Polres Solok Jadi Objek Penelitian Kemenpan RB dan Kampus UI serta Unbraw

Polres Solok Jadi Objek Penelitian Kemenpan RB dan Kampus UI serta Unbraw

EkspresNews.com – Setelah menerima studi tiru pembangunan Zona Integritas (ZI) dari Pengadilan Agama Kota Solok, Badan Pertanahan Kota Solok, Kecamatan Kubung Kab Solok serta kunjungan dari guru besar Univeritas Negeri Padang, kali ini Polres Solok Kota menjadi objek penelitian tim peneliti gabungan Kemenpan RB RI dan akademisi dari Universitas Indonesia dan Universitas Brawijaya, Jumat (22/2).

Akademisi dari Universitas Indonesia Eko Sakapurnama S. Psi., MBA didampingi akademisi dari Universitas Brawijaya Oscar Radyan Danar, Ph.D dan staf Kemenpan RB RI mengatakan bahwa tim sedang melakukan penelitian terkait success story atau best practice pembangunan ZI di unit-unit kerja Kementerian Dan Lembaga seluruh Indonesia.

Penelitian dilakukan dalam rangka mengkaji keberhasilan unit kerja dalam membangun ZI agar dapat menjadi inspirasi eleman bangsa menuju Indonesia yang lebih baik.

Setibanya di Polres Solok Kota, Tim Peneliti didampingi Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan S.Ik., M.H., langsung diarahkan melihat ruang-ruang pelayanan, standar pelayanan, fasilitas pendukung, inovasi pelayanan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang sedang mengikuti proses pelayanan.

Selanjutnya Tim Peneliti diajak berdiskusi di aula Polres Solok Kota dengan ketua dan operator program pembangunan ZI dengan format acara yang dikemas tidak formal sehingga dapat menampung banyak informasi bagi Tim Peneliti.

Selain tahapan pembangunan ZI, diskusi diwarnai pembahasan mengenai upaya perubahan pola pikir dan budaya kerja dalam pembangunan ZI yang dinilai sangat sulit, penuh pengorbanan dan sebagai titik awal dalam pembangunan ZI.

Kapolres menguraikan langkah-langkah perubahan pola pikir dan budaya kerja dengan pendekatan keagamaan, role model dan pengawasan melekat. Kapolres juga memberikan buku karangannya kepada Tim yang berjudul “Membangun Zona Integritas : Tantangan Dan Peluang Menuju Polri Yang Dicintai Masyarakat“.

“Semoga buku ini dapat dijadikan rujukan bagi Tim Peneliti, buku ini sengaja disiapkan mengingat minimnya referensi berupa buku dan agar nantinya pengetahuan tentang pembangunan ZI dapat berkembang tidak hanya pada tataran praktis tapi juga akademis“, ujar Kapolres.

Kapolres menjawab pertanyaan Tim Peneliti terkait perubahan pola pikir dan budaya kerja. “Dari mana mulainya ? Mulainya dari pimpinanya, ini pilihan hidup yang sulit, berkomitmen dengan diri sendiri, baru pelan-pelan mengkomunikasikannya dengan seluruh personel“.

Kapolres menambahkan “Sulit untuk ngajak personel untuk ikhlas berubah, kalo saya sendiri dinilai personil tidak komit“. Dalam diskusi juga Kapolres mempersilahkan personel untuk ikut menceritakan pendapat dan pengalamannya kepada Tim Peneliti secara bergantian.

Tim Peneliti merespon informasi yang diperoleh dengan kajian-kajian teorits yang memberikan inspirasi baru bagi seluruh personel yang hadir.

Pada kesempatan itu, Kapolres juga menyempatkan diri untuk menunjukkan bagaimana Polres Solok Kota memanfaatkan media sosial tidak hanya sebagai sarana untuk mempromosikan layanan tapi merespon kebutuhan masyarakat, menghargai komentar masyarakat dan mencoba untuk tidak lagi kaku berbahasa dengan masyarakat.

Setelah itu, Kapolres mengajak tim melihat Satuan Sabhara Polres Solok Kota mendemokan inovasi terbaru yang belum dilaunching yaitu pengawalan online yaitu pengajuan permohononan pengawalan secara online.

Dan khusus perbankan proses monitoring pengawalan juga dilakukan secara online juga dengan bantuan CCTV dan GPS dalam mobil pengawalan.

Selanjutnya Kapolres Solok Kota mengajak Tim Peneliti untuk meninjau proses pelayanan SIM keliling di SMKN 1 Kota Solok dan memberikan kesempatan kepada Tim untuk melihat proses pelayanan dan respon dari siswa dan guru. (Roni, Ys)

Read more
PKK Nagari Pianggu Sungai Lasi Siap Menangkan Jokowi

PKK Nagari Pianggu Sungai Lasi Siap Menangkan Jokowi

EkspresNews.com – Ibu-Ibu PKK Nagari Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Prov Sumbar. Bersama masyarakat minang siap memenangkan Jokowi – Ma’ruf pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Dukungan kepada paslon petahana itu, debgan nomor urut 1 itu, disampaikan dalam deklarasi usai acara Gotong Royong Bersama membersihkan lingkungan Jorong Batang Pamo, Nagari Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok, Senin pagi, (25/2).

Ketua TP PKK Nagari Pianggu ibu Salmi Hayati mewakili para ibu ibu di daerah itu menyampaikan bahwasanya, Jokowi – Amin merupakan pemimpin yang saat ini dibutuhkan Indonesia. Untuk menjemput ketertinggalan yang selama ini terlupakan oleh pemimpin sebelumnya.

“Jokowi adalah cerminan rakyat yang memahami persoalan bangsa,” ujar Ibu Salmi Hayati Ketua PKK Nagari Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Prov Sumbar.

Menurutnya, sejak diipimpin Jokowilah sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia dirasakan bersama.

Hal senada disampaikan anggota PKK Nagari Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Prov Sumbar, Jokowi merupakan sosok pemimpin yang menjawab persoalan bangsa, menaikkan perekonomian bangsa, pembangunan merata dan sangat memperhatikan kepentingan kaum wanita di Indonesia. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi kami tidak mendukung Jokowi.

Menurut mereka alasan Jokowi penting untuk dimenangkan,karena jokowi harapan Indonesia bakal jaya menuju rakyat sejahtera.

Sementara itu, Ibu Salmi Hayati Ketua PKK Nagari Pianggu Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok Prov Sumbar menyampaikan kepada para Ibu-Ibu, Emak-Emak, dan semua Kaum Wanita Kabupaten Solok agar pada tanggal 17 April 2019 menggunakan hak pilih nya secara cerdas dan bijak,

“pilihlah Jokowi yang sangat mengutamakan peran wanita untuk kemajuan bangsa Indonesia ini, sudah banyak contoh dari level Menteri, Kepala Daerah, Kepala Direksi dan semua bidang strategis yang diberikan amanah oleh Jokowi kepada wanita Indonesia,”ujarnya.

“Yang sangat terpenting Jokowi memiliki keluarga yang harmonis, dan sudah terbukti prestasi nya dalam memimpin Indonesia saat ini sehingga Indonesia disegani bangsa bangsa lain,”tuturnya.(Roni)

Read more
Proyek Mangkrak Jembatan Ambayan

Proyek Mangkrak Jembatan Ambayan

Setelah PT Yaek Ifda Cont pelaksana Proyek Jembatan Ambayan diberi perpanjangan waktu 50 hari, tetapi kontraktor tidak juga mampu menyelesaikan. Ada apa dengan kontraktor yang tidak professional kok bisa ditetapkan sebagai pemenang lelang oleh panitia lelang yang professional ?

EkspresNews.com – MENGENASKAN ! Mungkin itulah kata yang cocok untuk menggambarkan kondisi Proyek Jembatan Ambayan yang menghubungkan Nagari Koto Baru dengan Pasar Muaro Labuah dalam beberapa hari menjelang berakhirnya perpanjang waktu lima puluh hari yang diberikan pihak Dinas PU Kabupaten Solok Selatan. Betapa tidak ? Berdasarkan pengamatan Indonesia Raya di lokasi, Selasa (12/2) kemaren, kondisi jembatan yang dibangun di masa perpanjangan waktu tidak berbeda dengan waktu berakhir kontrak Desember 2008 lalu. Yang terlihat, hanya besi rangka baja yang sudah disambungkan di atas pertapakan jembatan. Belum menyambung kepertapakan satunya di seberang sungai. Sejumlah besi teronggok di tanah lapang di sisi jembatan, tidak ada pekerja yang beraktifitas.

WhatsApp Image 2019-02-20 at 11.26.49Proyek Jembatan Ambayan yang terletak di Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menyeberangi Sungai Batang Bangko senilai Rp 14,1 miliar lebih dari APBD Kabupaten Solok Selatan 2018 yang dikerjakan oleh PT YAEK IFDA CONT dengan Konsultan Pengawas PT RAISSA GEMILANG CONSULTANT ini, tidak dapat diselesaikan sesuai kontrak akhirnya Desember 2018. Akhirnya, Dinas PU Kabupaten Solok Selatan memberikan perpanjangan waktu 50 hari. “Perpanjangan waktu diberikan karena adanya perobahan design dan persoalan pembebasan lahan,” ujar Adwisd Patrise Wimbe, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kepada Indonesia Raya, Selasa (12/2) siang, dikantornya.

Dugaan skandal Proyek Mangkrak Jembatan Ambayan senilai Rp 14,1 miliar lebih dari APBD Kabupaten Solok Selatan yang dikerjakan oleh PT YAEK IFDA CONT ini mengundang komentar para Aktivis Anti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang ada di daerah ini. Umumnya, mereka menyesalkan kenapa panitia lelang mengabaikan rekam jejak kontraktor yang akan ditetapkan sebagai pemenang lelang dalam pembangunan proyek jembatan Ambayan ini. Sebab, di mata mereka, rekam jejak kontraktor pelaksana yang akan ditetapkan sebagai pemenang lelang perlu diperhatikan.

Iwan Setyawan, Pemerhati Proyek Infrastruktur yang didanai dari uang nagari yang nota bene adalah uang rakyat sebagai pembayar pajak, mengatakan, bahwa semua orang tahu setiap proyek insfrastruktur yang dibiayai Negara tak pernah luput dari praktek kongkalingkong. Biasanya, kata pemerhati proyek-proyek milik pemerintah yang pernah berlanglangbuana ke negeri Kincir Angin “Belanda” ini, praktek kongkaling proyek itu sangat rapi. “Kongkalingkong proyek bukanlah kejahatan yang berdiri sendiri,” ujarnya dalam sebuah perbincangan dengan Indonesia Raya, Rabu (21/2) siang, usai sholat zhuhur di Mushola KNPI Sumbar.

Menurut lelaki parlente itu, permainan  dalam pembangunan proyek jembatan Ambayan ini dinilai dari penetapan pemenang lelang PT YAEK IFDA CONT oleh panitia lelang, yang mengabaikan rekam jejak kontraktor (pemenang lelang). Akibatnya, katanya lagi, pekerjaan tidak dapat diselesaikan sesuai kontrak. “Jika dalam masa perpanjangan waktu kontraktor PT YAEK IFDA CONT tidak bisa juga menyelesaikan pekerjaan, berarti wanprestasi yang bermuara pada penalty atau putus kontrak dan memasukan kontraktor dalam daftar hitam (black list) pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak yang berjalan. “ Rekanan tidak sanggup melaksanakan pekerjaan sesuai perjanjian kontrak,” ujar pengagum berat Bapak Revolusioner Dunia “ Che Guevara” ini.

Iwan meminta, masyarakat Solok Selatan untuk berperan aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Proyek Jembatan Ambayan senilai Rp 14,1 miliar lebih  yang didanai dari pajak rakyat ini. Termasuk, katanya lagi, kalau masyarakat menemukan adanya indikasi permainan atau konsultan pengawas, kontraktor pelaksana, dan pihak Dinas PU Solok Selatan dalam pelaksanaan masyarakat harus melaporkan ke pihak yang berwenang. “Karena proyek ini berada di Solok Selatan, kita minta DPRD Solok Selatan untuk tidak tertidur,” katanya nyleneh.

Wartawan Indonesia Raya dari Kabupaten Solok Selatan melaporkan, waktu perpanjangan pekerjaan selama 50 hari telah berakhir pada 4 Pebruari kemaren. Namun, apa nak dikata ? Terhitung semenjak 5 Pebruari sampai berita ini naik cetak pihak kontraktor pelaksana dikenakan denda pelaksanaan.

Nah…, Pembangunan Jembatan Ambayan senilai Rp 14,1 miliar lebih bersumber dari APBD Kabupaten Solok Selatan 2018 yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana terbaik dari seluruh peserta lelang menurut panitia lelang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan setelah penambahan waktu 50 hari adalah contoh telanjang dari dugaan kongkalingkong baik dalam proses lelang maupun pelaksanaan proyek-proyek pemerintah yang di danai dari APBD di Kabupaten Solok Selatan ? (Harianof)

Read more
BPBD : Targetkan Penghitungan Pasca Bencana Lebih Cepat dan Akurat

BPBD : Targetkan Penghitungan Pasca Bencana Lebih Cepat dan Akurat

EkspresNews.com – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan Workshop Penghitungan Cepat Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) Provinsi Sumbar angkatan pertama di Padang, Rabu (20/2/2019).

20190220_211744(0)Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit yang membuka kegiatan workshop mengatakan bahwa Sumbar merupakan pusat perhatian BNPB. “Sumbar menjadi pusat perhatian BNPB karena Sumbar memiliki potensi bencana yang cukup besar. Dalam kebencanaan itu ada dua, salah satunya kegiatan pasca bencana yang tugasnya untuk menghitung kebutuhan pasca bencana,” ujar Nasrul Abit.

Dikatakannya beberapa waktu lalu, Sumbar kedatangan rombongan dari BNPB dan berkunjung ke Mentawai. “Rata-rata kita mengetahui Megathrust kita tidak perlu takut, tapi kita harus siap dengan bencana, kita juga perlu melakukan sosialisasi kepada wisatawan agar orang tahu persoalan evakuasi,” kata mantan Bupati Pesisir Selatan dua periode itu.

Lebih lanjut, Nasrul Abit menyampaikan bahwa masyarakat harus melakukan evakuasi secara pintar. “Kita tidak usah takut, barangkali kedepan di Padang akan membangun Flyover untuk tempat evakuasi juga,” sebutnya.

Kata Nasrul Abit, kalau terjadi bencana didaerah diharapkan sesegera mungkin menyampaikan ke sekretaris nagari, walinagari, hingga bupati/walikotanya dan memberikan laporan ke provinsi. “Bupati harus segera membuat laporan tanggap darurat, sehingga di provinsi kami bisa bantu setidaknya Rp 350 juta,” ungkap Nasrul menyikapi persoalan tanggap darurat bencana.

Penanganan gawat darurat pasca bencana merupakan tanggung jawab bersama, termasuk juga persoalan perhitungan cepat pengkajian kebutuhan pasca bencana. Dulu, kata Wagub, sewaktu bencana sebelumnya laporan penghitungan pengkajian kebutuhan pasca bencana sangat lama. “Diharapkan pelatihan ini benar-benar bisa menghasilkan perangkat nagari yang berkompeten bisa menghitung dengan cepat pengkajian kebutuhan pasca bencana. Selain itu, saudara-saudara harus bisa dan menghitung dengan tepat, jangan dilebih-lebihkan,” kata Nasrul kepada peserta workshop.

Lebih lanjut, penghitungan pengkajian kebutuhan pasca bencana akan melahirkan 3 kategori, rusak berat, sedang, dan ringan. “Jangan sampai ada nanti ada yang melakukan penghitungan salah, rusak ringan dikatakan rusak sedang, ada yang rusak sedang malah dikatakan rusak berat. Karena ini akan berkaitan dengan uang, saudara perlu berhati-hati dalam menghitung ini,” tegas Nasrul.

Kecepatan dalam penghitungan ini juga akan memengaruhi kecepatan daerah untuk mendapatkan bantuan. Secepat apapun, kita perlu melakukan pengalokasian dana, namun kita bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. “Kita juga butuh kesabaran dalam menanti bantuan, saudara peserta perlu memberikan pengertian kepada masyarakat untuk bersabar dalam menunggu bantuan nantinya,” tambah wagub.

Wagub juga menyampaikan mendapatkan tugas dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno untuk menyelesaikan kabupaten kota berkategori miskin. Katanya, di Sumbar ada 3, yaitu Solok Selatan, Pasaman Barat, dan Mentawai. “Alhamdulillah tahun 2019 ini dua kabupaten, Solok Selatan dan Pasaman Barat keluar dari kategori miskin itu. Namun kemudian apakah tidak terlepas dari kata miskin? Perlu kita perhatikan juga, saya sering ke Mentawai karena ingin membantu daerah tersebut, provinsi bangun jalan, bawa masuk listrik, lalu seluruhnya kita bantu,” ujar Nasrul.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar Erman Rahman dalam laporannya menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk pelaksanaan dalam menyamakan persepsi bidang BPBD Kota Kabupaten, meningkatkan kemampuan penghitungan cepat pengkajian kebutuhan pasca bencana. “Kami menyadari terselenggaranya kegiatan ini sangat dibutuhkan untuk proses penghitungan cepat pengkajian kebutuhan pasca bencana, sehingga dirasa perlu untuk mengikutinya,” kata Kalaksa BPBD Sumbar Erman dihadapan peserta workshop.

Kepada Indonesia Raya, Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman mengatakan perlunya pelatihan ini bagi perangkat nagari/desa adalah bagaimana peserta nantinya bisa melakukan penghitungan cepat atas kebutuhan pasca bencana. “Dalam bencana ada masa tanggap darurat, pada masa tersebut diharapkan peserta workshop mampu menghitung pengkajian kebutuhan pasca bencana. Pemerintah hanya akan bisa membantu pada masa tanggap darurat karena ada anggarannya, seperti kata pak Wagub tadi,” ujar Erman usai pembukaan workshop.

Sementara itu, Kabid Rehab Rekon BPBD Sumbar Suryadi E menyebutkan peserta berasal dari perangkat nagari, beberapa ada yang diwakili oleh sekretaris nagari atau Kaur Pemerintahan dari nagari se Sumbar. “Untuk pengajar ada dari BNPB, Kedeputian Rehab Rekon, ada dari Pusdiklat dan pakar kebencanaan UGM dan Undip, kegiatan selama 3 hari,” ujar Suryadi yang kerap disapa Os.

Dikatakannya pada hari pertama, akan dilaksanakan kegiatan pembukaan, dan Kamis diagendakan peserta mendapatkan pemahaman terhadap rehab rekon terutama soal Jitu Pasna. Selanjutnya pada hari Jumat peserta akan dibagi kedalam dua kelompok, kelompok pertama akan berkunjung ke Ulakan dan kelompok kedua mengunjungi jembatan darurat yang ada di Kayu Tanam. “Outputnya nanti adalah infografis terkait kebutuhan pasca bencana, sehingga pada penutupan dipresentasikan oleh peserta,” tutur Os kepada Indonesia Raya. (Abdi/Agung)

Read more
Apresiasi Partner Bisnis, Via.com Gelar Awarding Night & Gala Dinner 2019

Apresiasi Partner Bisnis, Via.com Gelar Awarding Night & Gala Dinner 2019

EkspresNews.com – Setelah sukses menyelenggarakan Jabodetabek Exclusive AgentGathering pada 2017 lalu, Via.com kembali mengadakan acara Agent Awarding Night & Gala Dinner dengan tema ‘awarding the best, inspiring the rest’sebagai wujud apresiasi pencapaian para agen travel terbaik periode2018. Kegiatan Agent Awarding Night & Gala Dinner 2019 diselenggarakan di Hotel Lumire, Jakarta Pusat pada 28 Februari 2019. Selain sebagai momen berkumpul bagi para pelaku bisnis dengan pihak via.com, kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi bagi para travel agents atau yang disebut dengan para Mitra Via.

Via.com Awarding NightSebagai wujud apresiasi untuk agent yang telah memberikan kontribusi terbaik, berbagai hadiah seperti tiket pesawat terbang ke Bangkok, Bali, Belitung, Colombo, Europe dan rute lainnya pun diberikan, dengan kerjasama oleh Oman Air, Thai Airways, Sriwijaya Air, Malindo dan Srilankan Air. Berbagai hadiah lainnya seperti voucher hotel dan tiket pesawat dari via.com hingga LCD TV pun diberikan kepada para top Agent.

Bukan sekedar pemberian hadiah, hal ini merupakan wujud dari core values via.com yang menjunjung nilai customer first dan mutual respect bagi para mitra. Para mitra via.com pun berasal dari background yang beragam, seperti non-IATA agent yang terbantu dengan proses issued yang mudah dari sistem via.com hingga IATA agent yang terbantu dengan teknologi yang via.com berikan.

Dalam acara ini disampaikan juga launching produk dan fitur terbaru seperti PELNI, Attraction Ticket, Logistic/Cargo, Sewa Mobil, Virtual Account BNI, BRI, Mandiri, hingga pembayaran melalui OVO & Go-Pay. Peningkatan ini dilakukan untuk meluaskan potensi bisnis dan memberikan kemudahan bagi para Mitra Via.

Via.com merupakan perusahaan leading online travelexchange yang bergerak di bidang business to business. Didirikan sejak tahun 2011 di Indonesia, Via.com dengan domain id.via.com menawarkan sistem reservasi terlengkap seputar travel seperti penerbangan dengan menawarkan berbagai pilihan produk seperti Penerbangan, Hotel, Kereta Api, Paket Liburan, Bis, hingga Pulsa dan PPOB.

Memiliki aspirasi menjadi the largest travel exchange in Indonesia serta memiliki visi untuk memberikan kualitas dan affordability terbaik, kini via.com telah memiliki lebih dari 16.000 travel agent yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia.

Kemudahan, kualitas dan efisiensi biaya menjadi tiga keunggulan utama yang membuat para Mitra mampu mengembangkan bisnis travelnya bersama via.com. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi 021-29222333 atau email ke id.training@via.com. (Relis)

Narahubung :
Sarah Silvia
Marketing Communication
Via.com Indonesia
[P] +6281222459262
[E] sarah.s@via.com

Read more