Diduga Kekurangan Asupan Oksigen , Dua Pekerja Tambang Meninggal Dunia

0

EkspresNews.com – Dua pekerja tambang CV.BMK IS (36 th) dan TS (34 th) menghembuskan nafas terakhir di RSUD Sawahlunto setelah didalam lobang tambang bawah tanah setelah diduga terjadi kelebihan gas CO2 Jumat (24/01) di Area Tambang Perambahan Kecamatan Talawi .
Musibah ini terjadi tepatnya di lobang tambang 35 milik CV.BMK dngan kedalaman lobang 70 meter korban 2 orang korban meninggal dan 1 orang berhasil selamat. Korban meninggal Is (36 th) dari dusun karang anyar , dan Tian Setiawan (34 th) desa salak. Kedua korban telah dikebumikan malam pada hari kejadian .


Jhon Reflita Pimpinan CV. BMK kepada ekspresnews.com saat klarifikasi bersama awak media di kediamannya di Talawi ( 25/01) mengungkapkan kejadian ini adalah musibah tambang personal.
“Jadi bukan ledakan tambang seperti yang banyak beredar ditengah masyarakat,” Jhon memaparkan.
Dia juga nenjelaskan Tambangnya secara umum memiliki karyawan sebanyak 441 orang tergabung karyawan lepas 318 orang dan tetap 123 orang.
Sekali lagi Jhon Reflita menegaskan kejadian ini bukan Ledakan , tapi kelebihan CO2 yang nengambang dan Kurangnya asupan O2. Namun karena ini sudah dipihak aparat , untuk menghindari miss informasi Jhon reflita tidak bisa menyampaikan kronologi kejadian, berhubung saat bersamaan dia sendiri tidak berada ditempat kejadian.
” Jadi nanti saja , bersama sama pihak keamanan yang saat inipun tengah melakukan olah kejadian dilokasi, jadi tidak ada yang ditutup tutupi “, ujar Jhon kepada media.
Bercerita perusahaan , jhon mengatakan rata rata karyawan adalah warga kota sawahlunto hampir mencapai 80 persen .
Untuk SDM anggota sendiri, BMK selalu membekali karyawan tetap dengan pelatihan yang standart untuk kebutuhan tambang, diantaranya Pengawas tambang, Resque dan pelatihan terkait SOP dan keamanan dipertambangan.
Optimalkan keselamatan Tambang , BMK sudah melengkapi diri dengan Ambulan pribadi , klinik , Mesjid dan setiap karyawan dipastikan telah tergabung dengan BPJS .Dengan Rata rata BPJS karyawan 60 % biaya ditanggung perusahaan ( CV. BMK ) .
Ditengah kesulitan lapangan kerja maka sebuah keniscayaan kalau perusahaan ini ditutup, seperti yang pernah dicoba sebelumnya selama 2 minggu.
” Desa dan warga pekerja kembali nendesak untuk aktif kembali , dan ini menyangkut hajat hidup “, papar Jhon lagi.
Unuk itu sudah berulang kali dihimbau kepada karyawan untuk lebih meningkatkan keamanan kerja dan tidak meninggalkan ibadah khususnya jumat , bahkan dengan motivasi pemberian Sarung Gratis hingga makan siang bersama pada setiap jumat.
ini sebagai bentuk pendekatan diri pekerja kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Terkait korban , Jhon Reflita sendiri mengatakan , BMK biasanya memberikan santunan moril dan materil dan itu Kewajiban , Kata Jhon Lagi. ( Ab1)

Comments

comments

About author