Observasi Study Tour Unitas Padang ke Serambimilk

Observasi Study Tour Unitas Padang ke Serambimilk

EkspresNews.com – Mahasiswa Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang melakukan Observasi Study Tour atau kunjungan lapangan tepatnya pada Jumat, 12 April 2019 di Serambimilk Padang Panjang. Dalam kegiatan tersebut merupakan matakuliah praktek kewirausahaan jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomi. Adapun tujuan Observasi Study Tour tersebut untuk meningkatkan kompetensi tentang bagaimana menjadi entrepreneur dan mengembangkan ilmu praktek kewirausahaan itu sendiri.

Sepris Yonaldi selaku dosen pembimbing praktek kewirausaahan menuntut mahasiswa menjadi seorang entrepreneur yang mampu mengelola manajemen dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan.

“Serambimilk merupakan tempat untuk pemerahan dan pengelolahan hingga sampai ke proses pengemasan susu sapi. Selain itu terdapat juga tempat pengolahan pupuk kompos yang berasal dari kotoran sapi. Selain itu pula, semua kegiatan tersebut disatukan menjadi paket wisata edukasi,” ujar Ridwansyah, Jumat (12/4).

Dalam kunjungan ini, mahasiswa diajarkan untuk mengetahui proses pemerahan susu sapi dan kapan waktu yang baik untuk memerah susu sapi. Proses tersebut dilakukan oleh masing-masing mahasiswa yang mau mencoba. Mahasiswa sangat antusias dalam mencoba bagaimana cara memerah sapi dengan baik. “Akhirnya punya pengalaman dan dapat mencoba langsung memerah susu sapi,” ujar Rahma salah satu peserta kunjungan.

Ridwansyah mengatakan zetiap hari produksi susu sapi perah di daerah ini berkisar 1.312 liter. “Jumlah sapi kami yang menghasilkan susu sebanyak 115 ekor dan secara keseluruhan populasi sapi daerah kami berjumlah 289 ekor,” katanya.

Sebelum terbangunnya Serambimilk ini, Bapak Ridwansyah selaku pemilik susu sapi perah Serambimilk, hanya mengikuti perjalanan bisnis kakaknya saja. Namun seiiring berjalannya waktu dengan memiliki pengetahuan di bidang manajemen, beliau memberanikan diri membuka usaha Serambimilk.

Pada tahun 2017 Ridwansyah mengorganisasi kelompok peternak melalui koperasi yang diberi nama Koperasi Peternak Sapi Perah Merapi Singgalang (KPSP MESI). Hingga saat ini berliau mengatakan bahwa jalannya belum sesuai kaidah cara berkoperasi. Namun menurut beliau para peternak sudah mau berusaha bersama.

Sebagai solusi pihaknya gencar menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah setempat serta para peternak susu sapi perah di kota Padang Panjang, dan melakukan promosi melalui media sosial sehingga dapat meningkatkan penjualan melalui minuman susu sapi dan paket wisata edukasi. Setelah melakukan hal tersebut tepatnya pada tahun 2019, usahanya mulai dikenali masyarakat desa ataupun umum sehingga mengalami peningkatan jumlah pengunjung di Serambimilk.

Bukan hanya itu Serambimilk juga telah mendapatkan izin dari BPOM sebagai lokasi pengelohan yang layak dan yang paling dibutuhkan. Pada Mei 2018 Serambimilk mendapatkan bantuan, melalui Fonterra Brand Indonesia dari segi kualitas produksi, pembinaan standar operasional prosedur pemerahan dan peralatan kualitas susu yang baik.

Dalam hal ini, dengan dilakukannya Observasi Study Stour di Serambimilk Padang Panjang memberikan dampak bagi mahasiswa untuk mampu meneladani jiwa entrepreneur, sikap pantang menyerah dan berani mengambil peluang dari Ridwansyah. Hal tersebut juga mendorong mahasiswa untuk termotivasi dalam membuka lapangan pekerjaan dan memberdayakan sumber daya manusia lainnya. (Abdi)

Read more
Romansa Malam Minggu di Tugu Gempa Kota Padang

Romansa Malam Minggu di Tugu Gempa Kota Padang

Dari Bicara Politik Hingga Ketan Susu di Angkringan Tugu Gempa. Ketagihan Tak Tanggung 2 Porsi Masih Belum Cukup!

EkspresNews.com – Percaturan politik pemilihan Presiden RI hingga anggota legislatif kota/kabupaten telah usai. Beberapa komentar saling dukung hingga saling tuding kian bermunculan di dunia maya. Pelaku tidak hanya berlatar ilmu politik atau pemerintahan, melainkan dari beragam latar ilmu.

Jajanan Makanan di Tugu Gempa Padang (fhiaft.blogspot.com)

Suasana kian panas dari hari ke hari. Sejenak beberapa orang yang berbeda pandangan politik dulunya bersahabat akrab jadi renggang karena beda pilihan. Lucu terkadang membaca dan melihat tingkah polah mereka dibeberapa media sosial itu. Tapi apa boleh buat, pesta demokrasi ini milik kita semua, ya selamat menikmati lah.

Romansa riuh dunia politik semoga terpinggirkan. Malam minggu yang lalu, mencoba melihat bagaimana dunia nyata beraktivitas ke kawasan Tugu Gempa di Kota Padang. Ramai dan beberapa diantaranya masih berbincang soal politik. Okelah, suasananya sedikit berbeda.

Diskusi dengan bertatap muka jika dibandingkan dengan diskusi yang tak berkesudahan di media sosial memang lebih enak bertatap muka. Sembari kopi hitam atau segelas Latte dingin sebenarnya menghidupkan suasana. Berbeda pandangan politik tidak masalah karena ada minuman yang menengahinya.

Dingin malam Kota Padang tak menusuk tulang sebab pada siang hari cuaca cukup panas di kota itu. Beberapa kios menjajakan makanan ringan. Satu tempat yang cukup ramai ditongkrongi anak-anak muda yaitu Angkringan.

Salah satunya disana, dijual Ketan Susu yang sangat enak selagi menikmati obrolan orang-orang terkait politik. Harganya cukup dan sangat terjangkau. Sepertinya tempat ini memang benar-benar favorit karena suasana dan harga yang cukup ringan. Malam ini saya menikmati 2 porsi Ketan Susu dengan harga Rp. 10 ribu. Ditambah dengan beberapa buah gorengan dan 2 tusuk sate kulit.

Sayangnya setelah malam minggu saya kembali menuju Tugu Gempa, ternyata penjual Ketan Susu itu tidak ada, entah karena cuaca sorenya hujan atau memang hanya disaat malam minggu saja dia berjualan, saya tidak tahu. Sejatinya tadi malam saya ingin lagi mencicipi Ketan Susu itu, tapi tidak bisa. (Abdi)

Read more