tersangka seseorang tanpa ada kepastian hukum terhadap mereka. Karena itu, setelah penyidik menetapkan tersangka tidak ada alasan lain untuk tidak melimpahkan perkaranya ke penuntutan untuk disidangkan di pengadilan, kecuali penyidik berpendapat lain dengan mengeluarkan SP3,” ujar Vino Oktavia SH MH yang pernah menjadi delegasi Indonesia pada Second Regional Conference Of Asian Parliamentarians And Elimination Of Custodial Torture And III In Asia di Hongkong 2013 lalu kepada Indonesia Raya dalam sebuah perbincangan, Kamis pekan lalu, di kantornya.




Alvon Kurnia Palma, Mantan Direktur YLBHI, mengatakan, yang harus dilakukan saat ini oleh aparat hukum adalah memastikan bahwa kasus dugaan salah prosedur pemberian fasilitas kredit pada Bank Nagari ini merupakan dugaan tindak pidana korupsi atau bukan. Apa bila memang ini merupakan tindak pidana korupsi, katanya, maka harus ditetapkan sebagai tersangka yang didukung oleh dua alat bukti yang sah. Untuk proses tersebut, katanya lagi, harus melakukan prinsip peradilan cepat, singkat dan sederhana, guna terlaksananya asas kepastian hukum dalam proses peradilan pidana. “Tersangka dapat mengajukan permohonan SP3 atau melanjutkan proses peradilan, sehingga akan memberikan kepastian hukum pada yang bersangkutan,” kata Alvon yang sering muncul dalam Acara Indonesian Lawyer Club (ILC) ini dalam pembicaraan telpon dengan Indonesia Raya, Jumat (9/3) pagi.

Sementara itu, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat Prima Idwan Mariza yang dikutip dari laman Antara Sumbar pada Jumat (9/3/2018) mengatakan belum menargetkan penuntasan kasus dugaan korupsi fasilitas kredit pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) daerah itu, yaitu Bank Nagari. “Sampai saat ini belum ada target pasti kapan dituntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi Bank Nagari itu, namun kami usahakan secepatnya,” kata Aspidsus Kejati Sumbar Prima Idwan Mariza, pada Kamis 21 Desember 2017 silam.

Lebih lanjut, dalam penyidikan sekarang, sebutnya tim masih berusaha menyamakan persepsi dan mengumpulkan alat bukti yang diperlukan. “Masih debateble, tim dalam menyidik kasus, itu yang harus disamakan dulu persepsinya. Sekaligus mengumpulkan alat-alat bukti yang diperlukan,” katanya. Meski demikian, masih dikutip pada laman yang sama, ia tidak menampik proses hukum kasus itu yang sudah berlangsung lama, mengingat penyidikannya telah berlangsung dua tahun. “Memang prosesnya sudah berlangsung lama, namun itu untuk pematangan pembuktian agar tidak lemah di tingkat penuntutan nanti,” jelasnya. (Harianof)

Read more
Anggota DPRD Sawahlunto Seret Panwas/KPUD ke DKPP

Anggota DPRD Sawahlunto Seret Panwas/KPUD ke DKPP

Tidak terima atas tuduhan pelanggaran kampanye, Anggota DPRD Sawahlunto Epy Kusnadi meradang, Panwaslu dan KPU Kota Sawahlunto akan dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pusat.

EkspresNews.com – Sehubungan dengan surat dari Panwaslu Kota Sawahlunto nomor : 059 K.Bawaslu.Prov.SB-18/PM00.02/III/2018 kepada Ketua KPU dengan nomor: 249/PL03.4-SD/1373/KPU-Kot/III/2018 tanggal 1 Maret 2018 perihal teguran kepada Anggota DPRD Sawahlunto tentang pelanggaran-pelanggaran kampanye pemilu serentak 2018 ini, membuat Epy Kusnadi sebagai terlapor gerah.

Melalui telepon selulernya kepada Indonesia Raya (Afiliasi EkspresNews), Epy Kusnadi mengatakan, dengan adanya dugaan pelanggaran (tuduhan) yang dilayangkan Panwaslu dan KPU Kota Sawahlunto yang dialamatkan kepada dirinya yang disinyalir ikut kampanye pada hari yang disebutkan oleh Panwaslu dalam surat tersebut adalah tidak benar dan tidak  sesuai fakta.

Menurutnya, tuduhan mengada-ngada dan tidak berdasar yang mengatakan dirinya ikut kampanye pada tempat yang telah ditetapkan KPU itu sangat tidak bisa diterima, karena pada saat yang disebutkan itu dia sedang berada tanah Lapang Sawahlunto. “Untuk itu secara pribadi saya sangat tidak terima atas apa yang dituduhkan kepada saya. Hukum pidana itu tidak memandang besar kecilnya pelanggaran, akan tetapi sejauhmana orang merasa dirugikan,” ungkap Anggota DPRD itu, Jumat (9/3).

Ditambahkannya, bahwa dia bisa saja menuntut balik karena merasa dirugikan dengan pembuatan dan tuduhan surat tersebut oleh Panwaslu. Rencananya kita akan membawa permasalah ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pusat.

Surat Imbauan Panwaslu ke KPU Kota Sawahlunto yang ditandatangani Ketua Panwaslu Kota Sawahlunto Dwi Murni, S.Pd. M.Pd. yang menyatakan atas pelanggaran yang telah dilakukan oleh Anggota DPRD Kota Sawahlunto karena tidak mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dengan ini Panwaslu mengingatkan agar kejadian ini tidak terulang kembali

Masih dalam surat imbauan tersebut, tertulis, juga mengimbau kepada Ketua KPU agar dapat memberi teguran kepada Anggota DPRD agar mematuhi ketentuan kampanye sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menindaklanjuti surat dari Panwaslu maka keluarlah surat imbauan kepada Epy Kusnadi dari KPU Kota Sawahlunto yang ditandatangani oleh Ketua KPU Afdhal.

“Sebagai terlapor yang berjumlah 6 orang. Ir. Neldaswenti, M.Si, Elfia Rita Dewi, SH, H. Jaswandi, SE, Aristin, Epy Kusnadi, SH. M.Kn, dan Wulan Maya Sari, S.Pd. dan kami sepakat akan membawa permasalahan ini kepada DKPP Pusat,” tegas Epi. Menanggapi ketidakpuasan 6 anggota legislatif ini, Ketua Panwaslu Kota Sawahlunto Dwi Murini menjelaskan bahwa adalah hak mereka untuk melakukan sanggahan yang sesuai dengan mekanisme salah satunya ke DKPP.

Namun demikian, ungkapnya lagi, sesuai amanat PKPU no. 04 Tahun 2017 menyatakan bahwa setiap anggota legislatif yang akan ikut berkampanye maka harus mengajukan surat cuti kampanye selambat lambatnya 3 hari sebelum kampanye dilakukan. “Sementara dari dokumen yang kami terima surat cuti masuk sudah lewat ambang batas dari PKPU,” tegas Dwi Murini. (Ab1)

Read more