Terkait Korupsi, Mantan PM Pakistan Divonis 10 Tahun Penjara

Terkait Korupsi, Mantan PM Pakistan Divonis 10 Tahun Penjara

EkspresNews.com – Mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan Nawaz Sharif divonis 10 tahun penjara atas dakwaan korupsi yang menjeratnya. Vonis ini dijatuhkan secara in absentia karena Sharif belum pulang ke Pakistan setelah terbang ke London, Inggris untuk menemani istrinya yang menjalani pengobatan kanker.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (7/7/2018), penjatuhan vonis ini memicu pertanyaan soal apakah Sharif akan kembali ke Pakistan nantinya. Diketahui bahwa Pakistan tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Inggris.

Sharif dilengserkan dari jabatannya sebagai PM Pakistan periode ketiga oleh Mahkamah Agung Pakistan, tahun lalu. Pencopotan Sharif ini menyusul penyelidikan atas dugaan korupsi terhadap keluarganya. Dugaan korupsi terhadap Sharif bermula dari kebocoran Panama Papers tahun lalu, yang membuat media ramai memberitakan gaya hidup mewahnya dan properti kelas atas milik keluarganya di London.

Selain dicopot, Sharif juga dilarang terjun kembali ke politik seumur hidupnya. Namun dia tetap menjadi simbol kuat bagi Partai Liga-Nawaz Muslim Pakistan (PML-N) yang kini berkuasa di Pakistan. Dalam tanggapannya atas vonis 10 tahun penjara yang dijatuhkan pengadilan, Sharif menyebut dakwaan korupsi yang dijeratkan kepada dirinya sebagai konspirasi dari kekuatan militer yang kuat dan menguasai Pakistan beberapa dekade terakhir.

“Hukuman ini tidak bisa menghentikan saya dari perjuangan saya,” tegas Sharif dalam konferensi pers di London.

Ditambahkan Sharif bahwa dirinya akan kembali ke Pakistan dan menghadapi vonis penjara yang dijatuhkan kepadanya, setelah dia berbicara dengan istrinya yang kini masih dirawat dan menggunakan alat bantu pernapasan. Sharif juga mendorong para pendukungnya untuk memilih PML-N dalam pemilu yang akan digelar 25 Juli mendatang.

Unjuk rasa kecil sempat pecah di pengadilan Islamabad usai vonis dijatuhkan. Aksi protes juga sempat muncul di sejumlah kota Pakistan lainnya, termasuk Multan di Punjab, yang menjadi markas kuat Sharif. “Kami menolak putusan ini,” ucap saudara laki-laki Sharif, Shahbaz Sharif, yang kini memimpin PML-N. (dtc/Riko)

Read more
Kapolres Solok Kota  Bekuk Otak Pelaku dan Pengedar Uang Palsu

Kapolres Solok Kota  Bekuk Otak Pelaku dan Pengedar Uang Palsu

EkspresNews.com – Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat di Kota Solok. Dengan sigap, Polres Solok Kota berhasil bekuk empat orang pelaku pengedaran uang palsu. Keempar tersabgka itu adalah diduga satu orang sebagai otak atau pembuat uang palsu, dan tiga lagi sebagai  pengedarnya.

WhatsApp Image 2018-07-03 at 14.28.56Pelaku  kasus pemalsuan dan pengedaran uang palsu di bekuk di Ampang Kualo, Kota Solok, Senin (2/7). Satu orang pembuat uang rupiah palsu dan tiga orang sebagai pengedar, dan keempat pelakubtersebut sampai berita ini diturunkan diamankan jajaran Sat Reskrim Polres Solok Kota.

Demikian diungkapkan Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, didampingi Wakapolres Kompol Sumintak, dan Kasat Reskrim AKP Zamri Elfino. Gelaran press release kepada awak media di Mapolres Solok Kota, Senin sore (2/7).

Kapolres Solok Kota mengungkapkan, dari kasus tersebut, dan dari olah TKP, jajaran Sat Resrim Polres Solok Kota berhasil mengamankan Pelaku berinisial AF, yang diduga bertindak sebagai Otak Pembuat uang palsu.  Pria yang masih dibawah umur berusia 17 tahun, merupakan Pelajar (kelas 2 SMK). Alamat Jorong Aur Gading, Kel. Nagari Limo Koto, Kec. Koto Tujuh, Kab. Sijunjung. Lokasi penangkapan  adalah Tanjung Ampalu Kel. Limo Koto. Kec. Koto Tujuh. Kab. Sijunjung. Pelaku berperan sebagai Memalsukan uang.

“Sedang pelaku lainya adalah FA  18 tahun,  Pengangguran. Alamat Jorong Kamp Baru Kel.  Palaluar, Kec. Koto Tujuh, Kab. Sijunjung. Lokasi penangkapan di Ampang Kualo, Kel. Kampung Jawa, Kec.Tanjung Harapan Kota Solok. Peran,  Mengedarkan hasil cetakan uang palsu dari AF,”ujarnya.

Kemudia kata Dony, pelaku JF, 15 tahun Pengangguran. Mengkudu Kodok, Kel. Nagari Limo Kota, Kec. Koto Tujuh, Kab. Sijunjung. Lokasi penangkapan, Tanjung Ampalu Kel. Limo Koto. Kec. Koto Tujuh. Kab. Sijunjung. Peran, Memotong uang palsu, menyimpan dan mengedarkan.

“Dan selanjutnya TA alias TOBY 20 tahun, Pekerjaan  Pengangguran, Alamat  Jorong Bungo, Kel. Palaluar, Kec. Koto Tujuh, Kab. Sijunjung. Lokasi penangkapan, Ampang Kualo, Kel. Kampung Jawa, Kec.Tanjung Harapan Kota Solok. Peran,  Memotong uang palsu, menyimpan dan mengedarkan,”urainya.

Menurut Dony Setiawan, pengungkapan kasus pemalsuan dan pengedaran uang palsu ini, merupakan kasus pertama yang ditangani Polres Solok Kota, setidaknya dalam lima tahun terakhir. Dari tangan pelaku ditemukan barang bukti adalah berupa, 1 unit PC ( CPU merek ALCATROZ warna Hitam, Monitor merek Dell warna hitam, keyboard merek Genius warna hitam dan Mouse merek Genius warna Putih). Printer Canon P2770 warna hitam.

Barang Bukti uang palsu Rp. 500.000,- ( dari TKP warung tempat tersangka belanja rokok). BB uang hasil kembalian dari belanja di warung Rp. 362.000,- BB uang Palsu Rp. 16.900.000,- (dari Tsk Alan). BB uang palsu Rp. 1.000.000,- dari rumah Tsk Aidil (Dpo). Besaran jumlah uang palsu yang berhasil diamankan
184  lembar uang rupiah palsu nominal Rp 100 ribu, uang asli Rp 362 ribu, satu unit handphone, satu unit komputer, satu unit printer dan kertas HVS.

Doni Setiawan menyatakan, penangkapan terhadap keempat pelaku, berawal dari informasi pemilik warung sekitar pukul 10.15 WIB, Minggu (1/7).  beberapa pemilik warung merasa curiga dengan uang yang dibelanjakan dua pelaku untuk membeli rokok di warung mereka.

Maka dari informasi tersebut terang dony, hal itu langsung disikapi personel dengan mendatangi warung dan melihat sendiri uang palsu tersebut. Gerak cepat personel berhasil mengidentifikasi ciri-ciri dan keberadaan pelaku. Pada pukul 15.00 WIB, kedua pelaku FA dan TA, berhasil diringkus, di Ampang Kualo Kita Dolok.bkemjdian setelah diinterogasi, kedua pelaku mengaku mendapatkan uang tersebut dari seorang pelajar di Koto Tujuh, Kabupaten Sijunjung. “Kapolres Solok Kkta langsung lakukan koordinasi dengan Polres Sijunjung, dengan sigap  kedua tersangka lain, AF dan JF, akhirnya berhasil diamankan.  Dan sampai berita ini diturunkan,  Keempat pelaku diamankan di sel tahanan mapolres Solok Kota,” jelasnya.

Lebih lengkap disampaikan Dony, Modus operandi yang digunakan oleh tersangka, adalah dengan cara membeli sebungkus rokok di warung milik pelapor seharga Rp. 23.000,- dengan menggunakan uang pecahan Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah). Pelapor mengembalikan kelebihan uang tersebut kepada tersangka dan kemudian setelah tersangka pergi, pelapor mengecek ulang uang tersebut. karena perbedaan warnanya buram dan kertasnya sangat berbeda dengan uang pecahan Rp. 100.000,- yang dimiliki oleh pelapor.

Sedangkan papar dia, modus operasi adalah, tersangka mencetak uang palsu dengan cara mencari lewat internet, gambar uang pecahan Rp. 100,000,- (seratus ribu rupiah), menggunakan handphone. Kemudian gambar tersebut dipindahkan ke PC, lalu diolah dengan software microsoft word dengan cara disesuaikan ukurannya. Dan Ukuran uang diperoleh juga dari internet.

“Setelah itu dicetak di kertas HVS menggunakan printer,  dan dipotong sesuai dengan ukuran cetakan. Kemudian uang palsu tersebut digunakan dengan cara berbelanja di warung-warung secara berpindah-pindah,”katanya.

Tersangka (Alan) termotivasi karena cerita temannya yang telah lebih dahulu mencetak uang palsu. Dan mengedarkannya sehingga tersangka tertarik untuk mencoba mencetak uang palsu,  dan mengedarkannya.

Dony menjelaskan, adapun wilayah tersangka mengedarkan uang palsu itu adalah. Kab Solok 3x, Kec. Sungai Lasi 2x, dan Kec.IX Koto Di atas 1x.
Hari Minggu 1 Juli 2018. Uang yang dibelanjakan Rp.300.000,-

Kota Solok 2x, Laing dan Ampang Kualo.Hari Minggu 1 Juli 2018. Uang yang dibelanjakan Rp.200.000,- kemudian di Sawahlunto 10x, hari Selasa, 19 Juni 2018, dengan jumlah  Uang yang dibelanjakan Rp.1.000.000. Lalu di Sijunjung,  14x, yakni hari Rabu, 20 Juni 2018. Dengan jumlah Uang yang dibelanjakan Rp. 1.400.000,-.

Kapolres Solok Kota Dony menyebutkan, pemalsuan yang dilakukan pelaku, sangat amatiran. Pelaku menurutnya tidak memiliki ilmu desain grafis yang cukup dan hanya mengandalkan kualitas printer.

Lebih jelas disampaikan Dony, Gambar uang diunduh di internet, lalu hasilnya dipindahkan ke PC (komputer pribadi). Ukuran uang juga diketahui dari internet. Hasil unduhan tidak diedit dengan aplikasi grafis, tapi langsung ditimpa ke microsoft word. Tapi hasil cetakan sangat baik, meski dicetak di kertas HVS,  dari Pengakuan tersangka pembuat uang palsu, akan terus didalami dengan teknik IT. Salah satunya dengan melacak cookies di PC tersangka.

Kapolres Solok Kota mejelaskan, dari Pengakuan tersangka, dia mulai mencetak uang rupiah palsu itu jelang lebaran. Namun, kita tidak percaya begitu saja dengan pengakuan tersangka. Pada jejak cookies di PC, akan diketahui kapan tersangka mulai mencetak, termasuk jumlah lembar uang yang dicetak.

Dalam kesempatan itu, Kasat Reskrim AKP Zamri Elfino mengungkapkan,  dari hasil interogasi, keempat pelaku mengaku telah melakukan transaksi sebanyak 29 kali. Diantaranya di  5 TKP di wilayah hukum Polres Solok Kota, 10 TKP di Sawahlunto dan 14 TKP di Kabupaten Sijunjung.

Zamri Elfino menyatakan, Ancaman hukuman untuk pengedar memang lebih berat dari pembuat. Kepada dua pelaku yang masih di bawah umur, penanganan akan dilakukan khusus sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.
“Pelaku dijerat pasal 36 ayat 1 dan ayat 3, UURI No. 7 Tahun 2011, tentang Mata Uang, ancaman 10-15 Tahun Penjara, denda 10-50 Milyar,” jelas Zamri Elfino….

Dia meminta  masyarakat agar selalu waspada setiap saat. Dan kalau melihat dan menemukan masyarakat yang mencurigakan terhadap transaksi jual beli, terutama terindikasi menggunakan uang palsu, dilingkungan mereka masing-masing,  Agar secepatnya melaporkan ke pihak kepolisian. (Roni Natase)

Read more
Pembakaran CFC dan Pasar Raya Solok Dipicu Karena Sakit Hati

Pembakaran CFC dan Pasar Raya Solok Dipicu Karena Sakit Hati

EkspresNews.com – Dipicu Amarah, Dendam dan sakit hati Tidak Diberi Air Minum. Dan disingalir dan di duga karena sakit hati, akibat tidak diberi air minum oleh karyawan Restoran Cepat Saji Calofornia Fried Chicken (CFC). Yang beralamat di Taman Syeh Kukuch Kota Solok. Tersangka yang berinisial. SY, 23 tahun membakar Toko CFC di taman Syeh Kukut Kota Solok. Kamis/ 21Juni 2018, Pukul 03.00 Wib. dan Pasar Raya Solok Lantai 2 Blok C.

dalam pengungkapan kasus kebakaran di Ruko California Fried Chicken (CFC) di Taman Syech Kukut (Taman Kota) Solok, Kamis (21/6) lalu itu. Dari pengembangan kasus oleh Sat Reskrim Polres Solok Kota, terungkap bahwa Ruko CFC tersebut, ternyata sengaja dibakar. Petugas berhasil mengungkap dan menangkap pelaku yang diidentifikasi berinisial RY (22).




Dalam press release di Mapolres Solok Kota, yang dihadiri Kasdim 0309/Solok Mayor (INF) Supadi AS, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, Walikota Solok Zul Elfian dan Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, Senin (25/6).Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.I.K, M.H mengjngkapkan. Identifikasi pengungkapan berawal dari petunjuk yang ditinggalkan pelaku. Yakni setelah melakukan pembakaran Ruko CFC di Taman Kota, pelaku juga membakar terpal plastik di lantai 2 blok A, Pasaraya Solok yang berada berssberangan dengan taman kota Solok.

Kapolres Solok Kota Dony Setiawan mengatakan, setelah membakar Ruko CFC, pelaku kemudian juga membakar terpal plastik di Blok A. Saat itu lah, pelaku mulai teridentifikasi. Setelah itu, pelaku membakar tempat sampah yang ada di Blok C Pasar raya Solok. Namun, di lokasi itu, aksi paku diketahui dan api bisa segera dipadamkan. “Maka dari keterangan sejumlah saksi, pelaku terlihat di sekitar lokasi dengan gestur tubuh yang gugup gemdgar ,” jelasnya.

Berdasarkan hasil olah TKP, pada hari Sabtu, 23 Juni 2018 pukul 18.30 WIB, pelaku tindak pidana pembakaran dengan identitas RY, umur 22 tahun, Minang, Pekerjaan Tukang Parkir, beralamat di RT.02 Kel. Koto Panjang, Kec.Tanjung Harapan Kota Solok Pelaku akhirnya diamankan. Dan pelaku diamankan di Mapolres Solok Kota, bersama barang bukti ember plastik, pecahan tabung gas dan terpal, dan lainya.

Lebih detail dipaparkan Dony, maka dari pengakuan pelaku, dirinya membakar Ruko CFC di Taman Kota Solok karena sakit hati tidak diberi air minum oleh salah seorang karyawan CFC. Tersangka melakukan perbuatan itu, berawal pada hari Rabu, tanggal 20 Juni 2018 sekitar pukul 21.30 WIB. tersangka meminta air minum kepada karyawan CFC di Taman Syeh Kukut, namun pada saat itu tidak diberikan oleh karyawan tersebut.

“Merasa tidak dihargai, tukang parkir ini marah dan dendam, lalu membakar Restoran Cepat Saji CFC. Dan tersangka membakar tutup ember tempat sampah CFC. Setelah membakar tempat sampah di CFC, kemudian tersangka membakar terpal plastik dan kotak sampah di Pasar Raya,”terang Dony.

Setelah membakar tempat sampah di CFC kemudian tersangka berjalan menuju pasar Raya Kota Solok, menuju lantai 2 blok A, kemudian pelaku membakar terpal plastik di tangga tersebut dengan meggunakan korek api gas. “Setelah itu tersangka berjalan menuju blok C dan di tempat tersebut pelaku membakar tempat sampah yang ada di Blok C Pasar Kota Solok, namun pada lokasi pasar Raya Kota Solok api cepat dapat di ketahui dan segera cepat dapat dipadamkan,”ungkapnya.

Sebelum melakukan aksinya, kata Dony. Pelaku terlebih dahulu diduga adanya mengisap lem, dan mendatangi Ruko CFC tersebut pada diniharinya. Sekira pukul 03.20 WIB, pelaku melampiaskan kemarahan dengan cara membakar ember tempat sampah dengan korek api gas. Di balik dinding tempat sampah tersebut, ada sejumlah tabung gas yang berisi. Sehingga, sebelum ruko terbakar, terjadi ledakan yang cukup besar.

“Sebelum terbakar, sempat terjadi ledakan besar. Sehingga, indikasinya, pelaku menngetahui letak penyimpanan sejumlah tabung gas, atau posisi dapur dari CFC di Taman Kota tersebut. Jadi ada unsur kesengajaan. Dan kibat kejadjan kebakaran jtu, Bangunan CFC hangus terbakar. Sedangkan Pasar Raya Solok tidak menimbulkan kerugian karena, api cepat dipadamkan.” ujar Dony.

Walaupun pelaku sudah mengakui perbuatannya, maka sampai saat ini polisi masih terus melakukan upaya penyelidikan. “Karena adanya sejumlah hal mencurigakan dari jawaban kepada petugas, dan pelaku terjerat pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” terang Kapolres Solok Kota. (Roni natase)

Read more
Hasil Operasi Ketupat Polres Solok Kota Meningkat

Hasil Operasi Ketupat Polres Solok Kota Meningkat

P_20180625_112739EkspresNews.com – Pelaksanaan Operasi Ketupat 2018 Wilayah Hukum Polres Solok Kota, telah resmi berakhir pukul 00.00 WIB malam (25/5). Dari data Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Solok Kota berdasarkan pelaksanaan OPS Ketupat tahun 2018, mulai dari tanggal 07 juni sampai 24 Juni 2018. Sementara jumlah pelanggaran, kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) dan kegiatan Sat Lantas selama Operasi Ketupat 2018. Mengalami peningkatan yang siknifikan dibanding OPS Ketupat tahun 2017 lalu.

Demikian dipaparkan Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.IK, MH, melalui Kasat Lantas Polres Solok Kota Iptu Rifaizal Samual, kepada berbagai media, Melalu Komprensi Pers Senin (25/06), di Mapolres Solok Kota.

Rifaizal Samual memaparkan, dari data OPS Ketupat 2018 yang dilaksanakan. terdapat sejumlah data dengan angka dan persentase yang sangat mencolok, dibanding tahun 2017 silam. Di antaranya jumlah tilang yang mencapai 455 berkas, atau naik 810 persen dibanding tahun 2017 yang hanya 50 berkas.




“Selanjutnya, tindakan teguran mencapai 216 perkara, naik 48 persen dibanding 146 perkara pada 2017. Operasi Ketupat 2018 yang dimulai sejak 7 Juni hingga 24 Juni 2018 tersebut, juga mencatatkan keberhasilan Sat Lantas Polres Solok Kota dalam menekan angka Laka Lantas,” ujarbya.

Dia .menyatakan, selama operasi, jumlah korban meninggal dunia dan luka berat, nihil. Dari data itu, Laka Lantas Operasi Ketupat 2018 tercatat hanya dua kasus, turun 71 persen dibanding 2017 yang mencapai tujuh kasus.

Kasat Lantas Polres Solok Kota, Iptu Rifaizal Samual, menyatakan jumlah korban meninggal dunia pada 2017 tercatat 4 orang dan luka berat 4 orang. Luka ringan dari dua kasus yang terjadi hanya lima orang selama 2018 dan sama dengan jumlah tahun 2017. “Alhamdulillah, korban meninggal dunia dan luka berat nihil. Dan Sementara luka ringan angkanya sama dengan 2017 lalu,” terangnya.

Samual menyatakan, meningkatnya jumlah tilang dan teguran yang berbanding terbalik dengan angka Laka Lantas ini, tidak terlepas dari tingginya upaya preemtif yang dilakukan Sat Lantas selama Operasi Ketupat 2018 ini. Iptu Rifaizal Samual menyatakan selama 2017,

“Namun pihaknya telah melakukan berbagai upaya menekan angka Laka Lantas. Seperti tindakan prepentif, pembinaan dan penyuluhan (Binluh) ke sekolah, masyarakat dan komunitas, patroli, penjagaan dan pengawalan, hingga sosialisasi tertib lalu lintas,”paparnya.

Lebih rinci djungkapkan Samual, di bidang preemtif, atau upaya awal kepolisian untuk mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas, Sat Lantas Polres Solok Kota telah melaksanakan 145 kegiatan, dibandingkan dengan tahun 2017 berjumlah 102 kali, naik 43 persen.

Lalu Binluh ke sekolah, masyarakat dan komunitas sebanyak 7 kali atau naik 600 persen dibanding 2017 yang hanya 1 kali. Kemudian pemasangan spanduk sebanyak 36 buah dibanding 28 spanduk pada 2017, naik 29 persen. Dibidang pengaturan lalu lintas tahun 2018 berjumlah 519 kegiatan, dibandingkan tahun sebelumnya berjumlah 417 (naik 24 persen).

Lalu patroli kendaraan roda dua (R2) tahun 2018 berjumlah 136 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 62 kegiatan (naik 119 persen). Kemudian patroli kendaraan R4 tahun 2018 berjumlah 131 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 50 kali kegiatan (naik 162 persen). Penjagaan tahun 2018 berjumlah 255 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 sebanyak 215 kegiatan (naik 19 persen). Pengawalan tahun 2018 berjumlah 10 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 9 kegiatan (naik 11 persen).

Dia menyatakan, dari hasil OPS Ketupat tahun 2018 yang dilaksanakan, maka pelanggaran di wilayah hukum Polres Solok Kota masih sangat tinggi. Terbukti dari jumlah Tilang yang naik hingga 810 persen di masa Operasi Ketupat 2018 ini.

Untuk itu kita menghimbau pada masyarakat pengebdara agar terus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas. Hal itu agar tidak mendapat musibah dari akibat dari kecelakaan sepanjang harinya.

“Kita harapkan kondisi seperti ini, agar bisa menjadi perhatian oleh masyarakat, terutama masyarakat pengguna kendaraan dari berbagai jenis. Sehingga kedepan ngka pelanggaran bisa diminimalisir di wilayah hukum mapolres Solok Kota,”pinta Rifaizal Samual. (Roni Natase)

Read more
Target Operasi Jaran Singgalang Polres Solok Kota Berhasil Ditangkap Curanmor di Bandung

Target Operasi Jaran Singgalang Polres Solok Kota Berhasil Ditangkap Curanmor di Bandung

EkspresNews.com – Memasuki hari kesebelas pelaksanaan Operasi Jaran Singgalang tahun 2018, di Polres Solok Kota, dan upaya keras unit satgas untuk mengungkap keberadaan dan menangkap pelaku kejahatan kendaraan bermotor, sesuai target operasi yang sudah disiapkan oleh Sat Intelkam Polres Solok Kota membuahkan hasil,

Diman, pelaku yang diburu berdasarkan Laporan Polisi nomor, LP/38/B/II/2018 Tgl 13 Februari 2018, laporan tentang tindak pidana pencurian 1(satu) unit Excavator Merk Hitachi, yang terjadi pada bulan Januari 2018, Tkp tindak pidana pencurian tersebut terjadi di area PT. Quansing Kelurahan Bandar Pandung Kota Solok,

Berhasil dapat ditangkap dan diamankan oleh Unit Satgas Ops Jaran Sgl-2018 Polres Solok. Operasi dibawah pimpinan Aiptu Fredy Iskandar, SH, dengan tim Bripka Adi Saputra serta Brigadir Tomi Yanuardi.

Saat dikonfirmasi tentang keberhasilan penangkapan terhadap pelaku, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, SIK, MH menjelaskan kepada media ini, melalui media pers mitra Humas Polres Solok Kota. Bahwa pelaku ditangkap oleh Unit Satgas Ops Jaran Sgl-2018 Polres Solok Kota, pada hari Rabu tgl 18 April 2018 jam 20.00 Wib,

“Pelaku ditangkap di sebuah rumah makan Komplek Margayu Kota Bandung propinsi Jawa Barat, kemudian pelaku langsung digelandang ke Polres Solok Kota,”Jelas Dony Setiawan.

Lebih rinci dijeladkan Kapolres Solok Kota, identitas pelaku yang menjadi target operasi Jaran tersebut, panggilan Af Pongso, umur 51 tahun, alamat pelaku di Dusun Pudung Nagari Muaro Pingai Kec. Junjung Sirih Kab. Solok.

Saat ini jela Dony, terhadap pelaku telah dilakukan upaya hukum oleh penyidik Sat Reskrim Polres Solok Kota. “Yakni berupa penahanan di Rutan Polres Solok Kota, guna kepentingan Penyidikan, papar AKBP Dony Setiawan..(Roni/Smtk)..

Read more