Terkait Penutupan Masijdil Aqsha, PM Turki Kecam Penjajah Israel

Terkait Penutupan Masijdil Aqsha, PM Turki Kecam Penjajah Israel

EkspresNews.com – Pelarangan akses ke Masjid Al-Aqsha tidak akan menyelesaikan permasalahan apapun, perdana menteri Turki mengatakan pada Jumat. “Pelaksanaan mereka salah,” ujar PM Turki Binali Yildirim mengatakan. “Mengambil langkah-langkah radikal seperti itu karena ancaman teror, menghalangi atau membatasi akses Muslim ke Masjid Al- Aqsha , tidak akan berkontribusi dalam menyelesaikan masalah apapun,” dikutip Anadolu Agency.

yildirimPolisi penjajah Israel menempatkan alat deteksi logam di pintu-pintu masuk komplek masjid setelah serangan bersenjata pada minggu lalu yang menyebabkan tiga warga Palestina dan dua polisi penjajah Israel terbunuh. Pada Jumat ribuan warga Palestina melakukan sholat Jumat di jalanan di sekitar situs itu, yang merupakan situs ketiga paling suci umat Islam. Lusinan orang terluka dan dua orang terbunuh setelah polisi penjajah Israel menyerang mereka.

Berbicara pada para jurnalis di Ankara, Yildirim mengatakan pembatasan itu malah akan merusak “toleransi” antara peradaban dan agama. “Saya berharap dalam waktu dekat semuanya akan kembali normal,” pungkasnya. (IslamPos)

Read more
Rangkaian HUT Lantamal II ke 11 Olahraga Bersama dan Peresmian Lapangan Tembak

Rangkaian HUT Lantamal II ke 11 Olahraga Bersama dan Peresmian Lapangan Tembak

EkspresNews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun ke 11 Lantamal II yang dipusatkan di lapangan apel Markas Komando Armada RI Kawasan Barat Pangkalan Utama TNI AL II menggelar olahraga bersama 400 prajurit AL, unsur Forkopimda, dan undangan. “Ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Lantamal II yang ke 11. Sebelumnya sudah ada beberapa kegiatan yang kita lakukan,” ujar Kadispen Lantamal II, Eko, kepada Indonesia Raya (Afiliasi EkspresNews.com), Selasa (18/7) di Padang.

WEB1Dikatakannya, setelah kegiatan senam bersama, juga dilakukan jalan santai. “Setelah senam nantinya juga akan jalan santai ke lapangan tembak Lantamal II,” ujar Eko.

Beberapa kegiatan juga dilakukan beberapa lomba seperti lomba volly dan lomba tenis meja, bulutangkis, tali buangan yang diikuti oleh delapan departemen diantaranya departemen 1 (Kewasgiatan Sops dan Sintel), departemen 2 (kewasgiatan Srena), Departemen 3 (kewasgiatan Spers), Departemen 4 (kewasgiatan Slog), Denma, Satkamla Lantamal II, Pomal Lantamal II dan Yonmarhanlan II Padang. “Acara puncak pada tanggal 1 Agustus 2017 nanti akan dipusatkan di lapangan apel,” tambah Kadispen Lantamal II.

WEB 2Sebelumnya, Komandan Tim (Dan Tim) Intel Lantamal II Padang, selaku Ketua Panitia HUT Lantamal II mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meramaikan dan memeriahkan menyambut peringatan HUT Lantamal II Padang yang jatuh setiap tanggal 1 Agustus setiap tahunnya.

Pantauan Indonesia Raya di lapangan apel Markas Komando Armada RI Kawasan Barat Pangkalan Utama TNI AL II, kegiatan berlangsung meriah dengan dipandu 3 instruktur senam. Selanjutnya kegiatan jalan santai menuju lapangan tembak berjalan lancar. Di lokasi lapangan tembak, dilakukan peresmian penggunaan Lapangan Tembak dengan penandatanganan prasasti oleh Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) II Padang Laksma TNI Rudwin Thalib, S.E. Turut hadir dalam Wakapolda Sumbar, Wakajati Sumbar, Danlanud Sutan Syahrir, Dandim 0312 Padang, Dirut PT Semen Padang, Kepala Satpol PP Padang.

(Riski/Abdi)

Read more
Calon Walikota Padang Ir. H. Emzalmi, M.Si : Padang Menuju Kota Metropolitan

Calon Walikota Padang Ir. H. Emzalmi, M.Si : Padang Menuju Kota Metropolitan

EkspresNews.com – Genderang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 memang belum ditabuh, namun beberapa tokoh masyarakat telah berupaya melakukan komunikasi politik terhadap partai politik untuk meraup suara. Untuk melanjutkan pembangunan Kota Padang, Ir. H. Emzalmi, M.Si bertekat menjadikan Ibukota Provinsi Sumatera Barat sebagai kota Metropolitan.

Keinginan Emzalmi, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Padang itu tidak muluk. Dirinya melihat potensi besar yang ada di Kota Padang. “Kota Padang itu luasnya lebih kurang 700 KM persegi, namun hanya 30 persen lahan yang bisa dimanfaatkan. Selain itu, penduduk Kota Padang sudah mencapai satu juta jiwa lebih, ini berarti Padang sudah siap seharusnya menjadi Kota Metropolitan,” ujarnya saat berkunjung ke Redaksi Tabloid Indonesia Raya, Jumat (14/7/2017) di Padang.

Web 1Emzalmi sebagai calon Walikota menggandeng Desri Ayunda sebagai Wakil Walikota untuk maju pada Pilkada 2018 mendatang yakin dan mampu menjadikan Kota Padang sebagai kota metropolitan, namun ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Salah satunya, menurut Emzalmi, adalah bagaimana menata kota lebih baik lagi. Pamong senior Kota Padang ini menyebutkan perlunya keberadaan terminal tipe A dan terminal tipe B aktif. “Dengan adanya terminal ini, tentu juga akan mengatasi permasalahan kemacetan yang sering terjadi di sekitaran Kampus UNP, kawasan Jati Gaung, disana itu banyak sekali bus AKDP (Angkutan Kota Dalam Provinsi) yang menanti penumpang disana,” jelas Emzalmi.

Lebih jauh dikatakan Emzalmi, selain membangun kembali terminal, dirinya juga akan berupaya untuk melakukan sinersitas terhadap jalur-jalur kereta api yang ada. “Seperti kereta api dari Lubuk Begalung ke Teluk Bayur, bisa kita integrasikan dengan kereta api penumpang. Apalagi kawasan Pasar Banda Buek masih terlihat macet, namun dibelakang pasar tersebut ada lahan tidak produktif sekitar 2 hektare yang bisa dimanfaatkan untuk membangun stasiun,” terang pria asli Pauh IX Kuranji itu.

Web 2Menurutnya, dengan dibangunnya lahan tersebut tentu konsentrasi PKL-PKL yang ada di Pasar Banda Buek akan terpecah sehingga mampu mengurai kemacetan yang ada disana. “PKL-PKL itu tidak lagi berjualan di pintu masuk pasar, tapi nantinya akan dibuatkan koridor di dekat stasiunnya. Ini merupakan suatu langkah untuk menata PKL juga,” terangnya.

Lebih lanjut, Emzalmi optimis, keinginannya menjadikan Kota Padang sebagai kota metropolitan dapat tercapai. “Karena tugas pemerintah itu sebenarnya ada tiga. Yang pertama adalah fasilitator, kedua motivator dengan leadershipnya, dan yang ketiga adalah regulator. Insha Allah berjalan yang tiga ini, kita bisa mewujudkan Kota Padang sebagai kota metropolitan, karena memang sudah waktunya Padang ini menjadi kota metropolitan,” terang Emzalmi.

Kunjungan Wakil Walikota Padang Emzalmi ke Kantor Redaksi Tabloid Indonesia Raya disambut langsung oleh Pemimpin Umum Tamsir J Rahmat, Pemimpin Redaksi Harianof, Wakil Pemimpin Redaksi Abdi Masa dan Pemimpin Perusahaan Agung Wiguna. “Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian teman-teman Indonesia Raya, kita berharap kedepannya Kota Padang akan menjadi kota yang lebih baik dan hebat lagi. Terutama sekali, bisa menjadi kota metropolitan,” ujar Emzalmi.

Sementara itu, setelah mendaftar ke Nasdem Padang beberapa waktu lalu, Emzalmi dan Desri Ayunda, mendaftar ke Partai Hanura Padang, Kamis (13/7). Emzalmi bersama Desri Ayunda mendatangi kantor DPC Hanura Padang menaiki mobil Toyota Fortuner Hitam BA 3 VY, sekitar pukul 14.10.

Ketua tim pilkada DPC Hanura Padang, Zulhendri menyebut, kedua orang bakal calon yang datang mendaftar ke Hanura Padang itu masing-masing untuk posisi bakal calon wali kota (Emzalmi) dan bakal calon wakil wali kota (Desri Ayunda).

“Kehadiran dua orang bakal calon itu setidaknya menunjukkan Hanura Kota Padang ingin ciptakan warna baru bagi Pilkada Kota Padang nanti,” sebut Zulhendri. Dirinya mengaku, usai memverifikasi berkas calon, nantinya Hanura Padang akan mendaftarkan bakal calon yang terpilih dari Hanura ini ke KPU Padang pada masa pendaftaran balon tanggal 28-30 Desember 2017 nanti.

Ketua DPC Hanura Kota Padang, Fefrizal menyebut, kehadiran dua orang bakal calon secara bersamaan ini menunjukkan satu proses menuju pilkada sudah dimulai. “Ini satu bukti keseriusan kami untuk mencalon. Ini pendaftaran kedua bagi saya, pertama di Nasdem, dan pada Minggu, 16 Juli, akan ke PPP Kota Padang,” tutur Emzalmi.

Menurutnya, pendaftaran itu sebagai upaya untuk memenangkan pilkada secara maksimal. Sebab, salah satu jalan untuk bisa menang di pilkada tentu melalui parpol. “Makanya saya dan Desri Ayunda mendaftar ke parpol terlebih Hanura Padang. Kami juga sudah upayakan komunikasi politik dengan parpol lain agar bisa mengusung kami,” ucap Emzalmi.

Emzalmi mengaku sudah mantap berpasangan dengan Desri Ayunda. ”Sebab kami sudah buat komitmen yang matang untuk perkembangan Kota Padang ke depan,” tegas Emzalmi. “Hanura bukan asing bagi saya, sebab pada pilkada 2013 lalu,  walau jalur independen, Hanura Padang dukung saya. Maka kini saya kembali mencalon lagi melalui partai ini,” sambung Desri Ayunda. (Abdi)

Read more

Balon Wako Padang Panjang Mulai Muncul, Hendri Arnis Dapat Sinyal Positif dari Warga

Sesuai jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, berlangsung Juni tahun depan. Lebih kurang satu tahun lagi. Kini di beberapa daerah yang akan ikut sudah mulai terasa hangatnya Pilkada itu.

EkspresNews.com – Seperti di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, berbagai kalangan sudah mulai mengelus jago yang akan mereka usung. Tetapi mereka masih malu malu untuk memnculkan kepermukaan. Hingga kini dari partai politik, baru Partai Amanat Nasional (PAN), yang menetapkan Bakal Calon Walikotanya, yaitu Eko Furqani yang juga ketua partai berlambang mata hari itu.

Belum lama ini Eko dan jajarannya  melakukan silaturrahim ke Partai Bulan Bintang (PBB). Akan tetapi pertemuan Eko dengn Hendra Saputra sang ketua PBB Padang Panjang, belum terdengar kabar untuk mereka berpasangan.

“Mungkin berpasangan belum. Tapi arahnya PAN sudah menggandeng PBB untuk mendukung Balon Walikota yang sama periode mendatang,” kata Desma seorang warga Padang Panjang yang turut memerhatikan perkembangan politik lokal di kotanya.

Hasil pantauan dari informasi  yang berkembang di Padang Panjang, selain Eko Furqani,  ada Balon lain yang mengapung. Kabarnya,  Edwin yang dulu berpasangan dengan Eko maju Pilkada 2013. Kini dia memilih jalur independen. Edwin sedang mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP), untuk maju independen.

Masih belum mengapungnya Balon Wako Padang Panjang yang lain sampai kini, kata Desma, mungkin berkaitan dengan masih kuatnya dukungan terhadap Hendri Arnis untuk kembali menduduki kursi nomor satu di kota sejuk itu.

Hendri Arnis dalam masa kepemimpinannya yang baru tiga tahun lebih, sudah memperlihatkan perubahan besar di Padang Panjang. Sebut saja tiga pembangunan multi year di kota itu yang terbilang prestasius.

Seperti pembangunan pasar pusat Padang Panjang yang dikerjakan PT. Hutama Karya, dengan dana lebih kurang 106 milyar. Pembangunan Islamic Center lebih kurang 60 milyar dan pembangunan Rusunawa dengan dana lebih kurang 40 milyar. Seluruh bangunan itu direncanakan rampung akhir tahun ini. Semua itu dikerjakan dengan APBD.

Bila disimak pembicaraan pedagang di pasar, mereka sangat memuji kebijakan Hendri Arnis. Prestasi Hendri Arnis itulah, yang membuat dia calon kuat untuk Pilkada mendatang. “Secara bijak kita menilai. Sulit mengalahkan Hendri bila dia maju kembali untuk memimpin Padang Panjang 2018-2023,” ujarnya Desma.

Dukungan kepada Hendri Arnis untuk maju kembali dalam Pilkada mendatang, kabarnya juga mengalir dari perantau Padang Panjang di Jakarta. Setidak hal ini, terlihat dari sambutan perantau ketika Hendri Arnis mengukuhkan kepengurusan Ikatan Masyarakat Padang Panjang (IMPP) Jakarta, periode 2017 – 2022 baru baru ini.

Dalam sambutannya, pada acara itu, seperti yang dilaporkan Facebook Humas Padang Panjang, Hendri menyampaikan, bahwa pada tahun 2017 ini Kota Padang Panjang melakukan tiga pembangunan fisik yang kini sedang berlangsung. Seperti pembangunan Pasar Pusat Padang Panjang, pembangunan Islamic Center dan pembangunan Rusunawa.

Hendri menyampaikan hal itu, di hadapan tokoh nasional asal Padang Panjang, para ketua KAN beserta sejumlah ninik mamak dan tokoh masyarakat, Ketua dan sejumlah Anggota DPRD, Wakil Walikota, Sekda dan sejumlah pejabat dan aparatur Pemko Padang Panjang dan juga segenap pengurus bersama anggota IMPP.

Penjelasan Hendri Arnis yang kemudian dilengkapi dengan pemaparan infokus oleh Plt. Sekda Indra Gusnady mendapat respon positif dari hadirin. Disebutkan, tiga proyek besar itu, diharap berjalan sesuai rencana.

“Saya mohon do’a dari seluruh masyarakat Padang Panjang baik yang berada di kampung, maupun yang berdomisili di rantau. Semoga kota kita yang sama sama kita banggakan semakin maju,” ujar Hendri waktu itu.

Selain itu, tambahnya, berbagai proyek pembangunan lainnya, juga digenjot supaya dapat berjalan sesuai ketentuan. Seperti pembangunan tempat wisata Lubuk Mata Kucing dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), yang dulu sudah dibangun Bapak Suir Syam.

“Rumah sakit yang dulu Bapak Suir Syam bangun itu, kini kita lengkapi lagi supaya semakin maju,” kata Hendri sembari melirik ke Suir Syam yang duduk di depan bersama  Fasli Djalal, Paisal Jamal beserta sejumlah tokoh Padang Panjang lainnya.

Mendengar ungkapan polos Hendri Arnis, hadirin yang memenuhi ruangan ada yang mengangguk angguk terpesona. Setelah Wako memberikan sambutannya, protokol mengulas dengan decak kagum. “Hebat pembangunan kampung wak yo. Ada tigo proyek gadang. Bilo kami diundang pulang basamo ka kampuang Pak Wali?” tanya protokol tadi. “Kapan saja. Kalau pulang kabari saya. Nanti dijemput ke tangga pesawat,” jawab Hendri yang dibalas tepuk tangan riuh dari hadirin.

Menurut beberapa yang hadir pada acara itu, terlihat bahwa masyarakat perantau khususnya di Jakarta memberi sinyal positif kepada Hendri  untuk maju lagi. Apalagi sebahagian mereka juga tahu, Hendri Arnis tengah giat giatnya pula membangun rohani masyarakat ke arah taat beribadah.

Disebutkan, selain pembangunan  fisik, Walikota Hendri Arnis, juga melakukan pembangunan mental spritual, salah satunya dengan menyentuh hati masyarakat untuk memakmurkan masjid. “Sebab pembangunan jasmani dan rohani harus seimbang,” kata Hendri suatu kali.

Walikota menyarankan, agar seluruh masyarakat, khususnya laki laki mukhalaf, menunaikan shalat lima waktu di masjid. Mengiringi hal ini,  kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Padang Panjang sudah dianjurkan untuk melaksanakan kewajiban lima waktu di masjid.

Walikota juga minta kepada ASN untuk menjadi pelopor menarik mengajak masyarakat memakmurkan masjid. Sebahagian ASN Padang Panjang sudah mulai menikmati suasana iktikaf di masjid pada malam malam tertentu.

Baru baru ini telah dicobakan di Masjid Almunawarah, Tanah Hitam, Padang Panjang Barat, selama tiga malam berturut turut. Alhamdulillah. Peserta merasakan kenikmatannya. Melihat ini semua, warga meramalkan Hendri Arnis berpeluang besar kembali menangi Pilkada Padang Panjang tahun depan. (A.M)

Read more
Sinyal Lemah Kelanjutan Proyek Nasional Museum PDRI

Sinyal Lemah Kelanjutan Proyek Nasional Museum PDRI

EkspresNews.com – Kedatangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy ke Kabupaten Limapuluh Kota (Sumbar) Senin (24/4) lalu, tujuan utama adalah melihat dari dekat apa yang terjadi sebenarnya dengan proyek nasional ini, sehingga terbengkalai dikerjakan di tahun 2016. Kunjungan menteri itu, diantar langsung Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rodimas, serta kepala OPD Lainnya.

Menteri mengatakan bahwa dirinya ditugaskan oleh Presiden Jokowi untuk meninjau beberapa proyek dibawah naungan Kemendikbud, salah satunya Pembangunan Museum PDRI. “Kita sedang mempelajari bagaimana dampak positif dan negatifnya dari pembangunan proyek ini, nanti kita akan evaluasi  tentang kelayakannya. Saat ini Kemendikbud belum ada keputusan untuk melanjutkan pekerjaan proyek PDRI, masih mempelajari apa permasalahan yang menyebabkan pembangunan PDRI tidak dilanjutkan selama tahun 2016 lalu,” ujarnya.

imagePekerjaan mega proyek PDRI ini melibatkan lima kementerian, yakni Pertahanan, Sosial, Pekerjaan Umum, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Dalam Negeri, semuanya semasa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dimasa kabinet baru belum ada penjelasan tentang kelanjutan proyek tersebut.

Mendikbud mengakui bahwa kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari tugas yang diinstruksikan Presiden Jokowi untuk melihat beberapa proyek di bawah naungan Kemendikbud, salah satunya pembangunan museum PDRI. Usai melihat secara langsung pengerjaan proyek pembangunan monas di Kecamatan Gunuang Omeh tersebut, Mendikbud belum bisa memutuskan kelanjutan pembangunannya. Menurutnya, perlu dikaji lebih dalam titik persoalan yang terjadi akhir-akhir ini.

Sebelum kedatangan Mendikbud ke Koto Tinggi Limapuluh Kota, Indonesia Raya telah menelusuri ke lokasi bersama satu Tim Wartawan yang bertugas di Luak Limopuluah (Sumbar). Apa yang ditemukan dan yang diterima Mendikbud tentang laporan negatif terhadap proyek ini, belumlah semua dilihat oleh Mendikbud. Proyek dikerjakan asal-asalan, yang telah siap mengalami kerusakan, yang merugikan negara milyaran rupiah. Kualitas dari pekerjaan yang dikhawatirkan tidak sesuai bestek, sudah barang tentu menjadi tanggung jawab dari kontraktor PT.DELIMA AGUNG UTAMA, konsultan pengawas dan pengguna anggaran dalam pelaksanaan Pembangunan Monumen PDRI di Koto Tinggi. Tidak hanya sampai proyek itu selesai dikerjakan sampai batas waktu yang ditetapkan. Namun yang paling penting adalah kualitas pekerjaan, jumlah item pekerjaan dan lainnya, kini sudah menjadi perhatian serius  bagi kalangan penegak hukum, LSM, Wartawan dan masyarakat di Luak Limopuluah.

Pasalnya adalah, sejak dimulainya pembangunan yang mempunyai nilai sejarah ini, sudah menampakan ketidakberesan dalam penanganan proyek ini, katakanlah dari awal proses tender, sudah penuh dengan rekayasa atau kongko-kongko secara berKKN. Padahal wujud dari pembangunan museum ini sebagai menghormati dan mengenang para pejuang kemerdekaan RI,  Jika PDRI tidak ada, mungkin dapat dikatakan Republik Indonesia akan lenyap dalam peta politik dunia. Bahkan, penjajah Belanda pada waktu itu dengan leluasa mengatakan bahwa pemerintahan Indonesia telah bubar karena pemimpinnya ditawan dan daerah-daerah jatuh ditangan mereka.

Pembangunan Monumen Nasional Bela Negara di Koto Tinggi yang menyerap dana APBN tahap pertama hampir Rp20miliar, dan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan monumen ini dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Bela Negara (HBN) pada 19 Desember 2012. Pembangunannya diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp268 miliar, yang akan dianggarkan dari anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dibantu oleh Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Selain monumen, beberapa bangunan penunjang juga akan dibangun di area yang sama, seperti gedung serbaguna, masjid, diorama, museum, pustaka, dan bangunan literatur sejarah.

Banyak pihak menyangsikan kondisi riil di lapangan, pasca dimulainya pekerjaan pembangunan monumen Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), diduga sejak pelaksanaan proses lelang serta penetapan pemenang lelang terkesan bertolak belakang dengan statemen Dirjen Kebudayaan Kemendiknas Prof. DR. Kacung Marijan.

Boleh dikata, pembangunan ini hampir ada kesamaannya dengan kasus proyek gedung olah raga Hambalang yang syarat dengan persoalan menjurus pada kerugian uang negara, hanya saja peruntukan dan latar belakangnya yang berbeda. Seperti yang dikatakan Mendikbud, bahwa proyek ini telah menelan dana lebih kurang Rp.50,5 milyar, dari Rp.80milyar dana APBN yang dianggarkan untuk proyek ini.

Sementara itu, Bupati Irfendi Arbi mengatakan kedatangan menteri ini menjadikan motivasi sendiri bagi Kabupaten Limapuluh Kota, menurutnya hal itu terlihat dengan antusias masyarakat menyambut kedatangan menteri di Koto tinggi. “Kita ucapkan selamat dan terimakasih atas kunjungan menteri di Kabupaten Limapuluh, mudah-mudahan ini akan menjadikan jalan dan motifasi untuk mencari yang terbaik bagi daerah, mayarakat Luak Limopuluah kedepan, dan membuahkan aparatur Negara dan swsta yang baik untuk menangani proyek ini serta meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini,” ungkap Bupati.

Lain halnya tanggapan dari Wakil Bupati Ferizal Ridwan  tentang Kunjungan kerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy guna meninjau ulang proyek pembangunan monumen nasional dan museum PDRI di Kototinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (24/4), menuai respons tak sedap. Pasalnya, dari kunjungan tersebut, sepertinya Mendikbud memberikan sinyal lemah untuk kelanjutan pembangunan.

Berhentinya pembangunan tersebut disebabkan masalah teknis, bukan masalah prinsipil. Alhasil, lemahnya sinyal untuk kelanjutan proyek, menuai reaksi keras dari Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, yang juga pegiat Yayasan Peduli Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (YPP-PDRI). Menurut Ferizal Ridwan, pernyataan Menteri Muhadjir yang memberi sinyal bakal mengevaluasi atau tidak melanjutkan pembangunan Monas PDRI, dinilai sebagai pernyataan pengkhianatan terhadap sejarah. Padahal, pembangunan Monas PDRI sudah menjadi komitmen bersama sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 menteri pada 2008 lalu.

“Selaku putra daerah yang juga pengurus YPP-PDRI tahun 1948-1949, kami tentu keberatan mendengar sinyal Pak Mendikbud. Pak Menteri, seyogianya lebih memahami sejarah PDRI dan ikut mendorong melanjutkan proyek yang tengah mangkrak. Bahasanya jangan dihentikan, karena Pak Mendikbud bisa mengkhianati sejarah,” kata Ferizal Ridwan, Sekretaris YPP-PDRI tahun 1948-1949 Sumbar kepada wartawan di Limapuluh Kota, Selasa (25/4).

Kesepakatan 5 Menteri itu, katanya, tidak hanya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga meliputi menteri di Kementerian Pertahanan, Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Termasuk juga 4 lembaga non kementerian lainnya.

Mendikbud selaku salah satu kementerian yang terlibat dalam SKB 5 Menteri, harap Ferizal, mestinya ikut mendorong kementerian dan lembaga negara lain merealisasikan komitmen yang sudah dibuat pada rezim pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono itu. Terutama perihal pemberian kompensasi terhadap daerah-daerah di basis PDRI. Ferizal mengaku sangat kecewa dan menyesalkan apabila pihak kementerian mengambil langkah penghentian pembangunan monumen PDRI di Kototinggi, hanya karena alasan teknis pengerjaan oleh perusahaan pelaksana proyek. Karena, itu merupakan tanggungjawab penuh perusahaan pelaksana proyek.

“Tentu saja, banyak tokoh dan masyarakat di daerah kami akan dirugikan, jika saja pembangunan monumen (PDRI) dihentikan. Karena tidak sedikit upaya yang sudah dilakukan, guna memperjuangkan, serta mengupayakan pelurusan sejarah bangsa ini. Jangan hanya karena muak melihat satu tikus, lalu lumbung dibakar,” kritik Ferizal.

Sebagai kuasa pengguna anggaran atas proyek, Ferizal tidak mempersoalkan proses evaluasi yang dilakukan Kemendikbud. Karena secara kewenangan, Mendikbud memiliki kewenangan penuh atas tugas tersebut. Tetapi, ia mengharapkan Kementerian jangan hanya mempertimbangkan tata-letak koordinat atau masalah kegagalan teknisnya.

Mendikbud kiranya perlu mempertimbangkan dan mengevaluasi atas kelanjutan anggaran atau kompensasi lainnya, sesuai komitmen yang sudah dibuat. Ferizal mengajak, Mendikbud memahami sejarah tentang PDRI 1948-1949 yang menjadi mata rantai agenda nasional, yakni Bela Negara. Pada kesempatan itu, Menteri juga sempat mengunjungi tugu serta kantor PDRI di  Koto Tinggi, serta melihat titik kordinat tempat para pahlawan berdiskusi ketika PDRI terjadi. Tidak hanya itu, pada kesempatan itu menteri juga mengunjungi beberapa sekolah, salah satunya SDN 03 Guguak. Sebelumnya, dirumah dinas Bupati menteri menyampaikan pihaknya akan melakukan berbagai terobosan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Diantaranya, meningkatkan peran guru dalam proses belajar mengajar, serta menerapkan seluruh sekolah menjadi sekolah faforit. “Nanti tidak ada lagi, sekolah yang menolak siswa yang ada di zonanya,”ungkapnya. Selain itu, Mendikbud juga meminta kepada seluruh komite sekolah mendampingi guru dan mengajak seluruh lapisan bahu-membahu membangun sekolah yang maju. “Jangan sampai ada politik kotor dalam kemajuan pendidikan, Indonesia harus jernih dari politik-politik kotor,” ujarnya.

(Nahar Sago)

Read more