1.500 Majelis Taklim Antusias Dengarkan Kuliah Singkat Kapolres Solsel

1.500 Majelis Taklim Antusias Dengarkan Kuliah Singkat Kapolres Solsel

EkspresNews.com – Kapolres solok selatan AKBP Imam Yulisdianto dan jajaran melaksanakan wirid gabungan bersama 1500 anggota Badan Kontak Majelis Taklim ( BKMT ) Se Kab. Solok Selatan dalam rangka Halal Bihalal bertempat di Mesjid Raya Pakan Rabaa Nagari Pakan Rabaa Kec Koto Parik Gadang Diateh, Minggu (28/07/19) dengan menghadirkan Penceramah kondang daerah Buya Arizal. S.Ag.

Pada kesempatan itu, Imam mempersilahkan kepada jamaah BKMT untuk memberikan kritikan, masukan dan juga saran terhadap kinerja aparat institusi yang ia pimpin di wilayah hukum polres Solok Selatan Polda Sumatera Barat itu.

Imam juga memyampaikan pesan agar masyarakat hendaknya dapat saling bekerjasama dalam menjaga Kamtibmas di lingkungan masing-masing. Lanjutnya, kalau ada terjadi masalah Kamtibmas di tengah masyarakat jangan segan-segan melapor ke petugas kepolisian.

“Apabila ada permasalahan segera dilaporkan kepada kami. Kami siap membantu dalam mengamankan lingkungan,”kata Kapolres menegaskan

Sebelumnya, kata Imam, Polres Solok Selatan telah berhasil mengungkap empat kasus Narkoba, pencurian ternak, pencurian buah sawit dan curanmor. Kemudian di kesempatan itu Kapolres juga mengungkapkan rasa bangga, salut dan sekaligus optimisnya atas keberhasilan dan telah dilantiknya salah satu putra solok selatan sebagai lulusan Akpol terbaik oleh Presiden Jokowi pada 16 Juli kemaren atas nama Muhammad Idris, yang lahir dari keluarga petani. Semoga keberhasilan Idris tersebut juga menginspirasi kita untuk terus bergiat dan memberikan manfaat.

Kegiatan BKMT bulanan tersebut turut dihadiri Kabag Kesra Pemkab Solsel Zuardi, ketua BKMT Kabupaten Solsel Asari Katik Majo Alam, Ninik Mamak Pemuka adat dan bundo kanduang. (Zaki)

Read more
Komisi IX Imbau Jemaah Haji Jaga Kesehatan

Komisi IX Imbau Jemaah Haji Jaga Kesehatan

EkspresNews.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ermalena menyampaikan imbauan kepada para jemaah haji agar selalu menjaga kesehatan dan menjaga pola makan dan aktifitas. Karena, ibadah haji merupakan ibadah fisik sehingga tidak bisa maksimal apabila jemaah tidak memiliki kondisi kesehatan prima. Terlebih lagi kondisi cuaca di Tanah Suci sangat panas, tentu sangat berbeda dengan cuaca yang ada di Tanah Air, ini perlu menjadi perhatian para jemaah.  

“Sekarang temperataur tinggi sekali, jaga kesehatan, minum walau tidak haus, batasi kegiatan-kegitan di luar maktab, agar tidak langsung kena sinar matahari, yang sekarang katanya bisa mencapai 50 derajat celsius,” papar Ermalena saat ditemui sebelum Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (25/7/2019). 

Dalam upaya menjamin kesehatan para jemaah haji, Komisi IX telah melakukan pengawasan di embarkasi haji. “Komisi IX juga sudah melakukan pengawasan di embarkasi haji. Sejak menjadi calon jemaah haji itu juga sudah dilakukan pembinaan. Ada pembatalan karena sakit, tapi itu pun jumlahnya sedikit,” ungkap Ermalena. 

Untuk mengefektifkan pembinaan kesehatan kepada para jemaah haji, para tenaga kesehatan yang bertugas juga telah disesuaikan dengan kelompok-kelompok per daerah. Pengelompokan jemaah juga dilakukan per sektor, di setiap sektor ada petugas kesehatan, dokter dan perawat yang juga merujuk ke rumah sakit haji yang ada di Saudi.  

“Di Saudi juga dilakukan berdasarkan daerah, jadi Riau mengelompok, Kalimantan mengelompok, Sulawesi mengelompok, ini mempermudahkan, karena bahasnya sama. Kemudian kalau dokter ditugaskan di sana komunikasinya jalan. Tapi kalau tempat dan orang yang bertugas berbeda, ini yang tidak jalan pola komunikasinya,” jelas Ermalena. 

Berkaitan dengan upaya Kementerian Kesehatan yang menyosialisasikan dakwah kesehatan haji juga mendapat apresiasi Komisi IX DPR RI. Dakwah kesehatan haji diperlukan guna mendapat pemahaman pentingnya kesehatan dalam ibadah haji. Dakwah kesehatan haji terkait pentingnya jemaah menjaga kesehatan masing-masing. dengan begitu rangkaian ibdah haji bisa dilaksanakan dengan sempurna. 

Ermalena menyarankan kepada para jemaah yang masuk kategori resiko tinggi (risti) perlu memperhatikan saran dan arahan tenaga kesehatan. Jemaah yang dinyakatan sehat dan siap diberangkatkan tetap harus menjaga kesehatan masing-masing selama berada di tanah suci. Hal yang bisa dilakukan adalah mencegah dehidrasi, menghindari tempat tinggi, membatasi aktifitas di luar ruangan, dan memperhatikan makanan dan minuman. (Eko/Es)

Read more