Buka-Bukaan Soal Kondisi Utang Indonesia

Buka-Bukaan Soal Kondisi Utang Indonesia

EkspresNews.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui banyak orang khawatir akan kondisi utang Indonesia. Sri Mulyani menjelaskan bagaimana sebenarnya kondisi utang Indonesia dan kenapa pemerintah harus berutang. Sri Mulyani mengatakan, pada 1998 Indonesia dihantam krisis ekonomi. Kemudian pada 2008 dan 2014 ekonomi global melemah. Indonesia butuh waktu 20 tahun untuk menangani dampak dari krisis tersebut.

“Namun, fokus pemerintah pada stabilitas ekonomi pasca-krisis menyisakan sebuah pekerjaan rumah yang sangat besar, yaitu pembangunan infrastruktur,” kata Sri Mulyani dalam video yang diunggah di akun Twitter resmi Kementerian Keuangan dikutip Minggu (30/7/2019).

Sri MulyaniKondisi infrastruktur di Indonesia kini jauh tertinggal. Dikhawatirkan, jika tidak segera mengejar ketertinggalan tersebut, Indonesia akan mengalami masalah yang lebih besar. Infrastruktur yang tertinggal berdampak pada biaya ekonomi yang tinggi, rentan inflasi, daya saing rendah dan ketimpangan ekonomi dan sosial. “Untuk mencegah hal tersebut, Indonesia butuh anggaran besar, salah satunya melalui pinjaman,” tuturnya.

Dijelaskan Sri Mulyani, pinjaman tersebut bersifat aman karena digunakan secara produktif untuk pembangunan infrastruktur. Meski aman, pemerintah tetap mengelola utang tersebut dengan hati-hati, profesional, dan bijaksana. Dijelaskan Sri Mulyani, ada tiga hal yang harus diketahui mengenai utang. Pertama, rasio utang Indonesia saat ini 27,7 persen dari PDB dan defisit anggaran berada di kisaran 2,5 persen. “Hal itu masih berada di bawah batas yang telah ditetapkan undang-undang,” tuturnya yang dilansir Liputan6.

Kedua, penggunaan dana utang yang produktif. Dana utang yang dulu diperuntukkan untuk subsidi energi, kini dialihfungsikan untuk mendanai pembangunan nasional. Dalam satu dekade terakhir dengan defisit fiskal 1,6 persen, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 5,6 persen, salah satu yang terbaik di dunia. Jumlah orang yang bekerja meningkat dari 112,76 juta menjadi 118,41 juta orang selama kurun 2013-2018.

Kemudian yang ketiga adalah risiko gagal bayar yang rendah. Sebagian besar utang Indonesia saat ini dalam bentuk rupiah dan dimiliki oleh investor domestik. “Sehingga aman dari pengaruh ekonomi global,” ia menambahkan. Sri Mulyani mengatakan, tiga lembaga pemeringkat kredit internasional menggolongkan Indonesia sebagai negara layak investasi. “Hal tersebut berarti Indonesia dianggap mempunyai kemampuan bayar yang tinggi dan risiko gagal bayar yang rendah,” tuturnya. (Les)

Read more
Dolar AS Melemah Tertekan Kuatnya Emas

Dolar AS Melemah Tertekan Kuatnya Emas

EkspresNews.com – Kurs dolar AS diperdagangkan melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB). Pelemahan dolar terjadi di tengah kuatnya kenaikan harga emas dunia. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,55% menjadi 94,608 pada perdagangan akhir.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1563 dari USD1,1478 dan pound Inggris turun menjadi USD1,3049 dari USD1,3054 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik tipis menjadi USD0,7923 dari USD0,7797.

Dolar AS dibeli 112,00 yen Jepang, lebih rendah dari 112,63 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9540 franc Swiss dari 0,9622 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,2625 dolar Kanada dari 1,2690 dolar Kanada.

Di sisi lain, kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berhasil membukukan kenaikan lebih lanjut pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Naiknya harga emas didukung indeks dolar AS yang terjebak dalam tren penurunan. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus, naik USD8,2 atau 0,66%, menjadi menetap di USD1.241,90 per ounce. Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 16,9 sen atau 1,05%, menjadi ditutup pada USD16,268 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober tidak berubah pada USD930,30 per ounce.

(Okz)

Read more
Mandiri Sekuritas : IHSG Diprediksi Bergerak Sideways

Mandiri Sekuritas : IHSG Diprediksi Bergerak Sideways

EkspresNews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari kemarin ditutup tipis. Indeks turun 3 poin (-0,06 persen) ke 5.266. Pergerakan IHSG hari ini diestimasi akan bergerak relatif sideways dengan rentang perdagangan berada di 5.236 sampai dengan 5.300.

Mandiri SekuritasIndeks bursa AS pada ditutup terkoreksi. DJIA -0,30 persen, S&P500 -0,30 persen, dan Nasdaq -0,63 persen. Indeks saham di Eropa ditutup turun. Indeks FTSE di Inggris -1,46 persen, DAX di Jerman -0,31 persen, dan CAC di Prancis -0,46 persen. Dari Asia, indeks Nikkei di Jepang -0,48 persen, indeks Hang Seng di Hong Kong 0,54 persen, dan indeks SSE di Shanghai 0,17 persen.

Emas ditutup di US$ 1.212 per troy ounce atau 1,40 persen. Minyak mentah AS, WTI, ditutup di US$ 52,48 per barel atau 0,21 persen. Ada pun saham yang direkomendasikan oleh analis Mandiri Sekuritas adalah sebagai berikut:

BEST (BUY) Target Harga Rp. 310, Stop Loss Rp. 284. (Abdi)

Read more
IHSG Betah di Zona Merah, Trader Tunggu Saran Analis

IHSG Betah di Zona Merah, Trader Tunggu Saran Analis

EkspresNews.com – Minimnya insentif positif ditengah meningkatnya risiko pasar global diprediksi menekan kembali pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (18/1). Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menjelaskan, saham Wall Street tadi malam bergerak di teritori negatif. Lihat saja, DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 0,3 persen di 19.826,77 dan 2.267,89. “Pasar saham global lebih didominasi isu politik di AS dan Inggris terkait masa depan negara tersebut pasca pelantikan Trump akhir pekan ini dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa,” ungkap David dalam risetnya, dikutip Rabu (18/1) dari laman CNNIndonesia.

Kondisi yang sama terjadi pada perdagangan dalam negeri yang kembali ditutup negatif. IHSG tercatat terkoreksi tipis 3,073 poin (0,06 persen) di 5.266 kemarin. Menurut David, pasar terlihat kurang bergairah menunggu pidato perdana Donald. David memprediksi pergerakan IHSG masih sama seperti kemarin, di mana IHSG bergerak bervariasi dengan sentimen eksternal yang lebih mendominasi. Menurutnya, IHSG akan bergerak dalam rentang support 5.250 dan resisten 5.300.

Di lain sisi, analis senior Binaartha Securities Reza Priyambada memprediksi IHSG berpeluang menguat imbas dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan kemarin. Selain itu, adanya peningkatan rating JP Morgan mengenai saham Indonesia menjadi neutral dari sebelumnya underweight juga menjadi sentimen positif bagi pasar modal.

Ia memprediksi IHSG dapat bergerak dalam rentang support 5.251-5.259 dan resisten 5.280-5.294. Namun, Reza tetap mengingatkan agar pelaku pasar tetap mencermati pergerakan saham dan sentimen yang ada, untuk mengantisipasi jika adanya pelemahan lanjutan.

Trader yang ditemui EkspresNews di kawasan Kuningan, Jakarta, mengatakan akan menunggu analis saham untuk hari ini. Pasalnya, menurut dia, trend zona merah IHSG akan memengaruhi geliat para pemain saham. “Kalau saya sendiri akan menunggu obrolan grup di telegram (aplikasi pesan instan), kalau nanti hasil analisisnya keluar, baru ada keputusan SELL atau HOLD,” ujarnya.

(Ares)

Read more
Pekan Kedua di Tahun 2017, IHSG Rawan Terjadi Koreksi

Pekan Kedua di Tahun 2017, IHSG Rawan Terjadi Koreksi

EkspresNews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari akhir pekan kemarin ditutup naik. Indeks naik 21 poin (0,46%) ke 5.325. Dalam beberapa hari ke depan IHSG akan mencoba menguji resistance yang terjadi akibat gap di area 5.380-5.414. Namun jika dilihat dari jangka pendek IHSG berada dalam kondisi overbought dan sangat rawan untuk terjadinya koreksi.

Kenaikan yang terjadi dalam empat hari terakhir tidak disertai dengan volume yang signifikan dan cenderung di bawah rata-rata.  Pergerakan IHSG hari ini kami estimasi dengan rentang perdagangan berada di 5.300 sampai dengan 5.380.

Global Market

Indeks bursa AS pada ditutup menguat. DJIA 0,32%, S&P500 0,32% dan Nasdaq 0,60%. Indeks saham di Eropa ditutup menguat. Indeks FTSE di Inggris 0,20%, DAX di Jerman 0,12% dan CAC di Perancis 0,19%. Dari Asia, indeks Nikkei di Jepang -0,20%, indeks Hang Seng di Hong Kong 0,21% dan indeks SSE di Shanghai -0,35%. Emas ditutup di US$ 1.173 per troy ounce atau -0,64%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 53,99 per barel atau 0,43%.

Stock Pick
Saham Rekomendasi

LPPF (buy) Target Harga : Rp. 16.800

BBTN (buy) Target Harga : Rp. 1.850

BRPT (buy) Target Harga : Rp. 1.745

BBCA (sell) Target Harga : Rp. 15.000

(Abdi)

Read more