Pesona Cantik Tuapeijat Bidikan Nobel Si Putra Manai

Pesona Cantik Tuapeijat Bidikan Nobel Si Putra Manai

EkspresNews.com – Pesona cantik nan menawan tersimpan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Tuapeijat yang masih menjadi tujuan utama turis mancanegara. Bukan hanya deburan ombak di tepi pantai dan pantulan cermina keindahan laut saja, tetapi budaya. Budaya Mentawai yang masih dilestarikan. Berikut potret keindahan Mentawai yang dibidik oleh Wartawan Indonesia Raya (Afilitasi EkspresNews) yang juga merupakan keluarga besar PT Indo Raya Ekspres di Mentawai, Nobel si Putra Manai.

Read more
Permintaan Rumah Subsidi KemenPUPR Bertambah

Permintaan Rumah Subsidi KemenPUPR Bertambah

EkspresNews.com – Pemerintah telah menetapkan batasan harga jual rumah sejahtera tapak paling tinggi (maksimal) yang diperoleh melalui kredit/pembiayaan pemilikan rumah bersubsidi untuk tahun 2019 dan 2020 melalui Keputusan Menteri (Kepmen) PUPR Nomor 535/KPTS/M/2019. Penetapan harga jual rumah subsidi berdasarkan wilayah agar daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap terjangkau.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan batas harga jual rumah subsidi yang telah ditetapkan tidak mempengaruhi permintaan akan rumah subsidi dari masyarakat maupun pengembang perumahan, bahkan permintaan pembangunan rumah subsidi melalui program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) terus bertambah.

“Memang dari penetapan harga jual rumah subsidi terdapat kenaikan kira-kira Rp 10 juta, namun harga rumah bersubsidi naik terakhir 5 tahun lalu, sehingga ini penyesuaian. Meski demikian kemarin BTN, REI dan Apersi saat datang ke kami justru meminta tambahan anggaran FLPP yang disediakan Kementerian Keuangan. Berarti permintaan untuk rumah subsidi bertambah, artinya positif, ” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Hingga 11 Juli 2019, pemerintah melalui telah menyalurkan dana FLPP bagi sebanyak 47.077 unit dari target 68.858 unit dengan anggaran yang disediakan Rp 4,52 triliun.

Menurut Menteri Basuki, penetapan harga rumah subsidi menyesuaikan dengan kondisi terkini pada setiap wilayah, diantaranya disesuaikan dengan faktor harga tanah, kenaikan harga bahan bangunan, termasuk juga upah pekerja.

Kepmen PUPR tersebut dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo di Ungaran, Semarang pada 29 April 2015. Melalui program ini diharapkan dapat memperkecil backlog penghunian perumahan di Indonesia yang pada tahun 2015 mencapai 7,6 juta unit menjadi 5,4 juta unit pada tahun 2019.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, untuk mencapai target tersebut telah dilakukan terobosan dengan menggandeng komunitas, salah satunya adalah perumahan Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) di Kampung Sampora, Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut yang pembangunannya telah dimulai tahun 2018 dan perajin rokok di Kudus sebanyak 3.500 unit.

Hingga 1 Juli 2019 telah dibangun sebanyak 601.205 unit rumah dalam Program Satu Juta Rumah. Jumlah tersebut terbagi dalam 456.974 unit rumah MBR dan 144.231 unit rumah non MBR. “Dengan keterbatasan anggaran yang ada Program Sejuta rumah dilakukan dengan berbagai penguatan seluruh stake holder. Sejauh ini masih efektif bahu membahu membangun rumah untuk mengurangi Backlog,” tutur Khalawi.

Program Satu Juta Rumah merupakan kolaborasi antara para pemangku kepentingan di bidang perumahan mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Asosiasi Pengembang Perumahan, Perbankan, Perusahaan Swasta melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) dan masyarakat. Selain KPR FLPP, Kementerian PUPR dalam mempermudah kepemilikan rumah subsidi bagi MBR juga menerapkan program Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM). (Abdi)

Read more
Belanja Infrastruktur Harus Berkualitas dan Meningkatkan Perekonomian

Belanja Infrastruktur Harus Berkualitas dan Meningkatkan Perekonomian

EkspresNews.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan belanja infrastruktur di Kementerian PUPR harus berkualitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui investasi. Infrastruktur yang dibangun harus memberikan dampak ekonomi, yakni pemerataan hasil-hasil pembangunan, pertumbuhan kawasan, dan membuka lapangan pekerjaan di sektor konstruksi dan ikutannya.

Tugas Kementerian PUPR adalah membelanjakan uang negara secara akuntabel, transparan, efektif dan efisien. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus bisa memberi dampak terhadap perekonomian. Misalnya pembangunan jalan harus terkoneksi dengan kawasan industri, pelabuhan dan pariwisata.

“Selain itu, kini tugas tersebut bukan hanya membangun infrastruktur dengan menggunakan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN, namun juga memberikan layanan untuk kemudahan investasi bagi swasta dan badan usaha, “ kata Menteri Basuki dalam pengarahannya kepada ASN Kementerian PUPR pada acara Rapat Kerja dengan tema “Evaluasi Pelaksanaan 2019 & Persiapan Penganggaran 2020”, di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Menteri Basuki mengatakan pelaksanaan Raker juga menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Menteri Keuangan bahwa realisasi keuangan Kementerian PUPR berada dibawah rata-rata nasional yakni 40%, sementara realisasi keuangan Kementerian PUPR per tanggal 8 Juli 2019 adalah sebesar 26,18% dan realisasi fisik 27,36% dari total anggaran Rp 117,81 triliun.

“Kementerian Keuangan juga menyampaikan catatan bahwa Kementerian yang penyerapan tinggi lebih banyak pada belanja bantuan sosial. Bukan ingin membela diri, Kementerian PUPR mengalami reorganisasi, kemudian ada Pemilu, dan libur Hari Raya Idul Fitri, sehingga sebagian pekerjaan harus dihentikan. Dari hasil evaluasi Raker hari ini, prognosis kami bahwa realisasi keuangan akhir tahun 2019 adalah 92,75%,” kata Menteri Basuki.

Untuk mencapai target tersebut dilakukan, pelelangan ditargetkan sudah seluruhnya tuntas pada Juli 2019. Pada tahun ini, pelelangan barang dan jasa dilakukan oleh unit organisasi baru Kementerian PUPR yakni Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) yang dibentuk setiap provinsi.

BP2JK didukung sumber daya manusia yang independen dan proses bisnis lebih baik sehingga diharapkan proses dan hasil pengadaan barang dan jasa pemerintah di Kementerian PUPR lebih efektif, efisien, transparan, berkualitas dan akuntabel.

Dalam pembangunan infrastruktur, Menteri Basuki juga menyampaikan bahwa dirinya mengharapkan swasta dapat tumbuh lebih signifikan. Untuk itu Kementerian PUPR membatasi keterlibatan BUMN Karya untuk tidak menangani paket-paket pekerjaan dengan nilai dibawah Rp. 100 Miliar.

Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme
Dalam Raker yang dihadiri oleh 1.610 ASN Kementerian PUPR mulai dari Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Kepala Balai Besar/Balai, Kepala Satuan Kerja, Eselon III dan Eselon IV juga mengundang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Suhardi Alius yang menyampaikan mengenai resonansi kebangsaan dan bahaya serta pencegahan paham radikalisme dan terorisme.

Menteri Basuki mengatakan ASN Kementerian PUPR tidak hanya loyal kepada pemimpin dan institusi PUPR, tetapi yang pertama adalah loyalitas pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Tugas kita banyak, tidak ada waktu untuk bergunjing dan bersantai,” tegas Menteri Basuki pada jajarannya.

Sementara Suhardi mengatakan Kementerian PUPR berkomitmen mencegah penyebaran paham radikalisme di lingkungan PUPR. “Untuk pertama kalinya saya memberikan ceramah di Kementerian dengan jumlah peserta sebanyak ini. Ini kali kedua saya diundang Kementerian PUPR, sebelumnya dihadiri oleh CPNS Kementerian PUPR,” katanya.

Selama ini kami sudah banyak dibantu oleh Kementerian PUPR dalam rangka mengidentifikasi dan memberikan penanganan terorisme di hulu, terutama terkait pembangunan infrastrukturnya. “Pencegahan terorisme tidak hanya dilakukan secara hard power tetapi juga soft power,” ucap Suhardi.

Dalam pembangunan infrastruktur, Kementerian PUPR juga mendukung upaya pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme di Indonesia. Kementerian PUPR sebagai anggota tim pelaksana dan tim satuan tugas sinergisitas antar K/L telah melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait dengan pelaksanaan kegiatan sinergisitas antar K/L dalam rangka mendukung Program Penanggulangan Terorisme. (Abdi/Agung)

Read more
Dua Universitas KKN Di Nagari Ambuang Kapua

Dua Universitas KKN Di Nagari Ambuang Kapua

EkspresNews.com – Rabu,(3/7) Wali Nagari Ambuang Kapua melaksanakan wirid bulanan untuk meninggakatkan akhlakul kharimah, yang mana kegiatan bulanan ini dilaksanakan di Surau Kandang Gadang, lokasi wirid bulanan ini bergilir di 4 (empat Korong) di Ambuang Kapua. Pada kegiatan ini dihadiri oleh perangkat Nagari, Bhabin Kamtipmas, Ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, ketua karang taruna, Mahasiswa KKN IAIN, Mahasiswa KKN-PPM UNAND, dan masyarakat sekitar.

Kardimon selaku wali Nagari memberikan sambutannya dengan menceritakan sedikit sejarah pemekaran kenagarian ambuang kapua serta memperkenalkan mahasiswa-mahasiswi yang sedang KKN di Nagari Ambuang Kapua.

“Bisa dikatakan kenagarian kita ini baru seumur jagung, sehingga masih banyak hal yang perlu dibenahi, baik itu secara infrastruktur dan sarana prasana, Kami selaku pengurus dikenagarian ini akan berusaha semaksimal mungkin untuk melengkapinya secara berangsur-angsur,” ungkapnya.

Kardimon menambahkan di umur kenagarian Ambuang Kapua yang muda ini baru pertama kali menerima mahasiswa-mahasiswi KKN dari Dua Universitas sekaligus.

“Semoga dengan adanya mahasiswa dan mahasiswi KKN-PPM baik dari UNAND dan IAIN Bukittinggi dapat membantu perkembangan pontensi yang ada di Ambuang Kapua ini, baik itu secara ekonomi, kesehatan, kemakmuran masyarakat, serta di bidang Agama,” tambahnya.

Riski selaku perwakilan dari IAIN Bukittinggi mengucapkan terima kasih atas sambutan dari masyarakat Ambuang Kapua telah menerima Mahasiswa KKN dari IAIN Bukittinggi. “Jika ada masukan kami akan membantu semaksimal mungkin yang kami bisa demi membangun nagari ini lebih baik,” ujarnya.

Egi Aguslim selaku perwakilan mahasiswa KKN-PPM UNAND akan membantu secara optimal berdasarkan ilmu yang didapat pada saat perkuliahan berdasarkan jurusan masing-masing mahasiswa-mahasiswi KKN-PPM UNAND.

“Kami disini hanyalah pelajar mahasiwa yang sedang memcari ilmu serta berbagi informasi yang telah kami dapat di bangku perkuliahan, Semoga ilmu yang kami dapat disini akan sangat bermanfaat disaat kami menjadi masyarakat, dan informasinya yang kami berikan dapat memberi tambahan untuk kemajuan nagari ini,” ungkapnya.

Pada akhir acara para hadirin di suguhi siraman rohani dari Buya Muhammad Arif Dt Bandaro Sati dengan Tema ” Siapkah Kita Dengan Kematian”.

“Marilah sama-sama kembali jalan Allah karena 1 detik kedepan belum tentu kita masih diberi kenikmatan hidup, Karena Kematian tidak akan memandang Tahta, Usia, atau siap atau belumnya seseorang,” pesannya.

Buya menambahkan mari kita satukan kembali tujuan kita seperti tuah orang minang yaitu  “Tuah Sakato”  yang artinya ketika segala hal sudah sekata maka jadilah. “Jangan jadikan segala perbedaan menjadi perpecahan tapi jadikanlah perbedaan menjadi persatuan,” tambahnya. (Kukuh)

Read more
Jalan Lingkar Garase Terancam Ditutup

Jalan Lingkar Garase Terancam Ditutup

EkspresNews.com – Menyikapi keresahan masyarakat terhadap jalan lingkar garase PTBA yang hampir tiap malam dijambangi kaum muda mudi, Ketua LPM Kota Sawahlunto Hilman berjanji akan segera membicarakan persoalan ini dengan pihak terkait terutama Pemerintah Kota Sawahlunto dan PTBA Untuk Produksi Ombilin.

Ditemui saat santai di resto garase Pak Eko Rabu ( 10/9) bersama Praktisi masyarakat Andriska,Amd dan Tumpak Abdurrahman , ketuaLPM Kota Nurilman sendiri mengaku tidak menampik informasi yang berkembang dan meresahkan ini.

“Kami sudah dengar juga cerita dari banyak orang, termasuk kondisi Taman Silo itu kondisinya nyaris sama,” ujar Nurilman.

Padahal seyogyanya jalan yang pengerjaannya putus ditengah jalan berakibat menjadi jalan buntu yang akhirnya luput dari keseharian warga sekitar. Ditambah penerangan yang sangat minim membuat alternatif utama setelah Taman silo bagi kaum muda mudi usia sekolah yang awalnya sekedar singgah nongkrong lalu berlanjut menjadi tempat berdua duaan. Apalagi selama ini kecendrungan warga yang terkesan acuh membuat para muda mudi merasa semakin aman bahkan diluar kendali.

Ani (45 th)  salah seorang warga  sekitar mengaku geram dengan tingkah laku mereka. Bahkan pernah diteriaki, namun pasangan muda itu seperti tak mendengar.

Kondisi keperihatinan ini bahkan sudah sampai ketingkat DPRD Kota Sawahlunto, Namun hingga saat ini belum ada tindakan yang jelas sebagai upaya penyelamatan generasi usia sekolah ini dilakukan.

Beberapa opsi yang mungkin bisa dilakukan Pemko dan PTBA salah satunya memasang portal sehingga  akses kendaraan roda dua yang menjadi jalan aman pasangan muda menyelinap ke areal jalan lingkar setidaknya terbatas, bahkan kapan perlu ditutup saja kata Nurilman berjanji.

Tinggal bagaimana pengelolaan dari fungsi jalan lingkar tersebut di evaluasi kembali dan kami juga tak ingin sekira keresahan ini berujung kepada kemarahan warga yang berdampak tidak baik nantinya, ujar Nurilman. (Ab1)

Read more