KLIBSA Wujudkan Tua Sehat dan Produktif; Membangun Kawasan Ramah Lansia

Editors choice
0

EkspresNews.com – Seminar Kesehatan dan Pembangunan Lansia Indonesia yang digelar Komunitas Lansia Indonesia Bahagia, Bugar, Sehat dan Aktif (KLIBSA) dan Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (YARSI) bersama Yayasan Sahabat Lansia Indonesia (YSLI), Kamis (20/12/2018) bertempat di Kawasan Rumah Sakit & Universitas Yarsi jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat Alhamdulillah berjalan sukses.

Chairman Whita Trade Betha A.Djardjis bersama Direktur YARSI Prof Dr Jurnalis Uddin.

Chairman Whita Trade Betha A.Djardjis bersama Direktur YARSI Prof Dr Jurnalis Uddin.

Prof Dr Emil Salim, Prof Dr Haryono Suyono, Prof Dr Jurnalis Uddin, Prof Dr Maizar Rahman, Prof Dr Kamarudin Abdullah, Dr Sofyan Awal & Selebriti Senior Titik Puspa Alhamdulillah semuanya adalah Senior Citizen yang umurnya sudah 80-88 yang masih Active Berkarya, masing-masing telah bercerita tentang Rahasia Tetap Productive Dimasa Tua.

Sylvia Djardjis Husman pendiri dan ketua dewan pembina KLIBSA menjelaskan kepada Indonesia Raya (Afiliasi EkspresNews.com), Jumat (28/12) di kediamannya, mengatakan melalui kegiatan ini KLIBSA mengajak para lansia menikmati anugerah kehidupan yaitu kebahagiaan, kebugaran, kesehatan dan terus aktif di usia lebih dari 60 tahun.

Lansia adalah seseorang yang telah berusia 60 tahun atau lebih yang ditetapkan World Health Organization (WHO) maupun Undang Undang Republik Indonesia nomor 13 tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lansia, jadi undang-undangnya adalah pemerintah menjamin kesejahteraan lansia, karena itu kehadiran KLIBSA untuk melayani dan melindungi lansia agar hak dasarnya terpenuhi dan membantu Pemerintah memberdayakan lansia untuk hidup sejahtera dan terus aktif.

“Oleh karena itu agar hak para lansia itu dapat terpenuhi, maka dibentuklah wadah sosial ekonomi bagi para lansia dan pelaku usaha pada industri ini dan agar Indonesia merdeka secara ekonomi khususnya Industri khusus lansia,” katanya.

Pemaparan Materi Persoalan Lansia di Indonesia.

Pemaparan Materi Persoalan Lansia di Indonesia.

Seminar ini mengusung tema “WHITA Senior Citizen Living Property Development/Mewujudkan Property Development dan wilayah yang aman, layak, dan memiliki suasana komunitas sehat untuk kaum Senior Citizen di Indonesia”. Selain itu Dr Nunung Rusmiati Executive Director KLIBSA & Henry F Jusuf Bendahara KLIBSA juga mempersiapkan program lokal dan internasional Tour khusus untuk senior citizen yang lengkap dengan team dokter medical servicenya, dan pada acara tersebut juga ditandatangani perjanjian kerjasama antara YSLI dengan YARSI.

Sementara itu Betha A.Djardjis Chairman Whita Trade menjelaskan World Halal Industry & Trade Alliance (WHITA) adalah perkumpulan berbagai Perusahaan, Lembaga Pendidikan dan Lembaga Swadaya Masyarakat di dunia, yang ingin membangun konsep Ekonomi Halal serta menyumbangkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan usaha dan jaringan kerja kepada seluruh masyarakat di Kabupaten/Kota di Indonesia.

“InsyaAllah Februari/Maret direncanakan akan diadakan seminar ke 3 di Jakarta dengan Panel discussions, 1.WHITA Senior Citizen Living Property Development, 2.WHITA Senior Citizen Life style Program, 3.WHITA Senior Citizen Empowerment Program & Business Development Program,” katanya.

Artis dan Tokoh Masyarakat 3 Jaman, Titiek Puspa berbagi pengalaman sejahtera dan sehat dimasa tua.

Artis dan Tokoh Masyarakat 3 Jaman, Titiek Puspa berbagi pengalaman sejahtera dan sehat dimasa tua.

Selanjutnya dikatakan Betha A.Djardjis, Konsep Ekonomi Halal akan dilaksanakan melalui pola kerjasama antara Pemerintah dan Swasta (Public-Private Partnership) secara terpadu dan berkelanjutan untuk mengurangi kemiskinan dan membangun pondasi Ekonomi Halal yang kokoh di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.

Program kerja WHITA akan menyasar lima sektor utama yaitu, sosial kemasyarakatan, penguatan ekonomi, pengelolaan lingkungan, kesehatan dan pendidikan. Sentuhan awal pada sektor sosial kemasyarakatan dan Ekonomi Halal, adalah membangun pondasi rantai tata niaga industri makanan; pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan yang kokoh untuk mendukung keberhasilan pembangunan pada sektor lainnya secara berkelanjutan.

“Dengan visi membangun kehidupan sosial dan ekonomi halal sesuai ajaran Islam dengan mengedepankan kepentingan masyarakat (umat) di atas kepentingan pribadi. Dan misi membangun persaudaraan umat Islam dan toleransi terhadap pemeluk agama lainnya, membangun kepemimpinan yang kuat, amanah dan berwawasan global, membangun semangat kewirausahaan yang Islami, merencanakan, membangun dan mengembangkan model business berjamaah yang Islami,” ungkap Betha A.Djardjis.

Penyerahan cendramata dari pendiri dan ketua dewan pembina KLIBSA Sylvia Djardjis Husman.

Penyerahan cendramata dari pendiri dan ketua dewan pembina KLIBSA Sylvia Djardjis Husman.

Insya’Allah WHITA & Adhi Persada Property merencanakan untuk membangun WHITA Senior Citizens Living Property suatu Kawasan Ramah LANSIA yang di dlm nya ada Tower Pesantren Lansia, AGEFRIENDLY Hotel, serta Fasilitas Umum untuk Medical services, olah raga, Meeting rooms, serta pemberdayaan Lansia (Bertani Hydroponics, Industry Creative, dan lainnya) untuk sosialisasi awal kita mengadakan Seminar2 bekerjasama dengan RS MMC & RS YARSI, untuk menentukan model Market Deman dari Komunitas LANSIA (Senior Citizen).

Henry F Jusuf CEO PT WHITA APLIKASI NUSANTARA & EXECUTIVE COMMITTEE Halal Business Consortium tengah mempersiapkan Model Business Berjemaah ala Japanese Sogo Sosha Bersama Mr Yoshihiro Kobi Managing Director WHITA JAPAN CORPORATION untuk Perencanaan & Pengembangan WHITA Senior Citizen Living Property dengan President Director PT Adhi Persada Property Ir Agus Sitaba, insya’allah Prof Dr Harun Al-Rasyid Senior Consultant WHITA TRADE & Dr KH Robi Nurhadi serta Team Universitas Indonesia yang dipimpin oleh  Ir Edrial N Eddin MBA, lagi mempersiapkan Feasibility Study untuk project ini di Kawasan Sentul Bogor, ungkap Betha A Djardjis. (Adv/Abdi)

Comments

comments

About author

redaksi

Dalam perkembangannya, selain melakukan penyuntingan, secara umum redaktur juga bertugas memberikan pengarahan kepada reporter ketika peliputan ke tempat tertentu atau terhadap isu tertentu yang sedang hangat.