Satu-satunya Peserta Cilik, Oktovianus Saule Ikuti Lomba Selaju Layar

Satu-satunya Peserta Cilik, Oktovianus Saule Ikuti Lomba Selaju Layar

EkspresNews.com – Guna menyemarakkan ajang bergengsi di Bumi Sikerei yakni Festival Pesona Mentawai (FPM) 2019, Pemkab Mentawai melalui Dinas Perhubungan menggelar Lomba Perahu Layar berlokasi di Pantai Jati Desa Tuapeijat Kecamatan Sipora Utara.

Lomba perahu layar tradisional yang bertujuan melestarikan peradaban suku Mentawai itu tampak berbeda dibanding tahun sebelumnya. Karena kali ini lomba perahu layar tradisional yang biasanya didominasi orang dewasa, diikuti satu peserta cilik.

Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton dan peserta lomba perahu layar tradisional lain dengan keberanian sang bocah tersebut. Peserta cilik yang diketahui bernama Oktovianus Saule (11) saat diwawancara sebelum memulai lomba di Pantai Jati Desa Tuapeijat Sabtu, (29/6) mengatakan, dirinya sempat merasa minder dan ragu bersaing dengan peserta yang jauh lebih dewasa darinya.

“Saya tadi sempat ragu karena lawan yang saya hadapi itu seumur dengan ayah saya, besar-besar mereka. Tapi saya akan coba percaya diri” katanya penuh percaya diri.

Bocah yang akrab disapa Okto itu, saat dewasa nanti berkeinginan menjadi atlet selaju perahu layar yang bisa mengharumkan nama Mentawai dan mempromosikan keindahan wisata bahari yang dimiliki Mentawai. “saya ingin saat dewasa nanti menjadi atlet selaju perahu layar. Saya ingin mengharumkan nama Mentawai” ujarnya.

Decak kagum terhadap keberanian sang bocah itu tidak hanya ditunjukkan oleh penonton saja. Para peserta yang menjadi saingan Okto pun menunjukkan decak kagum kepada utusan tuan rumah tersebut.

Meski tersingkir pada babak penyisihan, namun dirinya mengakui puas dan bangga bisa tampil pada lomba yang didominasi peserta dewasa. Menurut Okto, hal ini akan menjadi pengalaman berharga baginya.

Okto yang masih duduk di kelas 5 SD itu tampil menjadi peserta lomba didampingi satu rekan tim dewasanya, Parmen Sabaggalet, mewakili tuan rumah pelaksanaan lomba yakni mewakili Dusun Jati itu adu kemampuan menghadapi peserta dewasa dari Kecamatan Siberut Selatan. (Nbl)

Read more
Wakil Menteri Luar Negeri Italia Dorong Kerja Sama dengan Indonesia

Wakil Menteri Luar Negeri Italia Dorong Kerja Sama dengan Indonesia

EkspresNews.com – KBRI Roma, Italia bekerja sama dengan lembaga think tank Istituto Affari Internazionali (IAI) menyelenggarakan seminar dengan tema:¬†“Indonesia and Italy at 70: Boosting Bilateral and ASEAN-EU Relations”,¬†bertempat di Wisma Duta Besar RI Roma. Seminar pada Selasa (28/5) waktu setempat ini diselenggarakan dalam rangka peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dan Republik Italia.

Hadir sebagai tamu kehormatan dan menyampaikan keynote speech, Honorable Manlio Di Stefano, Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Republik Italia. Dalam pidatonya, Hon. Di Stefano menegaskan bahwa masih banyak peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Italia terutama di bidang maritim, agroindustri, infrastruktur, serta konektivitas. 

Dalam sesi tanya jawab interaktif, Hon. Manlio di Stefano juga mengangkat isu kelapa sawit, bahwa Italia mendukung negara-negara produsen kelapa sawit dengan produk yang sustainable (berkelanjutan). Disampaikan pula bahwa masyarakat Italia saat ini banyak memilih produk-produk makanan sehat, yang mana ceruk pasar ini semestinya dapat dimanfaatkan oleh negara negara ASEAN.

Dalam seminar ini, Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani memaparkan berbagai kemajuan kerja sama antara Indonesia dan Italia. Penguatan kerja sama Indonesia dan Uni Eropa melalui skema CEPA (Kemitraan Ekonomi Komprehensif) juga akan menjadi kerangka pendukung dalam kerja sama Indonesia dan Italia.

Selain itu, Dubes Esti Andayani menegaskan bahwa kemitraan Italia dan Indonesia juga dapat diperluas dengan melakukan kerja sama dan berbagi pengalaman dalam kerangka IORA (Indian Ocean Rim Association) serta pembangunan di Afrika, mengingat Italia dan Indonesia juga memiliki perhatian yang besar terhadap pembangunan di Afrika.

Seminar ini juga membahas mengenai kerja sama ASEAN dan UE serta bagaimana Italia dan Indonesia dapat memajukan kemitraan kedua kawasan tersebut. Hadir sebagai pembicara utama adalah Prof. Dinna Wisnu (pengajar Universitas Bina Nusantara, wakil RI pada AICHR/ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights periode 2016-2018).

Dari Italia, ada pula Valentina Muiesan (Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Republik Italia), Prof. Pietro Masina (Universitas of Naples ‘L’Orientale), dan Francesca Manenti (analis dari CeSI) dengan moderator Nicola Casarini (peneliti senior IAI). Isu-isu yang dibahas antara lain mengenai keamanan kawasan dan pemberantasan terorisme, kerja sama ekonomi dan pemanfaatan peluang yang ada di kedua kawasan, serta isu-isu sosial dan HAM.

Seminar dihadiri berbagai kalangan di antaranya korps diplomatik di Roma, akademisi, jurnalis, think tank, serta mahasiswa yang antusias mengikuti jalannya diskusi. (Relis/Abdi)

Read more
Menhan RI-AS Bahas Rencana Latihan Bersama Kopassus

Menhan RI-AS Bahas Rencana Latihan Bersama Kopassus

EkspresNews.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia (RI), Ryamizard Ryacudu, melakukan pertemuan bilateral dengan Menhan Amerika Serikat (AS), Patrick Shanahan. Salah satu yang dibahas keduanya, menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat program-program pelatihan bilateral.

“Masalah peningkatan pertahanan antara kedua negara. Bicara pertahanan, pertahanan itu tentu untuk menghadapi ancaman-ancaman yang ada,” ujar Ryamizard usai pertemuan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (30/5).

Selain membahas tentang terorisme dan radikalisme generasi ketiga, keduanya membahas soal rencana kembali berlatihnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bersama dengan AS. Rencananya, latihan bersama itu akan dilakukan dalam kurun waktu yang tidak akan lama lagi.

“Kemenhan sudah melakukan surat kongres agar Kopassus bisa latihan kembali dengan Amerika. Insyaallah tidak lama lagi. Ini adalah permintaan saya,” kata dia.

Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam keterangannya mengatakan, keduanya menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat program-program pelatihan bilateral yang kukuh dan sudah berjalan. Itu dilakukan guna meningkatkan kapasitas dan kemampuan interoperabilitas.

Kedua kementerian juga menekankan dukungan terhadap perluasan pelatihan antarkedua angkatan darat tahun depan. Dukungan tersebut dilakukan melalui normalisasi hubungan pasukan khusus angkatan darat mulai 2020 dengan Pelatihan Terpadu Bersama bersama Kopassus.

Kedua kementerian mengakui pentingnya normalisasi pelatihan Pasukan Khusus AS dengan Kopassus untuk membangun kepercayaan dan memperluas interoperabilitas kontraterorisme.

Mereka juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama untuk memerangi ancaman transnasional lintas laut, darat, udara, dan dunia maya. Guna mendukung upaya saling berbagi informasi secara lebih luas, kedua kementerian mendukung peluang untuk lebih meningkatkan pembagian informasi dan pertukaran pandangan mengenai analisis ancaman regional melalui ASEAN Our Eyes (AOE). (Robert)

Read more
Kapal Tenggelam di Budapest, 7 Meninggal, 21 Masih Hilang

Kapal Tenggelam di Budapest, 7 Meninggal, 21 Masih Hilang

EkspresNews.com – Tragedi kapal terbalik dan tenggelam di Danube, Budapest menjadi mimpi buruk bagi sekelompok turis Korea Selatan. Data terakhir mencatat tujuh dari mereka meninggal dunia dan 21 lainnya masih hilang akibat kejadian itu.

Itu berdasarkan catatan petugas Korea Selatan pada Kamis (30/5). Insiden kapal terbalik itu terjadi di perairan dekat gedung parlemen di jantung kota Hungaria. Kapal wisata yang biasa dinaiki turis untuk melihat-lihat kondisi sekitar ibu kota Budapest itu bertabrakan dengan kapal pesiar yang lebih besar.

Kebetulan Rabu (29/5) malam itu, sekitar pukul 21.15 waktu setempat, hujan turun deras. Tabrakan terjadi di kawasan populer sekitar Sungai Danube, di mana para penumpang bisa melihat pemandangan dari kota dan lampu gedung parlemen yang menerangi malam hari.

Setelah kecelakaan, kapal pun terbalik dan penumpangnya ‘morat-marit.’ Menurut data Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, ada 33 turis asal Korea Selatan di kapal itu, termasuk yang paling muda adalah anak perempuan berusia 6 tahun.

Kapal berukuran 26 meter bernama ‘Mermaid’ itu juga mengangkut dua kru asal Hungaria. “Layanan kami mencatat yang meninggal tujuh orang,” ujar juru bicara layanan darurat Hungaria, Pal Gyofri seperti dikutip dari AFP.

Ia melanjutkan, tujuh orang ditemukan selamat dan dibawa ke rumah sakit. Kondisinya stabil, namun mengalami hipotermia dan gejala syok. Suhu air saat kejadian memang terbilang sangat dingin, 10 hingga 15 derajat Celcius.

“Sebanyak 21 orang masih hilang,” juru bicara kepolisian Hungaria Kristol Gal menambahkan.

Sementara itu, Mihaly Toth yang merupakan juru bicara Panorama Deck, pemilik kapal ‘Mermaid,’ mengatakan bahwa kapalnya sudah biasa digunakan secara rutin melayani turis. Kapal itu juga tidak punya kerusakan atau kesalahan teknis.

“Perjalanan itu adalah sebuah perjalanan turistik yang rutin dilakukan,” kata dia.

“Kami tidak mengetahui bagaimana kecelakaan itu terjadi. Pihak berwenang sedang melakukan investigasi. Yang kami tahu, kapal tersebut tenggelam dengan cepat,” tambah dia.

Bagian dari kapal ‘Mermaid’ dilaporkan ditemukan di dasar sungai, setelah beberapa jam pencarian di dekat jembatan Margaret. Akibat dari kecelakaan itu, akses ke sungai itu telah dihadang oleh pihak yang berwenang.

Sementara itu, pencarian korban yang masih hilang terus dilakukan dengan bantuan penyelam. Namun pencarian dilaporkan sulit lantaran ada gelombang hujan deras yang datang sejak Mei. Permukaan air meningkat dan gelombang pun bergerak cepat. (AM)

Read more
Tol Sumatera Mulai Ramai Pemudik

Tol Sumatera Mulai Ramai Pemudik

EkspresNews.com – Jalan Tol Trans Sumatera dari Pelabuhan Bakauheni menuju Kota Bandarlampung, Terbanggi Besar, dan Palembang sudah mulai ramai dilalui pemudik pada Kamis, atau tujuh hari sebelum hari raya Lebaran 2019.

Berdasarkan pantauan di lokasi ruas tol Bandarlampung dan Terbanggi Besar, kebanyakan kendaraan pemudik yang melintas adalah berplat nomor B, D dan AD.

Dilansir dari Antara, kendaraan pemudik itu padat dengan penumpang dan syarat dengan bawaan barang.

Sementara itu di KM 82 Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar banyak pemudik yang beristirahat di rest area dan berswafoto dengan latar belakang Jalan Tol Trans Sumatera

Kecepatan kendaraan di Jalan Tol Sumatra rata-rata mencapai 100-130 km/jam dengan kondisi jalan lurus dan tidak padat, meskipun pemudik harus tetap berhati-hati dan berkendara dalam kecepatan aman.

Sementara itu arus mudik dari arah Palembang dan Terbangi Besar ke Pelabuhan Bakauheni tidak seramai yang dari Pelabuhan Bakauheni ke pulau Sumatera. (Arip/Abdul)

Read more