Motivasi Kafillah, Pimpinan DPRD Sawahlunto Weldison Sambangi Posko MTQ

Motivasi Kafillah, Pimpinan DPRD Sawahlunto Weldison Sambangi Posko MTQ

EkspresNews.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Weldison menyambangi pemondokan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-38 Kota Sawahlunto di Kelurahan VI Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok, Selasa (18/6).

Disambut langsung Kepala Kankemenag H. Idris Nazar serta Kabag Kesra Sekdako, H. Zardinal Basyir, Weldison menyalami satu persatu anggota kafilah.

Selain memantau fasilitas penginapan serta perkembangan terkini cabang MTQ yang diikuti Sawahlunto, Weldison juga memastikan kondisi kesehatan para Kafilah selalu dalam kondisi baik. membangun keakraban diantara kafilah membuat peserta MTQ Sawahlunto merasa dapat arahan dan motivasi untuk memberikan hasil terbaik untuk kota.

Apalagi Weldison mengingatkan reward Umrah ke tanah suci bagi kafilah yang berhasil membawa pulang Piala kemenangan, seperti yang telah dijanjikan Pemerintah Kita Sawahlunto.

Sementara untuk kepesertaan sendiri kepada Panitia Kota, Weldison berharap tidak ada kafilah impor dari daerah Tetangga.

“Sangat tidak baik untuk perkembangan potensi anak nagari kedepannya, jikalau ada peserta yang didatangkan dari kota atau kabupaten lain,” ujarnya.

Selanjutnya Anggota DPRD dua periode berturut-turut itu berharap prestasi Sawahlunto dapat meningkat dibanding sebelumnya.(Ab1)

Read more
KKP Kembali Tangkap Kapal Ilegal Malaysia

KKP Kembali Tangkap Kapal Ilegal Malaysia

EkspresNews.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap satu kapal perikanan asing (KIA) berbendera Malaysia di perairan Selat Malaka pada Selasa (18/6/2019).

“Penangkapan dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 03 yang dinakhodai Capt Adriansyah Pamuji atas kecurigaan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing),” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman yang dikutip BeritaSatu.

Penangkapan atas kapal PKFA 7751 yang diawaki empat orang berkewarganegaraan Myanmar ini dilakukan saat mereka sedang menangkap ikan tanpa izin (illegal fishing) di perairan Selat Malaka, sekitar 1 mil laut masuk perairan Indonesia. Saat ditangkap, kapal menggunakan alat tangkap terlarang trawl dan tidak mengibarkan bendera negara apa pun. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dokumen, diketahui bahwa kapal tersebut merupakan kapal asal Malaysia.

“Pelanggaran yang dilakukan oleh kapal tersebut adalah menangkap ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) tanpa dilengkapi dokumen perizinan dan menggunakan alat penangkapan ikan trawl,” tutur Agus.

Kegiatan tersebut diduga melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar.

“Selanjutnya, kapal dan seluruh awak kapal dibawa ke Pangkalan PSDKP Batam Kepulauan Riau dan akan dilakukan penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan,” tambah Agus. (Amir)

Read more