Kurir Jabatan Pada Isu Mutasi Pemko Sawahlunto

Kurir Jabatan Pada Isu Mutasi Pemko Sawahlunto

Wako Deri Asta : Kalau Ada Kurir Bermain Segera Polisikan

EkspresNews.com – Isu mutasi yang bergulir di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto, ternyata dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Penipuan dengan modus menawarkan jasa promosi dan mutasi bagi para pejabat pemerintahan. Seorang kepala sekolah pun terjadi.

Walikota Sawahlunto, Deri Asta.

Menyikapi laporan itu, Walikota Deri Asta menegaskan bahwa untuk promosi dan mutasi di Pemko Sawahlunto tidak ada negosiasi maupun transaksi seperti itu. Sehingga Deri Asta mempersilahkan agar oknum sebagai kurir jabatan yang melakukan tindakan penawaran transaksi mutasi dan promosi jabatan tersebut dilaporkan saja kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Itu jelas penipuan, ada oknum yang bermain untuk mencari keuntungan. Sekali lagi kami tegaskan bahwa itu penipuan, jadi jajaran Pemko dan masyarakat kami himbau untuk berhati – hati, jangan sampai tertipu,” tegas Deri, ketika dihubungi Jum’at, 26 April 2019.

“Kalau pun ada promosi dan mutasi yang merupakan dinamika biasa di lingkungan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu tidak ada melalui nego – nego atau transaksi. Jelas melanggar hukum itu. Prosedur untuk promosi dan mutasi pejabat ini ada regulasinya, di mana sama sekali tidak ada menyangkut negosiasi seperti itu,” kata Deri.

Diketahui, kronologi penipuan oleh oknum tersebut bermula saat yang bersangkutan menelfon salah seorang Kepala Sekolah SD di Sawahlunto. Dalam perbincangan ditelfon tersebut, oknum itu mengaku bernama Fuji Hidayat dan merupakan jajaran Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto.

Kepada Kepala Sekolah SD tersebut, oknum ini mengatakan bahwa dirinya sedang bersama dengan Recky Zulkarnaen untuk menyusun daftar mutasi pegawai. Kemudian si oknum itu mengatakan bila Kepala Sekolah tadi ingin mendapatkan mutasi atau pun promosi jabatan maka dengan membayar sebesar tiga juta rupiah.

Menanggapi namanya dicatut oleh oknum tersebut, Recky, guru di SD Negeri 19 Santur itu membantah keras dan akan melaporkan pencatutan namanya tersebut ke pihak yang berwajib.

“Ini nama saya dicatut. Saya akan segera melaporkan ini kepada pihak yang berwajib,” ujar Recky. Disebutnya, dirinya adalah guru SD biasa yang tentu saja tidak mungkin ikut campur dalam mengurus promosi dan mutasi pegawai.

Sebab itu, agar tidak ada pejabat dan masyarakat yang terkecoh oleh oknum tersebut, Recky mengekspose tindak penipuan tersebut di akun Facebooknya serta akan melapor kepada kepolisian.

“Saya langsung memberitahukan juga kepada masyarakat bahwa ada penipuan seperti itu melalui akun Facebook. Juga agar dapat ditindak sesuai hukum, saya dalam proses untuk melapor ke kepolisian,” tutur Recky.

Terkait oknum tersebut yang mengaku merupakan pegawai Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto itu, nyatanya dari berbagai data yang dihimpun, tidak ditemukan adanya pegawai yang bernama Fuji Hidayat. Sehingga jelas bahwa itu hanya itu hanya pengakuan palsu dari oknum penipu tersebut. (Ab1)

Read more
Tol Padang Pariaman – Pekanbaru Jangan Sampai Gusur Warga

Tol Padang Pariaman – Pekanbaru Jangan Sampai Gusur Warga

EkspresNews.com –Pembangunan jalan tol Padang Pariaman-Pekanbaru tahap II pada kilometer 4,2 hingga 30 diharapkan berlanjut tanpa adanya penggusuran terhadap pemukiman warga sepanjang trase yang telah ditetapkan.

Gerbang Tol Padang Pariaman – Pekanbaru.

“Trase yang ditetapkan saat ini mungkin sudah tepat secara teknis, tetapi ada 246 kepala keluarga yang bermukim di situ dan akan terimbas. Ini juga harus jadi pertimbangan,” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit di Padang, Jumat akhir pekan lalu.

Ia mengatakan itu terkait kelanjutan pembangunan jalan tol di Sumbar yang merupakan sirip dari tol trans Sumatera. Nasrul menyebut pembangunan tol di provinsi itu adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu dalam prosesnya juga harus mempertimbangkan rakyat. “Kita usulkan agar trase tol itu digeser sedikit jangan kena pemukiman,” ujarnya.

Pada dasarnya masyarakat di Padang Pariaman mendukung penuh pembangunan tol itu, tetapi trasenya jangan melewati pemukiman warga dan lahan produktif yang sebagian besar adalah persawahan dan menjadi tulang punggung pendapatan mereka.

Ia berharap usulan untuk menggeser trase itu bisa diterima sehingga proses ganti kerugian bisa dilaksanakan secepatnya dan pekerjaan pembangunan tol bisa dilanjutkan. (Red)

Read more
Sawahlunto Sabet Dua Penghargaan Innovation Award

Sawahlunto Sabet Dua Penghargaan Innovation Award

EkspresNews.com – Inovasi Pemerintah Kota Sawahlunto dengan dukungan masyarakat ‘Kota Arang’ itu dalam memanfaatkan kawasan bekas lahan pertambangan batu bara menjadi destinasi wisata kini diapresiasi secara nasional. Bukti terbarunya, pada ajang Indonesia Innovation Award 2019, Sawahlunto menyabet 2 penghargaan sekaligus, yakni untuk kategori kepala daerah (walikota) dan Pemerintah Kota (Pemko).

Indonesia Innovation Award merupakan ajang apresiasi bagi sektoral Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pemerintah Daerah dan Kepala Daerah yang secara aktif melakukan terobosan (inovasi) nyata dalam memberdayakan potensi – potensi maupun peluang untuk pembangunan.

Kota Sawahlunto dalam mengikuti penilaian Indonesia Innovation Award ini maju dengan mengusulkan inovasi kepala daerah dan pemerintah daerah setempat dalam memanfaatkan lahan bekas pertambangan batu bara di kawasan Kandih.

Walikota Sawahlunto Deri Asta menerima kedua penghargaan untuk ‘Kota Arang’ tersebut di Jakarta, Kamis 25 April 2019. Penghargaan itu diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Syarif Fasha.

Dikatakan Syarif Fasha, terpilihnya Walikota dan Pemko Sawahlunto tersebut telah melalui penilaian yang cukup panjang dan ketat dari tim juri penilai yang diketuai oleh Dr. Ir. Ophirtus Sumule, DEA (Direktur Sistem Inovasi Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi/Kemenristekdikti RI).

“Selamat untuk Walikota, Pemko dan tentu saja seluruh masyarakat Kota Sawahlunto. Kinerja dan inovasi yang dilakukannya diganjar dengan penghargaan ini. Patut berbangga, karena di tahun ini kita proses penilaian sudah lebih ketat dan profesional, karena kita juga sudah melibatkan akademisi dari Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Gunadarma dan ICT Institute. Kemudian juga berpartisipasi dalam penilaian ini lembaga market research yakni Alvara Indonesia, dan lainnya,” kata Syarif Fasha, Wakil Ketua APEKSI yang juga merupakan Walikota Jambi.

Sukses menyabet penghargaan tersebut, Sawahlunto menjadi satu – satunya kota di Provinsi Sumatera Barat yang tahun ini meraih Indonesia Innovation Award.

Seusai menerima award tersebut, Walikota Deri Asta menyebutkan bahwa penghargaan tersebut adalah penghargaan untuk semuanya, untuk seluruh jajaran Pemko dan juga seluruh masyarakat ‘Kota Arang’ yang telah mendukung program – program Pemko.

“Kita bersyukur, apa yang kita lakukan dengan memanfaatkan lahan bekas tambang batu bara di Sawahlunto, selain bertujuan untuk membangun kota dan menimbulkan multipplier effect bagi ekonomi masyarakat, Alhamdulillah juga diapresiasi pihak nasional melalui award ini. Sekali lagi, ini penghargaan untuk kita bersama,” sebut Deri.

Ditambahkan Deri, penghargaan ini tidak untuk menjadi sombong dan merasa telah sampai di puncak, namun harus menjadi inspirasi dan motivasi untuk berbuat lebih baik lagi.

“Kita tentu tidak akan berhenti hanya karena sudah dapat penghargaan. Malah harus lebih giat agar penghargaan ini tidak sia – sia hanya simbolis saja. Masih banyak yang harus kita lakukan agar pemanfaatan lahan bekas tambang ini lebih baik, lebih maksimal,” kata Deri.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Kota Sawahlunto, Andy Rastika mengatakan bahwa inovasi yang diusulkan Pemko Sawahlunto terkait pemanfaatan bekas lahan tambang ini bertajuk ‘Just Not Green’.

“Jadi kita mengekspose latar belakang, tujuan, output dan outcome, strategi, regulasi, tantangan, perencanaan dan lain – lainnya terkait realisasi inovasi ‘menyulap’ kawasan bekas tambang menjadi destinasi wisata,” pungkas Andy Rastika. (Ab1)

Read more