Amankan Idulfitri, Polres Solok Kerahkan 388 Personil

Amankan Idulfitri, Polres Solok Kerahkan 388 Personil

EkspresNews.com – Dalam rangka pengamanan Hari Idul Fitri 1440 H / 2019 M Polres Solok Kota menggelar operasi Kemanusiaan dengan Sandi Operasi Ketupat Singgalang tahun 2019. Yang mana hal itu bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pemudik jelang lebaran tahun 2019 dan demi terciptanya keamanan, ketertiban, keselamatan, kelancaran lalu lintas.

Maka dari itu untuk mewujudkan kesemua itu digelar operasi ketupat di seluruh Indonesia. Sedangkan di Kota Solok sendiri menjelang operasi ketupat tahun 2019 ini dilaksanakan Polres Solok Kota melaksanakan Apel gelar Pasukan Operasi Ketupat Singgalang 2019 di halaman Mapolres Solok Kota ,Selasa (28/5).

Jalanya apel gelar pasukan di pimpin oleh langsung oleh Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan S.I.K,M.H, dan Dandim 0309 Solok. Hadir Wakil Walikota Solok, Ketua DPRD Kota Solok, Ketua Pengadilan Negeri Solok, Kejaksaan dan Kepala Insatnsi terkait. Dengan pasukan Upacara terdiri dari 1 Pleton Perwira Polres dan Kodim, 1 Pleton Tni, 1 Pleton Dalmas,1 Pleton Lantas,1 Pleton Gabungan Staf, 1 Pleton Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dishub, BPBD, Senkom dan Satpol PP.

Dalam Apel tersebut Dandim 0309 Solok Prio Iswahyudi, di daulat untuk membacakan amanat Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyatakan ada 11 Polda yang masuk dalam skala prioritas pengamanan ops ketupat tahun 2019 ini.

Dikatakan Prio Iswahyudi, operasi ini melibatkan sebanyak 160.335 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, masing masing Pemda, serta Stakeholder terkait dan elemen masyarakat lainnya.

Sementara itu, Kapolres Solok Kota, AKBP. Dony Setiawan, S.I.K, MH, mengatakan untuk rencana operasi yang sudah disiapkan. Untuk itu, kepada seluruh pihak agar dapat bersinergi dengan seluruh unsur pengamanan yang terlibat, sehingga masyarakat Indonesia dapat merayakan idul fitri dengan aman, nyaman,lancar dan dipenuhi dengan rasa kebersamaan.

Selain itu, Kapolri juga menghimbau agar dipersiapan secara optimal seluruh aspek penyelenggaraan operasi, Pertahankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh personel dalam menghadapi setiap potensi gangguan sepanjang penyelenggaraan operasi, Jaga dan pelihara soliditas dan sinergitas seluruh komponen penyelenggara operasi. Hindari pelanggaran dan perilaku yang menciderai keberhasilan pelaksanaan tugas serta laksanakan setiap tugas dengan penuh semangat, kebanggaan dan tanggung jawab demi keberhasilan pelaksanaan operasi.

Lebih lanjut dikatakan Dony, untuk di wilayah Hukum Polres Solok Kota akan mengerahkan Personil gabungan terdiri dari 197 personil Polri, 25 personil TNI, 40 personil Satpol PP, 34 personil BPBD, 14 personil Orari, 10 Personil PU, 30 Personil Perhubungan, 20 Kesehatan dan 15 Personil Senkom yang terbagi 2 Pos Pelayanan dan 2 Pos Pengamanan.

Diharapkannya, dengan adanya operasi ketupat ini mudah mudahan selama lebaran keamanan dan kenyamanan masyarakat dapat terjamin dan tidak ada perbuatan perbuatan yang melanggar hukum terjadi di tengah tengah masyarakat. ( edrin)

Read more

Kapolri Diminta Tanggung Jawab Atas Kematian 8 Orang Saat Rusuh

EkspresNews.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian diduga telah melanggar HAM dalam menangani kerusuhan 22 Mei (225) yang menewaskan 8 warga. Atas alasan itu,  Ketua DPP KNPI, Choir Syarifudin mendesak agar Presiden Joko Widodo mencopot Tito.

Choir menilai tindakan polisi yang represif terhadap pendemo dan warga itu sudah tidak punya rasa kemanusiaan, seperti terlihat dalam beberapa video yang viral. 

“Tindakan mereka sudah keterlaluan dan tidak menghargai asas penyampaian pendapat serta telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia,” Kata Choir dalam keterangannya, Selasa (28/5).

Polisi tidak lagi sesuai dengan SOP pengamanan aksi. Seharusnya Kapolri segera mengamankan korlap aksi agar demo bisa segera diredam, bukan malah melakukan tindakan represif terhadap rakyat yang kurang paham akan tujuan demonstrasi, kata dia, maka meminta presiden mencopot kapolri.

“Tito tidak mampu mengamankan jalannya aksi damai yang merenggut beberapa nyawa dan melukai ratusan lainnya. Apa yang kita saksikan jelas pelanggaran HAM dan Kapolri mesti bertanggung jawab penuh sebagai pimpinan institusi polri,” tegasnya.

Selain mendesak kapolri mundur, KNPI kata Choir juga mendorong Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk melakukan investigasi terhadap tewasnya massa aksi di jakarta.

“Kami akan mendorong Komnas HAM untuk melakukan investigasi terhadap tewasnya massa aksi di Jakarta. Hal ini penting untuk menyeret para pelanggar HAM tersebut ke meja hijau atau bahkan ke meja pengadilan internasional yang menangani pelanggaran HAM,” tutupnya. (AM)

Read more