Berantas Premanisme, Kapolres Solok MoU dengan Pemko

Berantas Premanisme, Kapolres Solok MoU dengan Pemko

P_20171026_104415

EkspresNews.com – Masih dalam hitungan bulan, Kapolres Kota Solok dan jajarannya dibawah Komando AKBP. Dony Setawan. Berbagai inovasi dan gagasan beliau lontarkan dan ditirehkan, hal itu adalah tidak lain. Agar Kota Solok melaju di segala aspek pembangunan, dan masyarakatnya terlepas dari berbagai be lenggu ketertinggalan.

Demi memperkuat kerjasama serta untuk meningkatkan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masyarakat, serta untuk memusnahkan segala penyakit yang bisa timbul di tengah masyarakat terutama bagi masyarakat di jajaran Pemerintah Kota Solok.

Untuk mewujudkan hal itu, Kapolres Solok Kota melakukan penanda tanganan Nota kesepahaman MoU. Tentang penanganan preman dan premanisne serta pekat. Antara Pemko Solok, Kamenag Kota Solok, Kadis Sosial, Kadat Pol PP Kota Solok, serta dengan Da,i Kamtibmas (penyuluh).




Nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MOU) yang ditanda tangani itu, dilaksanakan pada Kamis (26/10) bertempat dAula Mapolres Solok Kota.

Pelaksanaan acara itu dihadiri langsung oleh Walikota Solok H. Zul Elfian, Wakil Walikota Solok Reinier, Kapolres Solok Kota AKBP. Dony Setiawan, Waka Polres Solok Kota Kompol. Sumintak. Kamenag Kota Solok Afrizen, Personil Polres Solok Kota, Bhabin Kamtibmas, Kepala SKPD di Jajaran Pemko Solok. Ketua LKAAM, Bundo Kandung, para Da,i, dan banyak undangan lainya.

Kapolres Solok Kota AKBP. Dony Setiawan dalam sambutanya menyampaikan. Penanda tanganan kesepahaman ini adalah merupakan sebuah gagasan atau inofasi dari Kapolres Solok Kota bekerja sama dengan selurutuh lapisan yang ada. Itu semua adalah dalam upaya untuk mensejahterkan masyarakat daerah Kota Solok agar tidak mudah termasuki oleh berbagai isu yang berkembang ditengah masyarakat. “Yang lebih mengambil makna lagi adalah sebagai bentuk dukungan atas kebijakan walikota Solok. Yang menjadikan kota Solok sebagai Kota Beras Serambi Madinah,” papar Dony.

Dony mengharapkan, dengan telah ditanda tanganinya MOU itu. Diyakini akan mampu mengandung sebuah nilai -nilai positif dalam tatanan pemerintah kota solok. Intinya papar Dony, diyakini akan mampu memberikan kontribusi positif bagi kelangsungan dan prilaku hidup nasyarakat Kota Solok, terutama bagi genrrasi muda.

Labih lanjut dikatakan Kapolres Solok Kota itu, dengan adanya kesepahaman itu. Diharapkan seayun selangkah saciok bak ayam, sadanciang bak basi dengan bahu-membahu dalam melaksanakan pemberantasan penyakit masyarakat, dan penertiban atau juga penutupan terhadap tempat hiburan malam yang beroperasi yang tidak sesuai dengan ketentuan perda yang ada di Kota Solok.

Dikatakan Kapolres Solok kota lahirnya sebuah ide atau inofasi ini, adalah karena kita meyakini akan bisa menjadi sebuah solusi bersama dalam mewujudkan kota Solok menjadi kota beras serambi medinah kota yang beriman dan bebas dari segala pekat.

“Momentum ini lahir adalah terpancar dari semangat yang telah diperlihatkan oleh para ulama dan Da’i kota Solok. Dalam upaya membantu pemerintah dalam mewujudkan kota Solok yang bersih dari perbuatan maksiat dan segala bentuk penyakit masyarakat (Pekat),”ujar Dony Setiawan.

Kapolres Solok Kota mengapresiasi kepedulian yang telah diberikan oleh para ulama dan Da’i kota Solok, Da’i, dan pemuka agama lainnya dalam membangun daerah Kota Solok tampa pambrih merupakan sebuah perjuangan yang tiada nilainya, dan hal ini layak dijadikan Motivasi dan menjadi contoh bagi pemangku agama lainya.

“Dengan telah ditanda tanganinya Kesepahaman ini, kita harapkan gar para ulama dan Da’i yang ada itu, mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah, baik moril atau pun materil. Dan Apresiasi untuk Pemko Solok karena telah menjadi satu satu nya daerah tingkat dua yang pertama memunculkan inovasi ini. Selain itu juga telah menganggarkan dana dalam APBD untuk mensejahterakan para pemuka agama,” ungkap Kapolres Solok Kota.

Pada kesempatan yang sama Walikota Solok Zul Elpfian megatakan. mengatakan semoga Kapolres Solok kota diperintahkan oleh atasannya untuk bertugas dikota Solok selamanya, sebab katanya.

Walikota Solok mengakui Inofasi yang telah dilahirkan oleh Kapolres Solok Kota merupakan sebuah gagasan yang akan menjadi solusi dalam upaya mewujudkan kota Solok menjadi kota beras serambi medinah, Hal ini akan menjadi catatan sejarah di kota Solok, karena MOU yang ditanda tangani itu merupakan pertama kali terjadi di kota Solok, dalam rangka mewujudkan masyarakat kota Solok yang aman, nyaman, dan sejahtera.

Zul Elfian mengajak, kepada seluruh OPD terkait, agar MOU yang telah kita tuangkan itu. Jangan hanya retoria belaka, akan tetapi harus dapat mewujudkan atau melahirkan apa yang telah menjadi tujuan dari program perioritas pemerintah daerah Kota Solok.

Baca Juga : Kapolres Solok : Penggunaan Dana Desa Harus Tepat Sasaran




Begitu juga diharapkan kepada Kamenag Kota Solok mari serangkuh sedayung dalam melaksanakan apa yang telah kita sepakati. Lebih jauh disampaikan Walikota Solok, terkait dengan kesejahteraan para ulama dan Da’i kota Solok yang ada, Zul Elfian berjanji akan menaikan atau menambah dana insentif yang telah diberikan selama ini, dan dikatakannya, pemerintah kota Solok juga akan mengansuransikan para ulama, Da’i dan pemuka agama lainnya kedepanya.

“Sudah sepantasnya kita memberikan perhatian lebih kepada para pemuka agama yang ada itu, sebab selama ini mereka bekerja tampa pamrih dan kurang mendapat perhatian dari pihak manapun,” terang Zul Elfian. (Roni)

Read more
Proyek Asrama Haji Embarkasi Sumbar, Miliaran Rupiah Terbuang ?

Proyek Asrama Haji Embarkasi Sumbar, Miliaran Rupiah Terbuang ?

Atmosfir korupsi yang masih kuat dalam pembangunan Proyek Asrama Haji Embarkasi Sumbar membuat pemberantasan korupsi bak potret buram yang sulit diterawang. Yang diperlukan saat ini adalah tanggung jawab Kabid Haji yang kini menjabat sebagai PLT Kakanwil Kemenag Sumbar ?

Puing-puing Asrama Haji

EkspresNews.com – Meski sudah terkubur begitu lama, namun harum aroma kongkalingkong dalam pelaksanaan Proyek Pembangunan Asrama Haji Embarkasi Sumbar Tahun Anggaran 2015-2016 sebesar Rp 98 miliar menyebar ke mana-mana. Proyek di bawah Kabid Haji yang waktu itu Kabid-nya adalah PLT Kakanwil Kemenag Sumbar sekarang Syamsuir, realisasi tidak mencapai separoh dari perencanaan fisik yang telah ditetapkan. Buktinya, anggaran yang dialokasikan Rp 98 miliar hanya terserap 48 miliar atau kurang dari separo. Itu pun diduga kuat sudah banyak pula yang bocor.

Berdasarkan pengamatan Indonesia Raya di Sei Buluah Selatan, Kecamatan Batang Anai-Kayu Kapua, lokasi Proyek Pembangunan Asrama Haji dan Islamic Center bertaraf international seluas 10 Ha itu, memang ditemui banyak kejanggalan. Betapa tidak, proyek puluhan miliar itu terlihat sangat memperihatinkanm sekali. Tiang praktis sudah banyak yang keropos. Seluruh besi tiang praktis terlihat sudah berkarat berat, karena tidak ditutup dengan bungkusan plastic agar tidak berkarat. “Ini akan menjadi bangunan yang sia-sia alias mubazir. Semua besi sudah berkarat berat, jika ini diteruskan pembangunannya besi-besi berkarat itu tidak akan mempunyai daya tahan dan akan berdampak buruk pada bangunan. Puluhan miliar  uang Negara terbuang percuma, ini harus ada yang bertanggung jawab,” ketus Atino Ivana, salah seorang warga Sei Buluah,kepada Indonesia Raya di lokasi proyek mubazir yang sudah dipenuhi semak-belukar ini, Selasa (17/10) pagi.

Masih berdasarkan pengamatan Indonesia Raya di Proyek Mubazir Asrama Haji Embarkasi Sumbar ini, proyek dengan anggaran Rp 98 miliar sementara yang terserap hanya Rp 48 miliar ini, itu pun diperkirakan tidak sampai Rp 48 miliar. “Paling-paling bangunan proyek yang tiang-tiang praktisnya sudah banyak yang keropos ini menelan dana jauh lebih sedikit dari Rp 48 miliar,” kata salah seorang warga Sei Buluah yang mengaku bernama Ujang, Selasa (17/10) pagi, di lokasi proyek.




Yang menyedihkan sekali, besi-besi di seluruh tiang praktis bangunan ini dibiarkan telanjang berhujan dan berpanas atau tidak dibungkus dengan plastic agar tidak berkarat. Semua besi sudah berkarat tebal. Akibatnya, daya tahan besi tidak ada lagi. Jika Proyek Pembangunan Asrama Haji dan Islamic Center bertaraf internasional senilai Rp 98 miliar ini dilanjutkan akan sangat berbahaya terhadap bangunan. Sebab, secara kasat mata besi-besi berkarat tebal itu tidak bisa dipakai lagi. “Yang dibangunan ini struktur, struktur bangunan itu harus kuat. Jika tidak kuat akan membahayakan pada bangunan, makanya besi-besi berkarat tebal itu sudah tidak bisa dipakai lagi,” ujar Hasbi Tanjung yang tercatat sebagai orang number one di Lembaga Cegah kejahatan Indonesia (LCKI) Sumbar dalam pembicaraan telpon dengan Indonesia Raya, Rabu (18/10) siang.

Rahman, warga nagari Sei Buluah Selatan, Kecamatan Batang Anaiu Kayu Kapua, mengharapkan, Densus  Anti Korupsi Polri yang baru terbentuk dapat mengungkap kongkalingkong dalam pelaksanaan proyek asrama haji ini. “Proyek terlantar dan mubazir seperti ini menunjukan pada kita semua lemahnya pengawasan dari kemneterian Agama RI. Para pejabat berwenang yang ikut memproses proyek ini harus dimintai pertanggung jawabannya,” kata Rahman di lokasi proyek mubazir ini kepada Indonesia Raya, Selasa (18/10) pagi.

Sementara itu, Rianda Seprasia SH MH, Advokat & Aktivis Anti Korupsi yang juga tercatat sebagai Dosen Luar Biasa Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, mengatakan, pertama harus mengacu kepada kontrak dan yang ke dua mengacu kepada temuan BPK. “Kalau seandainya di dalam kontrak anggaran yang tentukan, dan jangka penyelesaiannya tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan maka kontraktor bertanggung jawab secara keperdataan kepada pemberi proyek,” kata Rianda dalam sebuah pembicaraan dengan Indonesia Raya, Kamis ( 18/10) siang, di padang.

Dikatakan Rianda, pemberi proyek dalam hal ini harus bertangguing jawab atas asas pengeluaran uang Negara yang telah disesuaikan berdasarkan kontrak tersebut. Artinya, katanya lagi, BPK tentu melihat hal ini ada keanehan karena tidak selesainya proyek yang telah disepakati. Dalam hal ini BPK mempublikasikan atau memberitahukan kepada instansi terkait untuk mempertanggung jawabkan yang telah dianggarkan. “Harusnya aparat penegak hukum sudah bisa melihat kejanggalan terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Yang dijadikan dasar sebagai penyelidikan awal adalah temuan BPK. Kemudian dari temuan BPK itu dihitung apakah anggaran yang telah dikeluarkan telah sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat,” katanya.




Rianda menegaskan, Kabid yang membidangi Haji Kemenag Sumbar telah gagal untuk menjalankan tanggung jawabnya. Pertanyaannya sekarang, katanya lagi, apakah kegagalan itu karena kinerja atau ada penyimpangan di sini ? Disinilah  peran BPK  dan aparat penegak hukum. Seharusnya, katanya menambahkan, KABID HAJI yang sekarang menjabat sebagai PLT KAKANWIL KEMENAG SUMBAR tersebut tidak pantas mendapat tanggung jawab baru yang lebih besar, karena pekerjaan yang dilakukannya dianggap gagal. “Jadi sebelum dia diangkat jabatan baru seharusnya ada penilaian-penilaian termasuk pekerjaan yang telah dilakukannya,” ujar pengagum berat Bung Hatta ini.

Sayangnya, MANTAN KABID HAJI yang disebut-sebut bertanggung jawab dengan proyekj asrama haji  yang sekarang menjabat sebagai PLT KAKANWIL KEMENAG SUMBAR SYAMSUIR, tidak berhasil ditemui untuk sebuah konfirmasi. “Bapak tidak ada,” kata salah seorang stafnya. Akibatnya, versi MANTAN KABID HAJI yang sekarang menjabat sebagai PLT KAKANWIL KEMENAG SUMBAR ini tidak dapat dipublikasikan. Dampaknya, rakyat kehilangan hak mereka untuk mengetahui (The People Right To Know). (Harianof)

Read more
Polres Solok Kota Dony Setiawan : Ekspos Pengungkapan 4 Kasus Menonjol

Polres Solok Kota Dony Setiawan : Ekspos Pengungkapan 4 Kasus Menonjol

IMG-20171023-WA0022

EkspresNews.com – Kepolisian Resor (Polres) Solok Kota menggelar Press Release terkait pengungkapan empat kasus menonjol yang terjadi dijajaran Wilayah Hukum di Mapolres Solok Kota, sejak beberapa bulan ini. Acara tersebut dilaksanakan, Sabtu (21/10).

Keempat kasus yang diekspos Polres Solok Kota tersebut adalah, kasus jambret handphone di atas motor, perampokan dengan menggunakan senjata api (senpi). Pencurian dengan pemberatan (curat) dan penyelundupan narkoba ke Lapas Kelas II.B Laing Solok oleh warga yang tinggal di samping Lapas.




Press Release tersebut dilakukan langsung Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, didampingi Wakapolres Kompol Sumintak, Kabag Ops Kompol Bresman Simanjuntak, dan Kasat Narkoba AKP Dodi Apendi. Turut dihadirkan delapan tersangka, beserta barang bukti, seperti satu senpi rakitan mirip revolver, senpi import jenis FN buatan Jerman, satu paket ganja, dan BB lainnya.

Dalam momentum acara itu. Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan memaparkan, untuk kasus jambret, personel Reserse Polres Solok Kota menangkap pelaku berinisial YS di Deli Serdang, Sumut. Pelaku dalam aksinya menggunakan modus mengambil handphone saat masih berkendara diatas motor. Sementara untuk kasus perampokan bersenjata api.

Lebih lanjut disampaikan Dony Setiawan, dua pelaku berinisial HM dan HS dilakukan di wilayah Jalan Lingkar Utara Kota Solok. Modus yang dilakukan kedua pelaku terbilang berani. Yakni dengan cara mengetuk pintu calon korban dengan alasan akan meminjam uang.

“Modusnya dengan langsung mendatangi rumah calon korban, dengan alasan meminjam uang. Begitu pintu dibuka oleh yang punya rumah, pelaku langsung menembak korban. Dalam kasus tersebut, untung korban memiliki pintu ganda. Sehingga, saat korban ditembak, kedua pelaku tidak bisa masuk, karena ada pintu kedua berupa teralis besi,” jelas Dony.

Disampaikan dia, kedua pelaku diduga terkait jaringan Lampung, karena salah seorang di antaranya berasal dari Lampung dan tercatat berdomisili di Nagari Cupak, Kabupaten Solok. Pelaku adalah warga Nagari Cupak kabupaten Solok. Dalam aksinya pada dinihari tersebut, kedua pelaku menggunakan senpi jenis FN kaliber 99 buatan Jerman dan satu senpi rakitan mirip revolver, serta satu senjata tajam jenis pisau.

Sedangkan kasus menonjol yang ketiga adalah kasus pencurian dengan pemberatan (curat), dengan speaialis handphone dan sepeda motor. Mereka melakukan aksi di Perumahan Villa Damar Blok H-3 Transad, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok. “Awalnya, petugas melakukan penangkapan terhadap dua pelaku berinisial RH dan AS. Hasil dari interogasi keduanya, petugas kemudian menangkap dua pelaku lainnya, yang juga merupakan teman dua Pelaku,” paparnya.

Di ungkapkan Dony, penangkapan RH dan AS dibekuk personel Satreskrim dalam pengejaran di daerah Muara Labuh, Solok Selatan. Dua pelaku lainnya, OT dan ASP, dibekuk dari pengembangan. Keduanya ditangkap di rumahnya, di Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Kita berterima kasih pada Polsek Lubeg yang ikut membantu Penangkapan.

Sementara Kata Dony, kasus keempat yang berhasil diungkap personel Polres Solok Kota adalah penyeludupan narkoba jenis ganja ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Laing Solok. Pelaku yang berinisial DF merupakan warga Kampung Jawa, Kota Solok. DF tinggal di dekat Lapas Kelas II.B Laing Solok.




“Dalam aksinya, DF melemparkan satu paket ganja ukuran sedang dari balik pagar Lapas. Namun, paket yang dibungkus kantong kresek berwarna hitam dan dilakban tersebut, justru menyangkut di kawat berduri pagar Lapas,” tutur Dony.

Dijelaskan dia, adapun paket ganja yang tersangkut itu diketahui oleh salah seorang petugas Lapas. Setelah dilaporkan ke Polres Solok Kota, petugas Satres Narkoba langsung melakukan pengembangan. Akhirnya bisa menangkap tersangka saat masih berkendara di jalan sekitar Lapas. Saat digeledah, petugas menemukan ranting ganja di dalam jok motor tersangka. Saat interogasi, tersangka mengakui barang haram itu adalah miliknya, dan ranting ganja yang tertinggal di jok motor, merupakan sisa dari paket yang tersangkut di kawat berduri pagar Lapas.

” dengan digap petugas Lapas mengejar tersangka. Dan kemudian ketiga petugas lapas yang ikut membantu pengungkapan kasus itu. Atas kinerja yang sangat baik, ketganya mendapatkan penghargaan dari Polres Solok Kota, Sabtu (21/10), dalam acara upacara resmi di Halaman Mapolres Solok Kota. (Roni)

Read more
Polemik Putusan Musda Lanjutan HIPMI Sumbar 2017-2020 ?

Polemik Putusan Musda Lanjutan HIPMI Sumbar 2017-2020 ?

EkspresNews.com – Pasca deadlock Musyawarah Daerah (Musda) XII 2017 BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumbar, kembali dilanjutkan di Hotel Pesona Alam Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Minggu 22 Oktober 2017. Dalam sidang tersebut, calon Ketua Iqra Chissa terpilih sebagai ketua umum BPD HIPMI Sumbar periode 2017-2020.

Iqra meraih 29 suara dari perwakilan BPC Hipmi se Sumatera Barat, dan total perwakilan yang hadir dalam kegiatan itu bejumlah 10 dari 18 Kabupaten dan Kota se Sumbar. Namun menariknya, calon ketua yang menjadi lawan Iqra dalam pemilihan tidak hadir dalam sidang, Fadly Amran. “Saya baru menerima undangan tapi saya tidak bisa sebut ini undangan karena dikirim melalui pesan WA, pada hari Jumat, kita sama-sama tahu bahwa Sangir itu sangat jauh,” ungkap Fadly Amran, Senin (23/10/2017).




Dalam catatan redaksi, ketua umum sebelumnya, Zigo Rolanda sudah demisioner pada waktu penetapan Iqra sebagai ketua. Mengingat didalam AD/ART jabatan Zigo sudah habis. Sehingga, salah seorang anggota Dewan Pembina HIPMI Sumbar Aljufri Mj yang diberitakan oleh indonesia1.news menyebutkan Zigo telah blunder.

Ia menilai terjadi pemaksaan kehendak pribadi dalam hal ini. Aljufri menyebut sikapnya menanggapi kejadian ini sebagai senior dan dewan pembina HIPMI Sumbar. “Saya bicara sebagai senior dan salah seorang dewan Pembina Hipmi Sumbar,” sebutnya tegas.

Ketua Tim calon ketua umum BPD HIPMI Sumbar Fadly Amran, Adi Surya inkontitusional. Mereka menilai, apapun hasil dari Musda yang digelar di Kabupaten Solok Selatan itu tidaklah sah,”kita tidak bisa terima hasil Musda lanjutan itu. Itu inkostitusional, tidak sah dan tidak sesuai aturan, maka tidak bisa diterima,” ujar Adi Surya melalui tim siaran perss dari kubu Fadly Amran, Minggu 22 Oktober 2017.

Dia memastikan, kalau semua hasil yang ada didalam musda tersebut ditolak oleh kubunya. Karena, banyak kejanggalan dari pelaksanaan musda lanjutan HIPMI di Solok Selatan tersebut. “Beberapa kejanggalan kita temukan. Mulai dari surat undangan tentang lanjutan musda HIPMI Sumbar yang baru mereka kirim oleh yang mengatasnamakan pimpinan sidang pada hari Jumat Siang dengan mengalihkan tempat musda ke Solok Selatan, yang sangat sulit di jangkau oleh rekan-rekan BPC se Sumatera Barat,” katanya.

“Kami juga menyesalkan bahwa faktanya saudara Fadly Amran sebagai Calon Ketua Umum tidak pernah diikut sertakan dalam rapat penentuan atau pemindahan tempat Musda lanjutan itu,” sambung Adi. Lalu soal undangan yang dibuat, kubu Fadly sepakat untuk mengkritisi pihak-pihak terkait yang menandatangani undangan, karena sesuai pemahaman tim Fadly Amran setelah demisionernya BPD Hipmi Sumbar maka segenap wewenang pengurus dan keorganisasiannya juga sudah berakhir.

“Kami dari tim Fadly Amran tetap berkomitmen untuk menghadiri Musda ini dan menyampaikan aspirasi di forum tersebut walaupun banyak dari peserta berhalangan hadir dikarenakan informasi undangan yang sangat medadak,”lanjut Adi. Kondisi diperjalanan yang tdak bisa ditebak karena banyaknya titik jalan ke Solok Selatan sedang diperbaiki sehingga membuat waktu tempuh ke lokasi acara menjadi bertambah.

“Biasanya ditempuh dengan waktu lebih kurang lima jam. Sebelumnya kami rencanakan untuk sampai di lokasi pada jam 12, akhirnya molor menjadi jam 14.30, namun sepanjang perjalanan kami tetap mencoba berkoordinasi dengan koordinator PIC BPP HIPMI Saudara Saefudin bahwa kami masih dalam perjalanan menuju lokasi dan berharap PIC bisa memberikan kelonggaran dan keadilan demi menciptakan Musda yang lebih berkualitas,”ujar Adi.

Tapi ternyata apa, hanya berdiam diri. Ketika kami menghubungi saudara Saefudin, beliau mengaku masih berada dikamar dan tidak memantau proses jalannya sidang.Jam 14.30 akhirnya kami sampai dan ternyata tapi sudah berakhir. “Sehingga akhirnya kami hanya bisa melakukan penyerahan surat penolakan dari beberapa BPC, karena kami merasa dicurangi oleh Musda lanjutan itu,” ujarnya.




Di lokasi tim Fadly meminta Saefudin selaku PIC dari BPP HIPMI untuk dapat memberikan keterangan, namun handphone tidak aktif. “Kami meminta kepada orang-orang yang mengatasnamakan panitia untuk bisa berkomunikasi, namun setelah menunggu 15 menit tetap tidak ada komunikasi, sehingga akhirnya kami pergi meninggalkan lokasi,”ujar Adi. Jadi kata Adi, Musda lanjutan Hipmi yang diselenggarakam di Solok Selatan tidak konsitusional.“Musda lanjutan Hupmi di Solok Selatan jauh dari azaz keadilan dan tidak sesuai dengan AD/ART HIPMI,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Demisioner Hipmi Sumbar Zigo Rolanda membantah Musda Hipmi lanjutan di Solok Selatan inkonstitusionil sebagaimana dituduhkan kubu Fadly Amran. “Biasalah kalau tidak berhasil dinilai sesuatu yang legal salah semua,” ujar Zigo, Minggu 22 Oktober 2017 malam.

Menurut Zigo tidak ada aturan AD/ART dan Pedoman Organisasi (PO) Hipmi yang dilabrak oleh Musda lanjutan Hipmi Sumbar di Solok Selatan.“Tidaklah, Musda konstitusionil sekali dihadiri Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi jika tidak konstitusionil mana mau BPP hadir ke Musda lanjutan,”ujar Zigo. (tim)

Read more
Meriahkan HUT TNI, Kodim 0304 Gelar Tabligh Akbar

Meriahkan HUT TNI, Kodim 0304 Gelar Tabligh Akbar

EkspresNews.com – Memeriahkan HUT TNI , Kodim 0304 Agam menggelar kegiatan tabligh akbar di lapangan wirabraja hari ini pukul 20.00 WIB s/d selesai, Kamis (05/10). Kegiatan ini dihadiri oleh polres, masyarakat umum, ormas, okp se-Bukittinggi. Dalam memanfaatkan momen HUT, Dandim 0304, Kolonel Kaveleri Salim Kurniawan Dewantaraa berharap TNI bersama rakyat dan polri bisa lebih menjaga ketentraman dan keutuhan NKRI.

“Kodim 0304 agam, kapanpun dibutuhkan siap menjaga keamanan, menjaga ketentraman dan keutuhan NKRI,” ujarnya dalam sambutan Pembukaan tabligh Akbar. Setelah sambutan dandim, kegiatan inti yaitu tausiah yang diisi oleh Ust. H. Harianto Safri pimpinan Perguruan Islam Darul Mujahidin dari Padang Panjang.

Ketua KNPI Bukittinggi, Rio Andika mengatakan memanfaatkan momentum HUT TNI ini, penguatan persatuan dan kesatuan dari semua masyarakat, ormas, serta okp bisa kita perkuat. “Perkuat rohani, perkuat keimanan, dan pertajam ilmu penhetahuan,” ujarnya. Setelah selesai tausiah, dilanjutkan dengan pemberian santuanan kepada 30 orang anak yatim. Pemberian santunan ini merupakan kegiatan rutin dari kodim 0304 Agam. (Yasir)

OKE 2

Read more