Walikota Solok, H. Zul Elfian : Masyarakat Jangan Terpengaruh Aksi People Power

0

EkspresNews.com – Walikota Solok Zul Elfian, SH, M.Si Dt Tianso menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Solok untuk Tolak Aksi People Power 22 Mei 2019, hal itu disampaikan saat jamuan buka puasa bersama dengan berbagai organisasi dan kalangan masyarakat, ormas, dan organisasi lainnya, pada Sabtu (18/05/2019) di rumah dinas Ballairung 99 Kota Solok.

Wako menegaskan, masyarakat agar menjaga situasi kamtibmas dijajaran Kota Solok. Yang selama ini berjalan kondusif, aman dan lancar tanpa terjadi apa-apa. Apresiasi kepada Jajaran Polres Solok Kota, Kodim 0309 Solok, KPU Kota Solok dan Bawaslu Kota Solok. Atas lancarnya pemilu 2019 di Kota Solok.

“Ditekankan, agar masyarakat Kota Solok menahan diri terhadap isu-isu yang berkembang saat ini, jangan bertindak inkonstitusional yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan. Dan jangan terpancing isu people power ke Jakarta pada tanggal 22 Mei 2019,” terangnya.

Dia menyatakan, sejumlah pihak dan kelompok di tanah air telah menyatakan sikap untuk menolak ajakan people power atau pengerahan massa besar-besaran pada 22 Mei 2019 pasca Pemilu 2019, untuk itu, dihimbau kepada seluruh tokoh masyarakat, semua organisasi di Kota Solok, Organisasi mahasiswa, masyarakat Kota Solok lainya. Agar menolak gerakan people power itu di Kota Solok.

Menurut Zul Elfian, hal tersebut (people power) merupakan tindakan inkonstitusional. Untuk itu, menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi oleh ajakan-ajakan pihak tertentu untuk ikut serta dalam gerakan people power atau belakangan berubah istilah menjadi ‘Gerakan Kedaulatan Rakyat’.

“Kalau kita cermati gerakan people power akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa indonesia. Maka dari itu, kami menolak gerakan people power, mari kita menjaga kesatuan dan NKRI,” papar Walikota Solok.

Disampaikanya, disamping itu, ajakan people power itu mengarah pada tuduhan-tuduhan keras yang subjektif dan tidak konstruktif. Oleh karena itu, people power semacam ini justru mencederai pilar-pilar kebebasan dan demokrasi dari negara hukum.

Selain itu, Zul Elfian juga meminta agar masyatakat lebih berhati-hati dengan berita hoax, jangan gampang percaya dengan informasi informasi yang belum jelas tanpa adanya data dan fakta yang jelas. “Mari jaga perdamaian dan jangan mudah diprovokasi dengan berita yang belum tentu benar,” imbuhnya.

Tidak hanya berhati hati dalam hal menyaring informasi atau berita hoax, akan tetapi jangan sampai kita sendiri yang menyebarkan berita hoax ke tengah tengah masyarakat.

Saya berharap, agar masyarakat tidak terprovokasi oleh berbagai ajakan, rumor, dan berita-berita yang berkembang, masyarakat harus cerdas dalam memfilter dan memilah antara hal yang bisa merusak kerukunan dan yang tidak,”jelasnya.

Kemudian kata Zul Elfian, moment puasa ramadhan 1440 H tahun 2019 ini. Mari kita saling menahan diri, menahan emosi dan memperbanyak ibadah. Tinggalkan segala pertikaian yang intinya berdampak pada perpecah-belahan kita semua. (Roni Natase)

Comments

comments

About author

redaksi

Redaktur adalah orang yang betanggung jawab penuh terhadap berita yang disuguhkan kepada pembaca. Redaktur umumnya berasal dari reporter lapangan yang dalam kariernya kemudian naik menjadi redaktur muda, madya dan kemudian redaktur kepala atau redaktur bidang, yakni yang membawahi bidang tertentu.