Usai Pertamax, Pemerintah Naikkan Harga Pertalite

Usai Pertamax, Pemerintah Naikkan Harga Pertalite

EkspresNews.com – PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis pertalite sebesar Rp200 per liter. Kenaikan BBM beroktan 90 itu berlaku mulai sejak hari Sabtu (24/3). Sebelumnya, pada 20 Januari lalu, perseroan telah menaikkan harga Pertalite sebesar Rp100 per liter. Artinya, kenaikan pertalite telah mencapai Rp300 per liter.

Mengutip situs resmi perseroan, Sabtu (24/3), kenaikan harga pertalite terjadi merata di seluruh wilayah pemasaran di Indonesia.

Kendati demikian, harga pertalite di Daerah Istimewa Aceh naik dari Rp7.800 per liter menjadi Rp8.000 per liter. Di DKI Jakarta, harga pertalite ditetapkan sebesar Rp7.800 per liter dari sebelumnya Rp7.600 per liter. Di Papua, pertalite kini dibanderol Rp8.000 per liter dari Rp7.800 per liter.

Mengutip laman resmi persero Pertamina, Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan kenaikan harga pertalite dipicu oleh tren menanjaknya harga minyak dunia yang saat ini telah berada di atas US$60 per barel. Sebagai pembanding, tahun lalu, rata-rata harga minyak dunia masih di bawah US$60 per barel.

Adiatma mengatakan perseroan telah melakukan evaluasi harga BBM secara berkala. Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014, pertalite termasuk kategori Bahan Bakar Umum (BBU) yang bisa disesuaikan harganya oleh perseroan tanpa persetujuan pemerintah. Artinya telah terjadi koreksi/penyesuaian terhadap bahan bakar jenis Pertalite tersebut.

Namun, perseroan tidak khawatir kenaikan harga pertalite bakal membuat masyarakat beralih ke BBM jenis premium di mana untuk wilayah di luar Jawa-Madura-Bali pemerintah menetapkan harganya hanya Rp6.450 per liter.

Pasalnya, masyarakat sekarang sudah banyak yang beralih ke BBM yang memiliki oktan tinggi dengan menjaga performa mesin kendaraan. (Abdi)

Read more
Beras Bersertifikasi Sumbar Akan Beredar di Riau

Beras Bersertifikasi Sumbar Akan Beredar di Riau

Beras

EkspresNews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) tengah menyiapkan kerangka kerjasama dengan Pemerintah Kota Batam di bidang pangan yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Untuk tahap awal, komoditi beras yang setiap tahunnya surplus di Sumbar akan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumbar Heri Nofiardi mengatakan, untuk menindaklanjuti kerja sama Pemprov Sumbar dengan Pemerintah kota Batam, Sumbar akan mengirim beras. Karena, setiap tahunnya di Sumbar, produksi beras terus meningkat.

“Beras menjadi salah satu komoditas pangan  dari Sumbar yang disiapkan. Ini sebagai bahagian dari kerjasama yang sedang kita rancang dengan Pemerintah Batam. Untuk berasnya nanti adalah beras yang dihasilkan kelompok tani di Sumbar. Namun terlebih dahulu dilakukan diseleksi dan disertifikasi Dinas Ketahanan Pangan Sumbar,” sebut Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumbar Heri Nofiardi, Rabu (7/3) lalu.

Terkait dijadikan beras untuk prioritas bahan pangan dari Sumbar yang akan didistribusikan ke Batam, Heri Nofiardi menyebutkan hal ini disebabkan produksi beras di Sumbar yang selalu surplus setiap tahunnya. Dengan adanya kerjasama tersebut, diharapkan akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di Sumbar. Selain itu juga berfungsi untuk menjaga kestabilan inflasi akibat gejolak harga pangan, khususnya beras.

“Tahun 2017, produksi padi Sumbar mencapai 2,7 Juta Ton. Ketersedian  beras 1,5 juta ton, sementara kebutuhan beras di Sumbar hanya 628 ribu ton. Jika dikalkulasikan sekitar 884 ribu kita surplus pada tahun lalu. Kondisi ini tentunya peluang besar bagi Sumbar agar kelebihan produksi beras tersebut dapat dipasarkan di daerah Batam nantinya,” jelasnya.

Ia menambahkan, tentunya beras  yang dijual ke Batam memiliki standarisasi. Tidak hanya soal harga, tapi juga mutu dan kualitasnya perlu diperhatikan. Hal ini menyikapi kerjasama yang akan dilakukan nanti, tidak hanya untuk komoditas beras tapi juga pangan lainnya.

“Untuk itu sertifikasi sangat perlu dilakukan agar jelas  standar dari beras yang didistribusikan dari Sumbar dibandingkan dengan daerah lainnya. Hal ini  agar tidak membuat kecewa pembeli di Batam, maka dilakukan sertifikasi beras oleh Dinas Ketahanan Pangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kerjasama dalam pengiriman komoditas pangan ke Batam merupakan bagian dari kerjasama di bidang pangan dan pariwisata yang dilakukan Pemprov Sumbar dengan Provinsi Kepulauan Riau yang penandatangan nota kesepemahaman (MoU) yang telah dilakukan di November 2017 lalu. “Kita upayakan dalam waktu dekat beras Sumbar segera didistribusikan. Bisa jadi nanti  PT Grafika Jaya Sumbar yang Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumbar yang menanganinya terkait penyaluran beras ke Batam tersebut,” pungkasnya. (Asra)

Read more
Stabilitas dan Likuiditas Industri Jasa Keuangan Februari Dalam Kondisi Terjaga

Stabilitas dan Likuiditas Industri Jasa Keuangan Februari Dalam Kondisi Terjaga

880_ojk

EkspresNews.com – Jakarta, 1 Maret 2018. Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan menilai stabilitas sektor jasa keuangan dan kondisi likuiditas di pasar keuangan Indonesia dalam kondisi terjaga sejalan dengan perkembangan ekonomi global dan nasional.

Perbaikan ekonomi global semakin solid dan merata. Hal ini ditunjukkan kinerja perekonomian Amerika Serikat (AS), Eropa, Jepang dan Tiongkok yang meningkat. Perkembangan perekonomian AS yang positif ditunjukkan oleh peningkatan inflasi, upah yang meningkat dan terjaga rendahnya tingkat pengangguran.

Reformasi pajak Trump yang akan meningkatkan defisit fiskal dapat mendorong naiknya pertumbuhan ekonomi sekaligus tekanan inflasi. Hal ini telah mendorong naiknya ekpektasi pasar atas laju kenaikan Fed Fund Rate yang lebih cepat.

Di domestik, indikator makroekonomi bergerak solid. Inflasi Januari 2018 terpantau turun, kinerja eksternal naik sejalan dengan tren global, serta akumulasi cadangan devisa terpantau meningkat. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi Q4-2017 masih meningkat secara moderat dan perbaikan indikator sektor riil masih terbatas.




Di pasar keuangan domestik, meskipun terdapat net sell nonresiden sebesar Rp9,14 triliun di bulan Februari 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melanjutkan penguatan. Per 23/2 Februari IHSG secara ytm menguat tipis 0,2%. Sementara, yield SBN tenor jangka pendek, menengah dan panjang masing-masing naik sebesar 4 bps, 28 bps, dan 18 bps.

Hal ini didorong oleh net sell nonresiden di pasar SBN sebesar Rp13 triliun pada Februari 2018.
Sesuai dengan siklus awal tahun, kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan pada Januari 2018 masih berada pada level yang moderat. Kredit perbankan Januari 2018 tumbuh sebesar 7,40% yoy (Des’17: 8,24% yoy) dan piutang pembiayaan tumbuh sebesar 6,92% yoy (Des’17: 7,05% yoy).

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan tumbuh sebesar 8,36% yoy (Des’17: 9,35% yoy). Sementara, premi asuransi jiwa dan asuransi umum/reasuransi masing-masing tumbuh sebesar 44,78% yoy (Des’17: 33,43% yoy) dan 22,93% yoy (Des’17: 6.29%).

Sementara itu, hingga 27 Februari 2018 penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp22 triliun dengan jumlah emiten baru yang tercatat satu perusahaan.

Di tengah perkembangan intermediasi keuangan tersebut, risiko Lembaga Jasa Keuangan (risiko kredit, pasar, dan likuiditas) Januari 2018 berada pada level yang manageable. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross perbankan tercatat sebesar 2,86% (Des’17: 2,59%) dan rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan tercatat 2,95% (Des’17: 2,96%).

Ke depan, OJK akan terus memantau dinamika perekonomian global dan dampaknya terhadap likuiditas pasar keuangan dan kinerja sektor jasa keuangan nasional, khususnya laju kenaikan Fed Fund Rate dan tren kenaikan suku bunga di pasar keuangan global. (Rel/OJK)

Read more
Outlook Ekonomi dan Klinik Investasi bersama Mandiri Sekuritas

Outlook Ekonomi dan Klinik Investasi bersama Mandiri Sekuritas

DSC_0711 - Copy

EkspresNews.com – Investor Gathering Market Update dan outlook 2018 yang digelar oleh Mandiri Sekuritas bersama Bursa Efek Indonesia kantor Perwakilan Padang di Hotel Grand Zuri, Padang, Rabu (14/2/2018). Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan informasi kepada nasabah terkait kondisi oulook ekonomi Indonesia di tahun 2018 dan bagaimana cara menghadapi tantangan di tahun ini.

Adrianda Anwar mengungkapkan, pasar modal Indonesia dalam perjalanannya telah mengalami banyak perubahan dan pertumbuhan. “Kontribusi pasar modal terhadap perekonomian nasional juga tidak sedikit,” kata alumni Magister Manajemen Universitas Andalas ini.




Pasar modal, menurut Adrianda, memberikan efek bergulir (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian, seperti meningkatkan penerimaan pajak dari emiten saham maupun emiten obligasi, mendorong pertumbuhan dan peningkatan ekspansi bisnis perusahaan, baik secara organik maupun nonorganik.

Wahyu Tjahjono dari Mandiri Sekuritas Jakarta sebagai pembicara, menyampaikan paparan terkait peluang investasi di tahun 2018. “Ada beberapa emiten yang tidak terganggu karena pergerakan asing, seperti unilever,” ujar Wahyu dihadapan puluhan investor yang hadir.

Menurutnya, peluang meningkatkan indeks masih terbuka lebar walaupun harus diwaspadai dengan meningkatnya suhu politik dalam negeri. “Sektor yang layak diperhatikan adalah sektor finansial, sektor konstruksi, dan sektor konsumsi tadi seperti Unilever,” tuturnya.

Sedangkan, Kepala Cabang Bursa Efek Indonesia Perwakilan Early Saputra memaparkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini. “Ini menjadi acuan dalam perhitungan saham sehingga investor perlu memerhatikan kondisi ekonomi saat ini,” ujar Early Syahputra dalam pemaparannya.

Dikatakannya, ada beberapa paket kebijakan dalam ekonomi yang dapat menjadi gambaran dalam mengambil keputusan. “Tahun 1998 rupiah melemah 190 persen, 2008 masih lemah juga. Trus soal inflasi, dan sekarang sudah cukup baik diangka 3 persen. Namun kita tidak tahu pasti, akan tetapi ada sinyal positif,” paparnya.

(Red)

Read more
Smart Grid PLTS Pertama di Billa Cenge Kab. Sumba Bàrat Daya NTT Diresmikan

Smart Grid PLTS Pertama di Billa Cenge Kab. Sumba Bàrat Daya NTT Diresmikan

oleh : Erasmus Nagi Noi (Wartawan Madya)

PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan penandatanganan perjanjian kesepakatan bersama yaitu Pengembangan Teknologi Smart Micro Grid dan Pengkajian Penerapan Teknologi Energy Management System pertama dari Kyudenko Jepang, pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Billa Cenge, Kabupaten Sumba Barat Daya Provisi Nusa Tengga Timur, Selasa (19/12).

EkspresNews.com – “Smart micro grid controller ini sebagai aplikasi technology PLTS pertama yang diaplikasikan ke dalam system grid di NTT dan keberadaannya penting untuk mengintegrasikan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) agar tetap stabil dan aman,” kata General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NTT Christyono kepada EkspresNews.




Lanjutnya, keberhasilan aplikasi energy storage management tersebut nantinya dapat meningkatkan kesempatan kepada pengembangan sistem EBT pada skala yang lebih besar di sistem kelistrikan Pulau Sumba.

IMG-20171220-WA0001“Harapan saya teknologi yang diterapkan PLTS di desa Billa Cenge ini dapat memberikan benchmark dalam pemanfaatan dan pengembangan EBT sebagai sumber energy yang melimpah dan ramah lingkungan dalam menjamin ketersediaan listrik kepada masyarakat di Sumba secara berkecukupan, handal, terjangkau dan berkelanjutan dan pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumba,” harap Chris.

Sementara itu Wakil Bupati Sumba Barat Daya Drs. Ndara Tanggu Kaha mengatakan, bangga dan bersyukur atas capaian ini. “Kami bangga dan bersyukur bahwa kabupaten Sumba Barat Daya terpilih menjadi daerah pertama di Indonesia yang melakukan  pengembangan PLTS Smart Grid, Semoga keberadaannya dapat memenuhi kebutuhan listrik disini,” ungkap Drs. Ndara Tanggu Kaha.

Ndara juga mengimbau masyarakat untuk merawatnya. “Saya juga ajak masyarakat untuk menjaga dan merawat PLTS Smart Grid dengan baik dan terima kasih untuk Kyudenko dan BPPT serta PLN atas perhatiannya untuk kabupaten Sumba Barat daya,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut dari pihak BPPT Dr. Unggul Priyantouga menyampaikan terima kasih atas dibangunnya kerjasama yang baik untuk memenuhi kebutuhan listrik yang memadai. “Saya atas nama Pemerintah Indonesia mengucapkan terima kasih atas kerjasama dengan Kyudenko dengan terciptanya inovasi pada sistem di PLTS untuk memenuhi kebutuhan listrik,” ucap Unggul.

IMG-20171220-WA0000Pada kesempatan tersebut PLN juga memberikan bantuan dengan Program PLN Peduli dengan Dana Bina Lingkungan yaitu: penyambungan listrik gratis ke 250 calon pelanggan yang tidak mampu dengan total Rp 375.000.000,-  dan upaya ini dilakukan PLN untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Sumba.

Wujud kerja nyata PLN untuk melistriki wilayah di Pulau Sumba yang terkenal dengan Iconic Island (atau bebas asap) dilakukan untuk melayani masyarakat, antara lain dengan perluasan jaringan listrik, memberikan pra-elektrifikasi bagi masyarakat yang tinggalnya tersebar dan jaraknya jauh dari jaringan listrik PLN. (HUMAS PLN WIL.NTT)

Read more