Polres Mentawai Amankan 7 Kubik Kayu Tanpa Pemilik

Polres Mentawai Amankan 7 Kubik Kayu Tanpa Pemilik

Kayu

EkspresNews.com – Berawal dari laporan masyarakat, jajaran Polres Mentawai bersama Kodim 0319 mengamankan 7 kubik kayu. Kumpulan kayu ilegal tersebut disita petugas  di Dusun Simaobbuk, Desa Goiso’ Oinan, Kecamatan Sipora Utara, Senin (15/1/2018) malam.

Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Mentawai, Iptu. Heritsyah saat dikonfirmasi di Mapolres Mentawai, Selasa (16/1/2018). “Kami melakukan operasi ini berawal dari laporan masyarakat,” katanya.




Keterangan yang dihimpun, kayu tanpa pemilik dan dibiarkan begitu saja. Namun pihaknya telah mengantongi nama yang diduga pemilik kayu ilegal tersebut. “Kita sudah mengantongi satu nama yang diduga pemilik kayu tersebut dengan inisal R,” Tuturnya.

Lebih lanjut Heritsyah menuturkan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga yang melihat sekumpulan kayu yang tidak sewajarnya. Dari laporan warga itu, diduga milik oknum aparat.

Agar tak tumpang tindih, maka dalam operasi tersebut Polres Mentawai juga melibatkan unsur Kodim 0319. “Menurut laporan dari masyarakat, kayu itu diduga milik oknum aparat, maka kita libatkan juga unsur Kodim 0319,” jelasnya.

Namun, berdasarkan temuan di lapangan, diketahui bahwasanya kayu ilegal tersebut bukan milik aparat, baik kepolisian maupun TNI seperti yang diduga sebelumnya. Heritsyah menegaskan, untuk melakukan penindakan terhadap aktivitas ilegal, pihak kepolisian tak mau pandang bulu dalam menyikapi, meski terhadap oknum aparat.  Guna pengembangan lebih lanjut, barang bukti saat ini sudah diamankan di Mapolres Mentawai. (Nobel)

Read more
Salam Paham Kontraktor dengan Masyarakat, Kapolsek Bonjol Turun Tangan

Salam Paham Kontraktor dengan Masyarakat, Kapolsek Bonjol Turun Tangan

IMG-20171230-WA0009-512x288

EkspresNews.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Nonjol cepat tanggap menyelesaikan masyarakat.
Kapolsek Bonjol Tirto Edhi SH
memang patut menjadi contoh, dimanapun dia betugas, dikenal sangat pandai bermasyarakat.

Hal ini dibuktikan Kapolsek dengan turun langsung ke tengah masyarakat menyelesaikan sengketa antara kontraktor pelaksana pembangunan jalan, CV Umega dengan masyarakat, Jumat (29/12/2017).

Pada dasarnya, kata Kapolsek, konflik yang terjadi merupakan kesalahpahaman antara kontraktor pelaksana proyek jalan dengan masyarakat. “Diduga ada laporan bahwa masyarakat menghalangi proses serah terima (PHO) oleh masyarakat,” ujar Kapolsek.

Dikatakannya lebih lanjut, seharusnya tidak ada laporan ke Polsek, melainkan pemberitahuan. “Alhamdulillah persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan dan CV Umega dapat melanjutkan prosea PHO,” ujarnya. (Robby)

Read more
Pembunuh Pedagang Pakaian di Solok Selatan Mengakui Kesalahannya

Pembunuh Pedagang Pakaian di Solok Selatan Mengakui Kesalahannya

IMG-20171228-WA0028-520x390ok

EkspresNews.com – Akhirnya, tersangka pembunuhan seorang perempuan pedagang pakaian, Syafrianti (53) yang mayatnya dibuang di tepi jalan nasional, Jorong Ampalu, Nagari Pauh Duo menyerahkan diri di Mapolresta Solok Selatan, Rabu (27/12/2017).

Hal tersebut diungkap Kapolres Solok Selatan, AKBP. M Nurdin dalam pers rilis dengan awak media, Kamis (28/12/2017) di Padang Aro dihadiri juga oleh Wakapolres Solsel, Kompol Warman.

“Tersangka berinisial PR (42) berprofesi sebagai sopir travel datang ke Mapolres pada hari rabu (27/12/2017) pukul 09.15 WIB pagi untuk menyerahkan diri kepada polisi,” ujar Kapolres.

Setelah tersangka menyerahkan diri, penyidik melakukan interogasi terhadap tersangka, namun tersangka tidak mengakui perbuatannya dan setelah ditanya berulang kali akhirnya tersangka mengakui perbuatannya. “Dari hasil pengakuan tersangka, ia sempat kabur ke Solok tempat keluarga besarnya, lalu lari lagi ke Padang, hingga ia kabur juga ke Pekanbaru,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi penyelidikan oleh penyidik sat Reskrim Polres Solsel ditemukan petunjuk yang mengarah kepada tersangka. Sehingga pihaknya bekerjasama dengan Polres Kabupaten/Kota lainnya untuk melakukan pengejaran terhadap tersangka. “Dan diduga tersangka sudah merasa terdesak karena terus dipantau oleh Polisi akhirnya tersangka menyerahkan diri,” tuturnya.

Saat ini berdasarkan pengakuan tersangka motif pembunuhan dikarenakan dendam kepada korban. “Kami akan terus mendalami pengakuan tersangka apakah ada motif lainnya dibalik pembunuhan tersebut,” tukasnya.

Seperti diketahui pada tanggal 7 Desember 2017 pukul 09.00 WIB, Solok Selatan digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan di pinggir sungai pulakek di tepi jalan nasional Muaralabuh, Padang Aro. (Zaki/Relis)

Read more
Gangguan Kamtibmas di Solok Selatan Menurun Sepanjang 2017

Gangguan Kamtibmas di Solok Selatan Menurun Sepanjang 2017

IMG-20171228-WA0026-520x390ok

EkspresNews.com – Gelar Konference Pers Akhir Tahun Kapolres Solok Selatan ungkapkan angka gangguan KAMTIBMAS menurun di 2017
Konference pers yang dibuka oleh Kapolres Solok Selatan AKBP Mochamad Nurdin, S.Ik, dengan dihadiri oleh Wakapolres Solok Selatan Kompol Warman, pejabat utama Polres Solok Selatan, Ketua PWI Solok Selatan Hendrivon dan awak media cetak maupun elektronik di ruang Base Camp Bharadaksa Polres Solok Selatan, Rabu (27/12)

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Solok Selatan AKBP Mochamad Nurdin menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh awak media yang telah hadir untuk bersilaturahmi bersama Polres Solok Selatan. Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) mengatakan laporan kasus tindak pidana terkait Kamtibmas di wilayah hukum Polres Solsel sepanjang 2017 mengalami penurunan dibandingkan 2016. Hal itu dikatakan M.Nurdin ketika konferensi pers dengan awak media, Rabu (27/12) di Mapolres setempat.

“Jika dibandingkan 2015 terdapat 647 laporan tindak pidana, 2016 sebanyak 518 kasus dan di 2017 menurun menjadi 479 kasus,” katanya.

Tindak pidana yang dilaporkan paling banyak adalah tindak pidana konvensional, yaitu lebih banyak didominasi oleh kejadian-kejadian seperti pengrusakan, penganiyaan yang tidak disengaja ataupun hanya dikarenakan kesalahpahaman. Bukan tindak pidana yang terstruktur atau sudah direncanakan terlebih dahulu. Untuk penyelesaiannya pun lebih banyak secara kekeluargaan dan adat dengan menerima masukan-masukan dari tokoh-tokoh adat seperti LKAAM dan lainnya sehingga dalam kasus ini, peran lembaga adat, ninik mamak dan pemerintahan nagari cukup diharapkan.
Untuk tindak pidana yang telah terselesaikan sebanyak 221 tindak pidana atau 46 persen dari total laporan, lanjutnya.

Kemudian, terkait narkoba di Solsel cukup mengkhawatirkan. Sebab, jumlah yang masuk sudah semakin besar. “Terungkap selama 2017 ada 11 kasus dengan jumlah tersangka 13 orang. Kita punya target di 2018 untuk pengungkapan gembong kasus narkoba. Untuk daerah Solok Selatan di akui belum ada lembaga/Badan Narkotika seperti wilayah lain ini juga menjadi perhatian kita untuk saat ini. Di samping itu Perlu juga adanya pemahaman dari orangtua dan keluarga sebab, tren pelaku lebih mengincar anak dibawah umur dikarenakan lebih mudah diperdaya untuk mengkomsumsi barang haram yang dapat merusak generasi daerah ini,” tandasnya.

Untuk Lakalantas juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Korban meninggal di tahun 2016 9 orang, 2017 6 0rang, luka ringan 2016 50 korban 2017 56 korban, kerugian materil 2017 sebanyak 187.800.000,-

Tentang Ormas-ormas Radikal pemantauan terus dilakukan, sampai saat ini belum ada satupun yang terdata di wilayah Solok Selatan.

Kapolres juga mengakui bahwa dengan luasnya wilayah/kawasan Solok Selatan dengan 7 kecamatan dan 39 Nagari ditambah pula nagari baru pemekaran 8 nagari, personil babinkantibmas yang telah ditempatkan baru 31 orang. Berkaitan juga dengan kesepakatan bersama antara Kapolri dengan kemendagri dan Kemendesa tentang pengawasan dana desa sehingga memang idealnya 1 babinkantibmas untuk 1 nagari. Mencermati kondisi tersebut untuk 2018 kita akan upayakan untuk penambahan personil apalagi tahun 2018 akan lebih intens lagi dalam melakukan langkah-langkah gakkum dan juga pencegahannya. karena juga berbarengan dengan dimulainya tahun politik.

Pada waktu yang sama Kapolres Solok Selatan AKBP. Mochamad Nurdin, Sik. Juga memberikan bantuan baju untuk wartawan Solok Selatan sebagai mitrapol yang diserahkan secara simbolis kepada ketua panitia pelaksana pelantikan ketua PWI. Sebab baju yang di sumbangkan akan dikenakan pada acara pelantikan ketua PWI nantinya.

Sementara, Ketua PWI Solsel, Hendrivon berharap sinergi dan kerjasama antara lembaga kepolisian dan awak media semakin meningkat di Solsel. “Semoga menjadi berkelanjutan dalam sinergi pemberitaan yang berimbang, terpercaya dan sebagai kontrol sosial ditengah masyarakat,” ujarnya. (Zaki)

Read more
Polres Pasaman Tangkap Penjual dan Pemakai Narkoba

Polres Pasaman Tangkap Penjual dan Pemakai Narkoba

EkspresNews.com – Satuan Narkoba Polres Pasaman meringkus empat orang penjual dan pemakai narkotika jenis ganja dan sabu di Ampang Gadang Kecamatan Panti, Minggu 17 Desember 2017. Dua orang diantara tersangka itu merupakan  pasangan suami istri sebagai penjual inisial ES (38) dan NI (35) warga Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti.




Kemudian dua orang lagi inisial RH (19) warga Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan Kecamatan Panti. Dan RKS (17) salah seorang pelajar SMAN di Pasaman yang juga warga Ampang Gadang Kecamatan Panti.

Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin mengatakan empat orang tersangka ditangkap di lokasi yang berbeda, dua diantaranya ditangkap sedang asyik mengkonsumsi narkoba. “Dari tangan para tersangka kami mengamankan barang bukti berupa dua bungkus paket kecil sabu dan 30 paket kecil daun ganja. Selain itu ada satu buah bong atau alat hisap lengkap dengan kaca pirek yang berisi sabu, satu buah mancis (korek api) warna orange, serta satu kantong plastik kecil warna bening yang berisi biji ganja,” jelas Kapolres.

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Pasaman, Iptu Roni menjelaskan pertama pihaknya menangkap dua orang pemuda yang sedang asyik mengkonsumsi sabu di warung ES sekitar pukul 13.45 WIB. Sebab, berdasarkan infomasi masyarakat di lokasi itu sering terjadi transaksi atau memakai narkoba baik ganja maupun sabu.

Kemudian polisi melakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan di rumah mertua ES yang lokasinya berhadap-hadapan dengan kedai kopi milik ES. Maka polisi menemukan barang bukti ganja dan sabu, serta menangkap pasangan suami istri sebagai penjual barang haram tersebut. (Man/Ismet/Robby)

Read more