Lapas Narkotika Sawahlunto Pasarkan Bantal Dan Kasur Karya Napi

0

EkspresNews.com – Bantal-bantal berbahan katun dan kasur-kasur empuk berbahan beludru, busa dan silikon dalam bungkusan plastik yang rapi, bertumpuk memenuhi salah satu ruangan di dalam Lapas Narkotika kelas III Kota Sawahlunto. Bantal dan kasur ini bukan fasilitas khusus bagi napi berduit, tapi hasil karya beberapa narapidana kreatif yang tetap berkarya positif dari balik tembok penjara.

Tak terhitung lagi berapa jumlah bantal dan kasur yang sudah diproduksi dan dipasarkan Budi Satria dan rekannya selama menjalani masa hukuman di Lapas Sawahlunto. Bahkan ia tak pelit menularkan keterampilannya kepada narapidana lain yang ingin belajar.

Budi mengungkapkan, jalannya usaha produksi bantal kasur ini tak lepas dari kebijaksanaan Kepala Lapas Narkotika Sawahlunto yang tidak hanya memberinya kesempatan berkarya tapi juga mendukung permodalan usahanya melalui Koperasi Karyawan Lapas Narkotika Sawahlunto.

Bahkan ia bersyukur, berbagai peralatan seperti mesin jahit dan alat pengurai busa yang merupakan sarana pokok usaha ini disediakan oleh pihak Lapas.

Awalnya bantal-bantal dan kasur produksi Budi hanya dibeli oleh penghuni Lapas Narkotika untuk alas tidur di dalam sel. Dengan bantuan Koperasi, produknya kini telah dipasarkan ke toko-toko di luar Lapas bahkan telah merambah pasar Sumatera Barat seperti Sawahlunto, Solok dan Batusangkar.

Nasir S.Sos, MH Kepala Lapas Narkoba kelas III Sawahlunto didampingi Hendrizal Kasubsi pembinaan Lapas mengatakan pihaknya sangat mendukung kreatifitas positif warga binaan. Bahkan untuk warga binaan yang mampu produktif dan menghasilkan seperti Budi Satria dan rekan-rekannya ia membuatkan rekening tabungan.

Di rekening itu tercatat dengan jelas semua hasil penjualan. Ia berharap rekening ini menjadi tabungan yang akan bermanfaat bagi Budi dan rekannya untuk menjadi modal usaha ketika mereka kembali ke masyarakat.

Ia juga membuka kesempatan kepada siapa saja untuk bekerjasama dengan Koperasi Karyawan Lapas dalam memasarkan produk-produk karya warga binaan.

Budi Satria, meski pernah tertangkap tangan sebagai kurir narkoba, namun pria berusia 30 tahunan ini mengaku tidak pernah mencicipi apalagi mengkonsumsi narkoba, bahkan ia tidak pernah minum alkohol ataupun merokok.

Bapak dari 2 anak ini mengaku menyesali kebodohannya yang pernah tergoda dengan iming-iming jasa titipan barang haram, namun tidak memikirkan resiko yang membawanya terbelenggu hukum pidana kurungan yang cukup lama yakni 9 tahun, karena tertangkap membawa titipan barang haram.

Di tengan nasib sial yang menimpanya, ia tetap bersyukur, karena sejak terkurung di Lapas Narkotika Sawahlunto ini ia diperlakukan dengan baik. Bahkan Tuhanpun memberinya jalan untuk tetap bisa berusaha mencari penghasilan halal demi kedua buah hati yang dicintainya.(Ab1)

Comments

comments

About author