Tanpa Ngantor, Konsep Kerja Baru Era Milenial

Tanpa Ngantor, Konsep Kerja Baru Era Milenial

EkspresNews.com – Seiring perkembangan zaman berbagai macam hal berubah, berbagai hal yang baru bermunculan. Konsep-konsep yang sudah ada bertahun lamanya pun banyak yang ikut berubah.

Konsep ‘ngantor’ salah satunya, kalau dulu orang bekerja harus ke kantor, bertemu bos, kepala bagian, teman satu divisi, hingga office boy. Kini, konsep ngantor tanpa kantor muncul, kerja di manapun dan kapanpun yang penting daftar panjang pekerjaan bisa selesai.

Chairman Asosiasi Praktisi dan Profesional SDM Future HR, Audi Lumbantoruan mengatakan kini memang banyak perusahaan yang sistem kerjanya mengarah ke bekerja tanpa kantor. Terlebih lagi dengan kemajuan teknologi, yang memudahkan segala macam laporan kerja. Dia memaparkan, fleksiblitas menjadi alasan utama konsep ini menjadi tren.

“Arahnya memang pelan-pelan ke sana (kerja tanpa kantor), teknologi makin canggih ya, kita manusia akan fokus untuk kerjanya yang berinteraksi, kalau dilihat dari mata perusahaan itu pada prinsipnya ada tren mengarah pada flexible workplace, artinya fleksibel untuk tempat bekerja, banyak perusahaan besar maupun kecil itu sudah mengarah ke sana,” kata Audi yang dilansir Detik beberapa waktu lalu.

Audi menjelaskan berbagai kondisi membuat hal ini terjadi, salah satunya adalah kurang efektifnya datang ke kantor, misalnya karena makan banyak waktu di jalan. Terlebih lagi di Jakarta misalnya, dia bercerita untuk ke kantor saja butuh berjam-jam, malah kata Audi, justru dengan fleksibilitas kerja yang tinggi bisa menggenjot produktivitas karyawan.

Si karyawan, kata Audi akan difokuskan untuk menggenjot hasil pekerjaannya. Daripada berfikir untuk ke kantor, karyawan diarahkan untuk bagaimana menyelesaikan pekerjaannya dengan efektif dan efisien bagaimanapun caranya.

“Karena seringkali, lihat kondisi Jakarta misalnya deh, kita sudah makan waktu berjam-jam untuk ke kantor doang kan, kemacetan segala macem lah. Beberapa perusahaan yang terapkan policy kerja dari rumah atau dari mana saja, dia menekankan kepada hasil pekerjaan, misalnya deliver sebagai laporan,” papar Audi.

“Jadi, tujuannya satu bukan untuk buat karyawan enak bekerja, bukan, tapi untuk tingkatkan produktivitas karyawan,” tegasnya.

Audi juga mengatakan, beberapa pekerjaan memang dari sifat alaminya kalau harus ke kantor jadi tidak efektif. Misalnya, bagian penjualan ataupun konsultan yang harus bertemu dengan banyak orang, akan sangat repot kalau mesti bolak-balik kantor kata Audi.

“By nature sifat pekerjaannya juga bertemu banyak orang, misalnya di area, kayak orang sales atau konsultan, mereka kan kerjanya sering ketemu dengan klien, kalau pulang balik ke kantor kan repot banget gitu,” ungkap Audi.

Perencana Keuangan Aidil Akbar juga mengatakan kalau bekerja tanpa kantor akan marak dilakukan banyak perusahaan, menurutnya fungsi kantor di tengah kemajuan teknologi sudah luntur. Kantor hanya tempat bertemu sedangkan orang di dalamnya sibuk kerja sendiri-sendiri, kalau sudah begitu menurut Aidil buat apa lagi berkantor.

“Intinya ya dia kan kerja sendiri kan, zaman sekarang kan kantor cuma tempat bertemu aja, tapi orang kalau udah di depan laptopnya masing-masing kan mereka udah nggak berinteraksi kan kerja sendiri-sendiri, malah sebelah-sebelahan aja ngobrolnya pakai chat sekarang,” ungkap Aidil.

“Lalu kalau udah gitu apa lagi fungsi kantor,” tegasnya. (Red)

Read more